Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Memeriksa keadaanmu


__ADS_3

Queen baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai kimono handuk berwarna pink. Sedangkan rambutnya yang basah terlilit sebuah handuk kecil. Ia menatap ke arah Aditya yang terlihat bangkit dari sofa dan berjalan ke arahnya.


"Cepat mandi sana! Aku sudah tidak sabar untuk naik motor. Kamu sudah bilang pada pengawal kan?"


"Sudah, mereka mungkin sedang mencari pinjaman motor dulu," ucap Aditya yang masih tidak berkedip menatap ke arah sang istri yang berada di depannya. "Kamu sangat cantik, Queen."


"Bukan pinjam, tapi beli. Paling cuma 25 juta motornya. Kamu mengejekku? Aku belum memakai apa-apa begini kamu bilang cantik? Apalagi nanti saat aku memakai make up. Pasti kamu akan memujiku secantik bidadari," ejek Queen dengan bersungut-sungut.


"25 juta cuma? Aku lupa kalau aku sedang berhadapan dengan seorang nona muda dari keluarga konglomerat di kota ini. Aku tidak berbohong. Kalau tidak percaya, sekarang kamu lihat sendiri!" ucap Aditya yang langsung meraih pergelangan tangan sang istri dan mengajaknya ke arah cermin. "Lihatlah, bukankah kamu sangat cantik?"


Tubuh Queen seketika meremang saat Aditya berada di belakangnya dan menahan kedua sisi lengannya, lalu berkata di sebelah telinganya.


Apa-apaan sih Aditya. Bener-bener bikin deg-degan saja. Dia tahu saja kalau aku cantik. Dengan santainya dia bilang aku cantik dan mendekatiku seperti ini. Rasanya aku ingin menciumnya saat ini. Sabar ... sabar, jangan gila kamu Queen. Itu sangat memalukan.


Queen berpura-pura merasa risih dengan perbuatan Aditya yang menyentuhnya. "Apa-apaan sih! Aku menyuruhmu mandi, bukan menyuruhmu untuk mendekatiku begini! Mandi sana!"


Refleks Aditya langsung mengangkat kedua tangannya dari lengan Queen ke atas. "Maaf Queen, aku hanya ingin kamu tidak berpikir aku membohongimu saja. Baiklah, aku mandi dulu!"


Queen melihat siluet Aditya dari belakang, seulas senyum mengembang terpancar dari wajahnya. "Aku merasa penasaran, bagaimana sikap Aditya nanti saat sembuh dari kelainannya ya? Apakah pria alim sepertinya bisa bersikap romantis?"


"Ataukah dia bersikap sedingin es? Akan tetapi, aku sangat menyukai pria yang bisa memanjakanku seperti my hot Daddy Azriel yang selalu menuruti semua keinginanku. Kecuali permintaanku yang memintanya untuk menikahiku."


Queen mengarahkan tatapannya ke arah ranjang king size yang berada di sisi kirinya dan ia bisa mengingat malam pertamanya dengan pria yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi.


"Bagaimana nasibku ke depannya? Apakah aku bisa hidup berbahagia? Ataukah aku akan mengalami nasib yang mengenaskan seperti kisah cinta tragisku yang dulu mencintai mantan kekasih dari Mommy. Aku tidak mau menangis lagi, aku ingin bahagia dalam kisah cintaku."


"Dan kali ini, apapun harus kulakukan untuk bisa menyembuhkan Aditya dan membuatnya mencintaiku. Aku tidak mau kehilangan pria yang aku cintai 2 kali. Aditya harus menjadi milikku, karena aku sangat mencintainya. Aku harus menunjukkan kepada dunia, bahwa Aditya adalah suamiku."

__ADS_1


"Semua orang yang mengenalnya harus tahu, bahwa Aditya adalah menantu di keluarga Raharja. Jadi, semua orang tidak akan pernah berani mendekatinya. Saatnya kamu beraksi sebagai seorang Queen Aqila Wijaya Raharja, sang nona muda arogan yang selalu dihormati dan segani oleh semua orang."


Setelah memberikan semangat pada dirinya sendiri, Queen berjalan ke arah walk in closet untuk memilih pakaian pesta yang kira-kira nanti akan ia pakai ke acara pernikahan. Kini, bola matanya mengamati semua dress yang berada di dalam lemari kaca berukuran raksasa itu.


"Baiklah, aku pilih saja gaun ini yang ini. Karena ini pasti akan membuatku terlihat lebih cantik," ucap Queen yang sudah memilih gaun selutut berwarna merah dengan lengan panjang.


"Kenapa sekarang aku lebih suka memakai gaun panjang ya? Apa karena gara-gara aku menyukai Aditya, sehingga aku sekarang terbiasa dengan pakaian yang panjang? Entahlah."


Queen mulai membuka tali kimono yang dipakainya, dan berniat memakai pakaian dalam. Namun jantungnya berdetak sangat kencang saat mendengar suara bariton dari Aditya yang terkejut melihatnya dan mengeluarkan suaranya.


Aditya yang sudah selesai mandi, langsung berjalan menuju ke arah walk in closet. Berniat untuk buru-buru bersiap. Namun, netra dengan silinder hitamnya itu langsung membeliak begitu melihat tubuh polos putih nan seksi sang istri.


"Subhanallah ... Queen!"


Kamu adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna istriku.


"Keluar, main masuk saja! Tidak tahu apa kalau aku sedang memakai baju!" teriak Queen yang juga tidak berkedip menatap tubuh berotot Aditya yang hanya memakai handuk sebatas pinggang.


"Aku pikir kamu sudah selesai Queen," ucap Aditya yang sudah membuka pakaian dalam yang tadinya menutupi wajahnya. Ini jadi kamu pakai nggak?" Menyerahkan barang sakral berwarna merah di tangannya pada wanita di depannya yang sudah menutupi tubuhnya dengan kimono handuk yang tadi teronggok di lantai.


"Astaga ... aku suruh kamu keluar! Bukan malah menyerahkan itu dan menatapku. Kamu benar-benar laki-laki mata keranjang," rungut Queen.


"Tenangkan dirimu, Queen! Kemarin bahkan aku yang memakaikanmu ini. Kamu lupa kalau semalam kamu menyerangku tanpa menggunakan kain sehelai pun di tubuhmu. Bahkan aku sudah sangat menghafalnya. Nah ... pakai! Atau mau aku pakaikan lagi seperti kemarin?"


Aditya berjalan semakin mendekat ke arah wanita yang terlihat sangat gugup itu. Sejujurnya saat ini ia benar-benar sekuat tenaga untuk bersikap setenang mungkin saat melihat sang istri telanjang. Niatnya adalah ingin membuat sang istri benar-benar merasa nyaman dengannya dan menganggapnya pria yang tidak tergoda saat melihatnya telanjang.


Ya Allah, kuatkan imanku. Agar aku tidak langsung menyerang istriku. Astaghfirullah ... kepalaku benar-benar pusing karena menahan sesuatu yang sudah terasa panas di bawah sana.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari pria yang dianggapnya masuk akal, tentu saja membuat Queen yang awalnya sangat malu itu merasa sedikit agak lega karena membenarkan perkataan dari pria tampan di depannya.


Mendadak ia mempunyai sebuah ide untuk mengerjai pria di depannya.


Aku kerjain saja dia. Aku ingin lihat seberapa besar dia tidak normalnya. Kemarin kan aku tidak sadar, tapi sekarang aku sadar. Jadi, aku anggap saja bahwa aku sekarang ini sedang melakukan riset pada pria yang mempunyai sebuah kelainan. Aku menganggap Aditya sebagai kelinci percobaan saja.


"Aditya, aku sudah mempunyai permintaan ke dua."


"Permintaan apa, Queen?"


Ada-ada saja kamu istriku. Aku sedang tersiksa, kamu malah memikirkan sebuah permintaan.


"Apapun yang aku lakukan, kamu harus diam!"


"Memangnya kamu mau melakukan apa? Menamparku atau memukulku?"


"Sudah diam saja! Jangan banyak tanya! Aku ingin memeriksa keadaanmu, agar kamu cepat sembuh."


"Baiklah, aku akan diam," jawab Aditya dengan pikirannya yang bercabang-cabang karena merasa sangat penasaran akan apa yang dilakukan oleh sang istri


Setelah mengatakan kalimat ambigunya, Queen berjalan semakin mendekati pria yang terlihat mengerutkan keningnya. Kemudian dirinya mulai mengalungkan tangannya ke leher belakang Aditya. Tak berhenti sampai di situ, ia mulai mengarahkan bibirnya untuk meraup bibir tipis Aditya.


Sontak saja perbuatan dari sang istri yang mencium dan bermain-main dengan bibirnya, membuat hasrat kelelakiannya semakin berkobar, seolah akan membakar habis tubuhnya. Namun, dirinya sekuat tenaga untuk menahan diri. Karena telah berjanji pada wanita yang sudah menikmati bibirnya.


Cobaan ... cobaan ... sabar ... sabar ... sabar. Kamu pasti bisa Aditya.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2