
Suara lenguhan dan desahan dari bibir Queen mendominasi ruangan kamar mandi dengan gaya arsitektur mewah itu. Aditya benar-benar membuat sang istri menikmati setiap sentuhan dan perbuatannya saat ia sibuk menjelajahi setiap jengkal tubuh polos wanita yang berada di dalam bathtub. Keduanya yang sama-sama polos itu saling memberi dan menerima saat melakukan ritual panas yang membuat mereka mencapai puncak kenikmatan yang hakiki.
Queen yang sudah seperti cacing kepanasan saat terbuai dengan perbuatan sang suami, berhasil mencapai klimaksnya dengan suara lenguhannya. Seolah pria yang bergerak di belakangnya itu mengerti semua kelemahannya dan membuatnya semakin gila dengan perbuatan sang suami.
Aditya semakin mempercepat gerakannya saat akan mencapai pelepasannya. Namun, ia tiba-tiba merasa terkejut saat Queen tiba-tiba menjauh dan melepaskan diri seraya menutup mulutnya saat turun dari bathtub. "Sayang, nanggung ini," ucap Aditya dengan raut wajah penuh kekecewaan, karena sebentar lagi ia mencapai klimaks, tapi tidak jadi karena sang istri sudah melepaskan diri dari kungkungannya.
Karena merasakan perutnya yang seperti diaduk-aduk, membuat Queen langsung buru-buru ke arah toilet dan memuntahkan semua isi perutnya. "Hoek ... hoek."
Aditya yang tadinya merasa sangat kecewa karena tidak berhasil menyelesaikan momen penting, yakni pelepasannya, ia merasa iba saat melihat sang istri yang muntah-muntah dan sudah terlihat pucat saat berjongkok di sebelah toilet. "Kamu muntah lagi, Sayang. Apa aku tadi terlalu membuatmu kecapekan? Maafkan aku." Mengarahkan tangannya untuk memijat tengkuk belakang wanita yang masih pucat itu.
"Aku tidak apa-apa," jawab Queen yang mengarahkan tangannya pada pria yang sangat dicintainya. "Kali ini gendong di depan."
Tanpa membuang waktu, Aditya langsung meraup tubuh seksi tanpa selembar benang pun yang menutupinya dan membawanya kembali ke arah bathtub. "Mandilah, aku akan mandi di bawah shower." Berniat berjalan ke arah sebelah kanan bathtub untuk mandi, tapi tangannya ditahan oleh sang istri yang tengah menatapnya dengan intens.
"My hubbiy nggak mau melanjutkan make love-nya? Bukannya tadi bilang belum?"
"Aku tidak ingin membuatmu muntah-muntah lagi. Tidak apa-apa, aku bisa menahannya." Aditya terlihat tersenyum, seolah ingin meyakinkan pada wanita yang saat ini tengah mengkhawatirkannya. Meski jauh di dalam hatinya merasa sangat tersiksa, karena libidonya sudah membuatnya pusing kepala. Karena bagi laki-laki, menahan gairah yang sudah mencapai puncaknya itu benar-benar bisa membuat gila.
"Sabar, Aditya. Ini semua demi kebaikan istri dan anakmu. Jadi, kamu harus bisa menahan gairahmu untuk sementara waktu. Bisa, aku pasti bisa," gumam Aditya.
__ADS_1
Queen menatap penuh curiga dan tidak percaya pada pria yang masih berdiri menjulang di depannya. "Kenapa aku merasa My hubbiy berbohong? Apa karena tidak tega terhadapku setelah melihatku muntah-muntah? Aku tidak apa-apa My hubbiy, lanjutkan saja! Lagipula, aku tidak tega jika menggantung hasrat suami. Bukankah itu dosa?"
Kalimat terakhir dari sang istri yang diungkapkan sambil menampilkan wajah polos seperti bayi, membuat Aditya merasa seolah mendapat sebuah air saat merasa dahaga yang amat luar biasa. Apalagi saat melihat wajah sang istri yang terlihat secantik bidadari saat menatapnya dengan tatapan penuh sarat makna yang menunjukkan istri shalihah karena tidak ingin membuat sang suami menahan hasrat.
Tanpa menjawab apa-apa, refleks Aditya langsung berjalan masuk ke dalam bathtub dan meraup bibir merah jambu sang istri. Tidak berhenti sampai di situ saja, karena kini ia ingin membuat sang istri yang dengan ikhlas melayaninya itu menikmati setiap sentuhannya. Ia sudah sibuk memberi kissmark pada area dada Queen dan juga bergerak turun untuk menikmati 2 benda padat yang membusung di depannya. Sementara itu, tangannya sudah bergerilya menyentuh titik-titik sensitif sang istri.
Sedangkan Queen yang sudah memejamkan kedua matanya saat mendapatkan sentuhan dari suami yang sudah semakin membuatnya bergelinjang hebat atas tangan nakal pria yang membuatnya kembali mencapai surga dunianya, membuatnya meremas rambut Aditya. Tak lupa suara desahannya yang kembali menghiasi suasana di kamar mandi mewah itu. Hanya benda mati yang menjadi saksi bisu dari aksi liar dan panas di dalam kamar mandi itu.
"My hubbiy, kamu benar-benar membuatku gila."
"Itu ucapan terima kasihku padamu, Sayang," ucap Aditya dengan seulas senyuman. "Sekarang dari depan saja ya, aku tidak ingin membuatmu capek." Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Aditya tidak membuang waktu lagi, ia kembali menyatukan dirinya dan bergerak dengan gerakan cepat. Tentu saja tidak butuh waktu lama untuknya saat meledakkan cairan yang menunjukkan kepuasan dan kenikmatan karena memang tadi sudah hampir saja keluar, tapi gagal karena istrinya muntah-muntah.
Bahkan lenguhan panjang lolos dari bibirnya saat mencapai puncak kenikmatan. Deru napas yang memburu terdengar jelas dari bibirnya. "Ia mengusap lembut pipi putih yang terlihat agak tembam itu. "Sayang, terima kasih atas pengertianmu hari ini. Semoga perbuatan baikmu ini mendapat pahala dan menjadi amal baik untukmu saat di akhirat nanti." Mencium kening Queen cukup lama.
"Terakhir apa, Sayang? Kenapa tidak dilanjutkan?" Aditya terlihat mengerutkan keningnya saat merasa penasaran.
"Ya ini tadi, My hubbiy sangat perkasa," ucap Queen dengan terkekeh. Bahkan kini wajahnya sudah merona karena saking malunya berbicara hal yang menurutnya sangat konyol.
"Alhamdulillah, semoga suamimu ini bisa selalu membuatmu puas. Jadi, tidak akan ada yang namanya PIL atau pun WIL. Ya sudah, lebih baik kita segera mandi. Jangan membuat semua orang menunggu. Karena istriku sangat baik hati, maka suamimu ini yang akan memandikanmu. Kamu cukup diam saja, karena kamu adalah seorang ratu sejati." Aditya mulai memandikan sang istri seperti seorang anak kecil.
__ADS_1
"Baiklah, aku ratu dan My hubbiy jongosnya. Karena setahuku, tidak ada raja yang mau memandikan ratunya. Yang ada malah raja yang mau dilayani, seperti film-film kolosal yang dulu pernah aku tonton waktu kecil," sahut Queen yang hanya menikmati perbuatan dari sang suami saat memijatnya.
"Ternyata kamu pernah menonton film kolosal juga? Aku pikir kamu hanya suka menonton film box office saja. Akhirnya selesai juga aku memandikan sang ratu," ucap Aditya yang berjalan untuk meraih kimono berwarna merah milik sang istri dan memberikannya pada wanita yang sudah menghambur memeluknya.
"Terima kasih, My hubbiy. I love you," ucap Queen yang sudah melepaskan pelukannya. Kemudian memakai kimononya. Di saat yang bersamaan, terdengar suara dari anak kecil yang sudah menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Aunty ... Aunty ...."
Refleks Queen dan Aditya langsung ber-sitatap dan terkekeh.
"Sepertinya semua orang sudah menunggu kita di bawah. Dan semua orang akan menggoda kita nanti saat anak-anak menggemaskan itu mengatakan pada semua orang kalau kita mandi bersama. Lebih baik kamu segera keluar menemui keponakanmu, Sayang. Dan bilang pada mereka agar jangan sampai mengatakan hal ini pada keluargamu. Rasanya aku malu jika ada yang mendengar hal pribadi kita," sahut Aditya dengan wajahnya yang penuh kecemasan.
"Kamu aneh My hubbiy," jawab Queen dengan terkekeh.
"Aneh? Maksudnya?" tanya Aditya begitu mendengar kalimat bernada ambigu dari Queen.
"Seharusnya yang merasa malu itu adalah pihak wanita. Ini malah kamu yang merasa malu, lucu sekali. Ya sudah, aku keluar dulu. Jika sampai keluargaku mendengar kata-katamu itu, mungkin mereka semua akan semakin mentertawakanmu. Suamiku benar-benar sesuatu," ucap Queen dengan langkah kaki jenjangnya keluar dari ruangan tersebut seraya geleng-geleng kepala dan tak lupa terkekeh geli.
Sedangkan Aditya hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan dari wanita yang sudah keluar dari kamar mandi. "Karena itu keluargamu, Sayang. Jika keluargaku sendiri, tentu saja aku tidak akan merasa malu. Ya sudahlah, semoga anak-anak menggemaskan itu tidak membocorkan rahasia ini pada semua orang saat di bawah nanti."
__ADS_1
Setelah ber-agumen sendiri, Aditya mulai melakukan ritual membersihkan diri di bawah guyuran air shower.
TBC ...