Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Tom and Jerry


__ADS_3

Saat ini, Queen dan Aditya sudah berada di dalam mobil menuju ke arah Mansion. Dari tadi, Queen sibuk menikmati coklat, sedangkan Aditya masih fokus mengemudi. Hanya suara napas keduanya yang terdengar di dalam mobil mewah tersebut. Sebenarnya, Aditya ingin membahas tentang sikap arogan Queen saat berada di rumah Arthur tadi, tetapi ia merasa bingung harus memulainya dari mana. Sehingga Aditya memilih untuk diam dan membahasnya di Mansion saat malam tiba.


Queen menoleh sekilas ke arah Aditya yang dari tadi sama sekali tidak membahas tentang perbuatannya pada sang kakak ipar. Dengan mengarahkan coklat di mulut pria yang masih fokus menatap ke arah depan, "Mood booster, My hubbiy."


Aditya menggigit coklat tersebut, "Terima kasih, Sayang."


"Kembali kasih. My hubbiy tidak membahas tentang sikapku tadi di tempat brother?" Queen melihat ekspresi wajah tampan yang hanya tersenyum simpul padanya sekilas."


"Kita bahas di rumah saja, Sayang. Lagipula aku sedang mengemudi. Aku tidak akan bisa berkosentrasi jika sambil memarahimu. Kamu tahu, kalau perbuatanmu itu sangat keterlaluan pada orang yang lebih tua." Aditya berbicara tanpa menoleh ke arah Queen karena sejujurnya ia merasa sangat tidak enak berbicara seperti itu pada wanita yang sangat dicintainya.


"Karena mereka keterlaluan, My hubbiy. Masa sore-sore gini, sudah main. Astaga, bikin kesel saja. Mentang-mentang sudah nggak bisa hamil lagi, jadi mereka sesukanya main. Padahal anak masih belum tidur, juga." Queen yang semakin kesal saat mengingat tentang saudaranya, kembali menggigit coklat batangan itu untuk menetralkan kemarahannya.


Hanya gelengan kepala yang diperlihatkan oleh Aditya, "Sayang ... Sayang, namanya juga hasrat sudah di ubun-ubun. Itu sudah tidak bisa diganggu gugat. Memangnya kamu bisa nahan pas lagi pengen main? Yang ada, malah kamu marah-marah dan mengomel padaku."


"Itu memang benar, tetapi kan mereka anak sudah 5. Bagaimana kalau anak-anak mereka mencari orang tuanya pas lagi main di kamar mandi? Ampun deh, membayangkannya saja bikin aku pusing. Mereka memang dari dulu terkenal pasangan mesum. Foto saat mereka berciuman saja memenuhi media sosial dan surat kabar. Bikin malu saja." Queen menepuk jidatnya berkali-kali.


"Gitu-gitu, juga mereka kakakmu, Sayang. Sudahlah, jangan dibahas lagi. Daripada nanti malah kita yang ribut dan aku yang susah," ucap Aditya yang sudah memasuki pintu gerbang utama Mansion.


Queen hanya terkekeh saat mendengar rengutan dari pria tampan yang sudah mematikan mesin mobil. "Ya, benar sekali. Lebih baik, My hubbiy tidak menambah masalah dan membuatku semakin kesal. Aah ... aku sangat merindukan Princessku yang cantik. Tumben sekali hari ini tidak menyambut kita."


Setelah turun dari mobil, Queen mengedarkan pandangannya ke sekeliling garasi dan masih tetap tidak menemukan sosok putrinya.


Sementara itu, Aditya yang baru saja menutup pintu mobil, menanggapi perkataan dari sang istri. "Sepertinya Princess sedang tidur, Sayang. Bukankah dari tadi asyik mainan sama Arsha dan Alesha. Pasti putri kita kecapekan."


Queen yang sudah bergelayut manja pada lengan kekar Aditya, menganggukkan kepala untuk membenarkan perkataan dari sang suami. "Benar juga, sepertinya dia sedang istirahat."

__ADS_1


Keduanya melangkah masuk ke dalam Mansion dan bertemu dengan ratu utama yang tengah duduk di ruang tamu sambil membaca majalah.


"Kalian berdua tadi mampir ke mana? Jam segini baru pulang," tanya Qisya pada pasangan suami istri yang terlihat selalu romantis tersebut.


Queen langsung melepaskan tangannya yang dari tadi bergelayut di lengan Aditya. "Kami tadi mampir ke rumah brother, Mom. Aku tadi membahas tentang janji dia dan memberikan sebuah ultimatum pada kakak ipar agar segera kembali ke sini. Istana sebesar ini tampak sepi hanya ditempati oleh kita. Suasana di sini akan semakin hidup saat brother dan quint A datang."


Qisya menatap Queen penuh selidik, seolah ingin menegaskan sesuatu yang ada di pikirannya. "Apa kamu tadi marah-marah pada Salsabila, Sayang?"


Dengan mengarahkan jari telunjuknya, Queen memberikan sebuah kode pada wanita mungil yang sangat disayanginya itu. "Sedikit, Mom. Kalau tidak begitu, dia akan selalu berbuat seenaknya sendiri. Jadi, harus diberi pelajaran sedikit."


"Apa, kamu menyerah pada istrimu, Aditya?" tanya Qisya setelah geleng-geleng kepala menanggapi perkataan dari putrinya.


Aditya yang merasa sangat tidak enak, hanya tersenyum tipis, "Eh ... ya begitulah, Ma. Putri Mama ini memang sangat arogan. Apa Princess sedang tidur, Ma? Tumben nggak kelihatan, biasanya selalu menyambut kami."


"Kalian mandi sana, Mommy mau ke depan untuk menyambut daddy kalian. Katanya tadi agak terlambat pulang karena menemui sahabat baiknya yang baru pulang dari luar negeri."


Queen langsung mencium gemas pipi putih wanita yang sangat disayanginya tersebut. "Baik, Mom. Aku pun sangat merindukan Princessku. Kami ke atas dulu."


"Pergilah!" Qisya meninggalkan putri dan menantunya tersebut menuju ke arah depan. Karena tadi sang suami bilang 15 menit lagi akan tiba di Mansion setelah sebelumnya membelikan martabak telor pesanannya.


Aditya yang tadi hanya tersenyum, berjalan mengikuti sang istri yang sudah mengajaknya untuk naik ke atas.


"Cepetan, My hubbiy. Aku sangat risi karena belum mandi," ucap Queen dengan tangan yang sudah menarik pergelangan Aditya.


"Dasar wanita arogan yang tidak sabaran!" Aditya sudah mengarahkan tangannya untuk mencubit gemas pipi putih Queen yang sedikit cabi.

__ADS_1


Sementara itu, Queen hanya terkekeh geli menanggapi perbuatan dari pria yang sudah sibuk dengan wajahnya. "Aku bukan anak kecil, jangan cubit pipiku terus, My hubbiy." Queen refleks menepuk jidatnya karena melupakan sesuatu hal yang tadi sangat diinginkannya.


"Gara-gara ulah pasangan mesum, aku jadi lupa mau beli sate kambing."


"Biar pelayan yang pergi membelikan satenya, Sayang. Jangan membesar-besarkan masalah dengan menyalahkan saudaramu lagi," ucap Aditya yang langsung meraih ponselnya untuk menghubungi pelayan.


Namun, baru saja ia hendak menelfon, dering ponsel miliknya berbunyi dan dilihatnya nama dari saudara iparnya di layar tersebut. "Abang Arthur sepertinya akan membantaiku kali ini, Sayang." Menunjukkan ponselnya pada wanita di sebelahnya.


Refleks Queen langsung merebut ponsel di tangan Aditya dan menggeser tombol hijau ke atas. Tentu saja ia langsung mendengar omelan dari saudaranya laki-lakinya di balik telfon.


"Aditya, aku benar-benar akan menghabisimu dan juga bocah arogan itu. Gara-gara kalian, aku harus berpuasa selama 1 bulan."


Refleks Queen langsung tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan dari Arthur yang mengeluh saat mendapatkan sebuah hukuman dari kakak iparnya.


"Rasain. Itu adalah sebuah hukuman untuk bocah tengil mesum sepertimu, Brother. Kasihan."


"Dasar wanita arogan menyebalkan! Awas saja besok pagi, aku akan menjitak kepalamu!"


"Aku balas jitak pakai palu nanti," ucap Queen yang masih terus tertawa dan langsung mematikan sambungan telepon. "Tidak penting menanggapi kemurkaan dari brother."


Sementara itu, Aditya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat interaksi dari 2 bersaudara yang tidak pernah akur itu. "Kalian berdua seperti Tom and Jerry saat bertemu."


TBC ...


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2