Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Maafkan aku


__ADS_3

Sabrina turun dari taksi, dirinya baru saja tiba di depan Raharja Mall. Kaki jenjangnya mulai melangkah masuk ke area Mall, namun saat dirinya mengedarkan pandangannya, dirinya melihat siluet seorang pria yang sangat di kenalnya. Pria yang merupakan calon suaminya tengah berbicara dengan seorang wanita. Dirinya mulai mengerutkan keningnya, dan menatap dengan intens interaksi dari pria yang sangat berarti di hatinya.


"Mas Aditya sedang berbicara dengan siapa? Kenapa mereka berdua terlihat sangat akrab? Lalu penampilan dari Mas Aditya kenapa bisa berubah serapi itu? Pakaiannya seperti pakaian yang sangat mahal, aneh sekali. Memangnya baru darimana hingga memakai pakaian semahal dan serapi itu. Astaghfirullah ... kenapa tangan wanita itu menepuk-nepuk bahu pria yang bukan muhrimnya? Lalu kenapa Mas Aditya tidak menolaknya?"


"Bukankah wanita itu bukanlah muhrimnya? Kenapa Mas Aditya membiarkan wanita yang bukan muhrimnya menyentuhnya? Sepertinya aku harus berhati-hati dan menjaga calon suamiku dari wanita itu, ini tidak bisa di biarkan."


Sabrina buru-buru mendekati pria yang sangat berarti untuknya dan suara dari wanita yang berada di samping calon suaminya tersebut bisa di tangkap indera pendengarannya.


"Aku sama sekali tidak pernah menyangka ada pria langka sepertimu."


"Calon suami saya memang adalah seorang pria langka dan sangat luar biasa Nona," ucap Sabrina yang sudah berjalan mendekat ke arah Aditya.


Aditya dan Queen seketika menoleh ke arah sumber suara, dan melihat seorang wanita sudah berjalan mendekat ke arah mereka dengan tersenyum manis.


"Sabrina?"


Aditya menatap wajah cantik wanita yang sangat berarti di hidupnya, rasa bersalah mulai di rasakannya. Dirinya merasa sangat tidak tega dan menganggap dirinya adalah laki-laki jahat yang paling berdosa, karena akan memutuskan hubungan yang telah lama mereka jalin.


Sabrina ... maafkan aku, aku sama sekali tidak ada pilihan lain. Tuhan memberikan aku sebuah cobaan, dan aku harus menjalani semua cobaan ini dengan ikhlas. Namun aku harus menyakiti hatimu. Sejujurnya aku tidak bisa melakukannya, tapi aku tidak ada pilihan lain lagi. Ada Ayah yang harus aku selamatkan. Aku adalah pria yang berdosa karena mengorbankanmu demi kepentingan pribadiku. Maafkan aku Sabrina.


Saat Aditya sibuk dengan pikirannya yang sedang berkecamuk karena merasa gelisah, di sisi lain, Queen mengamati sosok wanita yang berada di depannya mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Lumayan juga calon istri asli pria bodoh ini. Namun sayang sekali, dia harus menangis untuk sementara. Karena akan di putuskan oleh kekasihnya, meskipun itu hanya sementara, tapi dia tidak tahu. Hari ini dia pasti akan hancur dan menangis tersedu-sedu, karena sepertinya dia sangat mencintai si pria bodoh ini. Terbukti dia sangat membanggakan calon suaminya. Kasihan sekali kau wanita cantik. Karena untuk beberapa hari ke depan, aku akan menyewa calon suamimu untuk menjadi suami palsuku. Semoga kamu tidak bunuh diri saat Aditya mengakhiri hubungan di antara kalian, gumam Queen.


"Jadi namamu Sabrina?"

__ADS_1


Sabrina menganggukkan kepalanya dan langsung mengulurkan tangannya kepada wanita yang daritadi ingin dirinya ketahui siapa.


"Sabrina."


Queen membalas uluran tangan dari wanita di depannya, "Aku Queen Aqila Wijaya Raharja. Kamu pasti sudah tahu aku bukan?"


Sabrina seketika membulatkan matanya begitu mendengar nama yang sangat tidak asing di telinganya.


"Anda?"


"Ya benar sekali! Pasti kamu sudah sering melihat wajahku di mana-mana bukan? Jadi kamu tidak perlu merasa terkejut begitu."


"Saya tidak pernah menyangka jika bisa bertemu dengan seorang Nona Muda dari keluarga Raharja yang sangat terkenal itu, ternyata Anda aslinya lebih cantik Nona. Maafkan saya karena tidak mengenali Anda, karena saya tidak terlalu menghafal wajah Anda. Yang saya hafal adalah nama Anda yang sangat terkenal, karena merupakan satu-satunya penerus keluarga Raharja yang sukses mengangkat nama negara karena kecerdasan Anda yang menjadi dokter Podiatris terbaik."


"Sebuah kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Anda Nona. Sayangnya saya tidak membawa buku dan pulpen, karena saya ingin meminta tanda tangan Anda jika saya membawanya. Untuk sebuah kenang-kenangan karena bertemu dengan wanita sehebat Anda."


Sedangkan Queen hanya bisa mengumpat kebodohan dari calon istri asli pria yang telah di bayarnya.


Kamu akan menyesali perkataanmu yang sangat memujaku Sabrina. Kasihan sekali nasibmu.


Queen melirik ke arah pria yang saat ini sudah terlihat pucat wajahnya, kemudian dirinya mulai menjawab perkataan dari Sabrina yang sangat memujinya.


"Terima kasih, tapi jangan terlalu memujiku Sabrina. Karena aku tidak mau kamu sampai menyesalinya!"


Sabrina mengerutkan keningnya, dirinya sama sekali tidak mengerti dengan kalimat ambigu dari wanita yang berada di depannya tersebut.

__ADS_1


"Apa maksud Anda Nona Muda?"


"Tanya saja pada dia!"


Queen menunjuk ke arah pria yang berada di sebelah kirinya yang terlihat sudah pucat karena merasa sangat gugup.


Ternyata kamu bisa juga merasa gugup. Ternyata kelemahanmu adalah calon istrimu. Kamu dengan sangat angkuh bilang tidak takut akan apapun atau siapapun. Bahkan kamu tidak takut pada Daddy, tapi sekarang kamu terlihat sangat takut untuk memutuskan hubungan dengan wanita manis ini. Kenapa nasib kalian berdua sangat miris sekali? Jadi aku merasa ada temennya kan jadinya, anggap saja seperti itu. Aku akan menganggap kalian menemani rasa hatiku yang saat ini tengah patah hati. Nasib buruk bagi kalian berdua karena bertemu denganku.


Aditya mencoba menyembunyikan rasa sesak di dadanya, dirinya berpura-pura menampilkan wajah setenang mungkin saat menatap wajah cantik wanita yang sangat berarti di hidupnya.


"Dik Sabrina, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."


Sabrina terlihat serius menatap pria yang berada di depannya, "Iya Mas, aku mendengarnya. Mas Aditya mau berbicara soal apa? Sebenarnya apa semua ini? Kenapa Mas Aditya memakai pakaian mahal serapi ini? Dan kenapa Mas bisa bersama dengan Nona Muda dari keluarga Raharja? Tolong jelaskan padaku Mas!"


Aditya menelan salivanya untuk menetralkan suaranya yang mungkin sudah terdengar sangat gugup.


"Maafkan aku Dik Sabrina."


"Apa maksud Mas Aditya? Kenapa harus meminta maaf padaku?"


"A-aku tidak bisa menikah denganmu Dik, karena aku akan menikah dengan Queen. Maafkan aku, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. Aku mencintai wanita lain, dan dia adalah Queen Aqila Wijaya Raharja. Jadi maafkan aku telah menyakiti hatimu. Semoga kamu kelak menemukan seorang lelaki yang lebih baik dariku, yang mencintaimu dengan tulus. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu Dik Sabrina."


"Sekali lagi tolong maafkan aku karena telah berbuat jahat padamu."


Sontak saja Sabrina langsung melangkah mundur beberapa langkah begitu mendengar kalimat yang sama sekali tidak pernah dirinya pikirkan keluar dari bibir pria yang sangat di percayainya. Pria yang sangat di cintainya dan sangat di kaguminya tiba-tiba saja memutuskan hubungan dan mengatakan akan menikah dengan seorang wanita luar biasa yang sangat di kaguminya. Seketika wajah yang tadinya berbinar itu berubah pucat, suaranya pun seperti langsung tercekat di tenggorokannya.

__ADS_1


"A-apa Mas?!! Kamu mau menikah? Menikah dengan seorang Nona Muda keluarga Raharja?"


Bersambung ...


__ADS_2