
Lein dan Liza saat ini sedang berada di depan pintu masuk ruangan tempat berkumpulnya semua Bandit Blood Pig.
"Kamu siap?" Tanya Lein.
"Tentu saja." Jawab Liza.
Lein menendang pintu itu dengan keras sampai pintunya hancur dan terhempas. Kemudian Lein dan Liza segera masuk kedalam.
"Siapa yang melakukan itu!?" Teriak salah satu bandit.
"Malaikat maut mu." Lein menusuk jantung bandit itu dari belakang dengan katana nya.
"Sedangkan musuh!!!" Semua bandit mengambil senjata mereka dan segera menyerang Lein.
"Masih ada aku." Liza mengubah Api Leviarves menjadi dua pedang api.
Liza menerjang pada bandit didepan nya dan menebas semua nya tanpa pandang bulu dan Liza melakukan hal itu tanpa ragu-ragu.
"Sial! Kita kedatangan dua musuh yang gila!" Teriak salah satu bandit.
Liza seperti malaikat yang turun dari surga untuk menumpas kejahatan saat ia bermandikan darah pada bandit yang ia bunuh.
Liza melempar pedang di tangan kanan nya sampai menembus kepala salah satu bandit, kemudian Liza meledakkan pedang itu.
*Boom!
Para bandit yang berada di sekitar pedang api yang Liza lemparkan tidak bisa menghindari ledakan dan semuanya mati.
Liza melompat tinggi dan mengubah pedang di tangan kirinya menjadi banyak sekali pisau api yang kemudian ia lemparkan ke bawah.
"Meledak lah!!!" Teriak Liza.
Liza yang tadi seperti malaikat yang sedang menumpas kejahatan sekarang menjadi malaikat maut yang mengerikan.
"Fufufu, kalian semua tidak akan bisa menggores ku, karena kalian semua lemah." Liza tertawa kecil.
...----------------...
Lein melempar tubuh bandit yang ia bunuh barusan ke arah depan kemudian ia langsung menyerang saat pada bandit tidak melihat nya.
Lein menyerang secara brutal dan tanpa metode apapun dengan kedua katana nya, Lein hanya menyerang sembarangan yang penting bisa membunuh bandit.
Karena Lein saat ini sedang menikmati pertarungan, atau lebih tepatnya pembantaian bandit yang sedang ia lakukan sekarang.
Lein juga membunuh tanpa menggunakan sihir apapun, sesekali Lein hanya menggunakan mana di katana nya untuk meningkatkan kerusakan.
"Ini benar-benar menyenangkan!!' Teriak Lein.
Lein kemudian berdiri diam sambil melihat ke atas dan menutup matanya seolah-olah ia sedang mensyukuri sesuatu.
"Ini kesempatan! Serang dia!!" Pada bandit segera menyerang Lein.
Lein masih tetap diam, tubuh nya terkena banyak sekali serangan dari para bandit, ada tebasan, sayatan, bahkan tusukan.
__ADS_1
"Dia bukanlah manusia, mana mungkin dia masih bisa berdiri!" Para bandit sangat terkejut bahwa Lein masih bisa berdiri dengan luka ditubuh nya.
"Kemampuan regenerasi ini sangat berguna, bahkan langsung menyembuhkan semua luka yang aku terima." Batin Lein.
Lein membuka matanya dan memegang kedua katana nya dengan erat. Kemudian dimulailah lagi pembantaian para bandit.
"Kekeke!!!" Lein tertawa seperti seorang psikopat.
"Bos! Tolong kami" Teriak salah satu bandit ke arah satu bandit yang sedang duduk dengan tenang.
"Lein, kamu sudah selesai?" Liza datang menghampiri Lein.
"Sudah, sekarang, tinggal dia seorang ya.." Lein melihat bos bandit yang masih duduk dengan tenang mengamati mereka berdua.
"Analisa." Batin Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ Thur Ria
level : 107
kemampuan : percepatan darah (A)
seorang tentara yang jatuh dalam keputusasaan dan sekarang menjabat sebagai bos Bandit Blood Pig ]
"Bagaimana hasilnya?" Liza bertanya mengenai hasil analisa yang Lein lakukan.
"Thur, level 107, percepatan darah." Jawab Lein.
"Dia adalah mantan tentara." Lein menjelaskan mengapa Thur memiliki level tinggi.
"Jadi begitu, tidak heran jika ia adalah mantan tentara." Liza mengangguk.
"Kalian sudah selesai?" Thur bertanya.
"Sudah, apakah kamu sudah siap untuk mati?" Lein dan Liza tersenyum lembut namun mata mereka menunjukkan niat membunuh.
"Hah! Kalian tidak akan bisa membunuh ku." Balas Thur dengan nada arogan.
"Terserah." Lein dan Liza juga tidak terlalu memperdulikan nya.
Lein melempar banyak sekali pisau ke arah Thur dengan kecepatan yang cepat namun Thur berhasil menangkis nya dengan pedang besar nya.
Saat pandangan Thur tertutup oleh pernah besar nya, Liza sudah mendekati Thur dan menyerang kaki kiri nya dengan pedang api nya.
"Ugh!" Thur merasa sakit di kaki kirinya.
Thur segera mengangkat pedang besar dengan kedua tangan nya dan akan menyerang Liza. Liza segera menyilangkan kedua pernah apinya di atas kepala nya.
Serangan pedang besar milik Thur berhasil ditangkis oleh Liza dengan kedua pedang apinya dengan mudah.
"Bagaimana mungkin kamu bisa menangkis serangan ku!?" Teriak Thur tidak percaya.
__ADS_1
Liza tidak menjawab karena Lein saat ini sudah berada di belakang Thur dan akan menusuk jantung nya dari belakang.
Namun Thur adalah seorang mantan tentara, ia memiliki respon yang cepat dan segera menggerakkan tubuh nya ke samping.
Namun tetap saja, Thur terkena tusukan di tangan kiri nya meskipun ia sudah menghindari serangan Lein dengan cepat.
"Ugh!!" Pedang besar Thur jatuh karena tangan kiri nya tertusuk dan tidak bisa memegang lagi.
Liza memanfaatkan kesempatan itu, ia segera memukul dagu Thur dan menusuk perut nya dengan kedua pedang api nya.
Kemudian Liza membakar tubuh Thur dengan Api Leviarves sampai-sampai teriakkan Thur bergema di seluruh ruangan.
"Ho.. Kamu masih bisa bertahan." Ucap Lein yang sedikit terkejut.
Thur masih bisa bertahan meskipun ia sudah gosong karena terbakar oleh Api Leviarves yang panasnya minta ampun.
"Wargh!!!" Teriak Thur kemudian tubuhnya mengeluarkan asap.
"Sepertinya Thur sedang menggunakan kemampuan nya." Ucap Lein.
"Percepatan darah ya..." Ucap Liza.
Kali ini Lein maju duluan untuk menyerang Thur yang sedang menggunakan kemampuan nya.
Lein menebas secara bertubi-tubi ke arah tubuh Thur. Namun Thur berhasil menangkisnya dengan pedang besar nya dengan satu tangan saja.
Lein terus-menerus menyerang meskipun ia tahu bahwa dengan nya tidak mempan, karena Lein saat ini sedang menarik perhatian Thur.
Itu benar, saat ini, Liza sudah berada di atas Thur. Liza segera mengunci leher Thur dan menekan nya dengan sangat kencang.
"Ugh!!!" Thur kesulitan untuk bernapas.
Dan karena itu, Thur melepaskan pedang besar nya dan berfokus untuk melepas Liza dari leher nysa.
"Lein!!" Teriak Liza.
"Ya!!" Balas Lein juga teriak.
Lein kemudian menebas kedua kaki Thur sampai terpotong, kemudian Thur tersungkur ke depan.
Liza melepaskan leher Thur, ia kemudian melompat lagi dan menjatuhkan diri dengan mengarahkan ujung pedang api nya ke jantung Thur.
Jantung Thur tertusuk pedang api Liza kemudian ia terbakar karena Liza membakar jantung nya lewat pedang api.
"Arghh..!!" Thur berteriak dengan sangat keras.
Dan setelah beberapa detik, teriakkan Thur semakin melemah dan kemudian berhenti tanda bahwa ia telah mati.
"Pertarungan yang cukup menyenangkan." Ucap Liza.
"Ya, ini adalah pertama kalinya kita bertarung bersama bukan?" Ucap Lein.
"Benar, saat pertama kamu masih lemah. Dan saat melawan lich, kamu juga masih lemah." Balas Liza.
__ADS_1
"Ugh, aku tahu bahwa aku lemah. Tapi apakah itu harus diucapkan?" Lein mengeluh.
"Hahaha..." Liza tertawa dengan puas.