
Semua pengunjung yang berada di area sekitar lapak pedagang souvenir itu mulai berkerumun dan melihat kejadian berdarah itu tanpa bisa melakukan apa-apa.
Tentu saja mereka merasa bingung harus berbuat apa-apa karena jika berhubungan dengan pembunuhan, tidak ada orang yang berani mendekat. Karena merasa takut jika ditanya oleh polisi, apalagi jika dituduh sengaja menghilangkan bukti. Sehingga semua orang yang merasa iba hanya melihat kejadian itu tanpa melakukan apa-apa.
Queen langsung menghambur memeluk tubuh suaminya yang sudah bersimbah darah dan tidak sadarkan diri. Bahkan air matanya sudah menganak sungai di wajahnya. "My hubbiy, apa yang terjadi? Tidak, jangan pergi meninggalkanku. Kamu tidak boleh meninggal!"
Meski air matanya tidak berhenti mengalir, Queen mulai berdiri dari tempatnya dan melihat ada salah satu orang yang sedang berkerumun dan melihat memakai syal di lehernya. Kemudian ia merampas syal dari wanita itu.
"Aku akan membayar mahal syal yang kamu pakai ini!"
Wanita muda itu hanya menganggukkan kepalanya karena merasa kebingungan harus menjawab apa. "Silahkan Nona."
Queen mulai sibuk membebat perut Aditya yang terkena tusukan dengan syal di tangannya. "Kamu tidak akan apa-apa My hubbiy. Kamu harus hidup, aku akan sangat membencimu jika kamu berani meninggalkan aku sendirian di dunia ini!"
"Jangan pergi, bertahanlah Sayang. Aku sangat mencintaimu, jadi jangan meninggalkanku."
Dengan tubuh yang bergetar disertai isakan tangis, Queen benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis histeris setelah selesai dengan kegiatannya yang memberikan pertolongan pertama pada suaminya.
Beberapa saat kemudian, ia tersadar dari kebodohannya. Kemudian langsung menoleh ke arah 2 pengawal yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
"Pengawal bodoh dan tidak berguna! Apa yang kalian berdua lakukan dari tadi haah! Siapa yang telah menusuk suamiku? Cepat cari tahu dan bawa dia ke hadapanku! Apa kalian sudah memanggil ambulans haah!"
Dengan penuh ketakutan, salah satu pengawal itu mulai membuka suaranya. "Maafkan kami Nona muda, karena keteledoran kami lah yang membuat Tuan muda tertusuk. Kami sudah menghubungi ambulance. Mungkin sebentar lagi akan datang."
Lalu, pengawal lain pun mulai menyahut. Kami tadi tidak melihat siapa orang yang telah menusuk Tuan muda, maafkan kami Nona muda."
__ADS_1
"Kalian berdua benar-benar sangat bodoh, aku tidak akan melepaskan kalian berdua. Karena jika sampai terjadi sesuatu pada suamiku, kalian berdua harus membayarnya dengan nyawa kalian." Queen tidak berhenti berteriak dengan histeris tanpa memperdulikan banyaknya orang yang berada di sekitarnya.
Sementara itu, di bagian paling belakang kerumunan orang-orang, Reynaldi yang berbaur dengan orang-orang yang sedang melihat kejadian itu tidak berhenti tersenyum.
"Bahkan di saat seperti ini, kamu masih sangat arogan Nona muda. Tapi aku suka, kamu malah semakin terlihat seksi," batin Reynaldi.
Hingga suara ambulance mulai terdengar dan tak lama kemudian, datang 2 pria berseragam yang membawa ranjang dorong.
"Nona, tolong Anda menyingkir! Biar kami yang mengurus korban!" ucap pria berseragam.
"Kalian harus menolong suamiku! Tidak boleh terjadi sesuatu padanya, dia harus selamat! Aku tadi sudah mencoba untuk menghentikan pendarahannya dengan membebat luka tusukannya agar tidak semakin kehilangan banyak darah."
"Semoga suami Anda bisa tertolong Nona. Kita harus segera ke rumah sakit dan melakukan operasi," ucap pria berseragam yang sudah mengangkat tubuh pria yang sudah tidak sadarkan diri ke atas brankar.
"Iya, kalian harus cepat!" Queen yang sangat panik mulai sedikit berlari untuk mengikuti staf dari rumah sakit yang membawa suaminya. Lalu, mulai masuk ke dalam mobil ambulance, dan tidak berhenti menatap wajah pria yang sudah terlihat sangat pucat seperti mayat hidup itu.
"My hubbiy, kamu harus hidup! Kamu tidak boleh meninggalkan aku. Aku baru saja menemukan cinta sejatiku setelah menikah denganmu. Kamu harus bertanggungjawab padaku, karena telah membuatku jatuh cinta padamu. Bagaimana kalau aku hamil anakmu? Aku tidak mau menjadi janda di usia muda."
Beberapa saat kemudian, ambulance telah tiba di rumah sakit. Tentu saja Queen langsung turun dari sana dan mulai berjalan mengikuti langkah kaki para perawat yang sudah mendorong brankar ke ruang operasi.
"Anda tunggu saja di luar Nona! Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke ruang operasi," ucap salah satu perawat.
"Dasar perawat bodoh, aku adalah seorang dokter. Apa kau tidak mengenal wajahku?" Dengan mata penuh kilatan amarah, Queen langsung berjalan mengikuti langkah kaki perawat yang sudah mulai masuk ke ruang operasi.
"Hanya dokter bedah yang boleh masuk Nona, lagipula Anda harus membersihkan diri. Bahkan keadaan Anda sekarang tidak steril. Jika Anda adalah seorang dokter, seharusnya Anda tahu itu! Lebih baik Anda menunggu di luar agar nyawa pasien bisa segera diselamatkan!"
__ADS_1
Queen mulai menatap ke arah tubuhnya yang memang sudah bersimbah darah. Menyadari sikap arogan dan kebodohannya, membuatnya langsung mengacak frustasi rambutnya.
"Baiklah ... baiklah, aku keluar sekarang! Kalian harus menyelamatkan suamiku!"
Perawat tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan mulai menutup pintu ruangan operasi.
Sementara itu, Queen yang merasa sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya tidak berhenti berjalan bolak-balik dengan hatinya yang sangat gelisah dan tidak menentu.
"Siapa yang melakukan semua ini? Kenapa aku sangat bodoh karena aku tadi menyuruh para pengawal untuk tinggal di hotel. Daddy benar, banyak musuh yang mengincar keluarga Raharja. Dan suamiku menjadi korban dari kebodohanku, shit!"
Suara derap kaki yang terdengar seperti orang-orang yang berlari, membuat Queen langsung menoleh ke arah sumber suara dan bisa dilihatnya ada 10 pengawal yang sudah datang dan berjalan semakin mendekat ke arahnya.
Buat apa kalian semua datang ke sini?" sarkas Queen sambil menatap tajam para pengawalnya.
"Kami harus melindungi Nona, karena ada yang mengincar nyawa Tuan muda dan mungkin juga Nona muda," ucap pria berbadan gempal mewakili semua rekannya.
"Dasar bodoh! Seharusnya kalian mencari pelakunya! Bukan malah berkumpul di sini! Kalian semua harus menemukan orang yang menusuk suamiku! Cepat pergi!"
Queen yang sudah dikuasai oleh amarah, benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi. Sehingga dirinya berteriak dengan suaranya yang nyaring. Namun hanya 5 pengawal yang pergi dari sana, sedangkan 5 pengawal lainnya masih tidak bergeming dari tempatnya.
"Tuan Abymana menyuruh kami dengan ketat menjaga Anda dan kami tidak akan pernah meninggalkan Anda Nona muda!"
Tanpa menjawab perkataan dari pengawalnya, Queen kembali menatap ke arah ruang operasi. Dan harap-harap cemas menunggu proses operasi dari pria yang sangat dicintainya.
"Ya Allah, jangan ambil nyawa suamiku. Aku baru saja menemukan kebahagiaan, jangan Engkau mengambilnya dariku ya Allah. Hamba mohon padamu, sembuhkanlah suamiku.
__ADS_1
TBC ...