Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Ini semua belum berakhir


__ADS_3

Aditya dan Queen saling ber-sitatap begitu mendengar perkataan dari pengawal baru di Mansion. Sedangkan Dave yang saat ini menatap tajam Sabrina, seolah meminta sebuah penjelasan atas perkataan pria yang baru saja menyebut kalimat sakral. Yaitu first love pada istrinya.


Sabrina yang bisa mengerti arti tatapan dari sang suami, refleks mengeluarkan suara setelah sebelumnya menatap tidak suka pada pria yang diingatnya adalah teman satu kelasnya dulu saat kelas 1 SMA dan selalu mengejar-ngejarnya. Bahkan ia sama sekali tidak pernah menyangka jika pria yang sama sekali tidak berarti apa-apa baginya itu membuat sang suami merasa marah.


"Astaga, ini sangat konyol sekali. Sayang, aku bisa menjelaskan padamu. Dia adalah teman SMA-ku dulu dan memang dulu dia menyukaiku. Akan tetapi, aku tidak pernah menanggapinya." Sabrina berjalan ke arah pria yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Kemudian dengan kesal ia meninju perut berotot pria yang membuatnya geram.


"Kamu benar-benar mau mencari masalah denganku, Leo! Apa kamu mau aku habisi!" Sabrina yang merasa sangat marah, tidak berhenti meninju lengan pria yang hanya diam dengan perbuatannya. Tentu saja karena dulu ia dan Leo adalah sepasang sahabat yang selalu disalah artikan oleh semua temannya. Bahkan dulu mereka mendapatkan julukan teman tapi mesra.


Padahal sejatinya, ia benar-benar tidak memiliki perasaan apapun pada Leo dan memang tidak berencana untuk berpacaran saat masih sekolah. Hal itu yang ditekankan oleh kedua orang tuanya karena tidak ingin dirinya terjerat ke pergaulan bebas yang akan menghancurkan masa depannya. Hingga ia yang terbiasa tidak mempunyai hubungan dengan laki-laki, sama sekali tidak pernah berpacaran.


Hingga ia bertemu dengan Aditya yang berhasil menggoyahkan hati dan prinsipnya selama ini. Sehingga tanpa merasa malu, ia menyatakan perasaannya pada Aditya dan hanya ditanggapi dengan sebuah kalimat ta'aruf. Namun, sampai 1 tahun, belum ada itikad dari pria yang sangat dicintainya itu hingga saat sang nona muda Queen masuk ke dalam hubungannya dan menghancurkan segalanya.


Leo hanya diam saat mendapatkan pukulan bertubi-tubi yang diarahkan padanya. Yang ada, ia hanya terkekeh geli saat pukulan Sabrina sama sekali tidak terasa apa-apa.


Dave semakin merasa sangat kesal melihat kedekatan dari Sabrina yang terlihat sangat akrab dengan pria yang baru diketahuinya bernama Leo. Hingga ia yang sudah tidak bisa menahan diri, mengeluarkan suara baritonnya.


"Sabrina, jaga sikapmu!"

__ADS_1


Refleks Sabrina yang tadinya ingin menginjak kaki sahabat baiknya itu, berjenggit kaget dan menoleh ke arah belakang dan bisa dilihatnya bahwa sosok pria dengan rahang tegas itu tengah menatapnya dengan kilatan api yang terpancar dari bola matanya.


"Iya, Sayang." Melirik ke arah Leo dan mengarahkan dagunya, seolah memberikan sebuah kode agar pria tersebut mau mengakhiri kesalahpahaman di antara mereka. "Cepat jelaskan pada suamiku, Leo!"


Pria yang tak lain adalah Leo memang mempunyai sifat humoris karena suka bercanda dan ia tadi hanya bercanda meskipun semua yang dikatakannya merupakan kenyataan. Sehingga ia kini membungkuk hormat pada majikannya dan juga pria yang merupakan suami dari wanita yang belum bisa membuatnya move on.


"Maafkan saya, Tuan dan Nona muda. Khususnya untuk Anda, suami dari Sabrina. Maaf jika membuat situasi di sini menjadi tidak nyaman karena kehadiran saya. Yang saya katakan tadi hanya sebuah masa lalu dan tidak perlu dianggap sebagai masalah yang mengganggu ketenteraman rumah tangga kalian."


Dave hanya diam mengamati penampilan dari Leo mulai ujung kaki hingga kepala. Menurutnya, pria itu masih kalah jauh dibandingkan dengan dirinya, tetapi ia masih merasa sangat kesal saat melihat kedekatan antara sang istri dengan pria tersebut.


"Tenang saja, aku tidak akan mempermasalahkannya. Bukankah kalian dulu adalah teman baik?"


Queen yang mengerti duduk perkaranya, tak kuasa menahan diri untuk berkomentar. "Oh ... jadi kamu dulu mencintai Sabrina saat masih berseragam putih abu-abu. Sedangkan Sabrina sama sekali tidak pernah tertarik padamu, karena hanya menganggapmu teman, begitu? Malangnya nasibmu. Akan tetapi, kamu sekarang sudah menikah, kan?"


Refleks Leo menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari majikannya. "Belum, Nona muda Queen. Nasib saya tidak beruntung dalam percintaan. Mungkin karena saya tidak setampan tuan muda Aditya, sehingga saya tidak laku hingga sekarang."


Aditya menepuk pundak Leo yang terlihat sangat memprihatikan saat memasang wajah muramnya. "Jangan bicara seperti itu. Percayalah, bahwa ada wanita yang dijodohkan oleh Tuhan sebagai tulang rusukmu. Berdoa dan percayalah pada ketentuan-Nya."

__ADS_1


Leo menganggukkan kepala dan merasa sangat terharu mendengar petuah bijak dari pria yang selalu menjadi panutannya. Karena ia sudah sering melihat kebaikan dari seorang menantu sholeh dari keluarga Raharja di sosial media dan televisi yang mengelu-elukan sosok pria luar biasa di depannya. Bahkan sifat sabar dan kelembutannya selalu menjadi panutannya selama ini.


"Terima kasih, Tuan muda. Anda benar-benar luar biasa dan merupakan panutan saya. Karena itulah begitu saya melihat ada lowongan untuk menjadi pengawal di mansion ini, langsung melamar dan berharap bisa bekerja di sini dan melihat idola saya."


Aditya hanya terkekeh mendengar pujian dari Leo yang terkesan berlebihan karena mengidolakannya. "Kenapa sekarang aku merasa seperti seorang artis, karena kamu bilang aku adalah panutanmu. Itu terlalu berlebihan, karena aku hanya manusia biasa. Sama sepertimu."


Queen yang mendengar sang suami berkomentar, refleks langsung membantah perkataan itu. "Itu tidak benar, My hubbiy. Semua yang dikatakan Leo benar. Di luaran sana, banyak orang-orang yang mengidolakanmu. Akan tetapi, selama ini kamu saja yang tidak mau tahu karena tidak pernah memperdulikannya."


"Benarkah? Mungkin karena aku selalu sibuk memperdulikanmu dengan Princess dan sama sekali tidak melihat keadaan di sekitarku, Sayang. Lagipula itu tidaklah penting, karena aku hanya menginginkan istri dan putriku saja yang mengidolakanku. Itu jauh lebih penting dari semua hal yang ada di dunia ini," ucap Aditya yang melirik sekilas ke arah Dave. "Jangan cemburu yang terlalu berlebihan pada istrimu. Semuanya sudah clear, bukan?"


Sabrina yang merasa sangat senang karena Aditya mau membelanya, refleks langsung mengungkapkan rasa syukurnya. "Terima kasih."


Aditya hanya tersenyum simpul dan kembali sibuk dengan putrinya. Begitu juga dengan Queen yang saat ini tengah berjalan ke arah taman.


Sementara itu, Dave yang terpaksa mengiyakan perkataan dari tuan mudanya, berpura-pura tersenyum. Meskipun saat ini hatinya merasa sangat dongkol saat melihat kedekatan dari Sabrina yang tadi dengan entengnya bersentuhan fisik dengan pria lain.


"Tahan ... tahan, Dave. Ini belum berakhir dan lebih baik diselesaikan saat tiba di rumah nanti," gumam Dave di dalam hati.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2