Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Aku membencimu


__ADS_3

Saat ini Queen masih berada di dalam kamar mandi, untuk beberapa saat ia tadi sibuk mengumpat kebodohannya. Manik bening miliknya menatap ke arah suasana kamar mandi dengan desain interior yang mewah itu. Dilengkapi dengan banyaknya perlengkapan mandi yang berkualitas nomor satu yang berderet rapi di sana.


Tentu saja itu adalah pelayanan terbaik yang memang sengaja disediakan khusus untuknya yang merupakan cucu dari pemilik hotel. Ia bahkan bisa mencium aroma sangat khas dari produk yang dipakainya untuk membersihkan diri. Mulai dari aroma strawberry dari rambutnya yang masih basah dan sudah terlilit sebuah handuk kecil.


Dan aroma wangi bunga lavender yang khas dari kulitnya, bisa menenangkan dirinya yang tadinya merasa sangat tidak nyaman setelah merasakan kesakitan setelah bercinta dengan pria yang diketahuinya tidak normal itu.


Setelah berhasil menata hati dan pikirannya, ia yang tadinya duduk di sebuah kursi kecil yang berada di depan cermin, mulai bangkit berdiri dari tempatnya dan mulai berjalan ke arah pintu keluar. Kakinya yang jenjang mulai melangkah dan bisa dilihatnya Aditya yang langsung berdiri dari sofa dan berjalan mendekatinya.


Queen tidak berkedip menatap pria yang menurutnya terlihat sangat tampan dengan memakai kaos lengan panjang berwarna hitam dengan rambut basah yang sudah di sisir rapi.



Astaga ... kenapa sekarang Aditya terlihat sangat tampan? Biasanya tidak begitu wajahnya. Kenapa sekarang melihatnya seolah membuatku silau? Seperti ada cahaya yang terpancar dari wajahnya itu. Sadar Queen ... sadar, jangan sampai tergoda dengan seorang pria Gay. Akan tetapi, pada kenyataannya aku telah bercinta dengan seorang pria Gay. Ini benar-benar sangat gila. Dan aku sudah menjadi wanita gila karena kesal dengan my hot Daddy Azriel.


"Apakah aku perlu menggendongmu, Queen? Harusnya tadi kamu memanggilku, aku akan langsung menolongmu. Apakah masih sakit? Apa perlu aku membelikanmu obat untuk pereda rasa nyeri yang kamu rasakan itu?" tanya Aditya yang sudah berada di hadapan Queen yang terlihat mundur menjauhinya.


Queen langsung mengarahkan tangannya ke depan, seolah membuat gerakan menolak pria di depannya itu yang mendekatinya.


"Stop! Jangan mendekat, karena aku tidak ingin kamu mendekatiku! Menjauhlah!" ketus Queen yang sudah berjalan melewati Aditya dan langsung memegangi dadanya begitu berada di depan pria yang dimarahinya itu.


Merasa ada keanehan dari sifat Queen yang kembali ke sifat arogannya, membuat Aditya merasa sedikit kecewa. Karena tadinya ia berpikir bahwa setelah mereka melakukan ritual suami istri, sang istri akan bersikap lebih lembut dan lebih baik padanya.

__ADS_1


Namun, ia harus menelan pil pahit kekecewaan setelah melihat sikap arogan Queen. Akhirnya ia hanya menuruti keinginan Queen untuk menjauh dan bersikap seperti biasa.


Ternyata aku terlalu banyak berharap padamu, Queen. Sikapmu benar-benar membuatku terluka. Aku sangat berharap kamu bisa mencintaiku setelah kita melakukan ritual suami istri. Akan tetapi, itu semua hanyalah anganku semata


"Minumlah minuman herbal itu Queen! Kamu terlalu lama mandi tadi, jadi minuman herbal itu akan menghangatkan tubuhmu. Aku mau pergi keluar sebentar, beristirahatlah! Aku tidak akan mengganggumu. Tidurlah!"


Setelah mengungkapkan keinginannya, Aditya berjalan keluar tanpa menunggu jawaban dari wanita yang terlihat duduk di sofa.


Sementara itu, Queen langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu, begitu pintu tersebut tertutup dan siluet Aditya menghilang di balik pintu. Refleks Queen langsung membuang bantal sofa ke lantai mengkilap berwarna abu-abu itu seraya sibuk merungut.


"Mau kemana dia? Apa dia mau jalan-jalan untuk mencari pria? Bukankah Gay selalu seperti itu? Mencari pasangan yang menurutnya terlihat sangat gagah dan maskulin!"


"Apakah setelah itu Aditya akan mengajak pria yang disukainya untuk pergi ke kamar hotel yang lain agar bisa berbuat gila? Tidak ... tidak, ini tidak boleh dibiarkan. Aditya masih berstatus sebagai suamiku. Jika dia sampai melakukan itu, berarti sama saja dia harus menjaga nama baikku!"


Queen bangkit dari sofa dan berjalan ke arah nakas, dimana ponsel barunya ada di sana. Buru-buru ia menghubungi salah satu pengawal kepercayaannya yang selalu menjaganya kemana pun ia pergi.


Queen 📞 :"Dave, kamu masih ada di depan? Ikuti Suamiku, kemanapun dia pergi harus kamu ikuti! Dan laporkan padaku jika ada hal yang mencurigakan, agar aku bisa segera bertindak."


Dave 📞 :"Baik Nona muda, siap laksanakan!"


Queen 📞 :"Oh ya, jangan lupa kamu foto dia dan kirimkan padaku. Atau bila perlu kamu rekam dia sedang berbuat apa, karena aku ingin tahu dia sedang berbuat apa di belakangku."

__ADS_1


Dave 📞 :"Iya Nona muda. Apakah ada lagi yang harus saya lakukan?"


Queen 📞 :"Pokoknya cepat hubungi aku jika ada yang mencurigakan. Maksudku, jika sampai dia terlihat berjalan dengan seorang pria, kamu langsung kabari aku. Apa kamu mengerti?"


Dave 📞:"Mengerti Nona."


Queen langsung memutuskan sambungan telefon dan terlihat ia tengah sibuk memikirkan apa yang saat ini dilakukan oleh Aditya yang keluar dari kamar. Terlihat ia berjalan mondar-mandir kesana kemari dengan gelisah seperti cacing kepanasan.


Dengan gelisah ia menunggu kabar dari pengawalnya dengan sesekali melihat ke arah ponselnya.


"Kenapa Dave lama sekali? Apakah dia kehilangan jejak Aditya? Lama-lama aku bisa gila jika terus menunggu di sini. Apa aku keluar saja untuk mengikutinya sendiri? Agar aku tidak merasa penasaran seperti ini. Apa sikapku tadi keterlaluan padanya? Lalu dia merasa tersinggung dan keluar dari kamar, apa seperti itu?"


"Apa dia tidak tahu, aku benar-benar menahan diri sekuat tenaga tadi? Karena aku takut jika aku jadi seorang wanita yang lemah di hadapannya. Apa dia tidak tahu kalau aku sangat takut jatuh cinta padanya? Dan jika itu sampai terjadi, bukankah aku sendiri yang repot nantinya?"


"Memangnya dia mau bertanggung jawab apa! Tidak kan? Karena dia tidak mungkin akan jatuh cinta padaku. Bukankah nasibku akan mengenaskan?"


Bunyi notifikasi, membuat Queen buru-buru membuka pesan yang mungkin dari pengawalnya. Dan ada sebuah pesan masuk berupa video, ia pun langsung menekan tombol play dan bisa dilihatnya dengan sangat jelas apa yang dilakukan oleh pria yang daritadi sangat dikhawatirkannya akan berbuat gila.


Tanpa bisa ditahannya lagi, bulir bening langsung lolos dari bola matanya. Queen langsung menangis tersedu-sedu begitu melihat apa yang dilakukan oleh Aditya.


"Aditya, kamu benar-benar membuatku tidak menentu seperti ini. Aku sangat membencimu! Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa?"

__ADS_1


Setelah meluapkan perasaannya, Queen menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size dan menenggelamkan wajahnya di bawah bantal dan menangis terisak.


TBC ...


__ADS_2