
Aditya saat ini tengah berada di depan pintu kamar hotel, dan dirinya berniat mengucapkan selamat tinggal pada abang iparnya. Namun pertanyaan vulgar dari abang iparnya tersebut, membuatnya tidak jadi mengucapkan kalimat perpisahan.
Arthur menatap Aditya dengan tersenyum menyeringai. "Sebenarnya apa yang kamu lakukan pada adikku? Bagaimana mungkin dia bisa menurutimu? Cepat katakan padaku! Jangan buat aku merasa penasaran dan tidak bisa tidur."
"Maafkan aku Brother, ini adalah sebuah rahasia dalam rumah tangga kami. Jadi, aku tidak bisa menceritakannya padamu! Karena urusan rumah tangga tidak boleh diumbar kepada orang lain. Hati-hati di jalan Brother!" ucap Aditya yang berniat menutup pintu.
"Tunggu! Jawab satu pertanyaanku saja! Apakah kalian berdua sudah melakukan ML? Karena itulah adikku jadi menurut kepadamu, benar kan?" tanya Arthur dengan tatapan menelisik.
"Itu pun adalah masalah privasi yang tidak boleh aku umbar, Brother. Jadi, aku tidak bisa menjawabnya," sahut Aditya dengan wajah datarnya.
Kini Arthur menepuk jidatnya berkali-kali karena merasa sangat kesal mendengar jawaban dari adik iparnya. "Astaga, kamu ini benar-benar membuatku merasa ingin memakanmu saja, Aditya. Kamu dan Queen memang pasangan yang paling serasi, karena kalian berdua sama-sama sangat menjengkelkan. Sudahlah, aku sudah bosan berbicara denganmu."
"Masuk sana! Aku doakan kamu segera ML dengan istrimu jika belum melakukannya. Akan tetapi, jika kalian berdua sudah melakukannya, aku akan mendoakan kalian berdua cepat memiliki keturunan," ucap Aditya yang sudah menepuk bahu kokoh adik iparnya dan mulai melangkahkan kakinya pergi menjauh dari kamar paling terbaik di hotel Raharja.
Setelah melihat siluet dari sang abang ipar yang telah menghilang dibalik pintu lift, Aditya masuk ke dalam kamar setelah menutup pintu. Kemudian ia berjalan masuk dan tidak melihat keberadaan dari wanita yang tadi duduk di sofa.
"Kemana, Queen?"
Aditya mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar untuk mencari keberadaan dari sang istri. Namun dirinya sangat terkejut saat melihat wanita yang dicarinya baru saja keluar dari walk in closet dan berjalan ke arahnya hanya menggunakan lingerie tipis berwarna merah yang memperlihatkan dengan jelas lekuk tubuh seksi istrinya yang terlihat sangat cantik dan menawan.
Subhanallah ... istriku, apa yang sedang kamu lakukan? Apa karena aku berbohong padamu seorang Gay, sehingga membuatmu tidak merasa malu padaku? Dan juga berpikir aku tidak akan pernah tergoda melihat tubuhmu yang hanya memakai kain tipis itu? Bahkan ini lebih menggoda dan membuatku tidak yakin apakah aku bisa menahan diriku untuk yang kedua kalinya, Queen.
Lamunan Aditya seketika buyar begitu mendengar perkataan dari Queen yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Aditya, meskipun kamu adalah seorang Gay, kamu tetap bisa menghamiliku bukan?" tanya Queen dengan tatapan yang penuh dengan sorot kilatan amarah.
__ADS_1
Perasaan membuncah yang menyeruak memenuhi jiwanya, membuat Aditya merasa sangat terkejut dan sekaligus kebingungan begitu mendengar pertanyaan dari sang istri yang menurutnya sangat seksi itu.
"Apa yang sedang kamu bicarakan, Queen? Kenapa kamu terlihat sangat marah? Kamu bisa menceritakan semuanya padaku! Aku bisa menjadi seorang pendengar yang baik untukmu. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Aditya yang sudah sangat gugup berada dekat dengan Queen yang masih menatapnya dengan intens.
"Tidak terjadi apa-apa, aku hanya ingin mewujudkan keinginan dari my hot daddy Azriel yang sangat berharap aku mempunyai seorang anak darimu. Sepertinya niatku untuk membuatnya cemburu, sama sekali tidak berhasil. Ternyata aku selama ini memang sangat bodoh. Bahkan otakku yang cerdas ini tidak bisa mengetahuinya, tapi sekarang aku baru sadar."
"Ternyata semua perkataan dari keluargaku benar adanya, kalau my hot daddy Azriel hanya menganggapku sebagai putrinya, tidak lebih. Ternyata selama ini hidupku sangat menyedihkan," ucap Queen dengan senyuman miris.
"Tenangkan dirimu, Queen! Kamu saat ini sedang emosi, dan keputusan yang diambil dengan emosi hanya akan membuatmu menyesal. Aku tidak ingin kamu seumur hidup menyesali keputusanmu itu. Jadi, berusahalah tenangkan dirimu, oke!" jawab Aditya seraya menatap tubuh seksi sang istri yang terlihat sangat menggoda di matanya.
*Ya Allah ... cobaan apa lagi ini. Kenapa Queen mengatakan ini setelah aku mengatakan kebohongan bahwa aku adalah seorang Gay? Kenapa dia tidak memintanya saat aku masih menjadi seorang pria yang normal? Memangnya apa yang bisa aku lakukan? Tidak mungkin seorang Gay bercinta dengan seorang wanita.
Karena itu bisa membuat Queen menyadari bahwa aku telah berbohong padanya. Ampuni dosa hambamu ini yang selalu mengeluh padamu ya Allah*.
Queen yang semakin dikuasai oleh amarah, kini memijat pelipisnya. "Sudahlah, jangan mulai ceramah di depanku, karena aku sudah bosan dengan ceramahmu! Anggap saja aku saat ini membayarmu untuk melakukan inseminasi di rahimku, atau kamu bisa menganggapnya bayi tabung."
"Baiklah, aku bisa mengerti jika kamu tidak mau. Kalau begitu aku cari pria bayaran saja di luaran sana!" Queen berjalan ke arah walk in closet berniat untuk mengganti pakaiannya.
"Astaghfirullah ... Queen! Kenapa kamu malah semakin menggila?" Aditya memijat pelipisnya dan langsung berjalan mengikuti Queen ke ruangan ganti. Dan sungguh dirinya sangat terkejut saat melihat sang istri sudah melepaskan lingerie seksinya dan berniat memakai gaun malam yang ada di lemari.
Lagi dan lagi, Aditya merasa sangat diuji imannya saat melihat tubuh seksi istrinya yang setengah telanjang. Namun, ia sekuat tenaga untuk menahan nafsunya. Karena ingin menyadarkan Queen yang sudah dikuasai oleh amarah.
"Queen, hentikan! Jangan menjadi seorang nona muda yang liar dan rusak! Apa kamu tidak menyayangi tubuhmu sendiri, jika sampai kamu asal berhubungan intim dengan lelaki? Sedangkan kamu masih berstatus sebagai istriku. Dan juga, itu adalah zina yang merupakan salah satu dosa besar yang sangat dilaknat oleh Allah SWT, Queen!"
Tanpa memperdulikan perkataan dari Aditya, Queen tetap melanjutkan kegiatannya yang memakai gaun malam seksi berwarna hitam. Lalu ia berjalan keluar dari sana meninggalkan pria yang masih menatapnya.
__ADS_1
Kemudian Queen memakai riasan tipis pada wajahnya di depan cermin, dan sentuhan terakhir adalah lipstik berwarna pink pada bibirnya.
Aditya yang sudah mengikuti Queen dan melihat sang istri sudah selesai merias wajahnya, membuatnya benar-benar sangat kebingungan.
Ya Allah ... apa aku menyerah saja dengan menuruti permintaan dari istriku? Karena jika sampai ia berbuat zina, maka akulah yang berdosa dalam hal ini. Sepertinya tidak ada pilihan lain selain melakukan perintahnya. Bismillahirrahmanirrahim ....
Aditya menatap kearah sang istri yang sudah mulai melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar. "Berhenti Queen! Aku akan menuruti keinginanmu. Aku akan menghamilimu seperti permintaanmu."
Mendengar perkataan penuh keyakinan dari pria yang ada di belakangnya, membuat Queen refleks menghentikan langkahnya. Lalu ia berbalik badan menatap ke arah pria yang saat ini terlihat juga tengah menatapnya.
"Bagaimana caranya? Kamu kan Gay?"
Aditya kini merasa terjebak dengan kata-katanya sendiri dan merasa sangat kebingungan menjawab pertanyaan dari wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
Apa aku katakan saja pada Queen bahwa aku sebenarnya adalah seorang laki-laki yang normal? Akan tetapi, apakah nanti istriku tidak akan semakin merasa murka karena dibohongi? Ternyata ini yang disebut bagaikan buah simalakama.
Setelah berhasil menormalkan kegugupannya, Aditya mulai mengungkapkan kebenarannya. "Queen, sebenarnya ...."
Aditya tidak melanjutkan perkataannya karena dipotong oleh suara Queen yang menggema memenuhi ruangan.
Melihat pria yang diketahuinya tidak normal itu, membuat Queen langsung mengungkapkan ide yang saat ini sudah traveling di otaknya.
"Lebih baik aku menutup matamu memakai penutup mata saat melakukannya, agar kamu tidak melihat wajahku. Kamu anggap saja aku seorang laki-laki yang membuatmu tertarik."
Dan tentu saja reaksi dari Aditya yang lagi-lagi sangat terkejut, terlihat jelas di wajah tampannya.
__ADS_1
Ya Allah ... apakah aku melakukan make love dengan istriku untuk pertama kalinya dengan posisi mata yang tertutup? Bukankah ini sangat menyedihkan? Lagi-lagi cobaan berat kembali menguji imanku.
TBC ...