
Nice beach with beautiful sunset terdapat kantong parkir untuk kendaraan di beberapa titik sepanjang pantai. Banyak tempat makanan atau sekedar minum air kelapa. Queen menatap ke arah para penjual air kelapa, lalu ia menoleh ke arah pria yang dari tadi di gandengnya.
"My hubbiy, aku mau air kelapa. Ayo kita ke sana dulu!" Queen menunjuk ke arah lapak penjual air kelapa.
Aditya menganggukkan kepalanya dan tersenyum saat mendengar keinginan wanita yang terlihat sangat berbinar seperti melihat sesuatu yang sangat luar biasa saja. Padahal hanya sebuah hal sepele, yakni membeli air kelapa.
"Baiklah, kita minum air kelapa dulu." Meraih pergelangan tangan Queen dan berjalan memimpin di depan.
Queen terlihat berbinar dan mengikuti langkah kaki dari sang suami yang sudah berjalan ke lapak penjual air kelapa muda.
"Kamu duduk di sini dulu Sayang!" Aditya berjalan ke arah pria paruh baya penjual air kelapa muda.
Queen yang sudah duduk di kursi yang disediakan, melihat pria tampan itu memesan untuknya dengan tidak berhenti tersenyum. "Lihatlah, My hubbiy sangat tampan dan juga gagah sekali. Tidak kalah lah jika dibandingkan dengan my hot daddy Azriel."
"Sepertinya aku harus mengubah panggilanku padanya. Tidak mungkin kan aku tetap memanggil dia my hot daddy? Aku panggil Daddy Azriel saja lah kalau begitu."
Aditya kembali mendekat ke arah sang istri yang sudah tersenyum ke arahnya, kemudian mendaratkan tubuhnya di kursi yang berada di dekat wanitanya. "Kita tunggu sebentar lagi Sayang, aku tadi cuma pesan 1. Takut nggak habis."
"Kenapa cuma 1 sih! Aku akan menghabiskannya, tenang saja. Pesan 1 lagi sana!" ucap Queen yang menunjuk ke arah sang penjual yang terlihat sedang memotong dan merapikan kulit kelapa.
Aditya menggelengkan kepalanya, seolah menolak keinginan dari sang istri yang bersungut-sungut kepadanya. "Aku cuma mau mencicipi sedikit saja, Sayang!"
"Kenapa sedikit? My hubbiy tidak suka?" Queen menatap ke arah pria paruh baya yang sudah membawakan pesanan suaminya.
"Silahkan Tuan dan Nona." Membungkuk hormat sebelum meninggalkan pasangan suami istri tersebut.
Tentu saja Aditya langsung berterima kasih kepada pria paruh baya yang baru saja meninggalkan mereka. "Ayo, diminum Sayang!"
Queen menatap ke arah sang suami yang sudah mulai menyeruput air kelapa itu dan dengan sedotan. Karena tidak mau kalah, Queen langsung mengikuti perbuatan dari suaminya dengan menyeruput air kelapa muda itu karena takut dihabiskan oleh suaminya.
Tentu saja jarak antara keduanya yang berdekatan bisa membuat keduanya sama-sama saling menatap pahatan sempurna masing-masing.
__ADS_1
Aditya hanya menyeruput sedikit, tapi tidak melepaskan mulutnya dari sedotan karena masih ingin menatap wajah cantik wanita yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
Queen mulai merona saat suaminya tidak berhenti menatap wajahnya. Karena merasa sangat malu, sehingga membuat dirinya yang tengah menikmati air kelapa muda itu sontak tersedak.
"Uhuuk ... uhuuk."
"Astaghfirullah, pelan-pelan minumnya Sayang." Aditya menepuk lembut bagian belakang sang istri.
Setelah berhasil menormalkan deru nafasnya, Queen menatap ke arah sang suami yang terlihat sangat mengkhawatirkannya. "Jadi, seperti ini?"
Aditya mengerutkan keningnya. "Seperti ini apanya Sayang?"
"Maksud kamu membeli 1 kelapa muda adalah agar kamu bisa menatapku dari jarak dekat seperti ini? Begitu kan?" tanya Queen dengan bersungut-sungut.
"Aku ketahuan sekarang," ucap Aditya dengan terkekeh.
Queen refleks mencubit paha pria yang masih tertawa itu. "Dasar nakal."
"Jadi, sekarang kita pacaran?" tanya Queen dengan malu-malu.
"Pacaran halal, Istriku sayang. Itu lebih indah karena apa pun yang kita lakukan tidak dilarang agama, karena halal. Bahkan apa pun yang kita lakukan adalah ibadah dan mendapat pahala."
Aditya mengusap lembut pipi putih wanita yang sudah berubah merah permukaan kulit wajahnya. "Seperti ini juga mendapatkan pahala."
"Iih ... apaan sih! Eh ... berarti saat aku menciummu seperti ini," ucap Queen mengarahkan bibirnya untuk mencium pipi pria yang terkejut karena ulahnya, "itu akan mendapatkan pahala? Kalau begitu aku akan menciummu berkali-kali saja biar aku dapat banyak pahala."
Queen tertawa terbahak-bahak saat menyadari perkataannya sangat konyol. Hingga perkataan dari pria yang sudah mencubit hidungnya mulai terdengar di indera pendengarannya.
"Apa yang aku katakan benar, Sayang. Kamu akan mendapatkan pahala saat berusaha menyenangkan suamimu. Termasuk perbuatanmu yang menciumku dan mengajakku untuk melakukan hubungan intim," goda Aditya dengan menyunggingkan senyumnya.
"Astaga, ini tempat umum. Kenapa sekarang My hubbiy berubah mesum? Malu tahu kalau ada yang mendengar. Lebih baik kita hentikan pembicaraan ini! Sekarang kita pergi melihat sunset!" Queen bangkit berdiri dan mengarahkan tangannya untuk menggandeng tangan sang suami yang seolah enggan pergi dari sana.
__ADS_1
"Aku bayar dulu Sayang!"
"Sudah, biarkan para pengawal yang mengurusnya," ucap Queen seraya mengarahkan dagunya pada sang pengawal yang sudah membayar semuanya.
Kemudian keduanya mulai berjalan ke arah pantai Kuta Bali yang memang cocok untuk menikmati sunset. Pantainya berpasir hitam dan air lautnya jernih, serta pantainya lumayan panjang membentang. Jadi, tidak khawatir kehabisan tempat duduk.
Aditya menatap takjub pemandangan indah pantai yang menurutnya sangat luar biasa dengan para pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat baik lokal maupun mancanegara akan mendapat suguhan fenomena alam yang indah, yaitu sunset sore hari.
"Sebentar lagi matahari terbenam di pantai Kuta Bali, My hubbiy. Dari posisi inilah kita bisa melihat pemandangan yang indah. Akan tetapi, sebelum itu." Queen tersenyum menyeringai dan menarik pergelangan tangan dari Aditya untuk berlari ke arah bibir pantai. "Temani aku main air!"
Aditya memasang wajah manis saat istrinya sudah menarik-narik tangannya seperti seorang anak kecil yang meminta permen pada ibunya.
"Iya Sayang, tapi jangan menceburkan aku ke laut ya! Aku tidak bawa baju ganti soalnya, repot nanti kalau bajuku basah." Baru saja Aditya menutup mulutnya, Queen sudah berkali-kali memercikkan air ke tubuhnya. Dan otomatis bajunya kini telah basah oleh air asin berwarna biru itu.
Queen tertawa ceria saat melihat sang suami sudah basah oleh ulahnya. "Tenang saja My hubbiy, nanti aku akan membelikanmu baju ganti. Sekarang rasakan ini!" Queen mendorong tubuh kekar Aditya hingga tercebur ke pantai. Namun, dirinya pun ikut tercebur karena sang suami menarik tangannya.
Dan keduanya sama-sama basah seraya tertawa. Aditya mencubit gemas pipi putih wanita yang terlihat tengah merapikan rambutnya yang menutupi wajahnya. "Kamu nakal sekali, Sayang!"
"Kamu pun sama, kenapa malah menarikku. Aku jadi ikutan basah kan," ucap Queen dengan bersungut-sungut. Kemudian ia mengarahkan tangannya untuk mencubit perut sixpack suami.
Aditya menahan tangan Queen yang berada di perutnya. "Sayang, aku pernah lihat adegan romantis di film-film."
"Adegan apa? Adegan panas?" tanya Queen dengan senyuman menyeringai.
"Adegan berciuman saat berada di laut seperti ini. Apakah kamu mau mencobanya," ucap Aditya yang sudah mendekati sang istri dan memegangi pinggangnya.
Tentu saja mendengar kalimat bernada ajakan vulgar dari pria yang sudah berada di posisi intim dengannya, membuat Queen benar-benar merasa sangat kikuk.
"Astaga, My hubbiy semakin lama semakin nakal," batin Queen.
TBC ...
__ADS_1