Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sebuah kebohongan


__ADS_3

Queen menghempaskan dengan kasar tangan Aditya yang terulur ke arahnya, tidak lupa dirinya mengeluarkan taringnya, karena merasa sangat kesal dengan perkataan dari pria yang masih berdiri menjulang di depannya.


"Jangan gila kamu Aditya, apa kamu mau mati! Jangan macam-macam padaku jika kamu masih ingin selamat."


Melihat kemarahan dari Queen, hanya ditanggapi senyuman tipis oleh Aditya. "Sepertinya kamu takut Queen, bukankah benar begitu?"


Queen hanya menatap jengah ke arah pria yang terlihat tengah tersenyum mengejek ke arahnya. "Brengsek!" Lalu ia meraih bantal sofa dan mengarahkannya pada tubuh sixpack Aditya berkali-kali.


"Tenanglah Queen, istighfar. Jadilah seorang wanita yang lemah lembut, agar pria yang kamu cintai itu membalas cintamu!" Aditya menahan bantal sofa yang dibawa oleh Queen.


'Sepertinya aku harus membohongimu agar kamu merasa nyaman berbicara denganku, Queen. Hanya dengan cara ini kamu bisa bersikap biasa padaku. Ampuni aku ya Allah, aku hanya ingin membuat istriku merasa nyaman saat bersama denganku.' Batin Aditya.


Queen mengerutkan keningnya begitu mendengar perkataan dari Aditya. "Siapa? Maksudmu my hot daddy? Apa kamu sedang mengejekku, karena tidak bisa mendapatkan pria yang aku cintai?"


Aditya langsung menggelengkan kepalanya dan mulai mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. "Jika kamu ingin mendapatkan pria itu, maka rubahlah sikapmu yang sangat arogan itu, Queen! Aku akan membantumu untuk mendapatkan hot daddy-mu itu."


"Kamu ingin membantuku? Apa kamu sedang bermimpi? Ataukah kepalamu tadi sedang terbentur sesuatu, sehingga kamu kini berubah gesrek?" ucap Queen yang tersenyum sinis pada Aditya.


"Apa yang kamu katakan tadi benar Queen, aku memang tidak normal." Akhirnya kalimat kebohongan itu lolos dari mulutnya, ia menatap ekspresi wanita yang berada di depannya.


Ampuni aku ya Allah.


"Apa maksudmu? Apakah kamu mau bilang kalau kamu benar, Gay? Jadi karena itulah kamu sama sekali tidak tertarik saat melihatku telanjang tadi?" tanya Queen dengan tatapan penuh dengan sorot mata penasaran.


Anggukan kepala darinya menandakan jawaban atas pertanyaan dari wanita yang hanya berjarak beberapa centi darinya. "Sekarang kamu tenang, kan Queen? Karena itulah kamu bilang akan membantuku untuk dekat dengan my hot daddy?"


Lagi-lagi Aditya menganggukkan kepalanya. "Sekarang kamu bisa tenang dan tidak usah merasa takut padaku, karena aku tidak akan pernah tertarik padamu, apalagi menyentuhmu."


Untuk sesaat, Queen mencoba menelaah perkataan dari pria yang saat ini sudah kembali mendaratkan tubuhnya yang kekar di sofa yang agak jauh darinya. Hal pertama yang ia ingat adalah sosok wanita yang tak lain adalah Sabrina yang sudah lama dekat dengan Aditya. Karena merasa sangat penasaran dengan hal yang ingin diketahuinya, akhirnya Queen tidak bisa menahan lebih lama lagi pertanyaan yang ada di kepalanya.

__ADS_1


"Apakah Sabrina tidak mengetahui bahwa kamu adalah seorang Gay? Dan siapa saja yang mengetahui bahwa kamu tidak normal?"


"Tidak ada yang mengetahuinya selain kamu, Queen. Jika kamu tidak menuduhku memperkosamu, mungkin aku akan menyimpan rahasia ini sampai ajal menjemputku. Jika kamu tidak menyebutku Gay tadi, mungkin aku tidak akan berterus terang. Apa kamu pikir mudah mengakui hal yang sangat memalukan ini?"


"Aku dengan terpaksa mengatakan hal yang selama ini aku tutupi agar kamu tidak merasa malu padaku. Karena aku sama sekali tidak tertarik saat melihat tubuhmu yang telanjang."


Queen masih menatap menelisik pada Aditya, seolah ingin menyelami isi kepala pria di depannya. "Benarkah apa yang kamu katakan?"


Aditya menganggukkan kepalanya. "Aku tidak memaksamu untuk mempercayai perkataanku, Queen. Tidak usah melanjutkan pembicaraan ini."


"Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku soal Sabrina. Bukankah kamu berencana menikah dengannya? Bahkan dia bilang akan selamanya menunggumu dan tidak mau menikah dengan pria lain selain dirimu," tanya Queen dengan tatapan tajam.


"Sebenarnya aku ingin berubah menjadi normal dengan cara dekat dengan seorang wanita yang bisa menerimaku saat aku tidak menyentuhnya sama sekali. Kamu tahu sendiri kan kalau di jaman sekarang ini para pasangan kekasih itu selalu melakukan kontak fisik dengan pasangannya, mulai dari bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, bahkan sampai berhubungan intim sebelum menikah."


Sedangkan aku tidak bisa melakukan itu pada seorang wanita. Akan tetapi, Sabrina yang saat itu menyatakan padaku bahwa dia menyukaiku dan sama sekali tidak keberatan jika aku sama sekali tidak menyentuhnya. Aku pikir aku bisa keluar dari zona ini, tapi dengan melihatmu yang sama sekali tidak memakai selembar kain pun di tubuhmu yang menciumku dengan brutal, dan itu tidak membuatku menggaulimu."


"Bukankah itu sudah menjelaskan semuanya? Karena sejatinya, di dunia ini tidak ada satu laki-laki pun yang bisa menahan nafsunya saat ada wanita cantik yang telanjang di depannya dan dengan agresif menyerangnya.


Mendengar penjelasanmu itu, membuatku merasa sangat senang. Dan hal itu membuatku tenang, karena aku tidak perlu merasa khawatir saat kita berada dalam satu kamar. Apalagi saat berada di Mansion nanti yang mengharuskan kita berada dalam satu ruangan yang sama," ucap Queen seraya bangkit dari posisinya dan mulai mengarahkan tangannya pada Aditya.


"Mana ponselmu? Karena ponselku hancur, aku tidak bisa menghubungi seseorang. Aku ingin menghubungi pengacaraku."


Aditya merogoh ponsel di saku celananya dan langsung memberikannya kepada wanita yang masih mengarahkan tangannya untuk meminta. "Memangnya kenapa kamu menghubungi pengacara, Queen? Apakah untuk membicarakan gugatan cerai yang kamu ajukan tadi?"


Refleks Queen menggelengkan kepalanya. "Bukan, aku akan menyuruh pengacara untuk membatalkan gugatan cerai tadi, karena aku tidak akan menceraikanmu. Ini lebih aman daripada daddy menyerahkan Perusahaan Raharja kepadamu, dan ada satu hal lagi alasannya."


"Apa alasan satunya lagi Queen?" tanya Aditya yang saat ini menatap wanita yang sudah mulai mengetik nomor di ponselnya.


"Lebih aman jika aku tetap berstatus sebagai istrimu, agar orang tuaku tidak lagi menjodohkan aku dengan pria lain yang tidak aku cintai. Aku akan tetap menjadi istri palsumu sampai aku mendapatkan my hot daddy."

__ADS_1


Queen mulai berbicara dengan serius pada pengacara pribadinya agar membatalkan gugatan perceraiannya.


Queen 📞 :"Halo, Om Ryan."


Ryan 📞 :"Halo Nona muda Queen, apakah ada sesuatu yang terlupa mengenai gugatan cerai yang Anda ajukan pada Tuan Aditya?"


Queen 📞 :"Batalkan rencana gugatan ceraiku tadi Om, aku tidak akan bercerai dengan suamiku. Apalagi sekarang daddy dan mommy sudah tahu bukan? Om tadi yang mengatakan pada mereka?"


Ryan 📞 :"Maafkan saya Nona muda Queen, karena saya bekerja di bawah perusahaan Raharja yang mempunyai tim IT terbaik dan bisa meretas ponsel saya. Jadi saya lebih baik langsung mengatakan keputusan Anda, daripada saya langsung dijebloskan ke penjara oleh daddy Nona. Karena saya mempunyai anak istri yang harus saya hidupi."


Queen 📞 :"Baiklah ... baiklah, aku bisa mengerti. Sekarang katakan saja pada daddy bahwa aku tidak akan bercerai dengan suamiku. Jadi suruh daddy membatalkan rencana gilanya yang mau menyerahkan perusahaan."


Ryan 📞 :"Baik Nona, saya mengerti."


Queen 📞 :"Oke Om, aku tutup telfonnya. Bye!"


Setelah selesai menghubungi pengacara untuk membatalkan gugatan cerainya, Queen kembali menghubungi seseorang yang tak lain adalah saudara laki-lakinya. Begitu sambungan telefon tersambung, ia langsung mengeluarkan suaranya.


"Belikan aku ponsel yang sama persis dengan ponsel yang dibelikan oleh daddy Azriel. Kalau tidak, aku akan benar-benar menghabisimu, Brother!"


Tanpa mendengarkan jawaban dari saudaranya, Queen langsung mematikan sambungan telefon sepihak dan mengumpat di dalam hati.


Brengsek, gara-gara aku tadi murka pada Brother, sehingga membuatku membanting ponsel yang dulu diberikan oleh my hot daddy Azriel. Mana tadi pesanku belum dibalas lagi. Mungkin sekarang sudah dibalas, tapi aku tidak bisa membacanya. Kira-kira apa balasan dari my hot daddy Azriel ya? Apakah seperti biasanya? Apa dia akan mengucapkan selamat padaku atau merasa kehilangan?


Sedangkan Aditya daritadi tidak berhenti beristigfar di dalam hati atas kebohongan besar yang dia lakukan pada sang istri.


*Ya Allah, ampuni hambamu ini yang telah membohongi istriku sendiri. Aku tahu bahwa sebuah kebohongan itu sangat tidak dibenarkan dalam agama, meskipun dengan tujuan baik sekalipun. Maka ampunilah dosaku ini ya Allah. Hamba hanya ingin membuat istriku tidak merasa malu dan juga tidak membenciku, maupun membenci saudaranya yang telah memberinya obat.


Semoga aku bisa mendekati Queen dan sedikit demi sedikit merubah sikap arogannya saat dia merasa nyaman saat berada di sisiku setelah dia menganggap aku adalah seorang laki-laki yang tidak normal. Semoga aku bisa merubahnya dengan perlahan menyentuh hatinya*.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2