Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sebuah kesepakatan


__ADS_3

Queen terlihat sangat lemas begitu mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang siapa sosok laki-laki yang menjadi suaminya. Bahkan kini kepalanya tidak berhenti berdenyut karena merasa sangat tertekan setelah kejadian berdarah yang dialami oleh pria yang dicintainya ternyata adalah saudara dari pria yang pernah ditolaknya.


Berbagai macam pikiran buruk telah berkumpul menjadi 1 di kepalanya. Seolah dirinya sudah bisa menebak apa jawaban dari pertanyaannya. Queen terlihat beberapa kali menundukkan kepalanya seraya memijat pelipisnya. Hingga dirinya sibuk bergumam di dalam hatinya.


"Apa Tante Nayla mau mengangkat panggilan telepon dariku? Dia pasti saat ini sangat membenciku karena telah menolak mentah-mentah putranya. Tunggu, bukankah My hubbiy juga putranya? Mungkin dia akan mencoba mengerti setelah tahu bahwa yang aku nikahi adalah putranya," batin Queen.


Puas berargumen sendiri di dalam hati, Queen mulai mencari daftar kontak dari wanita yang tak lain adalah ibu kandung dari suaminya dan menunggu jawaban beberapa saat. Namun, tidak ada jawaban dari panggilannya. Ia sama sekali tidak pernah menyerah untuk berusaha terus menerus menghubungi wanita yang bisa dibilang adalah mertuanya.


Hingga 5 kali panggilan, baru terdengar suara dari seberang.


"Halo Queen. Ada apakah gerangan hingga kamu menghubungiku hingga berkali-kali. Tadi aku sedang berada di dalam kamar mandi."


"Halo Tante Nayla, golongan darah Anda apakah O-?"


"Bukan, kenapa tiba-tiba menanyakan itu padaku?"


"Tante Nayla tidak berbohong padaku kan? Karena ini darurat Tante."


"Darurat? Sebenarnya ada apa Queen?"


"Tante, apakah keluarga Tante tidak ada yang memiliki golongan darah O-? Sekarang aku butuh darah itu untuk menyelamatkan nyawa suamiku Tan!"


"Suamimu? Mempunyai golongan darah O-? Aneh, karena golongan darah itu sangat langka dan sama dengan Ayahku yang sudah meninggal. Sekarang menurun pada Reynaldi."


Sontak saja ponsel yang dipegang Queen lepas dari tangannya dan seketika terjatuh ke lantai. Wajahnya langsung berubah pucat begitu mendengar 1 lagi kenyataan pahit yang membuatnya merasa sangat takut. Bahkan seumur hidup, baru kali ini inilah ia merasakan ketakutan yang amat sangat. Karena pria yang pernah ditolaknya merupakan satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan nyawa pria yang dicintainya.

__ADS_1


"Kenyataan ini teramat sangat menyakitkan Tuhan. Tidak mungkin Reynaldi mau menolong suamiku karena dia pasti sangat membencinya. Akan tetapi, apakah dia akan tetap membenci Aditya setelah mengetahui bahwa dia adalah adik dari pria yang menggagalkan rencana pertunangannya?"


"Halo, Queen. Kamu masih ada di situ?"


Queen menatap ke arah ponselnya di lantai yang masih menyala. Lalu, ia mulai meraih benda pipih tersebut dan menjawab pertanyaan dari Mama mertuanya.


"Iya Tante, aku masih ada di sini. Ngomong-ngomong, Reynaldi ada Tan?"


"Tidak ada, dia sedang dalam perjalanan bisnis. Tante pun tidak tahu karena dia tidak bilang pada Tante. Kamu tahu sendiri kan kalau Reynaldi suka berbuat semaunya dan todak ingin dicampuri urusannya. Kamu telpon saja dia!"


"Baiklah Tante, aku akan menghubunginya sendiri. Akan tetapi, ada 1 hal penting yang ingin aku katakan pada Tante. Mengenai suamiku."


"Sebenarnya ada apa dengan suamimu, Queen? Kenapa dia membutuhkan seorang donor darah?"


"Suamiku ditusuk oleh orang jahat Tante dan sekarang sedang kritis di rumah sakit yang ada di Bali. Rencana bulan madu kami hancur gara-gara ulah orang jahat yang mungkin membenci keluarga Raharja. Karena itulah aku ingin meminta maaf karena putra Tante sekarang terbaring lemah di ruang operasi."


"Bukan Tante, ini bukan soal Reynaldi, tapi soal suamiku yang bernama Aditya Syaputra yang merupakan anak dari Ayah Boby Syaputra dan Tante."


"A-apa ....?"


"Iya Tan, suamiku adalah putra yang telah Tante buang. Apakah Tante akan menerima suamiku sebagai putra ...."


Bunyi sambungan telepon yang terputus membuat Queen langsung menatap ke arah ponselnya. "Kenapa dimatikan? Padahal aku belum selesai berbicara. Apakah Tante Nayla merasa shock?"


"Lebih baik aku menghubungi Reynaldi dan memintanya untuk segara datang ke sini untuk melakukan transfusi darah pada Abangnya. Dia harus mau, jika tidak mau, aku akan memaksanya bagaimana pun caranya."

__ADS_1


Queen langsung mencari daftar kontak dari Reynaldi dan mulai melakukan panggilan. Namun, nada sibuk mulai terdengar. Bahk dirinya tidak berhenti menghubunginya karena ingin segera bicara dengan pria yang tak lain adalah adik iparnya.


Akan tetapi, hanya kekecewaan yang ia dapatkan. Queen seketika bangun dari tempatnya dan mulai memberikan sebuah titah. "Kalian semua menyebar dan datangi semua rumah sakit yang ada di Bali untuk mencari darah O-! Hubungi media di sini untuk menyebarkan berita bahwa keluarga Raharja membutuhkan golongan darah O- dan akan membayar mahal untuk darah yang mereka donorkan."


Setelah mengungkapkan perintahnya, Queen mengibaskan tangannya pada pria-pria berbadan gempal tersebut.


"Baik Nona muda, kami akan segera pergi dan menyuruh pihak media untuk menyebarkan berita ini," ucap salah satu pengawal mewakili semuanya.


Kemudian 4 pengawal itu mulai meninggalkan rumah sakit untuk melaksanakan perintah dari majikannya. Sedangkan 1 pengawal tinggal untuk menjaga sang nona muda.


Sementara itu, salah satu wanita yang tak lain adalah cleaning service yang dari tadi mendengarkan percakapan dari Queen, langsung buru-buru berjalan ke arah toilet untuk menghubungi pria yang telah menyuruhnya.


Kemudian ia mulai menceritakan tentang perihal yang diketahuinya tanpa ada 1 pun yang terlewatkan. Namun, sama sekali tidak ada jawaban dari seberang saat dirinya selesai berbicara dan malah langsung dimatikan.


*******


Reynaldi yang berada di sebuah kamar hotel Presidential suite room terlihat mengacak frustasi rambutnya setelah menerima telpon dari Mamanya yang menceritakan tentang perihal saudaranya yang lahir dari pernikahan pertama. Dan kenyataan yang sungguh sangat ironi baginya, karena secara tidak langsung, ia telah melakukan percobaan pembunuhan dari pria yang tak lain adalah Abang tirinya.


Dan nyawa dari pria yang sangat dibencinya itu saat ini ada di tangannya. Saat dirinya merasa senang berada di atas angin, ia kini seolah jatuh terhempas ke tanah dan membuatnya luka tak berdarah.


"Berengsek! Reynaldi membuang apa pun yang dilihatnya dan ruangan kamarnya sudah berubah menjadi berantakan.


"Aku adalah anak tunggal, dia bukan saudaraku! Aku sama sekali tidak mempunyai saudara," teriak Reynaldi dengan tatapan penuh kilatan api.


Dan di saat dirinya sedang merasa frustasi, ponselnya berdering dan membuatnya langsung meraih benda pipih itu dari kantong celananya. Bisa dilihatnya yang menghubunginya adalah wanita yang sangat membuatnya tertarik.

__ADS_1


"Queen, apakah dia ingin memintaku untuk mendonorkan darahku untuk pria miskin itu? Jika benar, mungkin aku bisa mengancamnya dan membuat sebuah kesepakatan. Aku akan mendonorkan darahku jika dia bercerai dengan pria itu dan memilih menikah denganku."


TBC ...


__ADS_2