
Pesawat Raharja Airline mendarat dengan sempurna pukul 14.00 WITA di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai yang terletak di sebelah selatan Bali Indonesia. Tepatnya di daerah kelurahan Tuban, kecamatan Kuta, kabupaten Badung Bali, sekitar 13 km dari Denpasar.
Rombongan pasangan pengantin baru yang akan melakukan honeymoon di Pulau Dewata dan disebut juga pulau seribu pura itu menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang ada di bandara. Bahkan beberapa turis asing menatap ke arah pasangan itu yang dikawal oleh beberapa bodyguard.
Terlihat wanita cantik yang memakai dress selutut berwarna peach dengan aksen bunga tulip berlengan pendek tengah bergelayut manja pada lengan kekar pria yang memiliki postur tubuh tinggi dengan wajah tampannya yang tengah berjalan dengan sangat berwibawa.
Sedangkan di depannya ada 2 pria berseragam hitam dengan tubuh gempal yang mengawal majikannya. Sedangkan di arah belakang, beberapa pengawal terlihat sibuk membawakan barang-barang.
Pasangan pengantin baru yang terlihat sangat berbinar-binar itu menandakan bahwa keduanya saat ini tengah diliputi kebahagiaan yang luar biasa setelah menikah. Keduanya baru saja keluar dari terminal kedatangan dan langsung masuk ke dalam mobil jemputan yang memang sudah stand by yang merupakan fasilitas dari hotel bintang lima tempat mereka selama 3 hari menginap.
30 menit kemudian, Aditya dan Queen sudah tiba di hotel yang langsung disambut dengan senyum ramah oleh staf hotel. Tentu saja hal itu disebabkan karena sang nona muda Queen merupakan tamu VVIP yang merupakan putri dari sahabat pemilik hotel yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya.
"Selamat datang Nona muda Queen dan Tuan muda. Semoga nyaman menginap di hotel ini," sapa sang manager hotel.
"Terima kasih," jawab Aditya dengan senyuman mengembang.
Sedangkan Queen hanya bersikap datar seraya mengamati suasana hotel bintang 5 tersebut dengan seksama. "Hotel ini tidak banyak berubah semenjak 1 tahun yang lalu aku datang ke sini bersama Daddy dan Mommy."
”Iya Nona muda, tidak banyak yang dirubah saat melakukan renovasi satu bulan yang lalu. Mari Tuan dan Nona muda, saya yang akan mengantarkan langsung ke kamar."
"Tidak perlu, kami akan pergi sendiri. Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian!" Beralih menatap ke arah wanita cantik yang sama sekali tidak ramah pada para staf hotel. "Ayo Sayang, kita langsung istirahat di dalam kamar."
"Aku ingin langsung jalan-jalan. Tadi di dalam pesawat aku sudah kenyang tertidur, masa mau tidur lagi!" rengut Queen.
"Benar juga, bahkan tadi kita ketiduran hingga para pengawal membangunkan kita. Dan mereka semua harus menunggu kita mandi dulu tadi," Aditya memelankan nada suaranya saat mengungkapkan hal bersifat privasi tersebut.
"Kalau begitu biar pihak hotel yang mengantarkan Tuan dan Nona untuk pergi ke destinasi wisata yang ada di sini," ucap manager pria berseragam yang bernama Fadli.
__ADS_1
Aditya menoleh ke arah wanita yang terlihat seperti tengah berpikir itu. "Bagaimana menurutmu, Sayang?"
"Suruh pengawal saja yang menyetir mobil, tidak perlu membawa staf hotel," ucap Queen dengan gaya tegasnya.
”Bukannya kita perlu guide? Memangnya pengawal tahu daerah Bali? Nanti kita kesasar gimana?"
"Aku yang akan jadi penunjuk arahnya. Manfaatkan kemajuan teknologi My hubbiy, jangan malu-maluin aku di depan orang lain!" ucap Queen dengan bersungut-sungut.
Aditya hanya bisa tersenyum miris meski di dalam hatinya saat ini tengah merasa sedikit terluka dengan perkataan dari sang istri. Namun, ia berusaha untuk memakluminya karena memang istrinya bukanlah wanita biasa seperti wanita umumnya. Jadi, ia mencoba sekuat tenaga untuk menata hatinya saat mendapatkan kalimat-kalimat bernada hinaan.
Ya Allah, berikan hambamu ini banyak kesabaran dalam menghadapi istriku.
"Baiklah Sayang, aku ikuti semua kemauanmu."
Queen menatap ke arah pengawalnya. "Kalian berdua ikut aku! Sedangkan yang lainnya diam saja di hotel."
"Tapi Nona muda."
Tentu saja para pria berbadan gempal tersebut tidak berkutik begitu mendapat ancaman dari majikannya. Sehingga salah satu pengawal menjawab perkataan dari sang nona muda untuk mewakili semuanya.
"Tidak Nona muda, kami semua akan menuruti perintah dari Anda. Semoga perjalanan Anda dan Tuan muda menyenangkan."
"Bagus, harusnya kalian senang aku beri waktu kalian untuk bisa beristirahat di hotel. Tenang saja, karena kalian menuruti perintah, maka aku akan memberikan bonus di luar gaji kalian dari Daddy."
"Terima kasih Nona muda." Dengan serempak para pengawal menjawab dengan semangat begitu mendengar kata bonus.
Queen hanya tersenyum menyeringai saat melihat para anak buahnya yang sudah seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Tanpa menjawab, ia sudah menggandeng tangan suaminya yang dari tadi hanya diam.
__ADS_1
"Ayo My hubbiy, kita langsung pergi ke Pantai Kuta yang termasuk Ikon Bali dan juga salah satu tempat menikmati sunset. Aku tidak sabar ingin main air di pantai Kuta, karena garis pantainya cukup panjang dan bersih."
Apalagi nanti aku ingin membuatmu basah di air. Aku kerjai saja dia nanti.
Aditya menganggukkan kepalanya dan mulai mengikuti langkah kaki sang istri yang bergelayut manja padanya untuk masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke Pantai Kuta melihat sunset. Mobil pun melaju meninggalkan kawasan hotel membelah jalanan pulau Dewata.
Selama di dalam mobil, Queen masih bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya pada lengan kekar pria yang dari tadi asyik mengusap lembut punggung tangannya. Hanya keheningan yang menyelimuti mereka, seolah ingin menikmati masa-masa indah mereka hanya lewat sentuhan fisik.
Sebenarnya Aditya ingin membicarakan tentang masalah pramugari yang tadi dipecat oleh sang istri. Namun, dirinya tidak ingin merusak momen romantis mereka dengan pertanyaannya.
Kasihan pramugari tadi, sepertinya aku harus meminta bantuan dari Papa atau Abang ipar untuk membatalkan pemecatan dari wanita yang tidak bersalah itu. Semoga wanita itu bisa kembali bekerja, karena aku lah yang bersalah saat wanita itu dipecat.
Queen mulai mendongak menatap wajah tampan suaminya yang dari tadi hanya diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun. "My hubbiy, kenapa dari tadi hanya diam saja?"
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menikmati momen-momen romantis kita sekarang," ucap Aditya yang mencoba menyembunyikan apa yang dipikirkannya.
Queen menegakkan tubuhnya dan agak menjauh, lalu ia mengernyitkan keningnya."Kenapa aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dariku."
"Aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu Sayang." Mencoba meyakinkan wanita yang tengah menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Benarkah?" Queen menatap penuh curiga.
Aditya hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Queen.
"Kamu tidak sedang memikirkan si keong racun itu kan? Atau kamu sedang merasa iba padanya karena tadi dia berakting menangis di kakiku agar aku tidak memecatnya, tapi aku tetap memecatnya. Awas saja jika kamu memikirkan wanita tidak penting itu, maka aku akan membuatnya mati segan hidup pun tak mau."
Refleks Aditya langsung memijat pelipisnya begitu melihat wajah penuh kilatan amarah dari wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan setajam silet.
__ADS_1
Astaghfirullah, istriku terkadang terlihat sangat manis dan menggemaskan, tapi terkadang berubah menjadi singa betina saat sedang marah seperti ini. Baru saja aku memikirkan ingin menolong wanita tidak bersalah itu, tapi istriku malah menekankan ancamannya. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?
TBC ...