
Queen dan Aditya saat ini sudah berada di dalam mobil mewah yang membawa mereka pulang menuju ke Mansion. Dari tadi, Aditya hanya mengamati sang istri yang duduk disampingnya tengah menikmati makanannya. Yakni, rujak buah dengan sambal gula merah dan juga minumannya adalah es buah juga. Menu serba buah itu adalah sebuah hal yang lumrah untuk wanita hamil dan selalu dijumpai atau biasa dilihat. Seolah menu itu menjadi wajib ada karena menjadi paling favorit saat tengah mengidam.
Bahkan momen seperti itu sempat dibayangkannya dulu saat melihat adik dari ayahnya tengah mengidam. Kalau dulu ia sempat membayangkan bahwa Sabrina lah yang akan ia nikahi dan memikirkan bahwa wanita tersebut yang akan mengidam saat hamil keturunannya. Karena sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya, bahwa ternyata ia malah berakhir menikahi seorang nona muda dari keluarga Raharja yang mempunyai sifat sangat arogan.
Aditya tidak berkedip menatap wajah cantik Queen yang terlihat sangat lahap menikmati rujak buah di tangannya. "Enak, Sayang?"
Tanpa mengeluarkan suaranya untuk menjawab pertanyaan dari sang suami, Queen hanya menganggukkan kepalanya. Tentu saja karena saat ini mulutnya tengah dipenuhi oleh buah-buahan segar yang dikunyahnya. Kemudian ia menawarkan rujak buah tersebut pada pria tampan yang masih intens menatapnya dengan cara mengulurkan kotak makanan tersebut.
Aditya refleks menggelengkan kepalanya, "Buat kamu saja, Sayang. Bahkan itu mungkin tidak akan cukup untukmu. Aku tidak ingin berebut dengan anakku."
Untuk sesaat Queen masih sibuk mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya itu. Begitu selesai, ia menanggapi perkataan dari pria yang dari tadi asyik memandanginya makan. "Aku bukan menawarimu, My hubbiy."
"Lalu?" tanya Aditya yang mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan kalimat ambigu dari sang istri.
"Aku ingin kamu yang menyuapiku," ucap Queen dengan terkekeh. "Sepertinya anakmu yang menginginkannya. Dan juga aku ingin bermanja-manja padamu. Cepat suapi aku!" Menyerahkan kotak makanan berwarna pink itu ke tangan Aditya.
Rujak dengan berbagai macam jenis buah yang terdiri dari bengkuang, semangka, mangga, mentimun, melon, pepaya, jambu air tanpa nanas karena berbahaya untuk wanita hamil itu, ada di dalam kotak makanan khusus. Karena Queen selalu menekankan pada Reyna kalau ia tidak ingin makan-makanan yang dibungkus plastik atau pun sterofoam yang ia sangat tahu bahwa itu sangat berbahaya bagi kesehatan.
Sehingga ia selalu menyuruh Reyna membelikan kotak bekal dengan bahan berkualitas tinggi yang tidak berbahaya jika terkena panas atau sebagai tempat untuk wadah makanannya. Tentu sebagai seorang dokter, ia selalu higienis dan berhati-hati dalam segala hal. Termasuk dalam hal makanan.
"Oh ... aku kira tadi kamu menawariku, Sayang." Aditya terkekeh dan meraih kotak berwarna pink dari tangan Queen. Lalu ia mulai meraih garpu dan menusuk potongan buah tersebut seraya menyuapinya pada wanita cantik yang duduk di sebelahnya. "Nah ... aku akan memanjakanmu dan juga anak kita. Selain minta disuapi, kamu minta apa lagi? Aku akan menurutinya jika bisa."
__ADS_1
Queen terlihat sangat berbinar melihat sikap manis dari Aditya yang sangat telaten menyuapinya. "Bukannya tadi aku sudah bilang permintaanku padamu, My hubbiy?" ucap Queen dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan.
Aditya meraih sapu tangan yang ada di saku jasnya dan membersihkan bekas makanan yang ada di sekitar mulut sang istri. "Baru kali ini aku melihat tingkah ceroboh dari sang nona muda yang makan dengan sangat berantakan. Padahal, biasanya tingkahmu kan sangat elegan, Sayang. Apakah ini karena efek kamu sedang hamil?"
"Kenapa membersihkannya pakai sapu tanganmu, My hubbiy?" ucap Queen dengan tatapan kesal.
"Maksudmu, Sayang? Memangnya kenapa dengan sapu tanganku? Apakah kamu berpikir ini kotor? Ini bersih dan sangat higienis, Sayang," sahut Aditya yang mulai mengerti alasan kemarahan dari sang istri karena berpikir bahwa sapu tangannya kotor bekas keringatnya, padahal ia belum memakai sama sekali. "Ini dari tadi belum sempat aku pakai, Sayang. Kalau tidak percaya, cium saja baunya yang masih wangi."
Queen menggelengkan kepalanya, "Bukan itu maksudku." Merebut sapu tangan yang ada di tangan Aditya seraya bersungut-sungut di dalam hatinya.
"Padahal aku berharap tadi kalau My hubbiy membersihkan bekas makanan yang ada di sekitar bibirku dengan bibirnya. Seperti yang aku lihat di film-film luar box office. Karena sepertinya itu terlihat sangat romantis. Dulu aku sering membayangkan mempunyai pasangan yang selalu romantis seperti itu sepertinya sangat menyenangkan. Akan tetapi, suamiku sangat tidak peka. Tidak mungkin juga aku mengatakannya secara langsung, bukankah itu akan merendahkan harga diriku?" batin Queen.
Aditya mengerutkan keningnya saat melihat sang istri malah terlihat melamun. Tangannya bergerak ke atas dan ke bawah untuk menyadarkan lamunan Queen. "Sayang ... Sayang, kenapa malah melamun. Jangan suka melamun, karena itu merupakan celah untuk syetan masuk."
"Memikirkan apa? Oh ya, jelaskan tentang keinginanmu tadi yang aku tidak pahami. Kami ingin apa?" Kembali melanjutkan menyuapi rujak buah kepada sang istri.
"Itu, yang aku tadi bilang kalau kamu tidak usah bekerja. Temani saja aku di Mansion sampai aku melewati trimester pertama, ya ... ya!" Queen menampilkan wajah puppy eyes andalannya seraya menyatukan kedua tangannya.
"Jadi soal yang itu? Kalau itu, aku tidak bisa menuruti permintaanmu, Sayang. Baru juga suamimu ini diangkat untuk menjadi wakil presiden direktur, tidak mungkin kan aku langsung tidak masuk kerja karena alasan ingin memenuhi permintaan istri yang ingin ditemani karena hamil muda. Bahkan para staf perusahaan akan berpikir aku hanyalah orang yang tidak bisa bekerja karena hanya mengandalkan koneksi."
"Seolah aku tidak punya harga diri saja saat semua orang berpikir begitu, Sayang. Untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, oke!" ucap Aditya dengan suara bariton dan penuh ketegasan.
__ADS_1
Queen yang merasa sangat kesal karena permintaannya tidak dipenuhi oleh Aditya, tentu saja wajahnya berubah masam dan kesal. "Sepertinya aku harus membungkam mulut para staf perusahaan agar tidak menghinamu, My hubbiy. Atau besok aku suruh *Br*other adakan meeting lagi. Aku juga akan bilang ke Daddy kalau aku lah yang ingin kamu menemani aku di Mansion karena sedang mengidam. Pasti Daddy bakal ngerti lah, jadi My hubbiy tenang saja."
Disaat Queen selesai berbicara, mobil mewah yang membawa mereka telah memasuki Mansion keluarga Raharja. Begitu mesin mobil mati, Aditya turun dan mengarahkan tangannya pada sang istri yang masih terlihat agak sedikit pucat.
Begitu Queen turun dari mobil setelah menyambut uluran tangan dari sang suami, ia berniat berjalan masuk ke dalam Mansion. Akan tetapi, suara bariton dari pria yang berada di sebelahnya, membuatnya tercengang tidak percaya.
Aditya menahan tangan Queen dan menatapnya dengan tatapan tajam, seolah ingin memasang wajah seram dan garang untuk membuat sang istri merasa takut padanya. "Queen, aku tidak bisa menuruti permintaanmu itu. Dan jangan berbicara apa-apa pada Papa."
"Kalau aku tidak mau, apa yang kamu lakukan My hubbiy?" tanya Queen untuk mencari tahu sampai dimana ketegasan dari pria yang masih menatapnya dengan tatapan tajam.
"Jika kamu tidak menganggap omongan dari suamimu, lebih baik aku kembali bekerja di perusahaan yang lama," kesal Aditya menghadapi sifat kekanakan dari sang istri.
"A-apa? Jadi, My hubbiy mau bertemu dengan keong racun lagi di perusahaan?" teriak Queen dengan bola mata membulat dan mengepalkan kedua tangannya. "Tidak boleh, aku tidak mau suamiku CLBK dan berselingkuh di belakangku saat berada di kantor. Apa My hubbiy mau aku menghabisi si keong racun itu sekarang?"
"Astaghfirullah." Aditya tidak berhenti beristighfar dan mengusap dadanya untuk bersabar menghadapi tingkah dari sang istri yang selalu menguji imannya. Hingga suara dari seseorang, membuatnya menolehkan kepalanya.
"Sebenarnya apa yang kalian ributkan?"
Refleks Queen yang berdiri membelakangi arah sumber suara, menoleh ke belakang. Dan ia pun sangat terkejut begitu melihat pemandangan luar biasa yang sama sekali tidak pernah disangkanya.
"Mommy, kenapa ...."
__ADS_1
TBC ...