Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sedang apa


__ADS_3

Dewi mengganti seragamnya dengan pakaian miliknya. Meskipun ia tidak merasa terkejut dengan pemecatannya hari ini, tetapi karena perasaan yang sedang kacau, membuatnya merasa frustasi. Dengan langkah gontai, ia berjalan keluar dari restoran melalui pintu belakang. Tentu saja setelah berpamitan pada para pekerja lain yang ia kenal dan memberi hormat kepada atasannya.


Kini, tangannya tengah memegang sebuah amplop yang di dalamnya ada gaji selama bekerja bulan ini. Helaan napas kasar terdengar dari bibirnya saat merasakan beban berat di pundaknya.


"Hidup di Jakarta sangat keras. Rencana awal dulu datang ke sini karena menuruti perintah bos, tetapi sekarang aku menetap di sini karena tidak ada tempat tujuan."


Masih dengan wajah penuh kesedihan, Dewi berjalan menyusuri jalanan ibu kota. Ia berencana jalan kaki karena ingin membuang rasa stres yang kini menguasai otaknya. Selain ia bisa cuci mata dengan memandang suasana jalanan kota Jakarta, ia pun ingin mengisi waktu kosongnya untuk berjalan-jalan.


Karena saat berada di kontrakan sendirian, ia merasa akan semakin frustasi dan bertambah stres. Manik bening miliknya saat ini mengamati suasana jalan dan ia bisa melihat ada beberapa pedagang kaki lima yang berderet rapi di pinggir jalan. Bahkan perutnya mulai keroncongan, karena efek ia yang hari ini terlalu memforsir tenaga saat ada banyak pelanggan restoran datang.


Saat ini, Dewi fokus menatap satu-persatu lapak pedagang yang menjajakan dagangannya. Mulai dari aneka camilan hingga makanan berat. Hingga pandangannya berhenti pada lapak pedagang kaki lima yang kini berderet beberapa orang yang antri. Karena merasa sangat tertarik, ia berjalan mendekat dan melihat apa yang membuat banyak orang sampai rela mengantri.


"Sepertinya itu enak, sehingga semua orang membeli meskipun harus mengantri." Dewi membaca tulisan besar di spanduk yang ada di sekitar lapak. "Oh ... jadi seblak yang pakai level. Lebih baik aku cobain saja, lagipula aku punya banyak waktu luang karena sekarang adalah seorang pengangguran."


Dengan langkah kaki jenjangnya, Dewi sudah mendekati lapak pedagang tersebut dan memesan seblak dengan level paling pedas. Karena ia ingin sekali membuang rasa stresnya dengan menikmati makanan yang sangat pedas. Setelah memesan, ia memilih duduk di tempat kosong dan hanya tersisa 1 tempat duduk. Sehingga, ia buru-buru mendaratkan tubuhnya di sana, karena takut ada yang mendahuluinya.


Sambil menunggu pesanannya datang, ia melihat ponselnya dan sibuk memeriksa akun sosial media milik wanita yang tak lain adalah Queen. Semenjak di usir, ia tetap mengikuti perkembangan berita mengenai keluarga Raharja. Khususnya dari sang nona muda yang sebenarnya menjadi panutannya.


Bukan tanpa alasan, ia sebenarnya sangat tahu bahwa Queen adalah seorang wanita hebat yang luar biasa dan memiliki sifat baik hati pada semua orang. Namun, akan berubah menjadi singa betina saat marah ketika diusik ketenangannya. Bahkan harimau yang jinak pun akan langsung menerkam orang yang mengusiknya.

__ADS_1


Dewi sibuk menggulir layar ponselnya dan melihat foto balita yang terlihat sangat cantik nan menggemaskan di sosial media tersebut.


"Putri nona muda benar-benar seperti princess beneran. Sangat cantik seperti mamanya, menggemaskan sekali. Nona muda Queen selalu dilimpahi keberkahan dalam hidupnya, karena kebahagiaan melingkupi hidupnya setelah menikah dengan tuan muda Aditya yang berhati emas itu."


********


Suasana di dalam sebuah mobil mewah yang di dalamnya ada pasangan suami istri, tak lain adalah Queen dan Aditya. Keduanya baru saja selesai berbelanja kebutuhan untuk putri kesayangannya dan berniat untuk mampir ke sebuah restoran. Tentu saja untuk membeli makanan yang sangat ingin dinikmati oleh Queen. Yaitu seblak isian komplit yang dengan level paling pedas.


Namun, Queen yang baru saja melihat akun sosial media yang menampilkan berbagai macam kuliner, merasa tertarik dengan postingan salah satu pecinta kuliner yang mengirim gambar makanan yang dibelinya. Refleks ia menoleh ke arah sang suami yang tengah fokus mengemudi.


My hubbiy, kita nggak jadi ke restoran. Karena aku ingin membelinya di lapak pedagang kaki lima ini." Menunjukkan ponselnya di mana di sana ada alamat dari lapak pedagang kaki lima tersebut.


Queen mengerutkan kening, "Tentu saja, memangnya kenapa, My hubbiy?"


"Kamu yakin, mau antri berdesakan dengan orang-orang? Atau kamu menyuruhku untuk mengantri dan kamu duduk di dalam mobil, begitu?" tanya Aditya yang sudah sangat hafal mengenai sang istri yang malah hanya terkekeh geli menanggapi rengutannya.


"Ternyata, My hubbiy sudah sangat hafal dengan perangaiku. Tenang saja, kali ini aku akan menemanimu membelinya. Karena aku ingin memilih sendiri nanti isiannya apa saja."


Queen yang masih fokus melihat ponselnya, mengatakan alamat tempat yang menjadi lapak pedagang kaki lima tersebut sambil memeriksa sendiri kira-kira apa saja yang menjadi isian dari seblak yang sangat ingin dimakannya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berlalu, mobil mewah yang membawa Queen dan Aditya sudah menepi di pinggir jalan, tepat di depan lapak seblak yang mereka tuju. Aditya mematikan mesin mobil dan membuka pintu, "Ayo, Sayang."


Queen yang sudah melepaskan sabuk pengaman, ikut membuka pintu mobil dan menginjakkan kaki di aspal. Kemudian menutup pintu mobil dan berjalan bersisian dengan Aditya untuk mendekat ke lapak pedagang kaki lima penjual seblak kekinian yang paling hits seantro Jakarta, karena selalu ramai diburu pembeli.


Salah satu hal yang menjadi semua orang rela mengantri adalah, seblak kuah satu ini memiliki level pedas yang beragam dari level 0 yang biasa saja sampai level 5 yang pedasnya benar-benar pool.


Aditya melirik ke arah Queen yang fokus melihat penjual, tengah sibuk memasak seblak. "Sayang, kamu mau isian apa dan level berapa?"


"Komplit level 5, Sayang," jawab Queen yang saat tengah mengedarkan pandangannya ke area sekitar, untuk mencari tempat duduk.


Aditya menganggukkan kepala dan mengatakan pesanannya pada pria yang saat ini ada di depan kompor. "Pak, untuk isian komplit, apa saja?"


"Oh ... isiannya sendiri sangat beragam, Tuan. Mulai dari kerupuk basah, kwetiau, mie, makaroni, kikil, bakso, ceker ayam, hingga sayap ayam," jawab pria yang memakai celemek di badannya.


"Kalau begitu, pesan 10 komplit dibungkus dan pakai level 3 saja biar tidak terlalu pedas," jawab Aditya yang melirik ke arah ekspresi wajah sang istri. Karena ia berpikir Queen akan marah saat ia tidak memesan level sesuai dengan permintaannya.


Namun, yang terjadi, sang istri sudah tidak ada di sebelahnya. Sehingga ia refleks langsung menoleh ke belakang untuk mencari keberadaan dari Queen. Bisa dilihatnya sosok sang istri tengah berdiri menjulang di depan meja yang saat ini ada seorang wanita menunduk menikmati makanannya.


"Sedang apa, istriku ke sana?" Aditya berjalan mendekati sang istri yang terlihat bersedekap di dada.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2