Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Gubuk derita


__ADS_3

Queen menetralkan nafasnya yang memburu akibat menahan kemarahannya, tentu saja dirinya sangat sadar bahwa dirinya tidak bisa melampiaskan amarahnya pada pria di depannya yang masih memegang tangannya. Akhirnya dirinya berusaha menampilkan senyuman palsunya dan menjawab perkataan dari pria yang sudah di bayarnya itu.


"Baiklah ... baiklah Sayang, aku akan berusaha untuk menjadi seorang wanita yang baik dan bersikap manis di depan Brother dan kakak ipar. Apa kamu bisa melepaskan tanganmu? Apa sekarang aku boleh mengganti gaun pengantin ini Sayang? Karena aku sangat risih sekali memakai bahan brokat ini."


Aditya yang baru menyadari perbuatannya yang memegang tangan Queen, langsung melepaskan genggaman tangannya. "Maaf Queen, aku tidak bermaksud untuk mencuri kesempatan dengan memegangmu. Aku hanya ingin menasihatimu, agar bisa bersikap lebih baik pada Mommy dan Kakakmu. Hanya itu, jadi jangan salah paham padaku. Maaf ... kamu bisa mengganti pakaianmu sekarang!"


Dengan masih berpura-pura menampilkan wajah dengan senyumannya yang manis, Queen mulai menanggapi perkataan dari pria yang sangat di bencinya, "Tidak masalah Sayang, jadi tidak perlu meminta maaf padaku. Karena aku tidak marah kok."


Aku memang tidak marah, tapi rasanya saat ini aku ingin langsung mencekik lehermu itu. Astaga ... sampai kapan aku harus berpura-pura di depan Mommy dan Kakakku. Aku bahkan sangat mual saat memanggilnya Sayang. Ya ampun ... ini benar-benar sudah membuat aku gila.


Setelah puas merungut di dalam hatinya, Queen mulai melangkah masuk ke dalam ruang ganti dan menutup pintu tersebut.


Begitu Queen menghilang di balik pintu, Aditya yang merasa sangat terkejut karena di tepuk dari belakang oleh wanita yang merupakan calon mertuanya itu seketika menoleh untuk menatap wajah cantiknya.


"Kamu harus sabar dalam menghadapi sikap Queen yang selalu seenaknya Aditya! Aku sangat percaya bahwa kamu pasti bisa merubah sifat buruk putriku, karena kamu tipe pria yang sangat sabar. Dan aku yakin pasti kamu bisa mengayomi dan merubah putriku. Aku serahkan putriku padamu Aditya," ucap Qisya dengan menepuk bahu kokoh calon menantunya.


"Nyonya, jangan terlalu menaruh harapan padaku. Karena aku pun tidak tahu apakah aku bisa merubah sifat Queen yang memanglah sangat arogan. Mungkin aku hanya bisa memohon pertolongan pada Tuhan yang lebih bisa merubah hati manusia dengan mudahnya. Meskipun begitu, aku akan berusaha untuk menjadi seorang suami yang baik untuk Queen."


"Meskipun Queen hanya menganggap pernikahan ini hanyalah sebuah sandiwara, tapi demi Allah saya tidak pernah sedikitpun untuk mempermainkan sebuah ikatan suci pernikahan. Karena saat saya mengucapkan janji suci pernikahan saat Ijab Qabul, itu merupakan sebuah janji yang harus saya pertanggungjawabkan pada Tuhan. Dan insya Allah saya akan selalu berusaha untuk membahagiakan Queen dengan sepenuh hati."


"Aku percaya padamu Aditya," Qisya beralih menatap ke arah putra dan menantunya, "Kalian berdua juga percaya pada adik ipar kalian bukan?"


Salsabila refleks mengacungkan jempolnya, "Tentu saja kami berdua percaya Mom. Queen akan bahagia memiliki seorang suami seperti Aditya, karena dia bukanlah tipe pria yang munafik. Queen sangat beruntung mendapatkan seorang pria yang suci sepertinya. Semoga Queen cepat menyadari ketulusan hati seorang Aditya," beralih menatap ke arah pria yang merupakan Daddy dari anak-anaknya, "Bukankah begitu Sayang?"


Arthur refleks menganggukkan kepalanya, dan mulai berjalan menuju ke arah pria yang akan menikahi adik kesayangannya, "Aku memang sangat mendukungmu Aditya dan aku pun tidak meragukan ketulusanmu," beralih mendekatkan bibirnya ke daun telinga Aditya, "Akan tetapi, kamu pertimbangkan tawaranku yang tadi, maksudku mengenai obat perangsang. Jika kamu berhasil meniduri adikku satu kali saja, aku yakin si putri arogan itu akan langsung takluk padamu."


Aditya refleks mengusap dadanya begitu mendengar perkataan bernada vulgar dari Kakak iparnya yang menurutnya sangat konyol. Hanya sebuah gelengan kepala yang menjadi jawaban dari perkataan Arthur, kemudian dirinya menepuk bahu kokoh sang Kakak ipar, "Aku mau mencoba pakaian untuk acara besok dulu "

__ADS_1


Arthur yang geleng-geleng kepala, menatap siluet pria yang sudah berjalan masuk ke dalam ruangan ganti itu hanya bisa mengumpat kebodohan dari pria yang akan menjadi adik iparnya tersebut.


Astaga ... seumur hidup, aku baru menemukan pria langka sepertinya. Sebenarnya Aditya bodoh apa terlalu lugu? Sabar ... sabar Arthur, kamu bisa bersabar menghadapi si little Queen, kamu pasti bisa bersabar menghadapi si manusia langka dari planet lain ini.


Qisya dan Salsabila menatap ke arah pria yang terlihat tengah melamun itu, kemudian sama-sama mengeluarkan suaranya untuk menghilangkan rasa penasarannya, "Apa yang kamu katakan pada Aditya?"


Lamunan Arthur seketika buyar begitu mendengar suara dari dua wanita yang sangat di sayanginya, "Bukan apa-apa, ini masalah laki-laki, jadi perempuan tidak boleh tahu."


"Jangan meracuni pikiran bersih dari Aditya dengan pikiran burukmu Arthur! Mama tidak mau menantu idaman Mama berubah tengil sepertimu."


Salsabila refleks menimpali perkataan dari Mama mertuanya, "Benar apa yang di katakan oleh Mama. Kamu jangan mencoba mempengaruhi pikiran dari Aditya, apalagi dengan ide-ide konyolmu yang selalu membuat semua orang sakit kepala."


Queen yang baru saja keluar dari ruangan ganti, langsung menghampiri tiga orang yang sangat di sayanginya, "Memangnya ide konyol apa Kakak ipar?"


"Tahu tuh, Abangmu pun tidak memberitahukan ide konyolnya padaku. Kamu tanya sendiri gih!" jawab Salsabila dengan mengarahkan dagunya ke arah sang suami.


Lalu Queen mengarahkan tinjunya ke arah lengan saudaranya, "Jangan berbuat macam-macam di belakangku Brother! Aku sangat tidak suka ada orang yang mencampuri urusan pribadiku. Jadi, jangan mencampuri urusan rumah tanggaku nanti!" beralih menatap ke arah sang Mommy, "Oh ya ... Mom, rencananya aku ingin tinggal di rumah sendiri nanti setelah menikah! Karena kami ingin hidup mandiri, tanpa ada yang mengganggu. Bukankah pengantin baru selalu ingin berduaan dan tidak suka di ganggu?"


Sontak saja perkataan dari Queen membuat tiga orang tersebut sama-sama bersitatap, seolah memberitahu bahwa apa yang ada di pikiran mereka sama.


"Jadi kamu ingin tinggal sendiri setelah menikah nanti?"


"Iya Mom."


"Kalau begitu nanti Mommy bilang saja pada Daddy mu itu untuk menghancurkan Mansion keluarga Raharja yang besar itu! Karena tidak ada yang ingin tinggal di sana!"


"Astaghfirullah Ma, jangan bicara seperti itu! Mansion adalah istana dari keluarga Raharja, jadi jangan di hancurkan Ma," rayu Arthur pada sang Mama.

__ADS_1


"Iya, Mommy apa-apaan sih, kan hanya sementara. Nanti setelah aku bosan tinggal di rumah sendiri, maka aku akan balik lagi ke Mansion," Queen memegangi lengan sang Mommy untuk merayu wanita tersebut agar mau menuruti kemauannya.


"Dulu Kakakmu bilang ingin tinggal di rumah sendiri, sekarang kamu juga mau ikut-ikutan! Makanya lebih baik Mommy hancurkan saja Mansion keluarga Raharja, daripada Mommy dan Daddy mu tinggal di istana sebesar itu sendirian."


"Kami berdua tidak akan pergi kemana-mana Nyonya. Setelah menikah, aku dan Queen akan tinggal di Mansion keluarga Raharja. Bukan apa-apa, seharusnya Queen ikut tinggal bersama suaminya setelah menikah. Namun karena saya bukanlah berasal dari keluarga yang kaya, jadi saya tidak mungkin mengajak Queen tinggal di rumah saya yang kecil," ucap Aditya yang baru saja keluar dari ruang ganti.


Sontak saja empat orang yang sedang membahas masalah serius itu langsung menoleh ke arah Aditya yang terlihat sangat tampan memakai setelan jas berwarna hitam putih itu.


Queen menatap Aditya dengan tatapan intens, seolah dirinya tengah menilai penampilan yang pria yang telah di bayarnya itu.


Tampan juga dia saat memakai jas seperti ini. Paling tidak dia tidak malu-maluin aku jika sampai media mencium kabar pernikahan kami.


Lamunan Queen seketika buyar saat mendengar suara dari sang Mommy.


"Mommy akan mengijinkanmu keluar dari Mansion untuk hidup mandiri."


Seketika wajah Queen terlihat sangat berbinar, "Benarkah Mom? I love you Mommy," mencium pipi wanita yang sangat di sayanginya.


"Dengan satu syarat."


"Syarat apa Mom?" dengan wajah penuh dengan sorot pertanyaan.


"Kamu harus tinggal di rumah Suamimu, karena sudah menjadi kewajiban seorang Istri untuk mengikuti kemanapun suami pergi."


Tentu saja perkataan dari sang Mommy membuat Queen membeliakkan bola matanya, "Apaaaaaaaaa?!! Aku harus tinggal di rumah Aditya? Itu sama saja Mommy mengirimku untuk tinggal di gubuk derita Mom."


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2