
Queen yang daritadi berkutat dengan pikirannya, mulai mengambil sebuah keputusan yang tentu saja sangat bertentangan dengan hatinya. Karena ia merasa sangat gengsi untuk mengiyakan permintaan dari pria yang menurutnya sangat tampan itu terlihat masih membuka kedua tangannya.
Tanpa memperdulikan perbuatan Aditya, Queen naik ke atas ranjang. Jangan minta yang aneh-aneh, karena aku tidak akan menuruti keinginan gilamu itu!"
Aditya akhirnya menurunkan tangannya, netra pekatnya hanya mengamati sang istri yang sudah membaringkan tubuhnya dan memakai selimut. "Bagaimana aku bisa sembuh jika aku tidak mendekati wanita? Bukankah paling aman mendekati istri sendiri? Karena tidak akan berdosa, dan lebih aman."
"Nanti saja kita membahasnya, aku benar-benar sangat mengantuk," jawab Queen yang berpura-pura menguap di depan pria yang masih menatapnya dengan intens.
"Apakah kamu selalu seperti ini pada semua pasienmu, Queen?"
"Seperti ini bagaimana?" jawab Queen masih dengan posisi mata yang terpejam.
"Tidak memperdulikan pasien."
"Mana ada, kamu sama sekali tidak mengetahui aku. Jadi, jangan asal menuduh!"
"Baiklah, aku tidak akan menuduhmu. Lebih baik kita tidur sekarang, meskipun baru kali ini aku tidur setelah sholat subuh, tapi aku akan menuruti permintaan istriku yang minta ditemani tidur."
"Dasar kepedean, memangnya siapa yang minta ditemani?"
"Kamu?"
"Aku nggak minta ditemani, sudah sana pergi joging!"
Jangan pergi ... jangan pergi ... jangan pergi.
"Jadi, benar nih? Kamu nggak minta ditemani tidur? Jadi, boleh dong aku pergi ke acara resepsi pernikahan adik sahabat aku?"
"Itu lagi yang dibahas. Memangnya dia sebaik apa? Apakah kamu benar-benar sangat ingin datang ke sana?"
"Dia sudah seperti saudaraku sendiri, lagipula dia sudah menikah lama. Sekarang memiliki dua anak, anak-anaknya terlihat sangat lucu. Karena dia menunjukkan foto-foto anak-anaknya padaku.
"Baiklah, aku akan mengijinkanmu pergi ke sana. Akan tetapi, dengan satu catatan," ucap Queen yang langsung dipotong oleh Aditya yang terlihat sangat senang.
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya istriku mendapatkan sebuah hidayah," ucap Aditya yang sudah mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Tidak perlu berlebihan menanggapinya."
"Aku tidak berlebihan, hanya sedang bersyukur. Akan tetapi, satu catatan apa maksudmu?"
"Seperti yang kamu bilang barusan!"
"Apa?"
"Itu, kamu yang tadi bilang akan mengenalkan aku pada semua orang yang berada di sana, bahwa aku adalah istrimu. Jangan berpikir yang macam-macam, karena aku hanya ingin membuat semua orang tidak berani mendekatimu setelah mengetahui bahwa kamu adalah seorang menantu dari keluarga Raharja."
"Baiklah, aku sama sekali tidak keberatan. Kalau begitu, kita nanti berangkat jam 8. Karena acara akad nikahnya jam 9 pagi, langsung dilanjutkan resepsi. Kalau begitu, kamu tidur saja dulu, aku akan joging pagi!"
Aditya bangkit dari ranjang, dan langsung berjalan menuju ke arah walk in closet. Karena ia ingin mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai.
Sementara itu, Queen terlihat bersungut-sungut setelah Aditya meninggalkannya. "Berengsek! Habis manis sepah dibuang. Menyebalkan sekali. Padahal tadi aku ingin memeluknya jika dia sudah tertidur, eh ... malah dia main pergi-pergi saja setelah mendapatkan apa yang dia inginkan."
"Apa aku ikut dia saja olahraga pagi ya? Akan tetapi, aku kan capek banget. Mana masih perih lagi, tapi aku malas sendirian di kamar."
Queen langsung bangkit dari ranjang dan langsung berjalan menuju ke arah walk in closet. Refleks ia langsung berteriak begitu melihat pemandangan tubuh telanjang Aditya yang hanya memakai ****** *****, dan berencana memakai celana pendek.
"Aaaaaaarrrh ....!!"
Aditya langsung tersenyum lebar saat melihat wanita yang sudah berbalik badan menutupi wajahnya. "Kalau mau masuk Assalamualaikum dulu, Queen! Main menyelonong saja, ini bukan salahku. Jadi, jangan marah."
"Bukankah daritadi kamu sudah berada di sini? Kenapa belum pakai baju juga? Sebenarnya apa yang daritadi kamu lakukan?" ucap Queen dengan bersungut-sungut, dan masih belum membuka tangannya.
Aditya hanya terkekeh menanggapi rungutan dari wanita yang masih membelakanginya tersebut. "Aku daritadi sibuk melihat gaun indah yang berada di dalam lemari kaca ini. Aku membayangkan hari ini kamu pergi denganku ke acara pernikahan, pasti semua orang akan terpesona melihat kecantikanmu."
"Tentu saja, memangnya kamu baru nyadar, kalau aku sangat cantik? Sudah selesai belum?"
"Aku tahu kamu sangat cantik, tapi aku tidak ingin kamu dilihat oleh pria lain. Sudah selesai Queen, kamu bisa membuka matamu!"
__ADS_1
Queen membuka matanya, kemudian berbalik badan untuk melihat pria yang sudah memakai celana selutut dan kaos casual berwana hitam yang menampilkan tubuhnya yang sixpack.
"Jangan mencoba gombal padaku. Kenapa ada baju seperti itu? Kemarin sepertinya tidak ada?"
"Aku jujur, malah kamu bilang gombal. Aku kemarin membelinya, dan juga membeli ini untukmu!" Aditya mengambil jump suit di almari kaca tersebut, dan langsung memberikannya untuk wanita yang masih menatapnya.
Queen mengerutkan keningnya, namun ia tetap menerima pemberian dari Aditya. Tentu saja dirinya memang sangat membutuhkan pakaian olahraga agar bisa joging bersama dengan suaminya.
"Tunggu, memangnya kamu sudah merencanakan semuanya ini?"
"Aku hanya berencana, tapi Tuhan lah yang menentukan semuanya. Apakah rencanaku akan berjalan dengan lancar atau tidak. Akan tetapi, sepertinya kamu akan ikut denganku berolahraga pagi," ucap Aditya dengan tatapan menelisik.
"Ini semua karena salahmu!"
"Salahku?" tanya Aditya dengan raut wajah yang terkejut.
"Iya, karena kamu tadi asyik mengajakku bicara. Karena itulah aku tadi jadi tidak mengantuk lagi. Memangnya apa yang aku lakukan saat sendirian di kamar hotel? Lagipula para staf hotel akan merasa curiga jika kamu keluar sendiri. Aku hanya ingin menutup mulut semua orang agar tidak membicarakan aku, karena aku tidak suka dibicarakan."
Aditya menganggukkan kepalanya, berpura-pura mengiyakan perkataan dari sang istri. "Baiklah, kalau begitu maafkan aku. Aku akan bertanggung jawab padamu dengan mengajakmu jalan-jalan pagi. Kamu ganti bajumu, aku tunggu di luar!"
Queen hanya menganggukkan kepalanya saat melihat Aditya berjalan keluar dari ruangan ganti tersebut. Kemudian dirinya mulai mengganti pakaiannya, sesekali ia bersenandung kecil menyanyikan sebuah lagu dari Jackson Wang berjudul Dawn of us. Karena hatinya sedang merasa senang.
"Aditya selalu saja membelikan pakaian yang bawahannya panjang yang berlengan panjang pula. Sekarang aku sudah seperti orang-orangan sawah saja memakai pakaian seperti ini. Lebih nyaman pakai tank top dan legging pendek yang pas body saat berolahraga."
"Nah ini apa, aku sudah seperti seorang wanita yang akan pergi ke pasar saja. Akan tetapi, tidak apalah. Daripada aku harus tiduran di kamar sendirian, bukankah itu sangat membosankan!"
Beberapa saat kemudian, ia berjalan keluar setelah mengganti pakaian. "Ayo kita berangkat sekarang!"
Aditya yang sedang duduk santai di sofa, menganggukkan kepalanya, dan mulai bangkit dari sofa tersebut. "Baiklah, kita berangkat sekarang. Jam segini udara masih segar dan sangat menyehatkan tubuh kita."
Queen hanya mengekor Aditya dan sedang memikirkan suatu rencana untuk mengerjai pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
Aku nanti pura-pura capek saja, dan minta gendong. Sebenarnya di hotel Raharja difasilitasi tempat untuk gym dan berenang, tapi lebih baik biarkan saja dia mengajak aku joging di jalan. Aku pun belum pernah merasakannya. Sepertinya akan asyik jalan-jalan dengannya di pagi hari yang cerah ini. Aku sudah seperti sedang pergi ngedate saja.
__ADS_1
TBC ...