
Suasana di Mansion keluarga Raharja terlihat sangat ramai dengan datangnya para tamu undangan yang akan melakukan pengajian untuk acara syukuran sekaligus pemberian nama putri dari Queen dan Aditya. Selain itu, ada acara santunan untuk anak yatim dan para kaum dhuafa yang sudah berada di kursi khusus tempat mereka menunggu.
Bukan dengan niatan untuk membeda-bedakan kasta, tetapi karena keluarga Raharja ingin membuat semua orang berbaur dengan orang-orang yang dianggapnya nyaman saja. Agar tidak merasa minder saat berdekatan dengan para konglomerat.
Saat ini, sudah banyak anak yatim yang datang memenuhi Mansion dan langsung menerima santunan begitu masuk dan mulai mengikuti acara demi acara yang digelar.
Aditya dan Queen tengah berada di antara para ibu-ibu pengajian yang sengaja diundang dan sudah duduk di atas karpet berukuran raksasa yang sudah mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an terdengar sangat indah, menyirami kalbu semua orang dan ditutup dengan pembacaan doa.
Termasuk dengan Aditya dan Queen yang mengaminkan doa. Tak lupa semua orang mulai sibuk mengamini doa dari pemuka agama yang sangat dihormati oleh orang-orang ketika mendoakan bayi perempuan yang baru lahir dan diberi nama Princess Cleopatra Wijaya Raharja. Semua arti baik ada dalam nama tersebut dan berharap semua keberuntungan ada pada bayi perempuan itu.
Dari tadi, keluarga Raharja sibuk menerima ucapan selamat dari semua orang. Mulai dari sanak saudara, rekan bisnis dan orang-orang yang berasal dari keluarga sederhana yang membacakan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Queen tengah duduk di atas kursi dengan posisi kaki lurus saat memangku putrinya. "Princess seperti ratu tidur, My hubbiy. Bahkan terkadang sangat susah untuk dibangunkan saat aku ingin menyusuinya."
Aditya yang berada di sebelah Queen, mengarahkan tatapannya pada malaikat kecilnya yang memang dari tadi hanya asyik tertidur. Namun, terkadang sesekali bergerak saat mendengar suara dari orang-orang.
"Princess akan cepat besar karena ia lebih suka tidur. Sepertinya dia tidak mau merepotkan mamanya. Kelak, putri kita akan menjadi wanita shalihah yang membanggakan orang tua. Aamiin ya rabbal alamin." Aditya mengusap telapak tangannya ke wajah setelah mendoakan buah cintanya.
Queen pun melakukan hal yang sama karena sudah mengaminkan doa dari sang suami. "Sepertinya begitu, Sayang. Princess sama sekali tidak pernah menyusahkanku. Padahal biasanya ada beberapa bayi yang tidak tidur dari tengah malam hingga pagi. Itu dari cerita beberapa sahabatku yang sama-sama menceritakan tentang pengalaman pertamanya setelah berstatus sebagai seorang ibu. Aku pikir, saat mempunyai anak juga seperti itu. Akan tetapi, alhamdulilah, karena itu tidak berlaku padaku."
__ADS_1
Aditya mendengarkan cerita dari Queen dengan sangat serius, sehingga ia sangat tertarik dengan masa kecil sang istri saat masih bayi. "Apakah kamu dulu juga seperti putri kita yang tidak menyusahkan mama, Sayang?" Memandang ke arah mama mertuanya yang tengah sibuk mengobrol dengan rekan bisnis perusahaan bersama sang suami.
Queen refleks menggelengkan kepala, "Jangan bertanya tentang hal ini pada mommy, My hubbiy. Karena ini adalah masalah yang sangat sensitif. Aku lupa mengatakannya padamu."
"Mengatakan apa, Sayang? Apa ada yang sedang kamu sembunyikan dariku?" tanya Aditya yang saat ini sudah menatap intens wajah cantik sang istri yang mengenakan hijab berwarna merah.
Queen menatap ke arah wanita yang telah melahirkannya, tengah berada agak jauh darinya. "Mommy sama sekali tidak melihatku setelah aku dilahirkan. Karena aku dibawa berobat ke New York tanpa sepengetahuan mommy yang depresi karena kecelakaan dan mengira aku sudah meninggal."
"Astaghfirullah, kenapa aku bisa tidak tahu cerita ini. Nasib baik aku tadi tidak menanyakan tentang dirimu saat bayi pada mama, Sayang. Jika sampai aku melakukannya, mama pasti akan merasa sangat sedih." Aditya masih melihat ke arah mertuanya yang terlihat sangat bahagia karena selalu menyunggingkan senyuman.
"Maaf, My hubbiy. Nanti aku akan menceritakan semuanya padamu tanpa terkecuali." Queen yang merasa sangat bersalah karena tidak menceritakan tentang rahasia masa kecilnya, membuatnya ingin membuat Aditya tidak kesal padanya. "My hubbiy, tidak marah, kan?"
Queen mengikuti arah pandang Aditya dan bisa melihat mantan pengawal pribadinya tengah berjalan semakin mendekat dengan memegangi Sabrina yang sudah hamil tua. "Melihat Sabrina hamil, aku jadi malu sendiri, My hubbiy."
"Malu kenapa?" Menaikkan kedua alisnya karena tidak memahami kalimat ambigu yang baru saja diungkapkan oleh sang istri.
"Aku seperti melihat kembaranku saja. Bukankah dia selalu disebut wanita bar-bar oleh Dave. Akan tetapi, dia hamil juga setelah ditaklukkan di atas ranjang oleh Dave." Queen terkekeh karena membayangkan Sabrina yang selalu marah-marah dan sekarang terlihat sangat bahagia bersama dengan Dave.
Aditya hanya tersenyum tipis dan tidak menanggapi ejekan dari sang istri pada Sabrina, karena yang mereka bicarakan sudah tiba di depannya.
__ADS_1
Dave yang baru saja tiba, mengungkapkan penyesalannya. "Maafkan kami, Nona dan Tuan muda. Kami terlambat karena tiba-tiba ban mobil bocor saat di jalan."
Sementara itu, Sabrina hanya diam karena tidak ingin berbicara pada Queen. Rasa kesalnya sama sekali tidak pernah bisa hilang meskipun ia sudah hidup berbahagia dengan Dave. Namun, saat melihat malaikat kecil yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan berada dalam pangkuan Queen, berhasil membuatnya menyunggingkan senyumnya.
"Putri kalian sangat cantik. Melihatnya, membuatku ingin segera melahirkan anakku. Selamat atas kelahiran putri kalian yang namanya benar-benar sangat luar biasa. Itu sangat cocok dengan bayi mungil ini."
Queen menatap ke arah putrinya dan beralih ke Sabrina. "Terima kasih, Sabrina. Bersabarlah, nanti juga tiba masanya. Aku pikir kalian berdua tadi tidak datang, ternyata terlambat karena ban bocor."
"Iya, tiba-tiba ban kempes setelah separuh perjalanan," jawab Sabrina yang melirik sekilas ke arah Dave.
"Sebenarnya bukan karena ban kempes, tetapi karena sibuk tadi di dalam kamar mandi. Karena istriku membuatku tidak bisa berhenti," gumam Dave di dalam hati.
"Iya, Nona muda, gara-gara ban kempes tiba-tiba, kami jadi tidak bisa ikut acara pengajiannya. Semoga Princess menjadi anak shalihah seperti papanya." Dave tidak berkedip menatap ke arah bayi yang masih berukuran sangat mungil di depannya dengan perasaan tidak menentu.
Karena ia kini membayangkan anaknya jua akan sebesar itu saat telah lahir ke dunia. Sehingga ia sangat tidak sabar menunggu masa persalinan sang istri yang kira-kira 1 bulan lagi.
"Terima kasih atas doa dari kalian," jawab Queen yang tersenyum simpul.
Begitu juga dengan Aditya, melakukan hal yang sama dengan mengucapkan banyak terima kasih setelah sebelumnya mengamininya.
__ADS_1
TBC ...