Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Pengalaman pertama


__ADS_3

Flashback on ...


Saat ini, Queen baru saja menidurkan Princess yang ada di tengah ranjang. Karena meskipun Princess mempunyai kamar sendiri, ia masih belum tega untuk membiarkan putrinya tidur di kamar terpisah. Sehingga seperti saat ini, ia berada di samping kiri, sedangkan Aditya ada di sebelah kanan dan terakhir Princess di tengah-tengah.


Queen awalnya ingin langsung tidur karena hawa dingin ruangan kamar semakin menusuk tulang. Apalagi hujan di luar yang semakin deras, menghiasi suasana malam yang sudah sangat sepi. Ia berjalan ke arah laci untuk mengambil remote control AC.


Setelah mengurangi dinginnya suhu di ruangan itu agar tidak terlalu dingin, Queen berjalan ke arah jendela kaca dan melihat hujan yang semakin deras.


"Deras sekali hujannya." Mengusap lengannya yang sudah meremang efek kedinginan. Ia kembali berjalan menuju ranjang king size. Melihat ke arah sang suami yang saat ini tengah memunggungi putrinya.


"My hubbiy ...."


Queen mengerutkan kening karena tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Ia yang masih memeluk dirinya sendiri dengan mengusap lengan, berjalan mendekat ke arah Aditya untuk melihat apakah suaminya benar-benar sudah terlelap dalam mimpi. Hingga ia saat ini berada tepat di depan sang suami yang tengah memejamkan kedua mata.


Ia pun berjongkok tepat di depan wajah tampan dengan pahatan sempurna tersebut. Untuk memastikan apakah Aditya sudah benar-benar tidur, Queen mengarahkan jari telunjuknya pada hidung dan beralih ke 2 mata Aditya.


"My hubbiy ... My hubbiy. Apa suamiku benar-benar sudah tidur? Sepertinya dia sangat lelah," ucap Queen yang berniat bangkit dari posisinya.


Sementara itu, Aditya yang dari tadi menahan diri agar tidak tertawa, masih tetap berpura-pura tidur. Padahal sebenarnya ia ingin mengerjai sang istri agar merengek padanya mengenai tentang hal yang tadi sore sempat mereka bahas.


"Mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh seorang Queen," gumam Aditya di dalam hati.


Queen membaringkan tubuhnya di atas ranjang di sebelah putrinya. Dengan posisi memeluk Princess, ia mulai memejamkan kedua mata. Awalnya ia berpikir bisa segera tidur jika memejamkan mata. Namun, sudah setengah jam berlalu, ia tak kunjung terlelap.


Bahkan pergerakannya yang dari tadi menghadap ke kiri dan ke kanan, bisa dirasakan oleh Aditya yang saat ini tengah tertawa di dalam hati.


"Lihatlah, si ratu mesum seperti cacing kepanasan," lirih Aditya.


Aditya berpura-pura menggerakkan tubuhnya dan bangun dari posisinya yang tadi miring ke kanan. Masih berpura-pura mengucek mata dan turun dari ranjang untuk berjalan ke arah kamar mandi tanpa memperdulikan Queen yang terlihat memunggunginya.


Queen yang tadinya memejamkan kedua mata, mendengar pergerakan dari ranjang. Sehingga ia refleks membuka mata dan melihat sosok Aditya berjalan ke arah kamar mandi.


"My hubbiy."

__ADS_1


Aditya yang baru saja hendak masuk ke kamar mandi, refleks menoleh ke arah sang istri yang sudah duduk di pinggir ranjang dan menatapnya.


"Iya, Sayang. Sebentar." Masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu.


"Iish ... nyebelin. Aku belum selesai berbicara, juga." Queen sudah merengut karena kesal dan menunggu hingga Aditya keluar dari kamar mandi. Hingga beberapa saat kemudian, sosok pria tampan itu baru saja keluar dan ia pun langsung mencercanya dengan kemarahan.


"My hubbiy, aku belum tidur malah seenaknya sendiri tidur duluan. Bikin kesel saja."


Aditya yang dari tadi menahan tawa, berpura-pura menaikkan kedua alisnya. "Aku ngantuk, Sayang. Masa, nggak boleh tidur."


"Nggak boleh! Itu namanya nggak setia sama istri. Harusnya nunggu aku tidur dulu, baru My hubbiy boleh tidur." Queen masih merasa sangat kesal, sehingga tidak bisa menahan emosinya.


Saat Queen mengomel dengan wajah masamnya, Aditya yang bersikap sangat santai, sudah berjalan mendekat. "Tingkahmu ini seperti seseorang yang lama tidak pelepasan saja, Sayang. Marah-marah melulu."


Refleks Queen langsung mencubit perut dengan ABS kotak-kotak itu. "Iish ... apaan sih. Aku sedang kesal, jadi jangan menambah emosiku."


"Lalu, suamimu harus apa, Sayang? Apa aku harus menina bobokkan dirimu agar bisa tertidur? Baru aku boleh tidur?" tanya Aditya dengan terkekeh.


"Memangnya aku bayi, apa. Pakai dinina bobok'in," rengut Queen dengan tatapan tajam.


Tawaran menggiurkan itu berhasil membuat Queen refleks menganggukkan kepala dan sedikit tersenyum. "Sepertinya itu adalah sebuah tawaran yang bagus."


Aditya yang sudah tersenyum simpul, mulai mencubit pipi putih Queen. "Baiklah, ayo kita tidur. Aku akan memelukmu, setelah kamu tertidur, baru aku pindah ke sebelah Princess."


Queen seperti kerbau yang dicucuk hidungnya dan mulai membaringkan tubuhnya dengan posisi miring ke kiri untuk memberikan tempat pada Aditya tidur di sebelahnya meskipun hanya tersisa tempat sempit.


Kemudian Aditya naik ke atas ranjang dan tidur menghadap ke arah sang istri seraya memeluk pinggang ramping di depannya. "Tidurlah, Istriku tersayang." Memejamkan kedua matanya.


Queen yang saat ini sudah membenamkan wajahnya di dada bidang Aditya, asyik mengendus aroma wangi maskulin yang sudah 3 tahun ini menjadi candunya. tidak lupa tangannya sudah memeluk pinggang kokoh itu.


"My hubbiy."


Aditya masih memejamkan kedua matanya dan hanya berdehem saat Queen memanggilnya.

__ADS_1


"Ehm."


"Aku tidak bisa tidur dari tadi, My hubbiy. Bagaimana kalau kita ngobrol saja," ucap Queen yang sudah memainkan jemarinya di dada bidang itu.


"Aku sudah mengantuk, Sayang. Memangnya mau mengobrol tentang apa?" Aditya masih enggan membuka mata karena ia sebenarnya tahu arah dari pembicaraan Queen. Namun, ia berpura-pura tidak tahu.


Sedangkan Queen semakin merasa kesal, karena keluhannya tidak ditanggapi oleh Aditya yang masih terus memejamkan kedua matanya. Ia pun berbalik badan dengan posisi membelakangi.


"Bikin kesel saja."


Aditya yang melihat kemarahan Queen membalik tubuh ramping itu agar kembali menghadapnya. Ia berpikir bahwa Queen akan langsung mengajaknya main di mobil karena tidak bisa tidur. Ternyata dugaannya salah karena sang istri malah merajuk.


"Sayang, jangan marah. Baiklah, aku akan menemanimu mengobrol sampai pagi. Jadi, jangan marah lagi, oke."


"Aku sudah tidak mood," ucap Queen yang menatap kesal wajah tampan yang sangat dipujanya.


"Kalau main di dalam mobil, mood, nggak? Cocok nih dengan cuaca dingin di malam ini. Apalagi suara rintik hujan ini akan menyamarkan rintihanmu nanti." Aditya melihat ekspresi wajah Queen yang saat ini masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Mendadak amarah Queen langsung meleleh mendengar tawaran dari pria yang sudah mengedipkan mata ke arahnya. Karena merasa gemas dengan sang suami, Queen langsung bangkit dari posisinya yang berbaring miring.


"Kamu yang memancingku, My hubbiy. Ayo, kita lakukan sekarang!" Menarik pergelangan tangan Aditya setelah ia turun dari ranjang.


Aditya hanya geleng-geleng kepala dan terkekeh melihat sikap Queen yang langsung berubah 180 derajat. "Sayang ... Sayang, sepertinya kamu pintar bersembunyi dibalik kemarahanmu."


Queen yang saat ini hanya terkekeh, sama sekali tidak memperdulikan ejekan dari pria yang sudah diajaknya ke garasi mobil lewat pintu samping Mansion. Tentu saja tadi ia sudah membawa kunci mobil yang berada di atas nakas sebelum keluar.


Tanpa membuang waktu, ia membuka pintu mobil dan menarik Aditya agar segera masuk dan menutup kembali pintunya. Tentu saja keduanya langsung saling menyerang dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan sebuah pelepasan yang menjadi penyebab Queen tidak bisa tidur.


Tidak lupa disertai suara desahan dan lenguhan dari keduanya yang sibuk menikmati momen romantis mereka. Yaitu, percintaan di dalam mobil sebagai suami istri yang halal dalam melakukan apapun yang diinginkan.


Meskipun dengan posisi yang agak sedikit kesusahan, tetapi sebuah pengalaman pertama itu, membuat keduanya sama-sama menikmati sensasi kenikmatan yang berbeda dari biasanya. Karena lebih menantang dan membutuhkan sebuah kesabaran karena tidak leluasa saat bergerak liar.


Flashback off ...

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2