
Queen yang terlihat sangat berbinar itu tidak berhenti menggoyangkan lengan kekar pria yang duduk di sebelahnya, "Aaaarrhh ... aku nervous nih!"
Sedangkan Aditya hanya mampu menelan salivanya karena efek suaranya seolah langsung tercekat di tenggorokannya melihat ekspresi dari wanita yang akan di nikahinya besok. Setelah berhasil menetralkan suaranya dengan berdehem beberapa kali, suaranya mulai terdengar menanggapi perkataan dari wanita yang yang terlihat sangat bahagia itu.
"Jawab saja panggilannya Queen! Bukankah itu yang selama ini kamu tunggu? Nanti keburu terputus!"
"Aarrh ... kamu benar juga! Karena efek nervous, membuatku berubah menjadi bodoh," ucap Queen seraya menepuk jidatnya. Kemudian dirinya mengarahkan tombol hijau pada ponselnya, dan terdengar suara dari pria yang sangat di pujanya.
"Halo Queen, apa kamu saat ini sedang merajuk ? Karena itulah kamu tidak membalas pesan dari Daddy tadi?"
"Eeh ... bukan seperti itu Daddy, aku tadi hanya sedang sibuk saja. Tumben Daddy langsung menghubungi aku saat aku tidak langsung membalas pesan Daddy. Memangnya Daddy tidak sibuk?"
"Tentu saja tidak, karena itulah Daddy bisa menghubungimu sekarang. Bagaimana?"
"Bagaimana apanya Dad?"
"Kamu belum membalas pesan dari Daddy tadi bukan?"
"Sudahlah Dad, aku sedang tidak ingin membahasnya!"
"Apa kamu ingin Mommy mu itu selalu memarahi Daddy saat pulang ke Jakarta? Memangnya kamu tidak merasa kasihan pada Daddy mu ini?"
"Buat apa aku merasa kasihan? Daddy saja tidak pernah merasa kasihan pada Queen, jadi rasakan saja kemarahan dari Mommy."
"Justru karena Daddy merasa kasihan padamu, makanya menyuruhmu untuk segera meni ...."
__ADS_1
"Stop Dad, jangan bicara itu lagi! Atau Queen tutup telfonnya sekarang juga!"
"Dasar gadis nakal dan bandel, jika sekarang Daddy berada di dekatmu, mungkin kamu sudah meringis kesakitan karena Daddy jewer telingamu."
"Daddy sudah seperti Mommy saja, cerewet dan suka menjewer telingaku."
"Itu karena kamu sangat bandel dan tidak pernah mau mendengarkan nasihat dari orang tua Queen."
"Nasihat yang mana yang Daddy maksud? Nasihat untuk menikah? Apa hanya itu yang selalu ada di kepala para orang tua jaman sekarang? Menikah ... menikah ... dan menikah, hanya itu yang kalian pikirkan?"
"Sekarang kamu baru menyadari bahwa Daddy sudah tua bukan? Jadi buang jauh-jauh pikiran yang selama ini meracuni hatimu! Apa kamu mengerti Queen?"
"Aku tidak mengerti dan tidak mau tahu, jadi jangan membahas itu lagi! Aku sangat tidak suka saat Daddy membahas tentang masalah umur. Karena apa? Karena para wanita itu paling sensitif jika menyinggung tentang umur."
"Kamu aneh Queen, harusnya Daddy yang sensitif. Kenapa kamu yang malah sensitif? Kamu masih muda dan cantik, pasti suatu saat kamu akan menemukan ...."
Nah kan, lagi-lagi My Hot Daddy Azriel menasihatiku. Aku paling malas mendengarnya mengatakan hal yang sering aku dengar itu, yang mendoakan aku akan menemukan seorang lelaki yang sangat baik dan mencintaiku. Padahal semuanya itu ada pada dirinya, dan hanya satu kekurangannya. My Hot Daddy tidak mencintaiku.
Akan tetapi, melihat sikap My Hot Daddy Azriel yang selalu bersikap sangat manis padaku, bisa di artikan bahwa dia sebenarnya mungkin memiliki perasaan padaku. Namun mungkin dirinya merasa tidak enak karena Daddy selalu bilang tidak mau mempunyai menantu yang merupakan mantan kekasih Mommy. Mungkin seperti itu, sepertinya aku harus membuat Daddy berubah pikiran setelah aku bercerai dari Aditya, gumam Queen.
Aditya yang daritadi mengamati interaksi Queen saat berbicara di telefon dengan pria yang di sukainya tersebut hanya bisa diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, karena dirinya daritadi memasang indera pendengarannya untuk mencari tahu tentang perihal pria yang selalu di sebut Hot Daddy itu. Hingga dirinya mengerutkan keningnya saat melihat Queen yang malah memutuskan sambungan telefon dan sudah memasang wajah masamnya itu tengah asyik melamun.
Nona Queen, sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Hot Daddy mu itu? Harus darimana aku mencari tahu tentang perihal pria yang selalu kamu sebut namanya itu?
Aditya yang daritadi masih mengamati wajah cantik wanita yang duduk di sebelahnya itu mulai tersadar saat suara dari pria paruh baya yang mengemudikan mobil mewah itu sudah berhenti tepat di area sebuah butik.
__ADS_1
"Kita sudah sampai Tuan dan Nona muda."
"Iya Pak," jawab Aditya dan mulai beralih menepuk pundak Queen yang terlihat masih melamun, "Queen, kita sudah sampai di butik!"
Queen yang terkejut karena di tepuk oleh pria yang saat ini tengah menatapnya, langsung mengerutkan keningnya, "Tumben kamu nggak bilang bukan muhrim? Sudah berani kamu main pegang-pegang aku? Awas saja ya kalau sampai kamu berani berbuat macam-macam padaku!"
Mendapatkan tatapan tajam dari Queen, hanya di tanggapi dengan senyuman tipis oleh Aditya. "Hari ini aku memang sudah banyak melakukan dosa, Queen. Namun Allah pun mengetahui bagaimana sebenarnya hatiku. Bahwa semua yang aku lakukan bukan di sengaja."
Queen hanya bisa menatap sinis pria yang mulai membuka pintu mobil untuknya, "Kamu sangat percaya diri sekali dan menunjukkan bahwa kamu seolah pria yang suci. Aku jadi merasa penasaran, bagaimana ekspresi wajahmu itu saat melihat wanita telanjang hahaha ...."
"Apa kamu masih tetap akan mengatakan bukan muhrim, atau langsung berlari menerkam wanita itu? Bukankah semua pria itu ibarat seekor kucing dan akan langsung memakan ikan yang sudah ada di depan matanya? Hanya laki-laki dari planet lain yang tidak akan tergoda dengan godaan seperti itu."
Aditya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar perkataan bernada sangat sensitif dari Queen, "Kamu seorang wanita, tapi bisa dengan santai mengatakan kalimat tabu yang seharusnya tidak pantas untuk di katakan. Akan tetapi, aku ingin menjawab perkataanmu itu Queen."
"Aku memanglah seorang laki-laki biasa yang normal, karena memiliki sebuah nafsu, namun aku bisa menegaskan bahwa aku tidak akan berbuat zina dengan seorang wanita yang bukan menjadi muhrimku. Akan tetapi ...."
Queen mengerutkan keningnya begitu melihat Aditya tidak melanjutkan perkataannya, "Akan tetapi apa? Kenapa kamu tidak melanjutkan perkataanmu itu? Apa kamu sudah menyadari bahwa kamu mengakui apa yang aku katakan padamu benar adanya?"
Aditya refleks langsung menggelengkan kepalanya, "Bukan seperti itu Queen."
"Lalu?!!" tanya Queen seraya tatapannya menelisik tajam ke arah pria yang terlihat ragu-ragu mengatakan hal yang tidak di lanjutkannya.
"Akan tetapi lain halnya jika wanita yang telanjang di depanku adalah kamu, karena kamu sudah menjadi muhrimku saat aku mengucapkan Ijab Qabul nanti. Jadi jangan pernah mencoba untuk menggodaku dengan bertelanjang di depanku!"
Sontak saja perkataan dari pria yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan itu membuatnya seketika merasa aneh dan kikuk. Hingga saat ini ucapan dari Aditya langsung terbayang di pikirannya.
__ADS_1
Sialan .... pria miskin ini selalu membuatku mati kutu karena kalimat skak mat darinya.
Bersambung ...