Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Memberikan sedikit pelajaran


__ADS_3

Di sebuah cafe yang berada di area Mall Raharja Group, terlihat seorang pria berparas tampan dengan tubuh sixpack yang tak lain adalah Reynaldi. Dirinya tengah duduk di kursi dengan menikmati espresso yang baru saja di pesannya. Dengan wajahnya yang sangat tampan, membuatnya banyak di lirik oleh kaum hawa yang berada di sekitarnya.


Senyuman mengembang terlihat jelas di wajahnya setelah melihat seorang pria yang tak lain adalah sahabat baiknya bernama Romy baru saja datang dan duduk di hadapannya dan langsung berbicara padanya, setelah sebelumnya menyerahkan amplop coklat yang di bawanya ke hadapannya.


"Rey, aku sudah mengambil foto-foto dari Nona muda Queen seperti yang kamu suruh. Dan ini adalah sebuah kabar buruk, karena ternyata wanita yang tidak jadi di jodohkan denganmu itu besok akan menikah dengan seorang pria miskin. Bukankah ini sangat aneh?" ucap Romy pada sahabatnya.


Reynaldi kini terlihat membuka amplop berwarna coklat yang berada di atas meja dan melihat satu persatu foto-foto itu, "Jadi Nona muda arogan itu menolakku karena laki-laki jelek dan miskin ini?"


Merasa yang di lihatnya adalah sebuah hal yang menurutnya sangat konyol, membuat Reynaldi tertawa terbahak-bahak. "Astaga ... ini sangat merendahkan harga diriku, aku kalah dengan pria jelek dan berasal dari keluarga miskin ini? Nona muda arogan itu bahkan tidak pernah menanggapi saat aku mendekatinya, tapi dia malah akan menikah dengan pria sepertinya?"


Romy yang merasa ada sesuatu hal yang membahayakan, membuatnya menepuk pundak sahabatnya tersebut. Dirinya sangat mengenal dengan baik watak dari seorang Reynaldi yang selalu mengungkapkan kemurkaannya dengan tertawa terbahak-bahak, bukan malah dengan wajah sangar maupun kepalan tangan. Akan tetapi, sebuah senyuman yang menurutnya sangat mematikan. Karena saat sahabatnya tersebut tertawa seperti itu, hal yang membuatnya tertawa itu akan menimbulkan sebuah malapetaka.


"Rey, kali ini jangan berbuat gila pada calon suami dari Nona muda Queen. Karena kali ini yang kamu hadapi adalah calon menantu dari seorang Abymana Wijaya Raharja, apa kamu mau mati jika sampai kamu menyentuh pria miskin itu?"


Mendengar perkataan dari sahabatnya yang mencoba menghentikannya, hanya di tanggapi dengan senyuman menyeringai. "Aku tidak akan menyentuhnya Rom, kamu tenang saja. Hanya saja," mengarahkan jari telunjuknya memutar ke arah gelas espresso yang berada di depannya, "Hanya saja, aku akan membuatnya menyesal pernah di lahirkan di dunia ini. Bagaimana kalau aku buat dia menjadi pria yang tidak berguna?"


Romy memijat pangkal hidungnya begitu mendengar kalimat bernada ancaman dari sahabatnya tersebut, "Sebenarnya apa rencanamu Rey? Bukankah sudah ku bilang jangan menyentuh pria itu, karena jika sampai dua singa itu mengeluarkan taringnya, maka kamu benar-benar akan tamat." Seraya menunjukkan gerakan menyayat leher.

__ADS_1


"Daddy dan juga Brother dari Nona muda Queen itu akan murka jika mengetahui rencana jahatmu ini, jadi lebih baik kamu hentikan rencanamu itu!"


Reynaldi lagi-lagi hanya tersenyum menyeringai dan mulai mengangkat pandangannya pada sahabatnya, "Mereka tidak akan tahu akulah dalang di balik semua ini Rom, hanya aku dan kamu yang mengetahuinya. Apakah kamu mau membantuku? Jika kamu tidak mau, aku bisa menyuruh orang untuk melakukannya."


Romy refleks geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang sudah di kuasai oleh dendam dan amarah, "Lebih baik jangan menyangkut pautkan aku dalam masalahmu ini Rey, karena aku masih sayang nyawaku. Aku tidak ingin sampai mati konyol hanya gara-gara membantumu untuk berbuat gila."


"Baiklah, aku akan menyuruh orang untuk memberikan sedikit pelajaran pada pria ini. Jika aku tidak berhasil memiliki wanita arogan itu, maka aku tidak akan membiarkan ada pria manapun yang menikah dengannya. Belum pernah ada wanita yang menolakku, tapi wanita itu dengan terang-terangan menolak untuk di jodohkan denganku."


"Bahkan kedua keluarga sudah sangat setuju, tapi tiba-tiba si Nona muda arogan itu menolaknya karena beralasan sudah memiliki seorang kekasih. Jika kekasihnya adalah pria yang lebih baik segala-galanya dari aku, mungkin aku bisa menerimanya. Akan tetapi, apa ini?" Reynaldi menghempaskan foto-foto di amplop itu ke lantai dan langsung menginjaknya dengan kakinya.


Romy meraih Mochacino yang baru saja di pesannya, dan mulai menikmatinya tanpa memperdulikan kemarahan dari sahabatnya tersebut. Kemudian meletakkannya kembali ke meja, dan mulai menatap wajah tampan sahabatnya.


"Lalu apa rencanamu?"


Reynaldi terlihat tengah memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, hingga saat dirinya memiliki sebuah ide di kepalanya, ia mulai mengungkapkannya pada sahabatnya yang terlihat tengah bersedekap dada di hadapannya.


"Menurutmu lebih baik mana, kita menculik calon pengantin dan melemparnya ke jurang, atau melakukan tabrak lari?"

__ADS_1


Kalimat yang di ucapkan dengan santai oleh Reynaldi seolah seperti membunuh seekor nyamuk, membuat Romy memijat pelipisnya. "Astaga ... dua-duanya sama-sama bisa membunuh pria itu Bro. Jangan gila kamu! Bukankah kamu hanya ingin memberikan pria itu sedikit pelajaran? Namun jika kamu melakukan hal mengerikan itu, maka nyawa pria itu benar-benar akan melayang Rey!"


Reynaldi hanya terkekeh menanggapi perkataan dari sahabatnya tersebut, "Tenang saja! Aku hanya ingin membuatnya cacat ataupun rusak wajahnya dan kulitnya, itu saja. Dia tidak akan mati, karena seperti yang aku bilang tadi, kalau aku ingin membuatnya menyesal pernah di lahirkan di dunia ini."


"Astaga Rey ... Rey, baru kali ini aku melihatmu merasa terhina karena seorang wanita. Mungkin itu adalah sebuah teguran untukmu, bahwa kesombonganmu itu membuatmu tidak mendapatkan wanita yang kamu inginkan. Harusnya kamu sadar, bukan malah menggila. Bagaimana jika dua singa itu menghabisimu?"


Reynaldi menggelengkan kepalanya, "Itu tidak akan pernah terjadi sebelum pria itu menjadi menantunya. Jadi aku harus melakukannya sebelum mereka resmi menikah, karena jika pria itu cacat, maka Queen tidak akan pernah mau menikah dengannya. Dan tentu saja si nona arogan itu akan kembali padaku dan bersedia menikah denganku."


Romy seketika bertepuk tangan begitu mendengar ide dari sahabatnya tersebut, "Ternyata idemu itu sangat brilian Bro, tapi berhati-hatilah! Karena yang sedang kamu permainkan ini adalah keluarga Raharja yang merupakan orang terpandang dan bukan sembarangan. Salah sedikit saja kamu melangkah, bisa-bisa nyawamu sendiri yang akan melayang. Kamu mengerti apa maksudku kan?"


Reynaldi bangkit dari kursi dan mengarahkan ibu jarinya, "Tentu saja aku mengerti, karena itulah aku akan sangat berhati-hati. Aku pergi dulu, karena aku akan menemui orang yang akan membantuku untuk memberikan sedikit pelajaran pada pria miskin itu."


"Aku pun juga mau pergi, karena tugasku pun sudah selesai, jadi kita pergi sama-sama saja!"


Romy mulai bangkit dari kursi dan berjalan bersama sahabatnya keluar dari cafe menuju ke parkiran untuk mengambil mobil mereka masing-masing.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2