Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Pilih mana?


__ADS_3

Setelah puas merungut dan mengumpat di dalam hatinya, Queen mulai mengeluarkan suaranya, dan menatap ke arah pria yang sangat tidak di sukainya itu.


"Sayang, aku minta maaf padamu! Aku tadi benar-benar sedang khilaf, kamu tahu kan kalau orang lagi emosi itu selalu lupa diri. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


Aaaaaaarrrh ... rasanya aku mau muntah rasanya mendengar perkataanku sendiri.


Meski dirinya sangat tahu bahwa permintaan maaf itu tidak tulus dan di lakukan dengan sangat terpaksa oleh wanita yang akan di nikahinya, Aditya menyunggingkan senyumannya dan mulai menanggapi permintaan maaf dari Queen, "Aku sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf padaku Queen."


"Baguslah kalau begitu, jadi masalah ini selesai kan Dad?" ucap Queen seraya menatap ke arah sang Daddy.


"Ada satu hal lagi yang perlu kamu ingat Queen, bersikaplah yang baik pada Suamimu kelak. Karena saat kamu menyandang status sebagai seorang istri, maka restu suami adalah hal utama di dalam hidupmu. Karena Istri yang tidak berbuat baik pada suaminya, akan mendapat laknat dari Allah. Dan aku tidak mau putriku mendapatkan azab, karena menjadi istri yang durhaka pada suami."


"Jadi buang jauh-jauh sikap aroganmu setelah menikah nanti Queen! Sekarang pergilah dengan Aditya untuk menemui calon mertuamu. Mintalah restu padanya sebelum menikah besok, itu adalah sebuah etika yang harus kamu lakukan!"


Setelah mengucapkan titahnya, Abymana beralih menatap ke arah wanita yang di ketahuinya adalah mantan kekasih dari pria yang akan menjadi menantunya, "Ikutlah dengan kami, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu!"


Semua orang tidak mengerti dengan maksud dari pria paling berkuasa itu, hingga suara dari Sabrina mengungkapkan pertanyaannya.


"Memangnya membicarakan apa Tuan? Sepertinya kita sama sekali tidak mempunyai urusan apa-apa? Karena saya sudah menyadari akan posisi saya sebenarnya, bahwa orang miskin seperti saya sama sekali tidak berhak untuk berbicara. Jadi lebih baik saya pergi!" berniat berbalik badan untuk meninggalkan empat orang yang sama-sama membuatnya terluka.


Qisya buru-buru menahan tangan dari Sabrina, "Tunggu Nak, aku harap kamu mau ikut bersama kami. Aku ingin membalas kebaikanmu pada keluarga Raharja, jadi kita bahas masalah ini di restoran sambil makan siang!"


"Daddy dan Mommy apa-apaan sih, sebenarnya apa yang ada di pikiran kalian? Kenapa bersikap baik di depan wanita ini? Memangnya Daddy dan Mommy tidak ada pekerjaan apa?" ucap Queen dengan wajah yang bersungut-sungut, karena merasa sangat tidak suka dengan sikap orang tuanya.

__ADS_1


"Pergilah Queen!! Sebelum Daddy berubah pikiran untuk menikahkanmu dengan pria lain yang tidak mempunyai kekasih. Bukankah kamu telah merebut kekasih dari Aditya, bukannya malah marah-marah seperti ini!" dengan rahang mengeras dan netra pekatnya yang sudah di liputi amarah, Abymana mengeluarkan kemurkaannya.


"Jadi Daddy dulu meminta maaf pada Daddy Azriel saat merebut Mommy?" jawab Queen dengan nada menyindir, seolah ingin membuktikan bahwa dirinya sama sekali tidak bersalah.


Mendapat kalimat telak dari putrinya, membuat Abymana dan Qisya saling bersitatap dan sama-sama memijat pelipisnya, "Astaghfirullah putriku. Kenapa sifat buruk dari Daddy mu, kamu ambil semuanya. Pergilah, sebelum Mommy menjewer telingamu lagi! Mommy benar-benar bisa darah tinggi melihatmu seperti ini."


Merasa dirinya telah menang berdebat dengan sang Daddy, membuat senyum mengembang di wajah Queen, "Mommy ... Mommy, seharusnya Mommy bangga padaku. Karena semua sifatku menurun dari Daddy, bukan menurun dari tetangga kompleks. Mommy aneh-aneh saja kata-katanya. Baiklah, kami berdua pergi dulu Mom, Dad! Terserah kalian mau berbicara apa pada wanita tidak penting ini, aku tidak akan perduli!"


Queen beralih menatap ke arah pria yang daritadi hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun, "Ayo Sayang, kita ke rumah sakit! Aku akan meminta restu pada Ayah mertua."


Aditya hanya menganggukkan kepalanya, dan berpamitan kepada calon mertuanya, "Saya pamit dulu Tuan Abymana dan Nyonya Qisya," beralih menatap ke arah wanita yang pernah berarti di hatinya, "Dik Sabrina, jaga dirimu baik-baik!"


Abymana dan Qisya sama-sama menganggukkan kepalanya, sedangkan Sabrina hanya bisa tersenyum tipis karena di paksakan saat menanggapi perkataan dari pria yang sangat di cintainya.


Sementara itu Aditya terlihat berjalan mengekor di belakang wanita yang sudah berjalan menuju ke arah mobil yang terparkir rapi di tempatnya. Sang supir yang melihat kedatangan dari putri mahkota tersebut langsung membukakan pintu mobil dan membungkukkan badannya, "Silahkan Nona muda dan Tuan Aditya."


Queen tidak langsung masuk ke dalam mobil, tatapan mata tajam di arahkannya pada pria paruh baya yang berada di dekatnya, "Pak Budi."


Pria paruh baya tersebut langsung mengangkat pandangannya dan mulai menatap ke arah majikannya, "Iya Nona muda."


"Apa Pak Budi adalah supir sekaligus mata-mata Daddy? Apa Pak Budi yang mengatakan pada Daddy tentang kejadian hari ini?"


Mendadak raut wajah pria paruh baya tersebut mendadak berubah pucat, suara gugup dan bergetar mulai terdengar, "Maafkan saya Nona muda. Saya tidak bisa menolak perintah dari Tuan besar, yang setiap saat menanyakan perihal tentang Nona."

__ADS_1


"Astaga ... jika aku tidak kasihan pada keluarga Pak Budi, aku sudah memecatmu menjadi supir pribadiku," ucap Queen dengan sangat kesal dan mulai masuk ke dalam, lalu membanting pintu dengan sangat keras. Hingga suara dentuman keras terdengar dan memekakkan telinga.


Aditya yang merasa iba melihat pria paruh baya tersebut mendapat kemurkaan dari calon istrinya, membuatnya mengusap bahu kokoh dari Pak Budi, "Yang sabar Pak Budi!"


"Tidak masalah Tuan Aditya, saya sudah menganggap kemarahan Nona muda Queen hanyalah sebatas kemarahan seorang anak kecil yang sedang merajuk. Sebenarnya Nona muda Queen adalah seorang wanita yang sangat baik, tapi dia berubah semenjak pulang dari Amerika. Sepertinya perasaannya yang terluka yang membuatnya menjadi seperti ini."


Aditya dan Pak Budi menghentikan pembicaraannya saat Queen sudah berteriak setelah membuka kaca mobil, "Pak Budi, cepat masuk!! Jangan meladeni perkataan dari Aditya!"


"Baik Nona muda," jawab Pak Budi dan buru-buru masuk ke dalam mobil untuk segera melaksanakan perintah dari majikannya.


Sedangkan Aditya membuka pintu mobil dan mulai duduk di sebelah Queen, tanpa memperdulikan tatapan tajam dari wanita yang saat ini mendelik tajam ke arahnya.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa duduk di sini? Tempatmu di depan!!" menunjuk ke arah kursi di sebelah sang supir.


"Tuan Abymana tadi berpesan padaku Queen."


Queen mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan ambigu dari pria yang duduk di sebelahnya, "Memangnya Daddy berpesan apa padamu? Apa kamu mau mengancamku menggunakan nama Daddy?"


Gelengan kepala darinya menandakan tebakan dari wanita yang berada di sebelahnya adalah salah, "Tuan Abymana akan menikahkanmu dengan Reynaldi jika kamu masih bersikap sesukanya padaku. Dan aku akan di nikahkan dengan Sabrina. Sekarang kamu pilih mana Queen, menikah dengan Reynaldi? Atau bersikap baik padaku dan menikah denganku? Atau kita akhiri semua ini dan aku menikah dengan Sabrina?"


Queen terlihat sangat kesal begitu mendengar kalimat bernada ancaman dari pria yang sudah di bayarnya itu.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2