
'Apa yang harus aku katakan untuk menanggapi cerita dari Aditya? Dia sudah melihat aku telanjang dan juga aku sudah dengan brutal menyerangnya, tapi dia sama sekali tidak tergoda? Apakah ini wajar? Semua pria di dunia ini sama saja, karena seorang pria selalu bernafsu begitu melihat paha mulus yang sedikit terbuka. Apalagi jika sampai melihat tubuh seksi wanita telanjang!'
'Akan tetapi, si Aditya sama sekali tidak pernah tergoda. Jangan-jangan dia tidak normal lagi! Atau dia Gay? Iiih ... amit-amit aku dekat dengan Gay. Apa benar seperti itu ya? Iya, sepertinya ia memang seorang Gay. Lebih baik aku menginterogasinya.' Jerit batin Queen.
Queen menatap Aditya dengan tatapan menelisik, seolah ingin mencari tahu tentang pertanyaan yang ada di kepalanya.
"Kenapa kamu malah menatapku seperti itu Queen?" tanya Aditya yang merasa sangat aneh ditatap oleh wanita yang seolah tidak mempercayai perkataannya.
Queen menggelengkan kepalanya dan mulai mengungkapkan pertanyaannya. "Aditya, kamu ...."
"Sepertinya kamu memang tidak percaya pada perkataanku bahwa kamu masih perawan Queen," ucap Aditya yang memotong pembicaraan dari wanita yang masih terus menatapnya dengan tatapan tajam.
Queen menepuk jidatnya. "Astaga ... aku belum selesai berbicara, tapi kamu sudah memotong pembicaraanku. Aku tadi ingin bertanya apakah kamu sebenarnya adalah seorang Gay? Jika itu benar, kamu tidak perlu merasa malu padaku. Aku tidak akan mengatakan ini pada orang lain, karena aku akan menjaga rahasiamu."
Sontak saja mendengar perkataan dari Queen yang malah berpikir negatif padanya saat dirinya berbuat positif, membuat Aditya refleks memijat pelipisnya dan sibuk mencerna perkataan dari wanita yang telah dinikahinya itu.
*Astaghfirullah Queen, kamu tidak tahu bagaimana susahnya aku menahan diri saat kamu menyerangku. Kamu malah seenaknya menuduhku seolah aku adalah seorang pria yang tidak normal. Kenapa lagi-lagi cobaan selalu datang setelah aku bertemu denganmu Queen. Kesabaranku benar-benar sedang diuji saat bersama denganmu.
Apa yang harus aku katakan? Apakah aku harus mengakui hal yang kamu tuduhkan agar kamu bisa bersikap lebih baik padaku dan tidak merasa malu padaku*?
"Anggap saja seperti itu Queen? Aku tidak masalah jika kamu berpikir aku adalah seorang Gay."
Queen menautkan kedua alisnya dan tatapan menelisik diarahkannya pada pria yang terlihat setenang air itu. "Kenapa jawabanmu itu seolah kamu terpaksa? Sebenarnya benar atau tidak? Cukup jawab yes or no!"
__ADS_1
"Sudahlah Queen, tidak perlu membahas tentang hal ini lagi. semuanya ini tidaklah penting, karena yang penting adalah kamu ...."
Aditya tidak melanjutkan perkataannya karena kalimatnya dipotong oleh wanita yang terlihat tengah bersungut-sungut.
"Masih perawan? Itu kan maksudmu?" ucap Queen dengan bola mata yang berapi-api.
"Iya," jawab Aditya dengan anggukan kepala.
"Jawabanmu itu sangat penting untukku Aditya, jadi jujurlah padaku! Kamu Gay atau bukan?"
"Memangnya kalau aku Gay kenapa? Kamu pasti akan merasa jijik padaku bukan?" tanya Aditya dengan tatapan penuh dengan sorot pertanyaan. Namun tanpa diduganya, Queen terlihat menggelengkan kepalanya.
"Kamu salah Aditya! Aku malah senang jika kamu adalah seorang Gay, karena itu berarti kamu tidak melihatku sebagai seorang wanita seperti layaknya laki-laki normal. Kamu tahu maksudku kan? Itu berarti meskipun aku berkeliaran di depanmu dengan telanjang sekalipun, kamu tidak akan pernah tergoda. Bukankah itu malah lebih baik? Jadi aku merasa sangat aman meskipun kita berdua berada dalam satu kamar," ucap Queen yang terlihat berbinar.
Mengerti dengan arah pembicaraan dari wanita yang terlihat sangat senang saat memikirkan hal yang menurutnya sangat konyol itu, membuat Aditya hanya menanggapinya dengan geleng-geleng kepala.
Sedangkan Queen yang merasa kesal karena pertanyaannya itu tidak dijawab oleh Aditya, membuat Queen langsung melempar sebuah bantal yang berada di atas sofa. "Jangan hanya geleng-geleng kepala, tapi jawab pertanyaan dariku!"
Lamunan Aditya seketika buyar saat mendapatkan sebuah lemparan bantal yang mengenai wajahnya. "Astaghfirullah Queen, kamu jangan selalu bersikap keterlaluan seperti ini! Apalagi pada orang lain, kamu adalah seorang wanita, bersikaplah selayaknya wanita yang bertutur kata dan bersikap lemah lembut."
"Jangan menceramahiku, karena aku tidak suka kamu sok agamis di depanku. Sedangkan kamu saja mempunyai banyak kekurangan. Bukankah Gay itu dilarang agama? Akan tetapi, kamu tetap melakukannya? Benar kan apa kataku?" ucap Queen yang menatap sinis pada Aditya.
"Iya, kamu memang benar Queen. Gay memang dilarang agama, tapi terkadang memang itu merupakan sebuah kelainan yang tidak bisa ditolak oleh orang lain," ucap Aditya.
__ADS_1
"Jadi kamu mempunyai kelainan itu sejak masih kecil? Benar kan?" tanya Queen dengan menghadap ke arah pria yang berada di sebelahnya.
"Aku kan belum membenarkan perkataanmu itu Queen, tapi kamu sudah mengambil kesimpulan sendiri," jawab Aditya.
"Sudahlah Aditya, mengaku sajalah! Sudah ada bukti di depan mata, jadi jangan lagi mengelak? Benar kan kalau kamu adalah seorang Gay, makanya kamu sama sekali tidak mempunyai hasrat pada seorang wanita? Pantas saja kamu dan Sabrina belum pernah berciuman semasa kalian menjalin hubungan?"
"Kasihan sekali nasib Sabrina, bagaimana jika dia selamanya tidak menikah karena menunggumu? Apakah nanti nasibnya akan berakhir mengenaskan jika benar menikah dengan seorang laki-laki yang tidak bisa berhasrat pada seorang wanita?" ejek Queen pada pria yang terlihat masih berwajah datar.
Aditya refleks langsung bangkit dari sofa, lalu berjalan mendekat ke arah Queen yang saat ini tengah mentertawakannya. Lalu ia mengulurkan tangannya.
Sedangkan Queen langsung menautkan kedua alisnya begitu melihat tangan Aditya yang terulur padanya. "Mau apa kamu mengulurkan tanganmu? Memangnya mau mengajakku kemana?"
"Aku ingin membuktikannya padamu!" jawab Aditya.
Kata-kata ambigu dari pria yang saat ini tengah berdiri menjulang di depannya itu, membuat Queen langsung mengungkapkan pertanyaannya. "Membuktikan apa? Membuktikan bahwa kamu Gay?"
Aditya langsung menganggukkan kepalanya dan menjawab perkataan dari wanita yang terlihat tersenyum mengejek ke arahnya. "Iya, aku ingin membuktikan apakah aku adalah seorang Gay atau pria yang normal dengan berhubungan intim denganmu."
Sontak saja perkataan dari Aditya itu membuat Queen langsung membulatkan kedua matanya dan berteriak dengan suaranya yang sangat keras.
"Apaaaaaaaaa? Kamu gila apa? Jadi kamu ingin menjadikan aku kelinci percobaan?"
"Bukankah kita adalah pasangan suami istri, Queen? Jadi, jika aku menggaulimu, itu adalah sebuah hal yang halal. Jadi kita buktikan apakah aku seorang Gay, atau pria normal. Bukankah kamu ingin mengetahuinya?"
__ADS_1
"Astaga ... kamu benar-benar sudah gila Aditya," jawab Queen dengan bersungut-sungut.
TBC ...