
Aditya langsung mundur kebelakang begitu mendengar perkataan dari Queen, lalu dirinya menoleh ke arah pasangan suami istri yang saat ini tengah berdiri menjulang disampingnya, "Maafkan saya Tuan Abymana dan Nyonya Qisya! Saya memang khilaf tadi. Sehingga sampai berbuat kurang ajar pada Queen yang belum resmi saya nikahi!"
Abymana dan Qisya sontak langsung sama-sama bersitatap begitu mendengar perkataan dari Aditya yang meminta maaf atas hal yang tidak dilakukannya. Dari tatapan keduanya terlihat bahwa saat ini yang mereka pikirkan adalah sama. Karena saat ini mereka sama-sama mengerti siapa yang sedang berbohong.
Tentu saja orang tua lebih mengenal anaknya dari siapapun, sehingga mereka kini malah merasa semakin kagum pada pria yang akan menjadi menantunya tersebut. Untuk menghilangkan keheningan di ruangan walk in closet tersebut, Abymana mulai membuka suaranya dan mulai berakting didepan putrinya yang dianggapnya sangat nakal.
Abymana berpura-pura menampilkan raut wajah yang penuh kemarahan pada calon menantunya, "Jadi kamu mau mencuri kesempatan dalam kesempitan pada calon istrimu? Bahkan tinggal beberapa jam lagi kamu bisa berbuat apapun pada calon istrimu! Apa karena kamu sudah tidak sabar untuk melakukan ritual malam pertama?"
Lalu Abymana menepuk bahu kokoh pria yang akan menikahi putrinya, "Bersabarlah Aditya, besok kamu sudah halal menyentuh putriku. Jadi untuk malam ini kamu harus menahan diri!"
Sontak saja perkataan dari calon mertuanya itu membuat Aditya merasa kebingungan untuk menjawab. Karena sejujurnya dirinya sama sekali tidak pernah berpikir untuk melakukan hal yang dibicarakan oleh papa mertuanya tersebut.
"Iya Tuan Abymana, saya akan bersabar sampai besok! Akan tetapi, sekali lagi maafkan atas perbuatan kurang ajar saya pada putri Anda! Saya bersedia untuk dihukum!"
Queen lagi-lagi bersorak kegirangan begitu mendengar perkataan dari pria yang sudah dikerjainya tersebut. Ia kini sibuk bergumam didalam hatinya.
Dasar pria bodoh, aku pikir dia bakal mencoba mati-matian untuk membantah dan membela diri bahwa dia tidak melakukan itu. Lalu menyalahkan aku, tapi apa ini? Dia malah mengakui hal yang tidak dilakukannya. Aditya memang pria yang sangat aneh. Mungkin di dunia ini hanya dia satu-satunya orang yang mempunyai sifat sepertinya.
Disaat banyak penjahat yang tidak mau mengakui perbuatan salah yang jelas-jelas dilakukannya, ini Aditya malah mengakui kesalahan yang tidak diperbuatnya. Pria langka yang sangat aneh sekaligus bodoh. Bahkan dia mau menerima hukuman. Aku kerjai saja sekalian, biar tahu rasa hahaha ....
Queen lalu bangkit berdiri dan menatap kesal kearah Aditya, kemudian beralih memandang kedua orang tuanya. "Hukum saja dia Dad, lagipula dia sudah bersedia untuk dihukum. Aku ngantuk dan mau berisitirahat, jadi untuk urusan Aditya, aku serahkan pada Daddy dan Mommy."
__ADS_1
Setelah menatap ke arah orang tuanya, Queen beralih menatap ke arah Aditya, "Nikmati saja hukumanmu, karena kamu sudah berani menyentuh wanita yang belum menjadi muhrimmu!! Daaaah ...."
Aditya hanya menatap siluet Queen yang sudah berjalan keluar ruangan ganti tersebut, lalu beralih menatap ke arah calon mertuanya. "Apakah hukuman yang akan saya terima Tuan Abymana?"
Qisya yang daritadi sangat merasa penasaran langsung mengungkapkan pertanyaannya, "Sebenarnya apa yang terjadi Aditya? Kenapa Queen sampai mengerjaimu?"
Aditya merasa sangat terkejut dan langsung menjawab pertanyaan dari wanita yang berada didepannya, "Jadi Nyonya Qisya sudah tahu?"
Qisya menganggukkan kepalanya, "Tentu saja aku tahu, karena Queen adalah putriku. Maafkan kelakuan putriku, Aditya! Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu masuk dalam jebakan Queen?"
Abymana mulai menyahuti perkataan dari sang istri, "Iya, ceritakan pada kami bagaimana bisa kamu berakhir dalam rencana jahat putriku? Apakah kamu nanti akan selamanya mengalah pada istrimu? Kalau memang begitu, aku yang lama-lama merasa bersalah padamu."
"Astaghfirullah ... maafkan saya Tuan Aby dan Nyonya Qisya! Saya tidak bermaksud untuk menghina Queen."
"Kami tahu maksudmu, semoga kamu berhasil merubah Queen yang arogan itu! Oh ya, kamu belum bercerita tadi mengenai bagaimana kamu berakhir terjebak dalam permainan Queen!" tanya Abymana.
Aditya mulai membuka suaranya, "Sebenarnya tadi saya bertanya pada Queen tentang perlengkapan sholat, karena saya tidak tahu tempatnya juga dan lupa bertanya pada Anda tadi saat dibawah."
"Lalu Queen mau memeriksanya, karena tidak tahu dan bilang belum pernah masuk ke ruangan ganti abangnya. Jadi saya menunggu diluar, tapi tiba-tiba Queen berteriak kesakitan. Refleks saya lari kedalam tanpa memikirkan apa-apa."
Mendengar perkataan dari calon menantunya, tentu saja rasa kekaguman dari pasangan suami istri itu semakin bertambah besar. Lalu Abymana berjalan ke arah lemari kaca berukuran besar, dan membukanya untuk menunjukkan isinya pada Aditya.
__ADS_1
"Semua peralatan untuk sholat ada di sini Aditya, sedangkan pakaian casual ada disebelah kirinya. Kamu bisa memakai pakaian dari Arthur, karena badan kalian juga sama. Jadi pakaian kalian pasti seukuran bukan?"
"Iya Tuan Abymana, meskipun masih tinggi Arthur daripada saya. Akan tetapi, ukuran kami sama. Jadi saya akan meminjam pakaian ganti dari Arthur," jawab Aditya.
Abymana dan Qisya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kamu istirahat saja! Anggap rumah ini adalah rumah sendiri, karena memang kamu yang akan menjadi tuan rumah nanti setelah kami kembali ke Belanda."
Aditya menganggukkan kepalanya, dan mulai tersenyum. "Iya Tuan Abymana, terima kasih karena sudah menganggap saya seperti anak sendiri."
Abymana menepuk pundak calon menantu idamannya, dan mulai melangkah keluar ruangan kamar bersama dengan wanita yang sangat dicintainya.
Sementara itu Aditya langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajibannya. Beberapa menit kemudian Aditya keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang segar dan bercahaya.
Tentu saja hal itu karena wajahnya yang selalu terkena air wudhu, sehingga membuatnya terlihat lebih cerah dan bersinar. Lalu ia mulai menggelar sajadah dan melakukan sholat malam empat rakaat.
Setelah selesai melakukan sholat Isya, Aditya yang masih duduk bersimpuh itu terlihat menengadahkan tangannya untuk memanjatkan doa penuh dengan ketulusan.
"Ya Allah, ampuni segala dosa-dosaku dan juga orang tuaku serta semua umatmu. Sembuhkanlah ayah agar bisa segera sembuh dan kembali normal. Hanya kepadamu hamba memohon, hanya kepadamu hamba berserah diri. Lancarkanlah acara pernikahan kami besok ya Allah!! Dan berikan ketabahan pada Sabrina, serta pertemukan dia segera dengan jodohnya."
"Serta berikan hidayah untuk calon istriku, dan berikan aku kesabaran untuk bisa mendidiknya menjadi seorang istri yang solihah kedepannya. Limpahkanlah rahmat Mu pada rumah tangga kami agar menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah aamiin ya rabbal alamin."
Bersambung ...
__ADS_1