
Aditya terlihat beberapa kali memijat pelipisnya karena merasa dirinya seolah tidak mempunyai hak sama sekali untuk melakukan apa pun karena sang istri tidak mengijinkannya untuk berbuat apa-apa. "Sayang, berada di dekatmu seolah membuatku tidak memiliki HAM saja."
Queen yang terlihat sudah memejamkan kedua matanya dan memeluk dada bidang pria yang dari tadi masih asyik merengut hanya ditanggapinya dengan sangat santai tanpa berniat membuka matanya.
"Aku melakukan semua ini demi kebaikanmu My hubbiy. Sebaiknya kamu menurut saja pada istrimu! Karena jika kamu tidak menuruti perkataan istrimu, mungkin kamu akan menyesal. Dan sesal di belakang tiada guna." Masih berbicara dengan posisi mata yang terpejam. "Sudahlah, jangan berisik dan mari kita tidur!"
"Baiklah Sayang," ucap Aditya yang mengikuti perintah penuh nada tegas dari istrinya. Kemudian ia mulai memejamkan kedua matanya, mencoba untuk tidur. Namun, karena pikirannya saat ini tengah memikirkan banyak hal, membuatnya tidak bisa tidur.
"Aku ingin sekali menciummu, tapi aku tidak bisa bergerak!"
Queen yang sudah hampir terlelap, bisa mendengar kalimat bernada vulgar dari suaminya. Sehingga ia refleks langsung membuka matanya dan bisa dilihatnya pria yang dipeluknya itu masih memejamkan kedua matanya.
"Ya sudah jangan bergerak dan jangan lakukan apa pun," ucap Queen dengan terkekeh.
Mendengar istrinya malah mentertawakan dirinya yang tidak berdaya, membuatnya refleks langsung membuka kedua matanya dan menoleh ke arah wanita yang masih terbahak di sebelahnya. Dan netra pekatnya bersibobrok dengan manik bening milik sang istri.
Queen langsung terdiam saat mendapatkan tatapan intens dari pria berwajah tampan yang tidak berkedip menatapnya. "Kenapa kamu menatapku seperti itu My hubbiy?"
"Kamu jahat," ucap Aditya seraya tangannya mencubit gemas pipi putih di depannya.
"Issh ... apaan sih!" Queen melepaskan tangan sang suami dari pipinya.
"Aku ingin menciummu, tapi aku tidak bisa bergerak. Bukankah aku sedang memberikan peluang untukmu mencari pahala sebanyak-banyaknya?"
"Oh ... jadi begitu? Bisa dibilang itu seperti istilah sambil menyelam minum air kan?" ejek Queen seraya menatap ke arah pria yang masih intens menatapnya.
"Nah itu tahu, kamu memang sangat cerdas Sayang. Jadi bagaimana?"
"Bagaimana apanya?" tanya Queen dengan berpura-pura bodoh.
"Tidak jadi," jawab Aditya yang merasa sangat kesal. Kemudian ia langsung memejamkan kedua matanya karena merasa sangat kesal. Niat hatinya untuk mencari sebuah penghiburan atas perasaannya yang sangat kacau malah tidak membuahkan hasil.
__ADS_1
Untuk beberapa saat Queen mengamati pahatan sempurna di sebelahnya yang terlihat sangat kesal itu. Melihat wajah kesal dari suaminya seolah membuatnya merasakan sebuah hiburan saja. "My hubbiy, kamu tampan sekali. I love you."
"Aku tidak dengar karena aku sudah tidur," ucap Aditya tanpa berniat untuk membuka matanya.
Refleks Queen langsung tertawa terbahak-bahak begitu mendengar perkataan dari pria yang masih tidak mau membuka matanya itu. "Astaga, kamu lucu sekali My hubbiy. Aku jadi sangat gemas kan jadinya!"
Karena sudah tidak bisa menahan diri lagi, akhirnya Queen langsung mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir suaminya yang terlihat sangat menggodanya dan mulai bermain-main di sana.
Awalnya Aditya sama sekali tidak berniat untuk membalas ciuman dari istrinya yang sudah sibuk mengabsen setiap sudut bibirnya. Namun, lama-kelamaan ia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. Akhirnya ia membuka matanya dan mengarahkan tangannya yang tidak di infus untuk menahan tengkuk belakang istrinya dan mulai membalas ciuman itu.
Queen yang merasa menang karena berhasil mengerjai suaminya yang tadinya marah padanya, akhirnya mulai menikmati perbuatan pria yang sudah semakin bergairah saat menciumnya. Merasa ada tanda bahaya di otaknya, membuatnya langsung menghentikan perbuatan suaminya dengan melepaskan paksa pagutannya.
"My hubbiy, jangan!"
"Kenapa," ucap Aditya yang merasa sangat kecewa karena tidak bisa melanjutkan kegiatannya.
"Aku tidak mau bertanggungjawab padamu jika sampai kamu terbakar gairah. Aku capek," ucap Queen yang sudah mulai kembali membaringkan tubuhnya di sebelah suaminya.
"Tugas seorang istri? Maksudmu hamil dan melahirkan?"
Aditya menganggukkan kepalanya. "Iya Sayang, apalagi saat melahirkan itu mempertaruhkan nyawa. Karena itulah surga berada di telapak kaki ibu."
"Kamu memang so sweet banget My hubbiy. Akan tetapi, itu tidak berlaku untuk Ibumu, oke! Kamu tidak perlu mendapatkan restu ibumu yang sama sekali tidak baik itu." Queen merasa curiga saat suaminya lagi-lagi menyebut kalimat ibu. Sehingga ia mulai mengalihkan pembicaraan. "Oh ya My hubbiy, setelah kita kembali ke Jakarta nanti, kamu harus siap untuk bekerja di perusahaan Raharja."
"Sebenarnya di dunia ini semua ibu itu baik, tapi mungkin mereka hanya sedang tersesat saja. Jadi, tugas anak adalah untuk mengingatkan dan membawanya untuk kembali ke jalan yang benar. Karena jika anak hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa, yang ada adalah anak pun ikut berdosa." Aditya berusaha mengubah pola pemikiran dari istrinya untuk mendidiknya menjadi lebih baik.
"Untuk masalah bekerja di perusahaan Raharja, aku rasanya tidak pantas untuk bekerja di perusahaan besar milik Papamu. Apakah aku tidak boleh bekerja di perusahaan lama tempat aku bekerja yang sesuai dengan kemampuanku?"
"Tidak boleh, karena tidak ada yang bisa mengawasimu nanti jika kamu bekerja di perusahaan lain," ucap Queen dengan tatapan tajam.
Aditya terlihat terkekeh geli mendengar perintah bernada ancaman dari istrinya. "Ooh ... jadi itu tujuan utamamu menyuruhku untuk bekerja di perusahaan Raharja? Apakah seorang nona muda Raharja sedang over protective pada suaminya?"
__ADS_1
Queen bangkit dari posisinya dan duduk di sebelah pria yang terlihat tengah tersenyum smirk ke arahnya. "Iya, aku akui itu, memangnya tidak boleh? Sah-sah saja kan seorang istri bersikap seperti ini pada suami? Atau kamu lebih suka aku bersikap cuek?"
"Bukan seperti itu Sayang, aku suka kamu bersikap seperti ini. Itu berarti menunjukkan bahwa kamu sangat mencintaiku dan takut kehilanganku. Akan tetapi, jangan terlalu karena sesuatu yang terlalu itu sangat tidak baik."
"Siapa bilang? Nyatanya Daddy baik-baik saja sampai sekarang saat mencintai Mommy dengan over posesif. Buktinya sampai sekarang mereka sangat bahagia. Bahkan kisah perjalanan cinta mereka sudah dijadikan sebuah buku yang banyak diminati orang."
"Jadi kamu ingin kisah kita seperti perjalanan cinta orang tuamu yang sangat dikagumi oleh banyak orang?"
"Tentu saja, aku ingin kita menjadi pasangan romantis penerus mereka. Aku ingin kita hidup bahagia tanpa ada pelakor dan pebinor dalam rumah tangga kita My hubbiy. Karena itulah Reynaldi harus mendekam di penjara agar rumah tangga kita aman, damai, sentosa. Mengerti?" Mengarahkan tatapan tajam setajam silet.
"Aamiin ya rabbal alamin, mengerti tuan putri. Hamba siap melaksanakan perintah," jawab Aditya dengan wajah datarnya.
"Bagus, aku suka dengan jawabanmu My hubbiy. Rasanya aku seperti tuan putri sesungguhnya saat berada di dekatmu." Queen terkekeh mendengar perkataannya sendiri.
"Memangnya kamu baru sadar tuan putri? Padahal kamu memang tuan putriku yang bertahta di hati Aditya Syaputra."
"Issh ... mulai lagi gombalnya. Aku ingin mencubit perutmu, tapi masih luka. Ya sudah, aku cubit pipimu saja!" Queen mengarahkan kedua tangannya untuk mencubit pipi kanan kiri dari suaminya karena merasa sangat gemas.
Sedangkan Aditya hanya diam saja saat wanita yang terlihat sangat bahagia itu sibuk dengan pipinya.
"Senyumanmu seolah secercah sinar mentari pagi yang menghangatkan jiwaku yang sedang dilanda gundah gulana Istriku. Apa pun akan aku lakukan untuk bisa melihatmu selalu tersenyum bahagia seperti ini, termasuk mengorbankan ibu kandungku dan adik tiriku yang kamu sebut bersalah itu. Karena kamu adalah satu-satunya wanita yang membuatku mempertaruhkan hidupku demi masa depan berharga."
END ...
Terima kasih untuk para readers yang sudah membaca kisah perjalanan cinta Queen Aqila Wijaya Raharja dan Aditya Syaputra. Untuk novel Terpaksa menikahi Nona Muda Arogan season 1 sudah tamat ya, karena Queen sudah menemukan cinta sejatinya pada pria Sholeh yang tak lain adalah Aditya Syaputra.
Untuk season 2 akan menceritakan kisah perjalanan rumah tangga mereka dan perubahan seorang Aditya yang akan menjadi wakil Presdir di Perusahaan Raharja Group. Dan juga cerita berapa keturunan mereka, serta bagaimana seorang nona muda arogan membesarkan anaknya.
Untuk yang mau gabung di group Dianning, jangan lupa tinggalkan nomor ponsel kalian di kolom komentar untuk menjalin silaturahmi antara Author dan pembaca. Sekali lagi Terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung karya Author remahan ini.
Terima kasih
__ADS_1
Salam Sayang dari Dianning 💜🥰***