
Queen yang membulatkan kedua matanya karena merasa sangat terkejut dengan perkataan dari pria yang menjadi cinta pertamanya itu seketika bangkit dari sofa dan mulai berjalan berjalan mendekati sang Daddy.
"Dad, apa-apaan sih! Daddy kemarin menyuruhku untuk memperkenalkan kekasihku bukan? Lalu kenapa sekarang tiba-tiba menyuruhku untuk segera menikah? Bukankah tadi kekasihku bilang bahwa kami berdua masih dalam tahap saling mengenal sifat masing-masing. Kami berdua masih berusaha untuk saling mengenal akan kebaikan dan keburukan masing-masing. Jadi jangan memaksa kami untuk buru-buru menikah!"
Aku memang sudah berjaga-jaga bahwa Daddy akan menyuruhku untuk menikah, tapi aku sama sekali tidak pernah menyangka jika Daddy malah menyuruh menikah besok. Astaga ... ini benar-benar gila, apa semudah ini bagi Daddy untuk menyuruhku menikah?
Abymana hanya terkekeh menanggapi kemarahan dari putrinya, dirinya menoleh ke arah wanita yang berada di sebelahnya.
"Lihatlah putrimu itu Cinta, dia tidak ingin menikah dengan pria yang di cintainya. Bukankah itu sangat mencurigakan? Apa kamu sepemikiran denganku?"
Qisya menatap ke arah putrinya, kemudian beralih menatap ke arah pria yang duduk di depannya dengan raut wajah tenangnya.
"Sepertinya aku sependapat denganmu Sayang, apa putri kita saat ini tengah menipu kita agar kita membatalkan rencana perjodohan yang kita atur untuknya? Sepertinya putri kesayanganmu itu tidak mengenal dengan baik Daddy-nya yang sangat cerdas dan bisa membaca pikiran."
Mendengar kalimat skak mat dari sang Mommy, terang saja membuat Queen menelan salivanya. Dirinya kini merasa sangat gugup karena takut kebohongannya itu ketahuan oleh kedua orang tuanya.
"Apa-apaan sih Daddy dan Mommy ini!! Aku sama sekali tidak pernah mempunyai pikiran itu, aku dan Aditya memang sama-sama merasa saling suka dan cocok satu sama lain. Bukan seperti yang Mommy bilang itu, aku sama sekali tidak merencanakan apapun. Kalau tidak percaya tanya saja dia!"
Queen buru-buru mengarahkan jari telunjuknya ke arah pria yang saat ini sudah di tatapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam. Seolah dirinya ingin menegaskan ancamannya pada pria yang sudah di bayarnya itu.
Ayo pria miskin nan bodoh, tunjukkan kemampuanmu itu untuk meyakinkan orang tuaku. Jangan sampai kamu gagal karena aku akan mengirimmu ke neraka jika sampai kamu gagal dalam pekerjaanmu hari ini.
Merasa dirinya di tunjuk dan di tatap sangat tajam oleh wanita yang sudah duduk di antara orang tuanya tersebut, membuat Aditya yang masih bersikap sangat tenang itu langsung mengeluarkan suaranya.
"Sepertinya saya memang harus menjelaskan semuanya untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini. Sebenarnya saya dan putri Om memang sedang menjalani ...."
"Stop!!"
__ADS_1
Abymana mengarahkan tangannya seolah memberikan kode agar Aditya berhenti berbicara.
"Bukankah tadi kamu bilang padaku bahwa kamu dan Queen saat ini sedang menjalani masa ta'aruf?"
Aditya langsung menganggukkan kepalanya, "Iya Om, itu memang benar."
"Kalau begitu jelaskan padaku apa yang di maksud ta'aruf itu. Jika kamu bisa mengatakannya, maka pasti kamu tahu artinya bukan? Tolong jelaskan, agar putriku bisa mengerti dan memahaminya."
Aditya menatap ke arah Queen, beralih menatap ke arah orang tuanya. Setelah berhasil menenangkan perasaannya, kini ia mulai mengeluarkan suaranya.
"Ta'aruf adalah cara mengenal seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bertujuan untuk saling mengenal kepribadian masing-masing. Atau bisa juga di artikan berkenalan antara pria dan wanita secara islami yang bertujuan untuk mencari jodoh dan ta'aruf sangat berbeda dengan pacaran. Karena pacaran bertujuan hanya untuk bersenang-senang tanpa ada ikatan. Karena banyak sekali yang menganggap bahwa ta'aruf adalah pacaran Syar'i atau pacaran islami. Padahal dalam Islam tidak ada yang di namakan dengan pacaran."
"Abymana seketika bertepuk tangan begitu Aditya menyelesaikan ucapannya, "Ternyata kamu memang seorang laki-laki yang sangat luar biasa anak muda. Aku bisa dengan tenang menyerahkan putri kesayanganku kepadamu."
"Bukankah begitu Cinta? Kamu setuju kan mereka menikah? Ternyata putri kita mendapatkan seorang calon suami yang sangat sempurna, karena dia sangat mengerti ilmu agama dan kelak bisa membimbing putri kita menjadi seorang istri yang Shalihah. Karena aku tidak menginginkan mempunyai seorang menantu yang berasal dari keluarga berada tapi ilmu agamanya nol. Ternyata Tuhan memberikan jodoh yang terbaik untuk Queen."
Qisya menganggukkan kepalanya, "Kamu betul sekali Sayang, aku sangat menyukai Aditya, apapun yang terjadi, dia harus menjadi menantuku."
"Kamu mau kan menjadi menantu di keluarga Raharja? Buat putriku yang sangat arogan ini menjadi seorang wanita yang baik dan berbakti kepada suaminya serta menghormati orang lain. Aku sangat yakin bahwa pria sebaik dirimu tidak akan pernah mempunyai rencana yang buruk pada putriku. Aku yakin bahwa kamu tidak akan pernah menganggap pernikahan sebagai sebuah permainan."
"Astaga ... lagi-lagi Mommy malah mengatakan hal yang sangat konyol. Mana mungkin Aditya mempunyai pikiran buruk. Jadi, Daddy dan Mommy jangan berpikir yang macam-macam pada Aditya. Tapi bukan berarti aku dan dia harus menikah besok bukan? Karena itu sangat konyol sekali, bukankah semuanya perlu di bicarakan dan di persiapkan dengan sebaik-baiknya?"
Queen masih terus berusaha untuk menggagalkan rencana dari kedua orang tuanya.
Abymana menyentil kening putrinya yang terlihat sangat cerewet itu.
"Bukankah tadi kamu sudah mendengar tentang penjelasan dari calon suamimu tentang ta'aruf dan pacaran? Daddy bisa mengerti saat Aditya bilang sedang dalam masa ta'aruf denganmu, itu berarti dia sangat serius ingin menikahimu. Karena itulah Daddy langsung menyetujui keinginan baiknya, lagipula kamu sudah cukup umur untuk menikah. Apalagi yang mau kamu tunggu? Apa kamu ingin menjadi perawan tua?"
__ADS_1
"Harusnya kamu mencontoh Mommy mu yang dulu menikah di usia 18 tahun, dan sekarang masih terlihat muda dan sangat cantik saat kamu sudah berumur 26 tahun. Jika kamu tidak kunjung menikah, maka nanti kamu akan terlalu tua saat mempunyai seorang anak. Apa kamu mau di panggil nenek oleh orang-orang saat melihat kamu berjalan dengan anakmu kelak?"
Queen meringis kesakitan dan mengusap lembut keningnya, "Isshh ... sakit Dad, apaan sih Daddy. Bahkan sekarang aku masih sangat cantik di usiaku yang segini. Di luaran sana masih banyak wanita karir yang sukses dan belum menikah, padahal usianya jauh di atasku. Dan mereka enjoy-enjoy saja Dad, karena itulah aku tidak masalah belum menikah sampai sekarang."
Karena merasa kesal dengan perkataan dari putrinya itu, membuat Qisya mengarahkan tangannya untuk menjewer daun telinga dari sang putri kesayangannya.
"Dasar gadis nakal, buat apa kamu mencontoh hal yang tidak baik. Mommy tidak ingin mempunyai putri perawan tua, biarkan para wanita karir itu sukses dalam karirnya. Toh nanti mereka akan menyesal jika sampai terlambat mempunyai keturunan, lalu kesuksesan mereka untuk apa jika tidak mempunyai seorang keturunan? Mommy tidak ingin kamu terlambat menikah dan tidak bisa mempunyai anak karena sudah ketuaan."
"Seperti sahabat Mommy yang saat ini menyesali keputusannya dulu, karena terlalu terlena dengan kariernya yang sukses, membuatnya terlambat menikah dan akhirnya tidak bisa mempunyai keturunan sampai sekarang. Bahkan kekayaannya hanya untuk di pakainya berobat kesana kemari agar bisa mempunyai seorang anak, tapi usahanya sampai sekarang tidak membuahkan hasil juga."
"Memangnya kamu mau seperti itu, menjadi perawan tua karena menunggu Hot Daddy mu itu?"
Deg ...
Queen seketika mati kutu mendapat kalimat telak dari wanita yang melahirkannya. Kemudian dirinya beralih menatap ke arah pria yang hanya terdiam mengamati interaksi mereka.
"Astaga ... Mommy dan Daddy masih saja mengungkit tentang My Hot Daddy. Padahal aku sudah tidak memikirkannya."
Sementara itu Aditya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hatinya karena merasa sangat penasaran dengan siapa sosok yang di maksud oleh dua orang wanita di depannya.
Hot Daddy? Memangnya siapa yang di maksud hot Daddy itu? Apa dia adalah laki-laki yang di cintai oleh Nona Muda arogan ini?
***Bersambung ...
Jangan lupa like, vote dan komentar positif ya!
Terima kasih
__ADS_1
Love You All ❤️❤️
Salam Sayang dari Dianning***