
Queen menatap tajam ke arah pria yang masih menyembunyikan album foto di belakang tubuhnya. Karena rasa penasaran yang amat sangat dirasakannya, membuatnya susah tidak bisa menahan diri lagi untuk segera menuntaskan rasa penasarannya. Sehingga ia tanpa bersuara, ia mengarahkan telapak tangannya ke arah sang suami.
Aditya menunduk untuk menatap ke arah tangan sang istri yang sudah mengarah di depannya. Refleks ia menggelengkan kepalanya, seolah ingin menolak keinginan dari sang istri. "Berjanjilah dulu padaku, Sayang."
Queen menahutkan kedua alisnya, "Berjanji? Memangnya berjanji apa? Atau kamu ingin menyuruhku untuk berjanji agar aku tidak merobek foto dari wanita yang ada di situ?"
"Iya, karena aku sangat menyayanginya dan ingin selalu mengenangnya dengan cara memandangi fotonya. Jadi, jangan merobek foto wanita ini. Berjanjilah padaku," ucap Aditya yang mengarahkan jari telunjuknya ke arah wanita yang sudah terlihat memerah wajahnya karena menahan marah.
Sejujurnya saat ini, ia sangat ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kemarahan dari sang istri yang sudah dibakar cemburu atas perkataannya. Namun, dengan sekuat tenaga ia menyembunyikannya, agar bisa berbuat iseng pada sang wanita yang terlihat jelas sedang dibakar api cemburu yang sudah semakin membuat wajah cantik itu memerah menahan amarah.
"Istriku sekarang benar-benar sedang cemburu, aku sangat senang sekali saat melihatnya seperti itu. Sepertinya seorang nona muda arogan ini sangat mencintaiku, sehingga tidak mengijinkan ada foto wanita lain di sisiku. Bagaimana reaksinya nanti saat melihat bahwa foto di album ini adalah foto-foto masa kecilku bersama dengan Ibu? Sepertinya dia akan malu setengah mati. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk melihat wajahnya yang merona karena malu," gumam Aditya.
Refleks Queen bangkit dari ranjang dan berjalan mendekat ke arah sang suami untuk segera merebut album foto yang berada di belakang tubuh kekar itu. Tentu saja karena ia merasa sangat marah atas perkataan dari pria yang sangat dicintainya yang mengatakan telah menyayangi wanita lain selain dirinya. Rasa cemburu sekaligus marah telah berhasil membuatnya hilang akal dan juga membuatnya merasa murka.
"Cepat berikan padaku, atau aku akan membakar album foto itu My hubbiy," hardik Queen yang berusaha untuk merebut benda di tangan pria yang masih terus berusaha untuk menghindarinya.
Dan keduanya terlihat sama-sama saling kejar-kejaran di dalam kamar dengan keadaan yang sangat berlawanan. Di satu sisi, Aditya ingin melindungi album fotonya dan di sisi lain, Queen berusaha sekuat tenaga untuk merebut benda yang berada di tangan suaminya.
Karena merasa sangat kesal dan marah, Queen yang terlalu bersemangat untuk bisa merebut album foto itu, membuatnya mendorong tubuh kekar sang suami hingga jatuh ke atas ranjang. Namun, di saat yang bersamaan, tangannya malah ditarik oleh Aditya, sehingga membuatnya memekik karena ikut terjatuh di atas tubuh suaminya.
__ADS_1
"Aaarrrgghh ...."
Aditya sudah tersenyum menyeringai dan memeluk erat tubuh sang istri yang berada di atasnya, serta wajahnya yang bersentuhan. Kemudian ia langsung mengarahkan bibirnya untuk meraup bibir tipis merah jambu tersebut.
"Ini adalah cara paling ampuh untuk membuat kemarahan istriku musnah," gumam Aditya yang semakin mengeksplore bagian favoritnya tersebut.
Sementara itu, Queen yang tengah dibakar amarah, awalnya hendak bangkit dari tubuh kekar suaminya. Namun, sudah terlambat, karena bibirnya sudah dikuasai oleh pria yang mulai membuainya dengan ciuman. Respon dari otaknya yang menolak, tidak selaras dengan respon tubuhnya yang selalu mendambakan setiap sentuhan dari pria yang dicintainya. Meski awalnya ia mencoba menolak untuk melepaskan pagutan dari suaminya, tapi usahanya sia-sia karena tubuhnya sudah dikunci dan semakin membuatnya tidak bisa berkutik.
Karena sudah tidak ada jalan lain, akhirnya ia hanya menikmati ciuman dari pria yang sudah semakin liar karena tangannya telah menyelusup masuk ke gaun panjang yang dipakainya. Hingga suara desahan berhasil lolos dari bibirnya.
Aditya tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat sang istri melenguh dan mendesah atas perbuatannya. Hingga saat mulai kehabisan pasokan oksigen, ia baru melepaskan pagutannya. Kemudian menghapus sisa-sisa perbuatannya di bibir merekah yang berada sangat intim dengannya.
Queen yang baru menyadari kebodohannya, refleks langsung bangkit duduk di atas perut sixpack suaminya. "Kamu benar-benar sangat menyebalkan, My hubbiy! Aku mau lihat foto wanita yang ada di album itu, bukan ingin melanjutkan ronde kedua. Dasar mesum," hardik Queen. Kemudian meraih album foto yang berada di sebelah bantal sang suami.
Dengan tatapan mata yang intens, ia membuka lembar demi lembar foto tersebut. Bahkan ekspresinya terlihat sangat serius saat mengamati foto seorang wanita yang selalu tersenyum di sebelah anak kecil yang tak lain diketahuinya adalah suaminya.
"Wanita ini?" Menatap ke arah pria yang terlihat tengah tersenyum manis kepadanya.
Aditya menganggukkan kepalanya, seolah ingin membenarkan apa yang dipikirkan oleh wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan sorot mata penuh pertanyaan. "Iya, dia adalah sosok wanita luar biasa panutanku, Sayang. Aku tumbuh besar dan bisa menjadi seperti ini karena didikannya. Wanita dalam foto itu adalah almarhumah Ibu."
__ADS_1
"Aku bahkan sama sekali tidak pernah menyangka bahwa wanita yang sangat menyayangiku itu bukanlah ibu kandungku, karena semua yang ditampilkannya itu nyata dan tidak berpura-pura. Dia sangat menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri, dialah Ibuku. Aku ingin kamu kelak menjadi sosok ibu yang luar biasa untuk anak-anak kita, seperti almarhumah ibuku."
"Jadi ...." Refleks Queen yang tersadar karena telah dikerjai oleh suaminya, langsung mengarahkan tangannya untuk menggelitik pinggang kokoh di bawahnya. "Dasar suami nakal. Nih, rasakan ini! Awas kamu ya, aku akan menghukummu."
Aditya yang tadinya tersenyum, kini berubah menjadi tertawa kencang karena merasa sangat kegelian saat sang istri semakin menggelitiknya. "Ampun, Sayang. Geli ini, jangan dilanjutkan!" Menahan tangan sang istri dan membalikkan posisi dengan cara membuat tubuh wanita yang tadinya berada di atasnya itu menjadi berbaring telentang di atas ranjang dan ia langsung menguncinya dengan menahan kakinya dengan lutut yang berada di sisi kanan kiri tubuh ramping itu.
"Apakah kamu juga ingin merasakan kegelian saat aku menggelitikmu, Sayang?"
"Issh ... apa-apaan sih, yang salah kamu My hubbiy, karena tadi menipuku. Aku jadi kesal kan jadinya, jangan membuatku marah lagi. Kenapa tidak bilang kalau di album ini penuh dengan foto-foto almarhumah ibumu?" rengut Queen dengan bersungut-sungut.
"Karena aku ingin melihatmu merasa cemburu, Sayang. Sebuah kehormatan bagiku saat melihat seorang nona muda cemburu pada pria miskin sepertiku," jawab Aditya yang sudah mengusap lembut wajah cantik seputih susu di bawahnya.
"Jangan merendah seperti itu, My hubbiy. Aku tidak suka, kita semua sama saja. Tidak ada yang berbeda di mata Allah SWT, bukankah itu yang selalu kamu ajarkan padaku? Hanya amalan kita yang membedakan nilai diri dari kita di mata Tuhan. Jadi, jangan merasa rendah diri lagi, oke!" Queen menolehkan kepalanya saat mendengar suara dari orang kepercayaannya.
"Nona muda, saya sudah pulang."
Minggir, My hubbiy." Mengibaskan tangannya pada suaminya. "Dave ternyata sudah tiba, aku harus menginterogasinya," ucap Queen yang bangkit dari atas ranjang setelah pria yang berada di atas tubuhnya turun.
TBC ...
__ADS_1