Analysis Eye

Analysis Eye
Pertempuran di Kota Els : Dark Mist


__ADS_3

"Kamu berkata membuat, jadi apa kamu punya material nya?" Thogal bertanya kepada Lein.


"Tentu saja punya." Lein kemudian mengeluarkan sisik naga.


"Sial!!" Thogal melebarkan matanya tidak percaya apa yang ia lihat.


"Sisik naga!!!" Thogal berteriak dan mengenali material itu.


"Oh, kamu langsung tahu. Seperti yang diharapkan dari master penempa." Lein tertawa.


"Hah.. Ini kedua kalinya kamu mengejutkan ku." Thogal memegangi kepalanya yang pusing.


"Baiklah, aku akan membuatkan mu Armor dada dan Gauntlet." Thogal mengambil sisik naga dan berjalan menuju meja tempa.


"Bukan aku, tapi Jonas, rekanku ini." Lein menepuk-nepuk punggung Jonas.


"Baiklah..." Jawab Thogal.


Thogal kemudian melihat dan mengukur tubuh jonas. Thogal berkata barang nya akan selesai sekitar 3 hari kemudian.


Jonas terkejut dan berpikir itu sangat cepat, namun Lein tidak heran. Karena Thogal adalah master penempa yang sangat luar biasa.


...----------------...


Tiga hari kemudian, di Toko Bee Hive.


"Bagaimana?" Thogal bertanya kepada Jonas yang sedang mencoba Armor dada dan Gauntlet nya.


"Ini... Keren." Jonas seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.


"Hahaha, Hey bocah Liza." Thogal tertawa dan memanggil Lein lalu ia mengulurkan tangan nya kepada Lein.


"Apa maksudnya?" Tanya Lein melihat uluran tangan Thogal.


"Bayar biaya nya bodoh!" Thogal berteriak kesal.


"Ah, maaf aku lupa." Lein tersenyum polos.


"Berapa tuan?" Lein siap mengambil uangnya.


"10juta FEZ." Ucap Thogal.


"...." Lein melebarkan matanya melihat Thogal.


"Apa? Kamu kira ini akan murah?" Thogal senang melihat wajah Lein yang terkejut.


"Ini tuan..." Lein menyerahkan kartu bank tanpa nama dengan tangan yang gemetar.


Meskipun kartu bank tanpa nama itu ia temukan dan bukan hasil kerja nya, tapi tetap saja saat Lein temukan berarti itu milik Lein.


Hati Lein berdarah karena ini pertama kalinya mengeluarkan uang yang sangat banyak dan ini juga bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk Jonas.


Lein saat ini ingin sekali menangis karena uang nya berkurang banyak, seperti yang kalian tahu Lein itu sangat mencintai uang.

__ADS_1


"Kekeke, terimakasih bocah." Thogal mengambil kartu bank tanpa nama dan berterima kasih sambil mengejek Lein.


"Sial...." Lein mengumpat di dalam hatinya.


"!!" Lein merasakan akan ada sesuatu yang berbahaya datang.


Dan benar saja alarm peringatan kota berbunyi dan suaranya terdengar di seluruh penjuru kota.


Lein keluar dari toko dan terbang ke atas untuk melihat situasi nya, ia melihat ada asap gelap dari jauh di luar gerbang kota.


"Analisa." Lein menganalisa asap gelap itu.


[ analisa berlangsung ]


[ Dark Mist


Kabut gelap yang bisa menghasilkan makhluk-makhluk gelap ]


"Bisa menghasilkan makhluk-makhluk gelap? Aku tidak pernah mengingatkan ada fenomena seperti ini di buku atau di internet." Lein mengerutkan keningnya.


"Kalau begitu... Ini adalah perbuatan seseorang." Pikir Lein.


"Apakah ini perbuatan Anarchy Order lagi?" Lein berpikir lalu ia turun ke bawah.


"Bagaimana bocah? Apakah terjadi sesuatu?" Thogal bertanya saat melihat Lein turun.


"Ada Dark Mist di luar gerbang kota yang bisa menghasilkan makhluk-makhluk gelap, dan aku merasa bahwa ini adalah perbuatan seseorang." Jawab Lein.


"Dark Mist? Memang, tidak ada fenomena alam yang terkait dengan Dark Mist ini..." Thogal juga setuju dengan ucapan Lein.


"Ya, berhati-hatilah. Aku akan menuju tempat perlindungan kota." Thogal mengangguk.


"Baik. Jonas ayo pergi." Lein menggunakan sihir terbang untuk dirinya dan juga Jonas.


Mereka berdua lalu terbang menuju ke arah gerbang kota. Di gerbang kota sudah ada pasukan kota yang berkumpul dan juga ada orang-orang berkemampuan.


Lein turun dan bertanya kepada salah satu petugas mengenai situasi sekarang.


"Petugas, bagaimana situasi sekarang?" Tanya Lein.


"Hm? Siapa kamu?" Bukannya menjawab petugas itu malah bertanya karena ia melihat bahwa Lein masih muda.


"Mahasiswa Universitas Dragon Heart." Jawab Lein namun tidak menyebutkan namanya.


"Oh!" Petugas terkejut.


"Kami tidak tahu mengenai kabut didepan sana, namun situasi sekarang sungguh buruk. Walikota Els sedang pergi mengunjungi Kota Elm." Petugas menjelaskan situasi nya dengan menghela napas.


"Dugaan ku mengenai ada seseorang di balik ini semakin kuat." Pikir Lein.


"Petugas, beritahu atasan mu. Dark Mist didepan sana adalah kabut yang bisa menghasilkan makhluk-makhluk gelap." Ucap Lein kepada petugas lalu ia pergi.


"Tunggu! Bagaimana kamu tahu!?" Petugas berteriak.

__ADS_1


"Ah sudahlah, karena dia dari universitas dragon heart maka dia bisa dipercaya." Petugas itu pergi untuk melapor ke atasan nya.


Lein dan Jonas pergi ke garda depan dimana pasukan utama dan orang kuat lainnya sudah berkumpul.


"Hey anak muda! Ini bukan tempat mu!" Seorang pria berotot meneriaki Lein dan Jonas.


Lein mengabaikan nya dan tetap berjalan ke depan, ia ingin bertemu dengan jenderal kota Els ini yang memimpin pertempuran yang akan datang.


"Jenderal Marcus." Lein memanggil jenderal kota Els.


"Hm? Siapa kamu?" Jenderal Marcus melihat Lein.


"Lein Sanzio dan Jonas Virion, mahasiswa Universitas Dragon Heart." Lein memperkenalkan dirinya dan Jonas kepada Jenderal Marcus.


"Universitas Dragon Heart!?" Marcus terkejut.


"Ya, kami akan membantu bertarung dengan kalian." Ucap Lein.


"Tidak bisa! Aku tidak akan mengizinkan kalian bertarung meskipun kalian adalah mahasiswa dari Universitas Dragon Heart!" Ucap Markus tidak mengizinkan Lein dan Jonas.


"Sepertinya anda salah paham, kami tidak meminta izin, kami hanya memberitahu anda." Ucap Lein dengan nada dominan.


"Seperti yang diharapkan dari bos." Ucap Jonas didalam hatinya.


Jonas selalu kagum dengan keberanian dan ketenangan Lein. Dalam situasi apapun Lein juga bisa menjaga dirinya tetap tenang.


Dulu Jonas setia kepada Lein hanya karena Lein membuat nya kuat. Sekarang Jonas setia kepada Lein karena sikap Lein.


Lein mampu mengarahkan Jonas dalam pertarungan, dan ia juga bisa menemukan metode latihan yang praktis agar Jonas lebih kuat.


"Kamu..!" Marcus kesal dengan ucapan Lein.


...****************...


Pemberitahuan Kota.


"Masyarakat Kota Els sekalian, ada Dark Mist yang diduga adalah serangan monster."


"Diharapkan untuk tidak keluar dari tempat perlindungan kota karena saat ini walikota sedang tidak ada di kota Els."


"Namun! jangan khawatir karena ada jenderal Marcus dan para prajurit kota! Ditambah ada banyak orang kuat yang ikut bertarung!"


...****************...


Langit sore yang berwarna jingga menjadi gelap gulita seperti malam saat Dark Mist mulai bergerak ke arah kota Els.


Para prajurit dan orang-orang menjadi waspada dan mereka segera bersiap-siap untuk pertarungan.


Dark Mist berhenti ditengah jalan dan mengeluarkan suara gemuruh seperti suara Guntur.


Saat orang-orang bingung mengapa Dark Mist berhenti bergerak, mereka melihat ada sepasang mata berwarna merah di dalam kabut.


Dari sepasang mata menjadi dua pasang, kemudian menjadi banyak seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


Lalu suara langkah kaki terdengar di medan pertempuran, langkah kaki yang awalnya tenang menjadi kacau dan berisik.


Lalu muncul lah monster dari dalam kabut...


__ADS_2