
Tiga jam kemudian setelah kejadian menghebohkan sekaligus memalukan di kontrakan Dewi, Aditya baru saja tiba di Mansion pukul 23.15 WIB. Rasa lelah ditubuhnya dan pikirannya yang dari tadi terforsir, membuat ia ingin segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk di ruangan paling favoritnya bersama istri dan anak.
Saat ia baru saja masuk ke dalam kamar, dilihatnya sosok wanita cantik dengan kulit putih mulus tengah meringkuk menghadapnya. Sang istri yang selalu menggunakan lingerie seksi saat tidur, kini terlihat sangat pulas di atas ranjang. Sedangkan putrinya pun tidur sangat nyenyak di sebelah kanan.
Melihat pemandangan di depannya, membuat rasa letih dan stres Aditya seolah sirna. Kakinya yang panjang, sudah berjalan mendekat ke arah wanita secantik bidadari yang sangat dicintainya. Mendaratkan tubuhnya di samping kiri Queen dan mengusap lembut pipi putih agak cabi itu. Namun, meskipun hanyalah sebuah sentuhan ringan, berhasil membuat sang istri menggeliat dan beberapa saat kemudian membuka mata.
"Maafkan aku, Sayang. Kamu jadi terbangun karena perbuatanku." Mencium kening Queen dan berniat bangkit dari ranjang untuk segera pergi ke kamar mandi membersihkan diri sebelum tidur.
Queen bangkit dari posisinya yang berbaring dan kini ia menahan pergelangan tangan kiri sang suami yang hendak meninggalkannya. "Tunggu, My hubbiy. Ceritakan dulu padaku tentang semuanya di kontrakan Dewi. Apakah mereka jadi menikah?"
"Aku capek, Sayang. Sebaiknya besok saja aku menceritakan semuanya. Rasanya kepalaku pun sangat pusing. Aku ke kamar mandi dulu." Aditya sudah berjalan ke arah kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Queen.
Sementara itu, Queen yang merasa sangat kasihan pada Aditya, menoleh ke arah meja. Di mana di sana ada madu murni yang sudah ia siapkan dari tadi. Sebenarnya beberapa jam yang lalu, ia chatingan dengan Sabrina yang awalnya bercerita tentang kepergian Dave dan menanyakan ada apa sebenarnya yang terjadi hingga menyuruh sang suami pergi malam-malam. Padahal baru saja pulang lembur.
Sehingga ia menceritakan semuanya dan akhirnya bercerita kesana-kemari lewat ponsel. Dan yang membuatnya tertarik adalah cerita dari Sabrina yang berbicara tentang kegiatan intimnya dengan Dave sebelum pergi. Hal itu membuatnya ingin mencobanya sendiri bersama sang suami saat pulang.
Karena ia tahu bahwa Aditya tidak minum minuman yang mengandung alkohol, sehingga Queen mencari alternatif lain dan memilih madu sebagai pengganti wine yang tadi disebutkan oleh Sabrina.
"Sepertinya my hubbiy sangat lelah dan stres. Lebih besok saja aku prakteknya," lirih Queen yang kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Beberapa saat kemudian, Aditya yang sudah mengganti pakaiannya dengan piyama, berjalan ke arah meja untuk mengambil air minum karena tenggorokannya dari tadi sangat kering, efek tidak minum sama sekali. Namun, ia menaikkan sebelah alisnya saat melihat ada botol madu di atas meja. Sebuah hal tidak biasa itu berhasil membuatnya merasa penasaran dan menanyakannya pada sang istri.
"Tumben ada madu di sini, Sayang. Kamu tidak enak badan? Kebetulan sekali, rasanya aku hari ini sangat capek dan membutuhkan ini." Aditya meraih botol kaca tersebut dan berniat untuk menikmatinya, tetapi saat ia mencari keberadaan sendok, suara dari Queen membuatnya mengangkat kepalanya yang dari tadi menunduk dan menatap ke arah Queen.
"Aku tidak sakit, My hubbiy dan juga aku tidak membawa sendok. Sebenarnya itu ...." Queen merasa sangat malu untuk mengatakan hal yang sebenarnya bahwa ia ingin praktek seperti Sabrina.
Aditya kembali menaruh botol kaca tersebut di atas meja dan tidak jadi menikmati madu murni tersebut. "Kenapa tidak diteruskan, Sayang? Sebenarnya itu apa?"
Queen hanya menggelengkan kepala, "Tidak jadi, My hubbiy. Aku lupa. Ayo, kita tidur. Bukannya kamu bilang ingin cepat tidur? Kemarilah!" Melambaikan tangannya dan tak lupa seulas senyuman terbit dari wajahnya.
"Aku tidak akan bisa tidur saat kamu membuatku merasa penasaran karena menggantung kata-katamu itu, Sayang. Katakan dulu apa yang kamu sembunyikan dariku!" Aditya melakukan hal yang sama pada Queen, yaitu melambaikan tangannya untuk memanggil wanita seksi nan cantik itu agar mau mendekat padanya yang tengah duduk di atas sofa.
Mau tidak mau, Queen akhirnya menurunkan kaki putihnya dan berjalan mendekat ke arah pria tampan yang selalu dipujanya. Ia kini mendaratkan tubuhnya di dekat Aditya dan menceritakan tentang pembicaranya dengan Dewi tadi. Tidak lupa wajahnya yang sudah berubah memerah karena sangat malu.
Sementara itu, Aditya yang sama sekali tidak pernah berpikir liar seperti Dave, hanya geleng-geleng kepala. Namun, entah mengapa ia mendadak ingin mencobanya karena merasa penasaran dan ingin menuruti keinginan dari sang istri.
"Wajahmu sudah berubah seperti udang goreng, Sayang. Dan tingkahmu seperti anak SMA saja." Jemari dengan buku-buku kuatnya sudah menelusuri setiap lekuk tubuh dari wanita yang sudah ia dorong ringan agar berbaring di atas sofa. "Aku akan menuruti semua keinginanmu, Sayang. Apa sih yang tidak untuk ratuku."
__ADS_1
Queen hanya terkekeh geli saat tangan kuat Aditya sudah sibuk menggerayangi setiap inchi tubuhnya. Bahkan ia yang saat ini sibuk mendesah dan melenguh, hanya memejamkan mata. Seolah dirinya kini pasrah atas perbuatan pria yang sudah melucuti lingerie di tubuhnya dan membuatnya kini terlihat polos tanpa sehelai benang pun.
Tidak hanya itu, ia yang masih memejamkan mata, merasakan tetes demi tetes jatuh di atas tubuhnya. Tentu saja ia tahu bahwa sang suami kini sudah meneteskan madu di atas tubuhnya. Perasaan berdebar dan menggelora, menguasai dirinya saat menunggu detik demi detik pria yang sangat digilainya itu sibuk membersihkan madu di tubuhnya.
Aditya kembali menutup botol kaca di tangannya dan menaruhnya di atas meja. Tanpa membuang waktu, ia sudah memenuhi keinginan liar dari sang istri. Senyumnya mengembang saat melihat sosok pemandangan di depannya. Seolah ia sudah melupakan rasa penat yang tadi dikeluhkannya.
Hanya suara desahan dari Queen yang memenuhi ruangan kamar berukuran sangat luas tersebut saat sang suami sudah menguasai tubuhnya.
Dua insan yang dimabuk cinta tersebut semakin terbuai dengan kegilaannya dan menghabiskan malam panjang dengan saling memberi dan menerima untuk sama-sama menggapai puncak kenikmatan surgawi yang hakiki.
Karena saking semangatnya keduanya bercinta, membuat mereka melupakan ritual rutin yang selama ini mereka lakukan sebelum bercinta.
**********
🍃 Tiga tahun kemudian 🍃
Suara riuh rendah dari para anak kecil menghiasi suasana Mansion mewah keluarga Raharja. Hari ini adalah hari ulang tahun dari Princess yang ke 5 tahun dan juga sang adik laki-laki berusia 2 tahun dan diberi nama Prince Muhammad Wijaya Raharja. Anak kedua dari Queen dan Aditya itu lahir di tanggal yang sama dengan sang kakak, yakni Princess Cleopatra Wijaya Raharja.
Hal yang sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh Queen dan Aditya karena anak kedua mereka memiliki tanggal lahir seperti anak pertama. Sebuah berkah luar biasa yang membuat kebahagiaan keluarga kecil mereka semakin lengkap saat dikaruniai anak sepasang.
Ucapan selamat dari para keluarga besar Raharja berdatangan. Bahkan Mansion yang kini didekorasi sangat indah penuh dengan balon itu juga dipenuhi oleh beragam kado yang merupakan hadiah dari orang-orang.
Abymana berbisik di telinga sang istri yang sudah 30 tahun lebih menemaninya. "Lihatlah, Cinta. Semua kebahagiaan kita terasa makin sempurna sekarang. Anak-anak dan cucu kita bisa berkumpul di Mansion. Terima kasih, sudah setia menemaniku sampai sekarang."
Qisya hanya terkekeh menangapi perkataan dari pria yang selalu over protective padanya dalam segala hal. Namun, ia tahu itu adalah sebuah bentuk cinta dari sang suami padanya.
"Sama-sama, Sayang. Tidak terasa, suamiku kini rambutnya sudah penuh dengan uban." Menyentuh rambut ber-pomade sang suami dengan jemarinya. Hingga suara dari sang putri satu-satunya, membuatnya kembali terkekeh.
Queen menggendong putranya sambil berjalan ke arah orang tuanya bersama dengan sang suami yang juga tengah menggendong putrinya.
"Daddy memang sudah tua, Mom. Jangan selalu mengingatkan, karena nanti bisa timbul masalah. Saat seorang pria semakin tua, bisa dibilang memasuki puber ketiga."
"Iya, kamu benar, Sayang. Sekarang daddy-mu sangat manja seperti anak muda saja," jawab Qisya membenarkan perkataan dari putrinya.
Sementara itu, Abymana hanya tersenyum simpul karena sang istri sudah membongkar rahasianya. "Jangan membuka rahasiaku, Cinta. Sudahlah, tidak perlu dibahas! Lebih baik aku menggendong cucuku yang sangat cantik ini."
Aditya hanya diam dan tidak berani menanggapi perkataan dari sang istri yang menggoda mertuanya. Ia menyerahkan Princess pada papa mertua yang membuka tangan untuk meminta Princess.
__ADS_1
"Princess sama, grandpa, ya," ucap Aditya yang mendengar suara dering ponsel miliknya berbunyi. "Abi mau mengangkat panggilan dulu." Aditya langsung berjalan ke arah ruang kamar tamu untuk mencari tempat yang tenang saat mengangkat panggilan.
Queen pun menyerahkan putranya pada sang mommy, "Tolong jaga Prince dulu, Mom! Aku akan menyusul suamiku." Buru-buru berjalan menyusul sang suami yang sudah masuk ke dalam kamar dan mendengarkan suara dari orang yang sangat dikenalnya. Yaitu, adalah kepala yayasan dari International Islamic Boarding School yang menjadi pilihan dari sang suami untuk Princess.
Aditya serius berbicara di telepon dan menjelaskan bahwa Princess yang akan bersekolah di sana harus mendapatkan perhatian khusus dari sekolah. Hal itu dikarenakan putrinya selalu menjadi pusat perhatian dan mungkin bisa saja akan membahayakan keselamatannya saat ada beberapa orang yang merasa iri.
Sehingga ia sanggup membayar berapa pun untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan permintaannya kini telah dipenuhi, sehingga ia merasa sangat tenang saat melepaskan putrinya untuk menimba ilmu seharian di sekolah. Ia menutup ponselnya setelah selesai berbicara dan langsung merengkuh pinggang ramping sang istri yang selalu mengekor kemana pun ia pergi.
"Alhamdulillah, Sayang. Besok, Princess sudah bersekolah. Putri kita akan menghabiskan waktu seharian di sekolah dan pulang saat sore hari. Semoga Princess bisa menyesuaikan diri di sekolah nanti. Aku sedikit khawatir karena putri kita sangat cerdas dan mungkin akan membuat temannya merasa iri atas semua kelebihannya."
"My hubbiy tenang saja. Putriku persis sepertiku, karena dia sangat cerdas dan terlihat sangat arogan. Khususnya pada anak laki-laki. Syukurlah dia meniruku dan meminta berpakaian sepertiku. Dia selalu mencontoh apa yang dia lihat. Sehingga anak sekecil itu sudah merasa malu saat tidak mengunakan hijab di kepalanya."
"Alhamdulillah, Sayang. Princess dan Prince kelak akan menjadi anak sholeh dan shalihah yang akan membantu kita untu berkumpul di surga bersama-sama." Aditya mencium kening wanita yang sudah memberinya 2 keturunan tersebut.
"Aamiin ya rabbal alamin," jawab Queen seraya memejamkan kedua matanya. Begitu sang suami selesai menciumnya, Queen langsung bergelayut manja di lengan kekar itu. "Ayo, kita ke depan, My hubbiy."
Aditya hanya tersenyum simpul dan melangkah mengikuti kaki jenjang Queen saat berjalan keluar kamar dan kembali berkumpul bersama dengan keluarga besarnya.
Keduanya bisa melihat senyuman mengembang yang terukir dari wajah semua orang hari ini. Di mulai dari orang tuanya yang terlihat sibuk berbincang dengan sanak saudara sambil menggendong cucunya.
Sedangkan di sudut ruangan, yakni di sebuah sofa berwarna merah, terlihat pasangan suami istri yang terlihat masih sangat romantis saat sedang saling menyuapi.
"Brother dan kakak ipar sama sekali tidak pernah berubah. Mereka masih romantis meskipun sudah memiliki 5 anak," ucap Queen saat menoleh ke arah pria maskulin yang sangat dicintainya tersebut.
"Kita pun demikian, Sayang. Jangan lupakan itu. Aku akan selalu romantis padamu, tetapi hanya khusus di dalam kamar," bisik Aditya dengan terkekeh.
"Aku tahu, My hubbiy akan berbicara seperti itu padaku. Dasar nakal! Akan tetapi, di dunia ini, tidak akan pernah ada pria sepertimu. Aku sangat bersyukur pada Allah SWT atas semua nikmat yang diberikan padaku. Memilikimu dan dianugerahi 2 anak luar biasa, membuatku merasa menjadi wanita paling berbahagia di dunia."
"Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan," jawab Aditya yang semakin mengeratkan pelukannya dan mencium pipi putih Queen dengan penuh rasa syukur tiada henti.
END ...
**Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Sayang untuk semua readers setia yang mengikuti kisah perjalanan Queen dan Aditya di novel Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan. Terima kasih tak terhingga Author ucapkan untuk semuanya dan juga memohon maaf jika cerita yang merupakan kisah fiktif ini tidak sesuai dengan keinginan kalian.
Alhamdulillah Novel ini tamat dan akan berlanjut di novel selanjutnya yang merupakan kisah dari Reynaldi Anggara dan Dewi Maharani di novel Married by Accident (Berawal dari sebuah dendam). Jangan lupa masukkan ke rak baca dan favorit kalian. Terima kasih 🥰🙏**
__ADS_1
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh