Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menatap penuh curiga


__ADS_3

🍃 Satu Minggu kemudian 🍃


Suasana di Mansion mewah milik keluarga Raharja, saat ini terlihat sangat ramai. Karena hari ini, 2 keluarga yang tinggal di New York akan datang. Sehingga para pelayan sangat sibuk menyiapkan acara penyambutan dengan memasak berbagai makanan untuk jamuan makan malam.


Aditya yang saat ini sudah berpakaian rapi bersama Queen, masih berada di dalam kamar dan sedang membicarakan tentang keluarga Azriel dan Arthur yang sudah dalam perjalanan menuju ke Mansion. Karena dijemput oleh sang tuan rumah dan beberapa pengawal.


Awalnya Queen ingin ikut menjemput ke bandara, tetapi semua orang melarangnya karena mengingat ia hamil dan harus beristirahat total untuk mempersiapkan diri pada acara resepsi pernikahan esok hari. Sehingga ia kini terlihat bermalas-malasan di atas ranjang sambil menunggu kedatangan rombongan keluarga Azriel dan Arthur yang sudah sangat dinantikannya.


Manik bening miliknya mengamati sang suami yang baru saja keluar dari ruangan walk in closet, tengah berjalan mendekatinya. "My hubbiy deg-degan nggak? Karena akan bertemu daddy Azriel."


Aditya sudah mendaratkan tubuhnya di atas ranjang di sebelah posisi berbaring istrinya. "Sama sekali tidak, Sayang. Memangnya kenapa? Sepertinya kamu sangat penasaran saat menantikan momen pertemuan kami."


Queen hanya terkekeh menanggapi perkataan dari pria yang tidak mengalihkan pandangannya terhadapnya, "Karena aku ingin melihatmu merasa cemburu, My hubbiy. Akan tetapi, sepertinya tidak akan pernah terjadi. Karena kamu bagaikan air tenang yang diam-diam menghanyutkan. Dan aku adalah korbannya."


Saat Aditya ingin menjawab kalimat manis yang keluar dari bibir sang istri, suara dari klakson mobil yang terdengar dari bawah, membuatnya refleks bangkit dari posisinya dan berjalan ke arah jendela kaca yang ada di sudut sebelah kanan.


Ia membuka kain penutup jendela yang berwarna pink itu untuk memeriksa apakah klakson mobil yang baru saja berbunyi itu berasal dari mobil yang menjemput keluarga Azriel dan Arthur.


Benar saja, 2 mobil mewah yang baru saja masuk ke dalam pintu gerbang utama Mansion, membuatnya langsung beralih menatap ke arah sang istri. "Mereka sudah datang, Sayang."


Refleks Queen langsung bangkit dari atas ranjang dan berjalan ke arah meja rias, untuk merapikan penampilannya yang sedikit berantakan karena tadi berbaring di ranjang. Saat ini ia memakai hijab berwarna putih yang dipadukan dengan gaun panjang berwarna hitam. Merasa sudah cukup rapi dengan penampilannya, Queen berbalik badan.


"Ayo, My hubbiy. Kita turun untuk menemui mereka," ucap Queen yang sudah melingkarkan tangannya di lengan kekar Aditya.


"Iya, kamu sangat bersemangat sekali untuk menemui hot daddy-mu itu," jawab Aditya yang sudah mencubit gemas pipi putih sang istri.

__ADS_1


"My hubbiy menyindirku? Jangan berkata seperti ini di depan mereka, aku malu. Karena aku sekarang baru menyadari bahwa panggilan itu terdengar sangat lebay dan konyol. Bahkan aku merasa mual saat mendengarnya. Ternyata aku dulu sangat bodoh dan kebodohanku langsung sirna setelah aku jatuh cinta padamu, My hubbiy. I love you," ucap Queen dan mengarahkan sebuah ciuman manis di pipi pria yang sangat dicintainya.


Sudut bibir yang melengkung ke atas dan tak lupa lesung pipi yang sudah terlihat jelas di wajahnya, menandakan bahwa saat ini Aditya merasa sangat bahagia ketika sang istri mengungkapkan perasaannya.


"Alhamdulillah, terima kasih, Sayang. Aku pun juga mencintaimu karena Allah," seru Aditya yang sudah mengajak Queen keluar dari lift. Di saat yang bersamaan, rombongan keluarga dari kota yang terkenal dengan patung Liberti itu sudah masuk ke ruang tamu.


Aditya yang langsung mengenali sosok pria yang pernah sangat dicintai oleh istrinya langsung ber-sitatap dengan netra pekat dengan silinder hitam itu. Bisa dilihatnya bahwa pria yang terlihat sudah tidak muda lagi itu, masih terlihat sangat tampan dan mempesona. Bahkan badan tegap nan kokoh, dipadukan dengan wajah yang tampan dan kulit putih bersih.


"Selamat datang di Jakarta," ucap Queen yang sudah menghampiri 2 pasangan suami istri dengan 3 anak kecil yang merupakan putra putri dari Azriel.


"Subhanallah, putri Daddy sekarang sudah berubah secantik bidadari," ucap Azriel yang tersenyum ke arah Queen dan melanjutkan perkataannya. "Beruntung sekali pria yang memilikimu, Queen," ucap Azriel dengan seulas senyum.


"Terima kasih, Daddy Azriel," ucap Queen yang terlihat berbinar begitu mendengar perkataan dari pria yang pernah sangat dipuja-pujanya itu.


Biasanya ia langsung menghambur memeluk tubuh kekar itu saat pertama kali bertemu, tetapi entah mengapa kali ini ia sama sekali tidak ingin melakukannya. Sehingga ia hanya mencium punggung tangannya.


Kemudian beralih mencium punggung tangan Arthur dan terakhir adalah sosok wanita yang bukan orang sembarangan, "Selamat datang, Mommy Mikha." Kemudian mencium gemas 3 anak-anak yang paling tua berusia 13 tahun dan 12, serta 10 tahun.


"Terima kasih, Sayang," jawab semua orang yang sudah beralih mengarahkan tatapannya pada sosok Aditya.


"Oh ya, ini suamiku. Kalian semua pasti sudah mendengar tentang perihal pria luar biasa yang tidak ada tandingannya ini." Queen menggandeng tangan Aditya, seolah ingin memamerkan kemesraannya pada semua orang. "Ayo, My hubbiy, perkenalkan dirimu."


Aditya yang tersenyum tipis, sudah berniat untuk menyapa semua orang. Namun, ia sangat terkejut saat mendengar suara dari wanita dengan tubuh mungil yang sudah menghambur memeluknya, serta tak berhenti menepuk pundaknya.


"Akhirnya ada pria luar biasa yang sanggup meluluhkan hati seorang nona muda arogan yang sangat nakal ini. Kamu benar-benar sangat luar biasa, anak muda. Aku salut padamu. Lanjutkan perjuanganmu, oke!" ucap Elfaiza yang sudah melepaskan pelukannya, setelah mengungkapkan kelegaannya pada sosok pria yang dianggapnya adalah dewa penolong.

__ADS_1


Karena berhasil membebaskan belenggu yang dirasakannya selama bertahun-tahun. Itu semua karena selama ini ia dihantui rasa takut jika sang suami luluh dan kasihan pada seorang nona muda arogan tersebut.


Sementara itu, Queen yang merasakan cemburu, saat sang suami dipeluk oleh wanita yang baru saja dipanggilnya mommy itu, seolah ingin berteriak untuk mengungkapkan kemarahannya. Akan tetapi, dengan sekuat tenaga, ia menahan diri hingga suara bariton dari daddy Azriel membuatnya bernapas lega.


Azriel yang merasa sangat terkejut dengan perbuatan dari istrinya yang tiba-tiba memeluk pria muda, membuatnya refleks menarik pergelangan tangan sang istri agar mendekat ke arahnya. "Sayang, apa-apaan ini. Jaga sikapmu, kamu istriku dan Aditya adalah suaminya Queen. Bukankah perbuatanmu akan memancing rasa cemburu?"


Azriel menghentikan perkataannya saat mendengar suara tepuk tangan dari Arthur yang seolah mengejeknya.


"Astaga, konyol sekali pertunjukan ini. Baru saja tiba di Mansion mewah keluarga Raharja, tetapi sudah disuguhkan dengan pertunjukan yang sangat mengagumkan." Arthur beralih menatap ke arah Queen, sengaja untuk menyulut api kemarahan yang bisa dilihatnya. "Kamu tidak sekalian marah, Queen? Bukankah saat ini kamu pun mengalami fase seperti yang dirasakan oleh hot daddy-mu? Cemburu, kalian berempat pasti mengalami itu saat ini."


Queen hanya mampu tersenyum kecut mendengar ejekan dari pria yang diketahuinya pernah hampir menculik mommy-nya. Sehingga ia membalas perkataan dari pria tersebut, "Daddy Arthur, bagaimana kabar dari Om Bryan. Dia memilih tidak menikah karena sangat mencintai, Mommy Mikha, kan?"


"Astaga, anak nakal ini," geram Arthur yang sudah beralih menatap ke arah Abymana dan Qisya. "Qisya, dulu kamu mengidam apa waktu hamil nona arogan ini? Dia sangat pintar membalas dendam."


Abymana dan Qisya hanya terkekeh melihat rengutan dari Arthur, tanpa berniat menanggapi pertanyaan konyolnya.


"Sudah-sudah! Lebih baik kita langsung ke ruang makan, kalian semua pasti lapar. Kita lanjutkan acara mengobrolnya nanti saja, setelah makan malam." Qisya memecahkan suasana penuh ketegangan yang didominasi oleh 2 pasangan suami istri berbeda generasi yang saat ini tengah sama-sama merasakan api cemburu dari pasangannya.


Kemudian semua orang berjalan ke ruangan makan. Namun, suara dari Azriel membuat semua orang menghentikan langkahnya.


"Aku ingin berbicara dengan Aditya empat mata. Boleh kan?" tanya Azriel yang saat ini tengah menatap ke arah semua orang yang ia tahu merasa sangat penasaran. "Bukankah kamu juga ingin berbicara denganku, anak muda?" Menatap ke arah Aditya dengan tatapan impulsif.


"Sepertinya Anda sangat pintar membaca pikiran orang," jawab Aditya.


Queen dan Elfaiza sama-sama menatap penuh curiga pada 2 pria tersebut. Hingga suara dari Queen memecahkan suasana penuh keheningan itu.

__ADS_1


"Daddy Azriel dan My hubbiy tidak akan bergulat kan?"


TBC ...


__ADS_2