Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Wanita paling jahat


__ADS_3

Suasana di Mansion keluarga Raharja malam ini sangat jauh berbeda dari hari-hari biasa yang selalu terlihat sepi. Sedangkan hari ini suara riuh rendah dari 5 balita yang mempunyai jarak usia dekat itu menghiasi ruangan makan berukuran sangat luas dengan meja sangat panjang yang dilengkapi banyaknya kursi kayu untuk tempat duduk. Bahkan ada kursi yang memang dirancang khusus sebagai tempat duduk dari 5 cucu kesayangan keluarga Raharja tersebut.


Tentu saja hal itu adalah ide dari kakek dan nenek yang tak lain Abymana dan juga Qisya untuk memudahkan cucu-cucunya saat makan di ruangan makan. Agar posisinya sejajar dengan meja kayu panjang itu. Meskipun mereka tidak pernah makan sendiri, tapi disuapi oleh orang tuanya. Dan hari ini menjadi momen yang paling membahagiakan. Karena 1 orang bisa menyuapi balita itu dengan adil.


Kalau biasanya Arthur dan Salsabila yang menyuapi anak-anaknya, tapi kali ini tiap 1 orang bisa menyuapi 1 balita itu tanpa harus berebut. Abymana memilih cucu sulungnya Arkha, sedangkan Qisya menyuapi cucu bungsunya yang paling kecil berusia 1 tahun, dengan alasan Queen dan Aditya akan kesusahan menyuapi bayi berusia 1 tahun karena tidak terbiasa, yakni Adhiatma dan Adhinata. Queen lebih memilih menyuapi Arsha dan Aditya menyuapi Alesha.


Terakhir adalah Salsabila yang menyuapi anaknya yang paling terakhir, yaitu Adhinata. Sementara itu, Arthur hanya menatap satu persatu dari keluarganya yang sudah sibuk menyuapi anak-anaknya dengan seulas senyum terbit dari wajahnya. Rasa haru sekaligus bahagia terpancar sangat jelas dari wajahnya yang tampan saat melihat kebahagiaan yang ada di ruangan makan itu.


"Rasanya sangat membahagiakan sekali saat melihat kebahagiaan ini. Apalagi jika nanti anakmu lahir ke dunia dan bisa melihat indahnya dunia ini, Queen. Kamu sudah sangat cocok menjadi seorang ibu." Arthur beralih mengarahkan tatapannya pada adik iparnya, "Kamu pun sangat lihai saat merayu putriku untuk mau membuka mulutnya, Aditya. Padahal sebenarnya dia sangat susah lho dekat dengan orang yang masih belum dikenalnya. Apalagi jika disuapi oleh orang yang belum pernah menyuapinya, Alesha pasti hanya akan menutup mulutnya."


Aditya yang sibuk mengajak mengobrol balita perempuan yang berusia 3 tahun itu hanya tersenyum tipis dan kembali mengarahkan sendok makan kecil itu ke mulut Alesha. "Pinter sekali ya Alesha yang cantik." Kemudian ia menoleh ke arah Arthur yang terlihat tengah mengunyah makanan di mulutnya.


"Alhamdulillah, Brother. Entah kenapa setiap anak kecil selalu menyukaiku, karena setiap aku gendong pasti mau. Apalagi aku terbiasa membantu adik dari ayah yang masih mempunyai anak berusia 5 tahun. Dan sepertinya itu pun berlaku juga pada istriku," ucap Aditya yang melirik ke arah Queen yang sangat menikmati kegiatannya menyuapi Arsha dengan sesekali bercanda tawa. Bahkan makanan yang berada di piring sudah hampir habis.

__ADS_1


"Semoga istriku bisa menjadi sosok ibu yang baik untuk anak-anaknya, dan tidak seperti ...." Aditya tidak melanjutkan perkataannya karena merasa sangat berdosa jika sampai mengeluarkan kalimat buruk atau mengumpat wanita yang melahirkannya. "Maafkan aku, kenapa aku tiba-tiba mengingat ibu kandungku."


Semua orang sontak menatap ke arah Aditya yang terlihat seolah tersenyum hanya untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Rasa iba dirasakan oleh semua orang, terutama oleh Queen yang langsung menghentikan kegiatannya dan menaruh sendok berukuran kecil di tangannya.


"Sudahlah My hubbiy, jangan merusak kebahagiaan kita di keluarga ini dengan menyebut nama Tante Nayla." Queen melirik ke arah sang ayah mertua yang duduk di sebelah daddy-nya. "Bukankah Ayah setuju dengan pemikiranku? Ayah juga sangat tidak menyukai wanita jahat itu bukan?"


Refleks Boby Syaputra langsung tersedak saat mengunyah makanannya. "Uhuuk ... uhuuk ...."


"Astaghfirullah, hati-hati." Abymana langsung meraih air putih di sebelahnya dan menyerahkannya pada besannya. "Minum dulu!"


Qisya mendelik tajam ke arah putrinya karena membuat mertuanya langsung tersedak makanan gara-gara mengungkit wanita yang merupakan mantan istri dari besannya. "Lebih baik, kita makan dengan tenang tanpa membahas apapun di ruangan ini. Khususnya kamu Arthur, kalau makan ya tinggal makan saja. Jangan banyak bicara di ruang makan! Bukankah itu adalah hal yang tidak baik dalam perihal adab dalam makan dan minum? Bukankah begitu, Aditya?"


"Benar Ma, aku pun minta maaf karena telah membuat ruangan makan ini jadi canggung seperti ini," ujar Aditya dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Kamu tidak salah, My hubbiy karena yang salah adalah ... ah sudahlah! Tidak perlu dilanjutkan, lebih baik kita segera makan. Lagipula para little princess dan little prince sudah selesai makan semua. Biarkan para baby sitter yang mengajak mereka main." Queen melambaikan tangannya pada 5 Baby sitter yang tadi sudah disuruh makan terlebih dahulu dan setelah itu standby di dekat para putri dan pangeran menggemaskan itu. "Kalian ajak keponakanku main di ruangan bermain."


"Baik Nona muda," jawab 5 wanita berseragam pink itu seraya menggendong satu persatu para balita dan berlalu pergi meninggalkan ruangan makan setelah berpamitan pada semua orang.


"Queen benar, lebih baik kita makan dengan tenang. Aku pun meminta maaf jika telah membuat suasana menjadi tidak nyaman," sahut Arthur yang terlihat sangat menyesali perkataannya. Meski sejujurnya di dalam hati, ia sangat penasaran dengan cerita dari masa lalu mertua adiknya tersebut.


"Tidak apa-apa, Nak Arthur dan Queen. Lagipula keburukan dari ibu kandung Aditya bukanlah sebuah rahasia umum lagi. Untuk itu, besok aku ingin ikut ke pengadilan untuk menemani putraku agar tidak sampai terpengaruh pada mulut manis wanita itu. Putraku terlalu baik dan mempunyai hati yang suci murni tanpa pernah suudzon pada orang lain meskipun dijahati sekali pun."


Sebagai seorang Ayah, aku ingin melindungi putraku dari orang-orang yang menjahatinya. Meski itu adalah saudara tirinya sekali pun. Jadi, ijinkan aku besok untuk ikut bersama Anda ke pengadilan, Tuan Abymana dan Queen. Kalian tidak merasa keberatan bukan?"


Abymana refleks langsung menepuk bahu kokoh besannya. "Sama sekali tidak keberatan, tentu saja kamu besok boleh ikut untuk menemani putramu. Mungkin Nayla dan suaminya tidak akan berani untuk mendekati Aditya besok jika ada banyak orang yang melindungi menantuku yang luar biasa ini."


"Daddy dan Ayah benar, suamiku memang adalah seorang pria yang luar biasa," ucap Queen dengan mengarahkan 2 jempolnya pada pria-pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Bahkan aku dulu adalah wanita paling jahat yang selalu menghina dan menyakiti pria luar biasa ini. Dia tidak pernah marah saat aku mencaci makinya dan bahkan sampai mengusirnya di hari pertama setelah menikah. Jika orang lain, mungkin aku sudah berakhir bercerai di hari pertama menikah. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku yang terlalu banyak ini. Semoga aku bisa menjadi seorang istri yang shalihah dan juga ibu yang baik untuk anak-anak kami kelak," batin Queen.


TBC ...


__ADS_2