Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Bersandiwara


__ADS_3

"Apa Dad?!! Daddy akan menyerahkan Perusahaan Raharja Group jika kami benar-benar bercerai? Apa Daddy sudah gila?!!" ucap Queen dengan bola mata membeliak dan wajahnya yang sudah berubah merah karena sudah dikuasai rasa terkejut dan tak percaya. Queen geleng-geleng kepala, "Ini benar-benar sudah gila."


Tak berhenti sampai di situ saja, Queen mulai beralih menatap ke arah wanita yang sangat di sayanginya, "Mom, hentikan sikap kekanak-kanakan Daddy! Memangnya Mommy mau jatuh miskin karena ulah ceroboh Daddy?"


Abymana menyentil kening putrinya yang sudah bersungut-sungut di depannya, "Dasar gadis nakal, apa kamu sekarang menganggap bahwa Daddy sangat bodoh?"


Tanpa memperdulikan tatapan dari semua orang yang berada di ruangan itu, Queen langsung menganggukkan kepalanya, "Memangnya Daddy tidak merasa bahwa Daddy memang bodoh? Menyerahkan aset keluarga Raharja pada orang asing, bukankah itu bodoh namanya? Kalau bukan bodoh, memangnya kalimat apa lagi yang cocok?"


"Astaga ... mimpi apa aku semalam, kenapa hari ini merupakan sebuah hari yang penuh dengan berbagai macam drama?"


Qisya yang merasa geram dengan kata-kata kasar dan tidak sopan dari putrinya itu langsung mengarahkan tangannya untuk menjewer telinga putrinya, namun tatapan matanya bersibobrok dengan netra pekat pria yang akan menjadi menantunya yang telah menggelengkan kepalanya, seolah ingin menjelaskan bahwa dirinya tidak boleh menjewer putrinya.


Akhirnya dengan terpaksa Qisya menurunkan tangannya dan tidak jadi melakukan niatnya. Ia berusaha menetralkan rasa emosinya melihat sikap tidak sopan dari putrinya, "Astaghfirullah Queen ... yang sopan pada Daddy mu!"


"Habisnya Daddy juga keterlaluan Mom," mengerucutkan bibirnya.


"Seharusnya kamu berpikir jernih, kenapa Daddy mu bisa sampai berbuat seperti itu? Itu semua demi kebahagiaan kamu Queen, kenapa Mommy bisa bilang begitu? Itu karena Daddy mu rela kehilangan semua hartanya, asalkan bisa melihat putrinya hidup bahagia. Apa kamu tidak berpikir sampai kesitu?"


Qisya mengarahkan tatapan matanya ke arah Aditya, dan menepuk bahu kokoh calon menantunya tersebut, "Karena Daddy dan Mommy sangat yakin, bahwa Aditya akan bisa membahagiakanmu putriku. Kamu akan hidup bahagia dengan Aditya, karena itulah Daddy rela menukar hartanya demi kebahagiaanmu. Dan bukankah setelah kalian menikah, Aditya bukan orang lain. Karena dia akan menjadi bagian dari keluarga Raharja."


Abymana mengarahkan ibu jarinya ke arah wanita yang sudah 27 tahun mendampinginya hidup berumah tangga, "Hanya kamu satu-satunya yang bisa mengerti aku, Cinta." Kemudian beralih menatap ke arah calon besannya, "Apa sekarang Anda sudah tidak merasa ragu untuk memberi restu pada pernikahan putra-putri kita?"


Boby Syaputra mulai mengarahkan tatapannya pada putra dan calon menantunya yang terlihat sudah bermuka masam yang tak jauh dari tempatnya. Karena merasa penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh gadis yang akan di nikahi oleh putranya, membuatnya mengeluarkan pertanyaannya.

__ADS_1


"Apa kamu sangat takut kehilangan Perusahaan Raharja Group karena kamu mempunyai rencana untuk berpisah dari putraku, Nona muda?"


Sontak saja pertanyaan dari Boby Syaputra membuat semua orang merasa terkejut, dan sama-sama menatap ke arah pria yang terbaring lemah di ranjang perawatan, lalu beralih ke arah Queen yang terlihat sangat kebingungan dan belum menjawab pertanyaan tersebut.


Aditya yang merasa ada aura ketegangan di dalam ruangan kamar tersebut mulai memegang lengan sang Ayah, "Sudahlah Yah, Tuan Abymana sudah membuktikan bahwa apa yang Ayah tuduhkan itu tidak benar. Jadi kita hentikan pembicaraan ini!"


"Tapi Ayah ingin mendengarnya langsung dari calon istrimu Nak, karena ekspresinya tadi seolah menunjukkan bahwa dia mempunyai rencana untuk bercerai denganmu. Ayah tidak ingin itu terjadi, meskipun Tuan Abymana menyerahkan Perusahaan miliknya, menurut Ayah, itu tidak akan bisa mengganti hancurnya hatimu yang akan terluka saat tersakiti."


"Jadi jawab pertanyaanku Nona!" mengarahkan tatapan tajam yang menelisik.


Sontak saja Abymana, Aditya, dan juga Qisya beralih menatap ke arah Queen yang terlihat sangat kebingungan dan belum mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan dari calon mertua yang di anggapnya palsu itu.


"Jawablah pertanyaan dari Ayah mertuamu Queen!" ucap Abymana.


Queen yang merasa berada dalam posisi tersudut, mulai mengarahkan bola matanya untuk menatap ke arah orang tuanya dan beralih ke arah pria yang berada di atas ranjang.


Astaga ... ini gila ... benar-benar gila. Situasi macam apa yang sedang aku alami ini, aku sebenarnya ingin segera keluar dari sini. Aku sudah muak dengan sandiwara ini. Akan tetapi, bagaimana nasibku jika aku menikah dengan si Reynaldi itu? Aku pun tidak sudi harus menikah dengannya. Apa aku mengalah saja dan membohongi semua orang? Lalu bagaimana dengan nasib Perusahaan Raharja Group ke depannya? Aaaaaaarrrh ... aku stres, untuk soal itu, aku pikirkan nanti saja.


Queen memasang wajah paling manis, berusaha untuk meyakinkan calon mertuanya yang masih mengarahkan tatapan tajamnya, "Om, aku sama sekali tidak pernah mempunyai pikiran untuk bercerai dengan putra Om. Karena aku sangat mencintai Aditya, jadi restui pernikahan kami Ayah."


Astaga ... aku terpaksa memanggilnya Ayah demi bisa mendapatkan restu dari pria miskin ini.


Aditya menyunggingkan senyuman saat melihat tingkah dari sang Nona muda yang berusaha keras untuk berakting menjadi seorang wanita yang baik di mata sang Ayah.

__ADS_1


Kamu berusaha dengan keras untuk bersikap baik, Queen. Dan semoga ke depannya nanti kamu bisa terus bersikap semanis ini dengan tulus, semoga Allah mendengar doa-doaku.


Boby Syaputra yang awalnya bersikap dingin dan tidak suka pada calon menantunya, kini mulai bisa tersenyum. Karena dirinya merasa sangat puas dengan jawaban dari sang Nona muda yang sudah berhasil meyakinkannya, "Semoga kalian berdua bisa bahagia selamanya sampai kakek dan nenek. Ayah akan merestui pernikahan kalian!"


Sontak saja perkataan dari Boby Syaputra itu membuat tiga orang yang berada di ruangan itu mulai memanjatkan puji syukur pada yang Maha Kuasa.


Alhamdulillah, terima kasih Yah!" ucap Aditya seraya mencium punggung tangan pria yang sangat di sayanginya.


Begitupun juga dengan Abymana dan juga Qisya yang bersamaan mengucapkan syukurnya, "Alhamdulillah."


"Sekarang kita sudah resmi menjadi besan, jadi panggil saja aku Aby. Tidak perlu memakai embel-embel Tuan. Begitupun saat memanggil menantumu, jangan memanggilnya Nona muda! Karena mulai hari ini dia adalah putrimu juga."


Boby Syaputra menyunggingkan senyumannya begitu mendengar perkataan penuh dengan ketulusan dari pria yang merupakan bukan orang biasa itu. Ia pun mengulurkan tangannya, "Terima kasih Tuan, aah ... msksudku Aby. Rasanya sangat canggung memanggil orang tersohor sepertimu hanya dengan nama saja."


"Sudahlah, jangan berbicara seperti itu! Kita semua sama, jadi jangan berpikir bahwa kita berbeda."


"Terima kasih, aku sama sekali tidak pernah menyangka jika ternyata keluarga Raharja sangat baik dan tidak membedakan kasta. Putraku beruntung memiliki calon mertua yang sangat baik luar biasa seperti kalian."


"Jangan berbicara seperti itu, sekarang kita sudah menjadi satu keluarga. Jadi jika butuh apa-apa, katakan saja pada kami, kami akan membantu sebisanya," ucap Qisya. Kemudian ia beralih menatap ke arah putrinya, mengusap lembut rambut panjang gadisnya, "Sekarang cium punggung tangan mertuamu untuk meminta restu!"


Queen lagi-lagi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolak perintah dari sang Mama, lalu dirinya berjalan mendekat ke arah pria yang akan menjadi mertuanya. Kemudian mencium tangan mertuanya, "Terima kasih Yah."


Lagi-lagi aku harus bersandiwara di depan semua orang. Apakah aku ditakdirkan untuk selalu bersandiwara seperti ini? Siapapun tolong aku hiks ... hiks ... hiks ....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2