Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Kamu tidak membohongiku bukan?


__ADS_3

Setelah mengungkapkan ide yang ada di kepalanya, Queen saat ini tengah mengamati dengan intens reaksi wajah dari pria yang berada di hadapannya.


"Bagaimana? Bukankah ideku ini sangat brilian?"


"Tidak perlu, Queen! Aku akan berusaha, dengan cara membayangkan seorang lelaki. Sepertinya ide menutup mata itu, malah membuatku merasa tidak nyaman," jawab Aditya yang berusaha untuk menggagalkan rencana dari sang istri.


Queen refleks menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin membuatmu mengalami depresi atau goncangan psikis saat melakukan hal yang sangat bertentangan dengan pikiranmu. Jadi, turuti saja perintahku!" titah Queen dengan tatapan mata yang tajam dan berjalan meninggalkan Aditya menuju walk in closet.


Aditya yang merasa sangat kebingungan mendengar perkataan perintah dari Queen, hanya bisa mengungkapkan perasaannya di dalam hatinya.


Sama sekali tidak bertentangan, Queen. Karena aku adalah seorang lelaki yang normal dan berharap bisa memberikan nafkah batin untukmu, istriku. Akan tetapi, aku bisa apa? Bukankah aku nanti akan seperti orang yang buta? Orang buta yang tidak bisa melihat, karena hanya kegelapan yang dilihatnya.


Tunggu ... kegelapan? Ya, aku mempunyai ide yang akan lebih baik dari memakai penutup mata. Lebih baik lampu di ruangan ini dimatikan saja, karena aku masih bisa melakukannya meskipun suasana kamar ini temaram. Semoga Queen menyetujuinya.


Aditya menatap Queen yang baru saja keluar dari ruangan ganti. Bisa dilihatnya tubuh seksi Queen yang memakai lingerie berwarna merah tengah berjalan ke arahnya. Kini, pikiran liar mulai memenuhi otaknya dan jantungnya pun berdetak dengan sangat kencang begitu memikirkan akan melakukan malam pertama bersama dengan istrinya.


"Aku tidak menemukan penutup mata untukmu. Kira-kira pakai apa ya?" tanya Queen yang sudah mengamati setiap sudut ruangan kamar hotel untuk mencari barang yang dicarinya.


"Sepertinya tidak perlu memakai penutup mata, Queen! Bagaimana jika lampu di ruangan ini dimatikan? Bukankah itu sama saja dengan menutup mata? Karena ruangan yang gelap tidak akan membuatku melihatmu dengan jelas!" jawab Aditya dengan ragu-ragu.


Untuk sesaat Queen memikirkan keputusannya, lalu dirinya mulai menjawab perkataan dari pria yang tengah menunggu keputusannya.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya idemu boleh juga. Kita lakukan sekarang saja! Aku ingin cepat hamil dan memberitahukan kabar ini pada my hot daddy," ucap Queen dengan mengepalkan tangannya.


"Kamu sedang sangat emosi Queen, apa kamu tidak akan pernah menyesali keputusanmu?" tanya Aditya dengan tatapannya yang teduh.


"Tidak akan, karena aku ingin hamil untuk membuktikan padanya bahwa aku bisa melupakannya. Dan juga aku ingin meyakinkan kedua orang tuaku, agar mereka tidak lagi menasehatiku setiap hari untuk melupakan pria itu. Aku benci pria itu, akan aku tunjukkan bahwa aku bisa melupakannya," ucap Queen dengan berapi-api.


Setelah mengungkapkan kekesalannya, Queen berjalan ke arah saklar lampu yang ada pada dinding sebelah kiri kamar hotel. Lalu ia mulai mematikannya.


Dan tentu saja suasana kamar menjadi sangat gelap, hingga keduanya tidak bisa jelas melihat sekitarnya.


Aditya yang merasa sangat khawatir dengan keadaan dari Queen, langsung mengeluarkan suaranya. "Queen, apa kamu tidak takut dengan suasana gelap seperti ini? Tunggulah di situ, aku akan menghampirimu!"


"Aku bukan anak kecil, tidak perlu ke sini! Karena aku yang akan menghampirimu!" jawab Queen yang sudah mulai melangkahkan kakinya perlahan menghampiri Aditya.


Begitu menemukan apa yang dicarinya, Queen mulai mendekatkan wajahnya untuk meraup bibir Aditya dan langsung menyesapnya.


Sedangkan Aditya hanya diam saja atas perbuatan sang istri yang mulai menciumnya, karena dirinya merasa sangat bingung harus menanggapinya bagaimana. Ia hanya mengikuti permainan dari Queen yang sangat kaku.


Apa aku harus diam saja dan mengikuti permainan Queen yang sangat kaku? Kami berdua memang sama-sama tidak mempunyai pengalaman apa-apa dalam hal berciuman. Akan tetapi, jiwa liar seorang lelaki mungkin akan bisa membuat semuanya lebih baik. Aku tidak boleh diam saja, karena ini merupakan kewajiban seorang suami untuk menggauli isterinya.


Akhirnya Aditya mulai membalas perbuatan dari istrinya dengan menahan tengkuk Queen dan mengeksplore setiap sudut bibir sang istri. Awalnya hanya sebuah kelembutan yang dilakukan oleh keduanya, karena membuktikan bahwa mereka sama-sama tidak berpengalaman dan itu adalah pengalaman pertama bagi keduanya.

__ADS_1


Namun, lama kelamaan keduanya yang mulai menikmati, sama-sama terbakar gairah. Dan jiwa buas dari seorang lelaki, bangkit dari dalam diri Aditya.


Lalu ia mulai melakukan tugasnya untuk memberikan nafkah batin untuk wanita yang sudah sah menjadi istrinya, dengan cara yang penuh dengan kelembutan, meskipun sesekali agak sedikit liar saat suara dari sang nona arogan yang menikmati perbuatannya memenuhi ruangan kedap suara tersebut.


Keduanya mulai mereguk asmara saat momen penyatuan diri yang baru pertama kali mereka lakukan. Suara Queen awalnya sedikit berteriak dan mencakar punggung lebar pria yang sudah berhasil menembus pertahanannya, dan hal itu langsung membuat Aditya menenangkannya dengan membungkam mulutnya.


Aditya tidak berhenti memanjatkan doa sebelum melakukan kewajibannya sebagai seorang suami, agar perbuatan yang dianggapnya sebuah ibadah itu diridhoi oleh Tuhan.


Kini, suara lenguhan dan desahan dari keduanya bisa didengar oleh indera pendengarannya masing-masing. Seolah menunjukkan bahwa mereka sama-sama menikmati perbuatan panas yang sudah berlangsung cukup lama tersebut.


Bahkan tubuh keduanya sudah sama-sama berpeluh akibat percintaan panas mereka, seolah dinginnya AC di ruangan itu tidak mampu mendinginkan tubuh mereka.


Setelah beberapa menit berlalu, keduanya sama-sama mencapai surga dunianya. Dan ditandai dengan ledakan dari benih Aditya yang ditanamkan pada rahim sang istri yang sangat menikmati perbuatannya.


Untuk beberapa saat keduanya menormalkan deru nafas yang memburu setelah percintaan panas mereka. Detak jantung yang tidak beraturan dari keduanya bisa di dengar oleh masing-masing. Suasana kamar yang gelap itu, membuat keduanya tidak bisa dengan jelas menatap satu sama lain.


Hanya sebuah sentuhan yang mewakili mereka untuk mengetahui ekspresi dari wajah keduanya. Queen yang sudah berhasil menormalkan deru nafasnya, meraba pahatan sempurna dari pria yang baru saja merenggut kesuciannya. Dimulai dari mata, hidung, dan terakhir bibir tipis yang sudah memberikan kepuasan untuknya saat membalas ciumannya.


"Aditya, kenapa kamu bisa melakukannya? Apa kamu menganggapku seorang pria saat melakukan ini tadi? Kenapa aku merasa bahwa kamu menganggapku seorang wanita? Kenapa aku merasa kamu adalah seorang pria yang normal saat bercinta tadi? Apa kamu yakin bahwa kamu adalah seorang Gay? Kamu tidak sedang membohongiku bukan?" tanya Queen yang masih bermain-main dengan bibir tipis Aditya dengan jarinya.


Mendengar perkataan dari Queen yang seolah menghakiminya, membuat Aditya lagi-lagi merasa sangat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari wanita yang sudah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Ya Allah, apakah ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenarannya? Apakah reaksi dari istriku nanti saat aku mengatakan kenyataan bahwa aku adalah pria yang normal? Apakah dia akan membenciku, atau dia akan merasa senang dan menerimaku sebagai suaminya seutuhnya?


TBC ...


__ADS_2