
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam di udara, akhirnya pesawat pribadi Raharja Airline mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 12.15 WIB. Aditya dan Queen terlihat melangkah keluar di terminal kedatangan. Sedangkan para pengawal mengurus semua barang-barang milik majikannya.
Suasana siang hari terlihat cukup ramai di Bandara, karena terlihat banyaknya orang-orang yang berlalu lalang. Mulai dari calon penumpang atau pun keluarga yang sekedar mengantarkan, yang berada di area luar. Melihat pemandangan pasangan suami istri yang berjalan dengan dikawal oleh beberapa pengawal dan 1 pria berwajah manis yang berjalan di area depan yang tak lain adalah Dave. Banyak orang yang menatap ke arah mereka.
Entah siapa yang membocorkan berita kepulangan dari sang Nona muda keluarga Raharja itu. Karena di bandara, ada banyak wartawan yang sudah berkumpul untuk bisa sekedar memotret momen romantis dari pasangan suami istri yang baru pulang dari bulan madunya di Pulau Dewata.
Melihat pasangan yang paling ditunggu-tunggu itu datang, membuat para pemburu berita langsung buru-buru berjalan ke arah orang paling tersohor di Jakarta. Jepretan kamera berkali-kali mengabadikan momen bersejarah antara pasangan suami istri yang terlihat sangat romantis, kerena sang Nona muda terlihat bergelayut manja di lengan kekar pria yang terlihat sangat tampan memakai celana panjang hitam dengan atasan kemeja berwarna biru.
Sedangkan untuk penampilan Queen terlihat memakai gaun panjang berwarna biru yang senada dengan pakaian yang dipakai suaminya, sedangkan untuk jilbabnya berwarna putih yang menjuntai panjang hingga ke pinggang.
"Lihatlah para orang-orang kurang kerjaan itu, benar-benar mengganggu saja!" rengut Queen dengan menatap jengah ke arah para wartawan.
"Justru mereka tengah mengais rezeki, Sayang. Bukan tidak ada pekerjaan seperti yang kamu katakan barusan. Hargailah mereka, anggap kamu bersedekah dengan membagi kebahagiaan kita pada para wartawan," jawab Aditya yang mengusap lembut pipi putih istrinya. Seolah sengaja ingin menunjukkan kemesraannya pada semua pemburu berita tersebut.
"Akan tetapi, aku sedang malas berbicara dan tidak enak badan." Queen beralih berbicara pada Dave. "Urus mereka Dave! Kamu saja yang menjelaskan kepada para wartawan, aku sudah tidak kuat lama-lama berdiri. Kepalaku benar-benar pusing," ucap Queen kepada orang kepercayaannya.
"Baik Nona muda, saya yang akan mengurus mereka bersama beberapa pengawal. Nona langsung masuk saja ke dalam mobil dan pulang ke Mansion Raharja." Dave yang awalnya berbalik badan untuk menatap ke arah majikannya, kini beralih menatap ke arah para wartawan yang baru saja berlarian ke arahnya. Ia memberikan sebuah kode pada beberapa pengawal untuk membawa pergi nona muda dan juga suaminya.
Para wartawan sudah mengeluarkan beberapa pertanyaan yang sudah ada di catatan mereka masing-masing.
"Nona muda Queen, kenapa pernikahan Anda dilakukan secara diam-diam dan tertutup?"
"Apakah ada sebuah alasan yang membuat Anda tidak mau berbagi kebahagiaan kepada para awak media?"
__ADS_1
"Apakah bulan madu Anda berjalan lancar Nona muda?"
"Apa alasan utama Anda memutuskan untuk memakai hijab?"
Dave dan beberapa pengawal lain menghadang para pemburu berita. Dengan suara baritonnya, Dave mulai mengeluarkan suaranya.
"Mohon maaf, karena nona muda kami sedang tidak enak badan, sehingga membuatnya tidak bisa berbicara mengenai momen bulan madunya. Jadi, tolong mengerti. Akan tetapi, nanti saat waktunya tepat, Nona muda akan melakukan konferensi pers mengenai pernikahannya yang memang dilakukan secara tertutup. Terima kasih!"
Sementara Dave berbicara dengan para awak media, Queen dan Aditya sudah dikawal oleh beberapa pengawal untuk menghindari para awak media untuk berjalan ke arah mobilnya. Lalu, Queen mulai masuk ke dalam mobil setelah salah satu pengawal membuka pintunya. Dan saat Aditya hendak melangkah masuk ke dalam mobil, indera pendengarannya menangkap suara dari seorang wanita yang memanggil namanya.
Sontak ia mencari ke arah sumber suara dan bisa dilihatnya seorang wanita cantik yang terlihat sangat elegan, meski umurnya sudah tidak lagi muda tengah menatap ke arahnya.
"Putraku," ucap Nayla Ratnasari yang dari tadi menunggu kedatangan pria yang tak lain adalah putra sulungnya di Bandara. "Ini Ibu yang telah melahirkanmu."
"Maaf Nyonya, Anda tidak boleh berbicara dengan Tuan muda. Lebih baik Anda segera pergi dari sini!" ucap pria berbadan gempal tersebut yang sudah menghadang jalan wanita yang merupakan rekan bisnis majikannya.
"Ibu," ucap Aditya dengan lirih. "Jadi, wanita cantik dan elegan ini adalah Ibu kandungku?" gumam Aditya.
"Sayang," ucap Aditya yang menunduk menatap ke arah wanita yang baru saja keluar dari mobil mewah Mercedes Benz berwarna hitam itu. Tentu saja ia bisa melihat kemurkaan di wajah cantik istrinya yang sudah merah padam.
Queen yang sudah keluar dari mobil, mulai menatap tajam ke arah wanita yang tak lain adalah ibu kandung dari suaminya. Akan tetapi, ia sekilas melirik ke arah pria yang berada di sebelahnya. "Kamu diam saja My hubbiy! Biar aku yang berbicara pada Ibumu."
"Bukan hanya Ibuku, Sayang. Akan tetapi, juga Ibumu. Ingat itu Sayang, karena darah yang mengalir di tubuhku adalah darah dari Ibu." Aditya mencoba untuk menjelaskan secara halus pada sang istri agar membenarkan perkataannya.
__ADS_1
"Baiklah ... baiklah, aku mengerti. Akan tetapi, kamu diam saja!" Queen mengarahkan jarinya untuk memberi kode dengan membuat gerakan mengunci mulut. Setelah melihat sang suami menganggukkan kepalanya, membuatnya tersenyum dan kembali menatap ke arah wanita yang tak lain adalah mertuanya.
"Biarkan saja! Jangan menghalangi jalan Mamaku tersayang," ucap Queen dengan tersenyum smirk saat berbicara dengan para pengawalnya.
Dan seperti yang diharapkannya, para pengawal langsung menghindar dari wanita paruh baya tersebut setelah sebelumnya menjawab perintah dari majikannya. "Baik Nona muda."
Merasa mendapat angin segar dari wanita yang tak lain adalah menantunya, membuat Nayla bisa sedikit bernafas lega karena akhirnya ia bisa menemui putra sulungnya.
"Terima kasih, Queen."
"Tidak perlu berterima kasih Ma."
"Sekarang kamu memanggilku Mama, Queen?" Nayla seolah tidak percaya bisa dipanggil Mama oleh seorang nona muda yang diketahuinya sangat arogan.
"Tidak perlu merasa kaget Ma, karena aku hanya ingin menuruti perintah dari seorang suami yang sangat luar biasa ini," jawab Queen yang sudah melingkarkan tangannya di lengan kekar pria yang berdiri di sebelah kanannya. "Lebih baik Mama katakan saja apa tujuan Mama ke sini?"
"Mama hanya ingin berbicara dengan putra kandung yang telah lama Mama tinggalkan." Nayla menatap ke arah pria yang tak lain adalah putranya. "Aditya, ternyata kamu tumbuh menjadi pria yang sangat tampan."
"Alhamdulillah Bu, karena Ayah membesarkan aku dengan sangat baik. Aku senang bisa bertemu dengan Ibu kandung yang telah melahirkanku," ucap Aditya dengan perasaan yang berkecamuk.
"Ibu juga seperti itu Nak, maafkan Ibu. Aku tahu kalau Ibu sangat bersalah padamu Nak, tapi bolehkah wanita yang telah melahirkanmu ini memohon padamu untuk mencabut tuntutanmu pada adikmu?" Nayla menyatukan kedua tangannya untuk memohon pada putra sulungnya.
Queen langsung mengarahkan tangannya untuk menghantam body mobil. "Dasar Ibu tidak tahu diri," sarkas Queen dengan mengarahkan tatapan tajam penuh kilatan amarah, seolah ingin memangsa habis wanita di depannya.
__ADS_1
TBC ...