Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Terlalu produktif dalam membuat anak


__ADS_3

3 balita yang tak lain adalah Arkha, Arsha dan Alesha yang merupakan anak dari Arthur sudah membuka pintu kamar aunty-nya dan ditemani oleh 3 pelayan Mansion yang menunggu di depan pintu bagian depan ruangan pribadi milik sang nona muda. Tentu saja mereka sama sekali tidak berani masuk karena hal privasi.


Awalnya 3 balita yang baru saja tiba di Mansion itu melepas rindu bersama sang nenek, di bawah. Namun, lama kelamaan rasa bosan melanda mereka dan membuat 3 balita yang sangat menggemaskan itu menanyakan keberadaan aunty-nya.


Kebiasaan mereka saat datang adalah meminta coklat dan permen pada aunty kesayangannya saat baru tiba di Mansion. Tentu saja itu adalah makanan kesukaan semua anak kecil karena sangat manis rasanya. Dan sudah menjadi kebiasaan bagi para balita menggemaskan itu yang meminta coklat pada aunty cantik kesayangannya.


"Aunty Queen tidak nakal, tapi baik," ucap Arkha yang menatap tidak suka pada Aditya. Dan menghambur memeluk sang aunty kesayangannya. "Aunty Queen, mana permen dan coklatnya?"


Queen refleks membungkukkan badannya untuk memeluk ke arah keponakan tertuanya yang memiliki wajah tampan mewarisi ketampanan saudara laki-lakinya dan juga perpaduan dari wajah iparnya. Tak lupa ia dengan gemas mencium pipi gembul Arkha. "Aunty kangen Arkha yang manis ini, tapi kenapa kalian malah kangen pada coklat. Memangnya Arkha nggak merindukan Aunty?"


"Arkha kangen Aunty, tapi mana oleh-olehnya dari Bali. Kata Daddy, Aunty bawa banyak oleh-oleh untuk Arkha dan adik-adik," ucap Arkha dengan suara yang masih belum agak jelas.


"Iya ... iya, Aunty ambilkan dulu oleh-olehnya," ucap Queen yang melangkahkan kaki jenjangnya ke arah meja diikuti oleh keponakannya. Di mana ada 1 koper besar yang berisi oleh-oleh.


Sementara itu, Aditya yang sudah sibuk menggendong 2 balita di kanan kirinya mengikuti sang istri yang sedang membongkar isi koper. Karena dari tadi Arsha dan Alesha menempel padanya setelah ia ajak bicara. Kemudian ia menurunkan 2 balita yang terlihat sangat cantik dan menggemaskan itu ke atas sofa yang berada di dekat Queen.


"Arsha dan Alesha juga mau coklat?"


"Mau," jawab 2 balita itu secara bersamaan dan terlihat sangat berbinar.


"Kalau begitu, duduk di sini dan tunggu Aunty ya. Uncle mau mandi dulu, oke!" ucap Aditya yang berada di sebelah wanita yang sangat dicintainya. Kemudian ia berlalu pergi menuju kamar mandi setelah sebelumnya mencium pipi putih Queen yang terlihat tengah sedikit membungkuk untuk mengeluarkan oleh-oleh yang dibelinya. "Aku mandi dulu, Sayang. Jaga 3 keponakanmu yang sangat imut dan menggemaskan ini."

__ADS_1


Refleks Queen yang berubah merona wajahnya, langsung menoleh ke arah Aditya. "Apa-apaan sih, My hubbiy. Jangan memperlihatkan adegan dewasa di depan keponakanku. Nanti otak mereka terkontaminasi," ucap Queen seraya mencubit perut sixpack yang terekspose jelas di sebelahnya.


"Ini adalah sebuah bentuk kasih sayang, bukan adegan dewasa seperti yang kamu bilang, Sayang. Tidak perlu merasa khawatir," sahut Aditya.


"Daddy juga selalu mencium Mommy," jawab 3 balita itu dengan serempak.


"Tuh kan, apa yang aku bilang bener. Inilah yang dinamakan sebuah bentuk perwujudan kasih sayang." Aditya mengusap lembut pipi dan kening Queen, "Aku mandi dulu, Sayang. Jangan lupa pakai baju tertutup dan hijab saat keluar dari kamar nanti."


Queen hanya menganggukkan kepalanya dan mengibaskan tangannya. Seolah menunjukkan pengusirannya, apalagi ia paling tidak suka jika sang suami mulai mengeluarkan petuahnya yang selalu panjang kali lebar. Begitu dilihatnya pria tampan itu sudah masuk ke dalam kamar mandi, ia memberikan Heavenly Chocolate pada keponakannya.


Cemilan ala Jepang dengan konsep "Nama Chocolate", tapi uniknya terbuat dari Belgian Chocolate terbaik yang dipadukan dengan cacao Bali. Tentu saja dari segi rasa, sangat enak. Teksturnya lembut dan begitu masuk mulut, sensasinya "melt- in- your- mouth." Queen memberikan kotak sedang berisi coklat tersebut setelah membukanya, agar memudahkan keponakannya itu menikmati coklat terbaik dan kesukaan 3 balita itu.


"Kalian bertiga tunggu di sini dan makan coklatnya ya. Aunty mau ganti baju dulu, oke!"


Puas dengan jawaban dari keponakannya, Queen buru-buru berjalan ke arah walk in closet untuk melaksanakan perintah dari sang suami dengan memakai pakaian tertutup dan hijab pashmina simpel yang dipilihnya setelah menyisir rambutnya. Beberapa saat kemudian ia selesai dengan kegiatannya dan menyuruh para pelayan untuk masuk ke dalam kamar, agar membawa oleh-oleh yang dibawanya dari Bali.


Mulai dari Heavenly Chocolate, Pie Susu, Kacang Disko, Kacang Asin, Bakpia Bali, Kopi Kintamani, Salak Bali, Tas rotan, Kain pantai Bali, Batik Bali, Mukena Bali, Produk Spa dan aneka souvenir khas Bali untuk dibagikan kepada para pelayan di Mansion.


Sedangkan ia sudah menggendong Alesha dan mengajak Arkha dan Arsha untuk segera turun menemui keluarganya di lantai 1 menggunakan lift bersama dengan 3 pelayannya. Beberapa saat kemudian ia sudah berada di lantai bawah dan bisa didengarnya suara dari orang tuanya bersama dengan saudara laki-lakinya, serta iparnya tengah berbincang di ruang tamu.


"Kalian sudah datang, dan menyuruh anak-anak menggemaskan ini menggangguku di kamar. Tidak tahu apa kalau kami masih pengantin baru. Mana mereka langsung masuk tadi tanpa mengetuk pintu," kesal Queen yang sudah bersungut-sungut dan berjalan ke arah sofa panjang di dekat iparnya.

__ADS_1


Arthur yang melihat adik kesayangannya sudah terlihat berwajah masam itu hanya tertawa terbahak-bahak. Seolah kekesalan dari Queen adalah sebuah hal yang sangat menarik dan membuatnya merasa senang. "Dasar nona arogan, sudah 1 bulan menikah, tapi masih berpikir bahwa dia adalah pengantin baru. Malu tuh sama para pelayan," ejek Arthur yang menatap ke arah 3 pelayan yang menaruh oleh-oleh di atas meja.


Kemudian beralih menatap ke arah sang istri yang duduk di sebelahnya, "Bukankah begitu, Mommy Quint A? Adik iparmu bahkan bukan lagi anak-anak, tapi tingkahnya masih seperti anak di bawah umur saja."


"Aku tidak mau ikut campur dengan perdebatan kalian. Lebih baik aku cari aman saja," ucap Salsabila dengan wajah datarnya. Karena ia pun sedang sibuk dengan putra bungsunya yang berada di pangkuannya. Sedangkan kembaran putranya ada di pangkuan mertuanya.


"Iish ... kenapa kamu tidak mendukung suamimu sendiri, sepertinya kamu masih takut pada nona arogan ini," kesal Arthur yang sudah mencubit pipi putih sang istri.


"Astaga, bocah tengil ini benar-benar." Salsabila refleks langsung membungkam mulutnya karena keceplosan memanggil sang suami dengan panggilan lamanya saat sedang kesal. "Tuh kan, sudah aku bilang jangan buat aku kesal. Jadi begini akhirnya, panggilan sakral ini selalu saja keluar saat sedang kesal."


Queen langsung tertawa terbahak-bahak begitu mendengar kalimat konyol dari iparnya. "Sepertinya panggilan itu akan selamanya melekat pada Brother, karena memang dia sangat tengil meski sudah memiliki 5 anak di umurnya yang baru 26 tahun. Ya ampun, Brother memang sangat luar biasa. Aku salut atas ketengilan dan apa ya namanya." Memegangi dagunya seolah tengah memikirkan sesuatu.


"Memangnya apa yang ingin kamu katakan untuk menghinaku? Kalau mau mengejek dan mengataiku, sekalian saja. Jangan setengah-setengah, agar aku pun bisa membalas ejekanmu. Cepat katakan!" sarkas Arthur dengan tampang kesalnya.


"Aku lupa istilahnya," sahut Queen dengan terkekeh.


"Istilah apa, Queen? Aku jadi penasaran," ujar Salsabila yang ikut merasa kepo pada perkataan adik iparnya yang masih tetap arogan dan selalu bertengkar saat bertemu dengan suaminya. Bahkan menurutnya, tingkah 2 bersaudara itu sudah seperti Tom dan Jerry saja saat bertemu. Suaminya usil, sedangkan iparnya pemarah dan selalu menganggap setiap candaan serius. Dan terjadilah perang dunia ke seribu antara 2 bersaudara tersebut.


"Itu lho Kakak ipar, istilah untuk pria mesum yang punya banyak anak. Aku lupa namanya, bukankah kalian berdua terhitung terlalu produktif dalam hal membuat anak?" ejek Queen dengan terkekeh.


"Sialan," kesal Arthur yang sudah melemparkan bantal sofa di sebelahnya pada adik perempuannya.

__ADS_1


Sedangkan Salsabila yang merasa sangat malu atas ejekan dari iparnya hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Apalagi ada mertuanya yang tengah duduk tak jauh dari tempatnya hanya diam saja seraya geleng-geleng kepala saat Queen mengeluarkan kalimat menohoknya.


TBC ...


__ADS_2