
Kalimat mutiara dari Queen, seolah angin surga yang berhasil menenangkan kegundahannya karena memikirkan adik tirinya. Sudut bibirnya terangkat ke atas dan membuat seulas senyuman terbit dari wajahnya. Aditya tidak berhenti mengusap jemari lentik yang masih saling menaut karena dari tadi tidak dilepaskannya. Bahkan ia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya pada wajah cantik sang istri yang menurutnya adalah wanita paling cantik di dunia.
"Sayang, kenapa sekarang kamu pintar menggombal? Kata-katamu tadi benar-benar telah meluluhlantakkan hatiku hingga menjadi serpihan cinta yang sangat kuat untukmu," bisik Aditya di daun telinga wanita yang terlihat tersenyum semanis madu. "Bahkan senyumanmu itu lebih manis dari madu, Sayang."
Awalnya Queen hanya terkekeh, tetapi ia merasa ingin menyampaikan sesuatu untuk menanggapi perkataan dari pria yang sudah terlihat tidak se-tegang tadi dan lebih rileks. "Sadarlah, My hubbiy."
"Sadar? Apa kamu menganggap aku sedang tidak sadar saat ini, Sayang?" tanya Aditya dengan sorot mata penuh tanda tanya.
"Iya, karena kamu melupakan sebuah hal yang sangat penting," ujar Queen dengan sangat tegas.
"Apa itu?" tanya Aditya dengan raut wajah penuh pertanyaan.
"Karena kamu yang mengajariku menjadi seperti ini, bukan? Aku jadi pintar merayu, karena kamulah gurunya," ucap Queen dengan terkekeh. Namun, ia refleks meringis saat merasakan lengannya terasa nyeri akibat sebuah cubitan dari wanita yang tak lain adalah sang mommy.
"Bukannya mendengarkan putusan hakim, malah kamu sibuk sendiri dengan perkataan konyolmu itu, Queen. Bahkan hakim sudah mengetuk palu sebanyak 1 kali untuk mengakhiri putusannya dan menanyakan kepada terdakwa, apakah menerima putusannya atau menolak.
Reynaldi refleks memberikan sebuah kode kepada pengacaranya agar mendekat dan memberitahukan bahwa ia sangat keberatan dengan putusan hakim. Ia sudah tidak mendengarkan nasehat dari mamanya untuk menerima dengan ikhlas putusan dari hakim. Karena mendengarnya saja sudah membuatnya merasa stres, apalagi jika sampai benar-benar berakhir di penjara selama 7 tahun.
Begitu pengacaranya berada di sebelahnya, Reynaldi mulai mengatakan semua keinginannya. "Aku berubah haluan dan tidak akan menuruti perintah dari Mama. Ajukan banding agar hukumanku bisa dikurangi. Aku pun bisa membayar denda untuk mengurangi masa hukuman," ucap Reynaldi dengan tatapan tajam pada pengacaranya.
__ADS_1
2 pengacara yang sudah paham dan mengerti tentang keinginan dari Reynaldi, menganggukkan kepalanya dan langsung melaksanakan perintah tersebut dengan mengajukan banding.
Sementara itu, Nayla sama sekali tidak menyangka jika putranya tidak menuruti semua perintahnya. Akan tetapi, suara tegas dari suaminya, membuatnya tidak lagi bisa berbuat apa-apa.
"Aku akan melakukan apapun untuk putraku, bahkan meski semua harta kita habis pun tidak masalah," ujar papa Reynaldi dengan sangat tegas. "Paling tidak, hukumannya bisa berkurang, jadi 1 atau 2 tahun penjara. Aku tidak bisa membayangkan putraku berada di dalam sel yang sangat menakutkan itu selama 7 tahun." Menoleh ke arah pria yang selalu berwajah datar dan tak lain adalah rekan bisnis dan calon besannya yang gagal.
"Tuan Abymana benar-benar melakukan segala cara untuk membuat putraku berakhir di penjara. Jika perlu, aku akan bersujud di kakinya. Ini semua gara-gara pria bodoh yang tidak tahu diri itu. Sudah merebut calon istri dari putraku, sekarang dia seolah menikmati putusan hakim. Sialan."
Queen yang tadinya sempat melirik ke arah samping, bisa melihat tatapan dari papa Reynaldi tengah menatap ke arah sang daddy. Sehingga ia mengeluarkan suaranya, "Dad, sepertinya ada yang akan mengganggu nanti setelah keluar dari sini."
"Daddy sudah tahu, Queen," jawab Abymana yang mengarahkan tangannya untuk menyapa rekan bisnis dan mantan calon besannya.
Aditya ikut menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah pria yang tadi sama sekali tidak mau memandangnya dan terlihat jelas sangat membencinya. "Papa, bisa se-sukses seperti sekarang ini pasti karena hal ini. Tanpa melihat, sudah bisa menilai sesuatu di sekitarnya."
"Akan tetapi, sikap asli menantuku tidak akan berubah sepenuhnya, karena itu merupakan watak aslinya," sahut Qisya dengan penuh keyakinan.
Saat Queen ingin mengiyakan perkataan dari mommy-nya, suara dari hakim yang mengatakan bahwa banding yang diajukan oleh pembela akan ditinjau terlebih dahulu. Dan sang hakim sudah mengakhiri persidangan setelah bunyi ketukan palu sebanyak 3 kali. Sehingga suara dari semua orang yang berada di ruangan sidang mulai riuh rendah begitu para 'wakil tuhan' itu beranjak dari kursinya dan berjalan meninggalkan ruangan persidangan.
Begitu juga dengan Reynaldi yang segera bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya untuk berjalan mendekat ke arah orang tuanya dan berbicara pada papanya.
__ADS_1
"Rey, tidak ingin membusuk di penjara selama 7 tahun Pa, Ma. Karena itulah aku mengajukan banding."
"Papa pun akan melakukan hal yang sama, putraku. Jadi, kita akan berjuang bersama-sama."
"Terima kasih Pa," ujar Reynaldi yang sudah memeluk ke arah papanya dan di saat yang bersamaan, 2 polisi sudah mengatakan padanya bahwa ia harus segera kembali ke tahanan.
"Sudah waktunya Anda kembali!"
"Baiklah." Menatap ke arah wanita yang telah melahirkannya, "Jaga kesehatan Mama dan jangan sampai sakit saat merindukan putra kesayanganmu ini," ucap Reynaldi dengan terkekeh.
Tentu saja perkataan dari putranya tersebut, berhasil membuat Nayla menangis tersedu-sedu karena merasa sangat iba dan tidak tega pada putranya. "Seharusnya Mama yang berkata seperti itu, Putraku." Dengan masih terisak, Nayla memeluk tubuh kekar putranya yang mempunyai tinggi melebihi dirinya. Dan pemandangan dari ibu dan anak yang terlihat sangat menyayat hati itu diperhatikan oleh semua orang.
Termasuk Aditya, Queen, Abymana, Boby Syaputra serta Qisya dan Dewi. Yang paling merasa terenyuh adalah Aditya, saat melihat kasih sayang dari seorang ibu pada anaknya.
"Subhanallah, ternyata ibuku sangat menyayangi Reynaldi. Jauhkan sifat iri ini dariku ya Allah. Karena mungkin Ibu ingin menunjukkan rasa ibanya pada putranya yang berakhir sangat menyedihkan. Aku tidak apa-apa dan tidak boleh merasa iri tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari wanita yang telah melahirkanku," gumam Aditya.
Lamunan Aditya buyar seketika begitu merasakan sebuah sapuan hangat pada kedua pipinya. Sebuah tangan lentik tengah berada di sana dan sibuk mengusap lembut wajahnya. Netra pekatnya seketika ber-sitatap dengan manik kecoklatan milik sang istri.
"Tidak perlu melihat sebuah kebahagiaan semu, My hubbiy. Karena kebahagiaan sejatimu ada di sini," sahut Queen yang sudah mengarahkan tangan Aditya ke perut datarnya. Karena ia merasakan rasa sakit yang amat mendalam saat melihat suaminya yang terluka. Sehingga ia memilih untuk menghibur pria yang sangat dicintainya itu dengan menyebut anaknya.
__ADS_1
"Tunjukkan kasih sayangmu sepenuhnya pada kami tanpa melihat ke arah lain yang tidak penting," ujar Queen dengan suaranya yang tegas.
TBC ...