
Queen yang saat ini tengah bersitatap dengan pria yang berada di hadapannya, mengarahkan tatapan mata tajamnya, seolah memberikan kode pada Aditya untuk membelanya di depan pria paruh baya yang tengah terbaring di ranjang tersebut.
Dasar pria bodoh, cepat bela aku di depan Ayahmu ini pria miskin! Karena aku tidak tahu harus berkata apa pada Ayahmu, karena apa yang di katakannya memang benar. Aku memang hanya menganggapmu alas kaki di keluarga Raharja. Karena pria miskin sepertimu hanya pantas menjadi kacung bagiku.
Aditya yang mengerti dengan tatapan tajam dari Queen langsung beralih menatap ke arah sang Ayah yang daritadi menatapnya dengan tatapan memelas penuh dengan permohonan, "Ayah, jangan berbicara seperti itu! Kami berdua saling mencintai, dan keluarga Raharja sangat baik. Mereka tidak pernah membeda-bedakan kasta, karena mereka menyambut dengan sangat baik aku di Mansion. Jadi jangan suudzon pada orang lain, karena itu termasuk memfitnah mereka Yah!"
"Calon Istriku ini adalah wanita yang sangat baik Yah, percayalah padaku! Bukankah Ayah lebih mengerti anakmu daripada orang lain? Jadi restui pernikahan kami besok, karena kami akan menikah disini besok. Keluarga Raharja menyarankan aku untuk menikah di hadapan Ayah, seperti permintaanku."
Pria paruh baya tersebut tanpa berpikir langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak Nak, Ayah tetap tidak mengijinkanmu untuk menikahi wanita dari keluarga konglomerat. Ayah tidak mau kamu akan mengalami nasib yang sama seperti Ayah Nak!"
"Bukankah kamu pernah bercerita pada Ayah, kalau kamu sedang dekat dengan rekan kerjamu di kantor? Lalu kenapa sekarang kamu malah tiba-tiba ingin menikah dengan wanita ini? Lalu kamu kemanakan wanita itu? A-apa kamu menikahi wanita ini karena kamu telah menghamilinya?" ucap Boby Syaputra dengan tatapan mata menelisik ke arah putranya, beralih menolehkan kepalanya untuk menatap wanita yang tengah berdiri menjulang di sebelah kanannya.
"Apakah putraku sudah melakukan perbuatan yang di larang agama kepadamu Nak? Jika memang benar seperti itu, maka Ayah tidak bisa menghalangi kalian menikah. Karena putraku mempunyai kewajiban untuk bertanggung jawab padamu, tapi aku sangat mengenal putraku. Dia tidak mungkin melakukan hubungan terlarang yang di larang agama. Atau jangan-jangan kamu menggunakan kekuasaanmu untuk memaksa putraku untuk menikahimu?"
Kalimat skak mat yang memang benar adanya, membuat Queen seolah mati kutu. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang yang berani berbicara dengan lantang padanya tanpa merasa takut.
Astaga ... pria tua ini benar-benar sudah membuatku gila. Kesabaranku saat ini sedang di uji, jika bukan karena ancaman dari Daddy, tidak mungkin aku mau bersusah payah untuk menjelaskan semuanya pada pria tua ini. Sialan ....
__ADS_1
Aditya memegang tangan sang Ayah, "Astaghfirullah Yah, putramu tidak seperti itu. Semua tuduhan Ayah salah, aku tidak menghamili calon Istriku dan dia juga tidak mengancamku. Kami hanya saling mencintai Dad, hanya itu alasan kami."
"Biarkan wanita ini yang menjawab pertanyaan dari Ayah, dia belum menjawab pertanyaan dari Ayah daritadi."
Queen mencoba untuk mengambil nafas teratur, tujuannya adalah untuk menetralkan amarahnya yang saat ini seolah sudah menyatu di dalam darahnya.
Sabar Queen ... sabar dan tarik nafas, kamu harus menahan amarahmu dan berbicara yang sopan pada pria tua ini. Ini semua demi kamu sendiri, agar kamu tidak di jodohkan dengan Reynaldi yang sok kegantengan itu.
"Ehem ... ehem ... maafkan aku Om, apa yang di katakan oleh A ...."
Queen menghentikan ucapannya, seraya bergumam di dalam hatinya, Dasar bodoh kamu Queen, jangan memanggil nama saja pada Aditya, si pria tua ini pasti akan merasa curiga.
"Baiklah, kalau cuma itu alasannya, Ayah tidak akan merestui hubungan kalian. Mumpung masih belum terlanjur melangkah terlalu jauh, lebih baik kalian mengakhiri hubungan ini! Kamu sangat cantik, dan berasal dari keluarga terpandang. Tidak sulit bagimu untuk mencari calon suami, tapi bukan dengan putraku."
"Aku lebih menyukai putraku menikah dengan wanita yang sepadan dengan kami, karena dia akan lebih bahagia hidup bersama dengan wanita sederhana," menyatukan kedua tangannya di depan Queen, dan menampilkan tatapan penuh permohonan, "Aku mohon Nak, pergilah dari hidup putraku! Kamu cari saja pria lain yang sepadan dengan keluargamu!"
Queen yang merasa sangat tersinggung dengan perkataan dari pria paruh baya tersebut yang menolaknya mentah-mentah, membuatnya refleks mengepalkan kedua tangannya di belakang tubuhnya. Raut wajahnya sudah berubah merah, karena merasa sangat murka, karena merasa harga dirinya telah terhina di depan pria tersebut.
__ADS_1
Sialan ... ini benar-benar sangat menghina harga diriku. Bisa-bisanya pria tua ini menolak wanita se-sempurna diriku untuk menjadi menantunya. Rasanya sekarang aku ingin berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan amarahku.
Aditya yang merasa sebentar lagi akan terjadi perang dunia kedua saat melihat raut kemarahan dari wajah wanita yang berada di depannya itu, buru-buru berjalan mendekati Queen. Tangannya kini menepuk lembut pundak Queen, dan mengeluarkan suaranya, "Kamu tunggu di luar Queen! Aku akan berbicara dengan Ayahku. Sebenarnya Ayah hanya merasa shock karena mendengar kita tiba-tiba memutuskan untuk menikah."
Queen yang semakin mengepalkan kedua tangannya di belakang tubuhnya, mulai menoleh ke arah pria yang sudah berdiri di sampingnya dengan posisi tangan masih berada di pundaknya.
Setelah berhasil menormalkan deru nafasnya yang memburu karena menahan amarah, Queen terlihat menganggukkan kepalanya. Tanpa bersuara, dirinya keluar dari ruangan kamar perawatan tersebut. Karena dirinya menyadari bahwa ia tidak akan bisa menahan diri jika sudah mengeluarkan suaranya.
Lebih baik aku segera pergi dari sini, sebelum aku mengumpat dua pria miskin ini.
Setelah siluet dari Queen menghilang di balik pintu, Aditya kembali menatap ke arah sang Ayah. Kemudian mulai menjelaskan semuanya, agar pria yang di sayanginya itu mau menerima keputusannya untuk menikahi putri dari konglomerat paling terkenal di kotanya.
"Ayah, aku mohon mengertilah akan keputusanku untuk menikah! Aku tidak ingin berbuat dosa saat menjalin hubungan dengan Queen, aku sudah merasa sangat yakin padanya. Berikan restumu Yah!"
Boby Syaputra sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun saat mendengar penjelasan dari putranya yang sangat di sayanginya tersebut, seolah saat ini ia tengah berpikir keras untuk menjawab permintaan dari putra satu-satunya tersebut.
*Ya Allah ... takdir macam apa ini? Aku tidak ingin putraku mengalami nasib yang sama seperti yang pernah aku alami dulu saat menikah dengan Ibunya. Aku selalu di hina pria miskin yang mengincar harta mertuaku. Setiap hari aku mendapatkan caci maki dari mereka, karena itulah aku sampai bercerai dengan ibu kandungnya, karena tidak kuat mendengarkan hinaan mereka.
__ADS_1
Bahkan Istriku sendiri tidak membelaku, dan memilih mengikuti kemauan dari orang tuanya untuk menceraikan aku. Ayah tidak ingin kamu mengalami hal yang sama seperti yang Ayah alami Nak. Ayah menyembunyikan kenyataan ini selama 25 tahun, agar kamu tidak mengetahui tentang jati dirimu yang sebenarnya*.
Bersambung ...