Analysis Eye

Analysis Eye
Ruang Baca yang Dipenuhi Buku Sihir Hitam


__ADS_3

Mereka berdua mengamati situasi di lantai satu dan Octiorb juga sedang merekam nya untuk dijadikan sebagai bukti yang akan diserahkan.


Meskipun hanya dengan menyerahkan tubuh Anarchy Order saja sudah cukup, namun jika ditambah dengan bukti, maka orang-orang bisa tahu apa yang sedang direncanakan oleh Anarchy Order.


Mengetahui rencana Anarchy Order akan sangat berguna, karena orang-orang bisa mencegah nya sebelum Anarchy Order melaksanakan rencana tersebut.


Karena mereka berdua tidak mengetahui rencana lain Anarchy Order, jadi mereka memutuskan untuk terus mengamati.


Octiorb juga tidak merasakan adanya obat atau zat bahaya yang ada di dalam makanan dan minuman, jadi semua orang yang mengonsumsi nya aman, hanya tertidur saja.


Lein juga harus menggunakan Analysis Eye untuk menganalisa lingkungan sekitar apakah ada jebakan atau mantra sihir yang digunakan oleh Anarchy Order.


Jika memang ada maka Lein akan segera menonaktifkan nya, karena mereka berdua tidak akan membiarkan Anarchy Order merusak mansion ini.


Karena mansion ini milik Ogon, dan Ogon tidak bersalah. Tidak ada gunanya untuk melibatkan orang yang tidak bersalah ke dalam masalah Anarchy Order.


...----------------...


Di lantai satu mansion.


Jacob melihat ke arah Ogon dan Xelin yang sedang berbaring di lantai karena pengaruh makanan yang mengandung obat penenang.


Jacob menyentuh wajah nya dengan telapak tangan kanan lalu saat Jacob melepaskan nya, tiba-tiba saja wajah Jacob sudah berubah total.


Sebelumnya Jacob adalah seorang pria yang tampan, namun sekarang ia menjadi seorang pria yang terlihat menyeramkan karena ada banyak bekas luka di wajah nya


...----------------...


"Seperti yang diharapkan dari kemampuan pengubahan wajah rank A. Ia bisa mengubah wajah nya dengan sangat berbeda dari wajah asli nya." Batin Lein saat melihat wajah asli Jacob yang sangat berbeda dengan wajah sebelumnya.


...----------------...


"Ikat Ogon dan Xelin, lalu untuk para tamu nya biarkan saja." Jacob memberi instruksi kepada bawahan nya.


"Hey, bagaimana? Apakah orang yang membuka segel dan yang membunuh tim elit sudah ditemukan?" Jacob bertanya kepada salah satu bawahan nya.


"Mohon maaf tuan, kami masih belum menemukan nya." Bawahan itu menundukkan kepala nya.


"Hah...Apakah tidak ada petunjuk sama sekali di lokasi?" Jacob menghela napas.

__ADS_1


"Tidak ada tuan, hanya ada botol kaca bekas segel yang sudah menjadi botol kaca biasa." Bawahan itu menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Baiklah, teruskan penyelidikan nya dan jangan sampai mereka selamat saat kalian sudah menemukan nya. Masalah ini sangat penting, kita akan berada dalam masalah jika petinggi mengetahui hal ini." Ucap Jacob.


"Baik, saya akan mengerahkan lebih banyak orang tuan." Bawahan itu menerima perintah Jacob.


"Baiklah, kamu boleh pergi." Jacob melambaikan tangan nya.


"Baik tuan." Bawahan itu mengangguk lalu pergi.


Jacob mengamati sekitar sebentar, lalu ia pergi berjalan ke suatu tempat di lantai satu.


...----------------...


"Hm, bocah ikuti dia. Aku akan tetap disini untuk merekam situasi." Ucap Octiorb.


"Baiklah." Lein mengangguk dan turun mengikuti Jacob.


Jacob berjalan menuju sebuah pintu yang berada di paling pojok, pintu itu berwarna gelap dan terlihat sudah usang serta berdebu yang bisa dilihat dengan jelas.


Jacob mengeluarkan kunci berkarat dari saku nya kemudian ia memasukkan kunci tersebut ke dalam lubang kunci pintu usang di depan.


Pintu berhasil dibuka, Jacob mendorong pintu itu dengan pelan namun pintu tersebut berderit yang berarti pintu itu sudah sangat tua.


"Ogon juga merupakan orang yang kaya bahkan ia orang terkaya di Kota Applesy. Lalu mengapa dia tidak mengganti pintu ini?" Lein tidak bisa mengerti mengapa ada pintu tua di mansion modern.


Lein masuk ke dalam ruangan mengikuti Jacob, ruangan itu sangat gelap gulita. Jacob menekan saklar lampu dan ruangan itu menjadi terang benderang.


Ruangan tersebut dipenuhi dengan rak buku yang berisikan buku-buku dengan jumlah yang banyak. Ada dua kursi empuk dan meja kecil untuk orang membaca.


"Perpustakaan? Sepertinya bukan, ini hanya sekedar ruang baca." Batin Lein.


Jacob melihat buku-buku di dalam ruangan tersebut dan setelah beberapa saat mencari, Jacob mengambil satu buku tebal yang berwarna hitam.


Jacob duduk di kursi, kemudian ia membuka buku tersebut dan membacanya dengan serius.


"Analisa buka itu." Lein menganalisa buku yang dipegang oleh Jacob.


[ analisa berlangsung ]

__ADS_1


[ sebuah buku yang berisi pengetahuan mengenai sihir hitam ]


"Sihir hitam? Lalu, analisa semua buku yang ada disini." Lein segera menganalisa semua buku yang ada di ruangan tersebut.


Lein mengerutkan kening nya saat mengetahui hasil analisa nya bahwa semua buku yang ada di ruangan tersebut adalah buku sihir hitam.


"Mengapa Ogon memiliki ruang baca yang memiliki banyak sekali buku hitam? Tidak, sepertinya bukan Ogon yang memiliki nya."


"Dilihat dari pintu dan isi ruangan yang terlihat tua dan berdebu, sepertinya ruangan ini sudah ada sejak pertama kali mansion ini dibangun."


"Yang artinya, pemilik pertama atau pemilik berikut nya yang memiliki buku-buku sihir hitam ini dan Ogon sepertinya tidak mengetahui hal ini."


"Tapi kembali ke pertanyaan awal, bagaimana bisa ada banyak sekali buku sihir hitam disini?" Lein mencoba berpikir keras.


"Oct, Jacob memasuki ruangan tua yang isinya ada banyak sekali buku sihir hitam." Lein memberitahu Octiorb lewat transmisi suara.


"Buku sihir hitam? Jangan direkam, itu akan menimbulkan banyak sekali pertanyaan. Saat kita mulai, bakar saja ruangan itu." Ucap Octiorb.


"Aku setuju dengan mu." Balas Lein.


Lein tidak mengeluarkan kamera melainkan alat perekam suara. Karena Lein tidak berencana untuk merekam ruang baca yang dipenuhi dengan buku sihir hitam ini.


Jacob selesai membaca buku nya, kemudian ia berdiri dan menaruh buku tersebut ke tempat semula.


"Jadi begitu, harus menggunakan darah sendiri jika ingin melakukan ritual pengambilan jiwa." Jacob menyentuh dagunya.


"Ritual pengambilan jiwa!?" Lein melebarkan matanya saat mendengar apa yang Jacob ucapkan.


Lein segera mematikan alat perekam suara dan kembali ke lokasi Octiorb. Kemudian Lein memberitahu kalau tujuan lain Anarchy Order adalah untuk melakukan ritual pengambilan jiwa.


"Ritual pengambilan jiwa!? Aku baru pernah mendengar ritual macam ini..." Octiorb mengerutkan kening nya.


"Haruskah kita langsung beraksi?" Tanya Lein.


"Kurasa, kita harus." Angguk Octiorb.


"Bagus, aku akan mengurus Jacob serta memusnahkan ruang baca sementara kamu akan mengurus sisa nya." Ucap Lein.


"Ya, dan juga pastikan untuk tidak melukai tamu-tamu." Balas Octiorb.

__ADS_1


Lein segera kembali ke ruang baca dimana saat ini Jacob sedang membaca buku sihir hitam lain dengan serius seperti sebelumnya.


Sedangan Octiorb tetap di lantai dua dan akan menyelesaikan semua anggota Anarchy Order dengan pisau terbang nya.


__ADS_2