
"Isolda, tolong bantu kami juga." Ucap Lein.
"Baik!" Isolda segera mengubah wujudnya menjadi naga.
"Liza, Isolda, saat menganalisa Kraken, ada tambahan nama yaitu 'Globsys', aku berpikir bahwa itu adalah nama kraken di didepan kita." Ucap Lein.
"Jadi, Kraken bukankah nama monster nya melainkan jenis monster nya ya..." Liza menyipitkan mata nya.
"Benar, sepertinya didunia ini masih ada beberapa Kraken lagi." Angguk Lein.
"Tetapi kemungkinan besar mereka semua tidak berada di dekat sini. Karena kamu tahu bukan, ada pepatah bahwa di dalam satu hutan tidak bisa ada dua harimau." Tambah Lein.
"Ya, aku paham maksud mu. Monster yang kuat akan membuat wilayah mereka masing-masing dan tidak akan saling mengganggu." Angguk Liza.
"Kalau begitu, ayo kita langsung serang saja." Lein segera terbang ke arah Globsys.
"Wargh!!" Suara Globsys sangat keras sampai memekikkan telinga.
"Isolda! Gunakan Time Field dan Time Pressure!" Teriak Lein dari jauh.
"Ya!" Isolda kemudian menggunakan Time Field untuk memperlambat pergerakan Globsys dan Time Pressure agar Globsys merasakan tekanan waktu.
"Wargh!" Globsys berteriak karena merasakan sesuatu.
"Dragon Language : Thunderstorm." Teriak Lein.
Awan menjadi gelap dan mengeluarkan suara yang bergemuruh, kemudian munculah badai besar yang membawa petir.
Badai petir itu melaju kencang ke arah Globsys yang sedang berteriak. Globsys akan menghindar namun sudah terlambat, ia terkena badai petir.
Globsys terjebak di dalam badai petir yang besar, ia berusaha untuk keluar dari sana dengan menggerakkan tentakel besar nya.
Saat Globsys hampir keluar dari badai petir, ia melihat sesuatu yang gelap, lebih gelap daripada malam hari.
"Breath of Leviarves." Ucap Liza dengan lirih.
Api hitam yang sangat besar yang ada di atas Liza segera bergerak ke arah Globsys yang masih terkejut.
Globsys lagi-lagi tidak bisa menghindari nya dan terkena serangan Liza.
Globsys memunculkan banyak tentakel dari bawah air dan menyerang Liza dengan semua tentakel itu.
"Ups." Liza tidak bisa menghindari semua tentakel nya.
Namun, untung saja Isolda datang tepat waktu dan menyuruh Liza untuk naik ke atas punggung nya kemudian mereka menghindari serangan tentakel Globsys.
Jika Isolda sudah dewasa, ia akan dengan mudah membunuh Globsys karena kekuatan naga lebih kuat daripada Kraken.
Namun Isolda saat ini masih muda, ia hanya bisa menggunakan dua skill. Jadi saat ini ia berfokus untuk membantu Lein dan Liza.
"Terimakasih Isolda." Ucap Liza.
"Sama-sama Liza!' Balas Isolda.
__ADS_1
Globsys yang marah karena tidak bisa mengenai Isolda dan Liza segera mengubah target nya, kali ini ia menyerang ke arah Lein.
Lein melihat ada tentakel yang akan datang, ia segera terbang ke kanan untuk menghindari nya namun ternyata di sebelah kanan juga ada tentakel.
"Sial, sudah terlambat." Pikir Lein.
Lein kemudian terhempas jauh karena ia terlambat untuk menghindari serangan tentakel Globsys yang ada dimana-mana.
"Lein!" Teriak Liza khawatir.
"Jangan mengkhawatirkan ku! Terus sedang Globsys!" Ucap Lein lewat transmisi suara.
"Baik. Isolda teruslah terbang menghindari tentakel nya. Aku akan menyerang nya." Ucap Liza.
"Baik!" Jawab Isolda.
Isolda kemudian terbang berkelok-kelok menghindari serangan tentakel Globsys yang ukuran nya sangat besar dan juga jumlahnya yang banyak.
Lalu diatas punggung Isolda, Liza juga menunjukan api Leviarves di tangan nya dan membentuk sebuah tombak api.
"Serang!" Liza melemparkan tombak itu ke salah satu tentakel nya.
Kemudian, tentakel yang tertusuk tombak Liza langsung terbakar dan api nya bahkan tidak bisa dipadamkan saat Globsys memasukan nya ke dalam air.
Globsys yang takut dengan sesuatu yang bisa membakar segera menjadi panik. Ia kemudian melakukan sesuatu yang liza sendiri terkejut.
Globsys mengarahkan tentakel yang sedang terbakar dan menggigit nya di bagian yang tidak terbakar sampai tentakel nya putus.
Kemudian, Globsys langsung menumbuhkan tentakel yang putus dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata telanjang.
"Dia bisa mengendalikan air!?" Lein melebarkan matanya.
Globsys membuat beberapa pusaran air di sekitar nya, kemudian saat ia mengangkat tentakel nya, pusaran air itu menyembur ke atas dengan kecepatan tinggi.
Lein menghindar semburan air itu dengan mudah. Isolda juga terbang menjauh dari area semburan air.
Jika ada yang melihat situasi sekarang, mereka pasti akan gemetar ketakutan karena situasi yang Lein dan Liza hadapi sekarang seperti bencana alam.
Tidak, mungkin bukan 'seperti' lagi, tapi situasi sekarang memang sebuah bencana alam.
"Ah! Aku lupa!" Lein menyadari sesuatu.
"Isolda, Liza, jangan sampai kena air. Aku akan melakukan sesuatu." Ucap Lein lewat transmisi suara.
"Baik!" Mereka berusa menjawab.
"Dragon Language : Lightning Dragon's Rampage." Ucap Lein lirih.
Lein menggunakan elemen petir untuk menciptakan sebuah naga petir yang sedang mengamuk.
Lein segera melancarkan serangan nya, namun bukan ke arah Globsys melainkan ke bawah dirinya, yaitu ke arah air laut.
Lein tiba-tiba ingat bahwa air memang bisa menghantarkan listrik. Oleh karena itu Lein akan mencoba menyerang Globsys dengan cara ini.
__ADS_1
Serangan naga petir Lein memasuki air dan membuat air di sekitar nya mengandung petir.
Globsys yang tidak jauh dari sana juga merasakan sesuatu. Lalu ia tiba-tiba berteriak kesakitan karena serangan petir menyerang tubuh nya lewat air.
"wargh..!!" Teriak Globsys.
"Itu berhasil." Batin Lein sambil tersenyum.
"Kesempatan!" Liza melihat kesempatan untuk menyerang.
"Calamity Fire Serpent!" Teriak Liza.
Liza membentuk sebuah ular yang ukuran nya sangat besar menyamai tentakel Globsys yang sangat panas karena itu dari Api Leviarves.
Kemudian ular api itu segera bergerak ke arah Globsys dengan kecepatan tinggi dan menerjang nya.
"Wargh..!!" Globsys berteriak lebih keras.
Globsys sudah merasakan sakit karena diserang petir lewat air dan sekarang ia diserang dengan Api Leviarves yang sangat panas.
Meskipun terkena serangan yang bisa membakar sesuatu, sebelumnya, Globsys tidak mengeluarkan asap seperti terbakar.
Namun sekarang, tubuh Globsys mengeluarkan asap seperti terbakar setelah menerima serangan petir Lein dan serangan api Liza.
Globsys menjadi marah dan mulai mengendalikan air di sekitar nya lagi. Globsys mengangkat air laut dan membentuknya menjadi sebuah bentuk naga panjang.
Kemudian Globsys melancarkan serangan air itu ke arah Isolda dan Liza karena mereka berdua yang lebih dekat dengan nya.
Lalu untuk Lein, Globsys melancarkan serangan tentakel lagi dan kali ini ada lebih banyak tentakel daripada sebelumnya.
"Isolda, menghindar!" Teriak Liza.
Isolda juga tahu bahwa serangan air ini berbahaya dan segera terbang menghindar, namun serangan Globsys bisa mengikuti nya.
"Teruslah menghindar, aku akan melenyapkan serangan itu." Ucap Liza.
"Baik!" Jawab Liza.
Liza kemudian membuat banyak sekali bola api yang ukuran nya sangat besar dan menyerang serangan naga air itu sampai air nya menguap.
Disisi lain, Lein sedang kesulitan karena harus menghindari serangan tentakel yang sangat banyak ini.
"Apa-apaan! Ukuran nya sangat besar namun mengapa bisa sangat cepat!" Umpat Lein.
"Sial..." Lein melihat bahwa tentakel Globsys mendekati nya dan sudah terlambat untuk menghindar.
"Dragon Dance : Gravity Barrier!" Teriak Lein.
"Ugh..!!" Meskipun Lein sudah melindungi tubuh nya dengan Gravity Barrier, ia tetap merasakan sakit.
Gravity Barrier Lein hancur dan ia terhempas jauh. Dan saat Lein terhempas, sudah ada tentakel dari arah belakang nya yang akan menyerang.
"Sialan..!!!" Teriak Lein sambil mengumpat.
__ADS_1
Tidak hanya itu, dari arah kanan dan kiri juga ada tentakel yang bergerak cepat ke arah Lein. Kemudian, Lein terkena serangan dari tiga tentakel sekaligus.