Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Mempertanggungjawabkan perbuatan


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu, suasana di dalam kamar Dewi benar-benar sangat panas saat terjadi perkelahian hebat antara Reynaldi yang berpenampilan setengah telanjang dan Leo yang terlihat sangat murka saat melihat Dewi hanya menggunakan handuk ditubuhnya. Ia awalnya tadi ingin meminta nomor handphone Dewi agar mudah untuk berhubungan dengan wanita yang harusnya dilindunginya. Namun, semuanya gagal setelah melihat ada sosok pria di kamar Dewi.


Sehingga saat ia mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, membuatnya merasa curiga. Namun, ia tadinya akan pergi, tetapi begitu mendengar samar-samar suara teriakan dari Dewi, ia langsung mendobrak pintu. Alhasil, perbuatannya itu mengundang perhatian dari beberapa warga sekitar yang langsung datang.


Saat berhasil, ia langsung memberikan sebuah pelajaran pada Reynaldi yang juga melawannya. Sedangkan beberapa orang yang datang, melerai pertikaian di antara keduanya. Sehingga Leo memutuskan untuk menghubungi tuan mudanya. Namun, tidak diangkat dan malah dinonaktifkan. Sehingga Leo memilih untuk menghubungi tuan muda utama, yaitu Arthur dan menceritakan duduk perkaranya.


Dan saat ini, kontrakan Dewi sudah dipenuhi oleh beberapa orang yang menjadi saksi dari pertikaian 2 pria tersebut. Bahkan tanpa malu, Reynaldi masih hanya menggunakan handuk sebatas pinggang yang menampilkan tubuh sixpack-nya.


Wajah babak belur di antara keduanya, menunjukkan bahwa Reynaldi dan Leo sama sekali tidak menyerah saat tadi saling menyerang dengan pukulan demi pukulan.


Reynaldi menghapus darah di sudut bibirnya sebelah kiri dan menatap kesal Leo. "Sebenarnya apa urusanmu ikut campur pada kesenanganku? Kami sedang bersenang-senang, tetapi kau tiba-tiba mengacaukan semuanya."


"Dasar pria berengsek! Tidak tahu malu, pakai bajumu, baj*ngan!" teriak Leo yang merasa sangat murka pada pria yang sama sekali tidak mempunyai malu saat ketahuan berbuat mesum oleh para warga.


Sementara itu, Dewi yang merasa sangat shock, karena sangat malu pada para tetangga, membuatnya mengunci diri di dalam kamar mandi dan tidak mau keluar. Tentu saja saat ini ia berjongkok di lantai dan membenamkan wajahnya sambil menangis tersedu-sedu, karena mengalami hal paling memalukan sepanjang sejarah hidupnya.


"Kenapa nasibku seperti ini? Aku benar-benar sudah tidak mempunyai muka lagi di depan orang-orang. Aku harus segera pergi dari sini dan mencari tempat lain untuk tinggal. Atau aku kembali saja ke Bali agar tidak bertemu dengan pria psyco itu lagi," lirih Dewi di dalam hati.


Saat Dewi sibuk menangis, ia mendengar suara bariton dari seseorang yang sangat dihafalnya. Dia adalah sosok pria yang sangat dikagumi sekaligus dicintainya diam-diam. Dengan buru-buru, ia sibuk menghapus bulir bening air mata yang menganak sungai di wajahnya. Tidak hanya itu, Dewi memakai pakaian kotornya kembali karena tidak mungkin ia keluar kamar hanya dengan terbalut handuk.


Saat ia berpakaian, bisa dilihatnya celana panjang berbahan katun dengan warna hitam dan kemeja lengan pendek berwarna putih di sebelahnya. Ia mengepalkan tangannya dan meraih pakaian itu, lalu menginjak-injaknya.


"Pria berengsek! Aku sekarang tidak mempunyai muka di depan semua orang gara-gara bajingan sepertimu!" Dengan sangat marah, Dewi sudah membuat pakaian yang awalnya sangat licin itu menjadi tidak sangat mengenaskan karena kusut.

__ADS_1


Samar-samar, Dewi mendengar percakapan antara Arthur dan beberapa tetangga yang membahas kejadian buruk itu. Namun, jantungnya berdetak sangat kencang begitu mendengar salah satu orang paling berpengaruh yang merupakan ketua RW tengah menyebutkan sebuah jalan keluar.


"Lebih baik segera nikahkan mereka, agar tidak mempermalukan keluarga," ucap pria paruh baya dengan rambut yang sedikit memutih tersebut.


Leo yang merasa bingung, sama sekali tidak bisa menanggapi perkataan dari ketua RW di dekat kontrakan Dewi. Karena ia sendiri pun tidak mungkin menyuruh wanita yang masih bersembunyi di dalam kamar mandi itu keluar. Sehingga ia hanya memilih diam dan menatap tajam wajah lebam Reynaldi yang hanya tersenyum menyeringai kepadanya.


Sementara itu, Arthur dan Aditya tiba di kontrakan Dewi hampir bersamaan. Disusul dengan Dave yang juga tiba beberapa saat kemudian dan saat ini mereka berkumpul di kamar Dewi karena Reynaldi terlihat masih sangat santai duduk di atas ranjang wanita malang itu.


"Kamu benar-benar keterlaluan, Rey!" hardik Arthur yang sudah mengarahkan tatapan tajam dan berniat untuk mengarahkan pukulannya, tetapi Aditya menahan tangannya.


"Biarkan aku yang bicara padanya, Bang. Tolong kalian keluar sebentar!" ucap Aditya yang dari tadi menatap penampilan tidak sopan adik tirinya saat tidak merasa malu pada semua orang.


Saat semua orang hendak keluar, Reynaldi bangkit dari ranjang dan mengeluarkan suara baritonnya. "Tidak ada yang perlu dibicarakan. Aku akan bertanggungjawab atas perbuatanku. Jadi, jangan mengeluarkan petuahmu, Abangku tersayang. Aku akan menikahi wanita yang aku cintai. Kalian semua puas, kan?"


"Aku tidak akan gila menikah dengan pria psyco sepertimu!" Dewi benar-benar merasa tidak tahan lagi dan tidak bisa diam.


Reynaldi hanya tertawa saat melihat kemurkaan dari wanita yang sangat dibencinya. "Kalian lihat, kan? Wanita ini sama sekali tidak ingin menikah karena hanya ingin menjalani hubungan tanpa status. Tentu saja kami bercinta atas dasar suka sama suka."


"Diam, kau pria baj*ngan!" teriak Dewi dengan tangan mengepal. Bahkan ia yang sudah tidak bisa menahan diri lagi, berniat menampar wajah pria yang memiliki wajah tampan, tetapi sangat memuakkan baginya.


Namun, tangan Dewi ditahan oleh Arthur yang mencoba menenangkan kemarahannya. "Dewi, jangan lakukan itu! Kamu harus memikirkan nama baikmu dan harga dirimu. Lebih baik kalian menikah saja."


Dewi menghempaskan tangan kokoh yang menahan pergelangan tangannya. Rasa sakit yang dirasakannya semakin bertambah besar saat pria yang diam-diam dicintainya itu mendorongnya untuk masuk ke dalam lembah penderitaan tanpa memikirkan perasannya.

__ADS_1


"Anda sama sekali tidak berhak untuk mengatur hidupku, Tuan muda Arthur!"


Aditya merasa sangat bersalah pada Dewi, karena telah gagal melindungi sosok wanita yang berjasa padanya. Namun, ia merasa sangat bertanggungjawab pada Dewi dan harus menyelesaikan masalah yang dibuat oleh adiknya.


"Dewi, aku tahu kamu tidak menyukai Rey, tetapi ini semua demi kebaikanmu. Kalian berdua harus menikah. Rey akan berubah setelah menikah denganmu. Aku yakin itu."


Perasaan hancur yang dirasakan Dewi semakin terasa saat mendengar perintah dari pria yang sangat dikaguminya selama ini. "Bahkan Anda pun berkata demikian? Padahal saya pikir, Anda akan jauh lebih bijak dari yang lainnya. Ternyata saya salah!"


"Astaga, jika kau tidak mau, aku sangat senang. Karena sudah menikmatimu dan tidak perlu repot-repot untuk bertanggungjawab." Tanpa memperdulikan semua orang, khusunya Dewi, Rey berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk kembali berpakaian.


Namun, begitu ia melihat pakaiannya yang sangat mengenaskan di lantai kamar mandi, membuatnya berteriak dengan sangat kencang.


"Dasar wanita murahan! Kenapa kamu membuat pakaianku seperti ini!"


Dewi hanya tersenyum simpul saat merasa sangat puas berhasil membuat kesal Reynaldi. "Pria berengsek yang sangat memuakkan. Itu hanya sebuah baju, tetapi kau marah berlebihan seperti itu. Bahkan kau membuatku jauh lebih buruk di depan semua orang. Itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kejahatanmu!"


Dewi tidak melanjutkan perkataannya saat mendengar suara dari tetangganya yang baru datang. Bahkan raut wajahnya kini sudah berubah pucat.


"Orang yang akan menikahkan sudah datang."


Aditya sudah berjalan keluar untuk menyambut orang yang akan menikahkan siri adik tirinya dan Dewi. Namun, ia melirik sekilas ke arah wanita yang terlihat sangat pucat tersebut.


"Apapun yang terjadi, kalian berdua harus menikah karena Reynaldi tidak akan berhenti menggangumu. Akan lebih baik kamu sah menjadi istrinya dan Rey bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya."

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2