Analysis Eye

Analysis Eye
Pesta setelah Kompetisi : Kehadiran SID


__ADS_3

"Oh, sepertinya ada beberapa orang yang datang." Ucap Abelia.


Lein menoleh dan melihat ada tiga orang yang datang. Salah satu diantara nya adalah orang yang Lein kenal, yaitu Gran.


Mereka bertiga sepertinya akan datang kesini dilihat dari arah mereka berjalan dan mata mereka yang melihat ke arah Lein.


"Kalau begitu, kami akan pergi." Abelia dan Britta tiba-tiba menghilang.


"Teleportasi? Apakah dia adalah naga ruang?" Pikir Lein.


Isolda juga tahu bahwa ada orang yang datang dan segera mengubah wujud nya menjadi kalung lagi dan setelah itu kubah transparan juga menghilang.


"Lein." Panggil Gran.


"Pak tua Gran, silakan duduk." Ucap Lein.


"Terimakasih." Angguk Gran kemudian mereka bertiga duduk.


Kedua orang selain Gran adalah pria paruh dewasa yang memiliki tubuh kekar. Mereka berdua tidak mengenakan pakaian formal untuk pesta tetapi pakaian kerja SID.


"Mengapa datang dengan pakaian SID?" Tanya Lein dengan nada tenang.


"Aku sudah tahu mengapa kamu bereaksi seperti itu terhadap SID saat di kafe." Ucap Gran.


Setelah pergi dari kafe, Gran menyuruh bawahan nya untuk memeriksa latar belakang Lein dan hubungan apa yang dimiliki oleh Lein dengan SID.


Gran sangat penasaran mengapa Lein bereaksi seperti itu terhadap SID, yang jika dilihat itu adalah reaksi kebencian dan permusuhan.


Setelah bawahan nya mengirimkan sebuah dokumen, Gran segera membuka dan membaca semua isi dari dokumen tersebut.


Betapa terkejutnya Gran saat mengetahui kebenaran nya. Gran bahkan sempat marah kepada petinggi SID di negara Easthold.


SID adalah organisasi yang dibuat oleh para pemerintah, dan tidak memiliki pemimpin atau ketua yang memimpin organisasi.


Semua dibagi sesuai wilayah nya, misalnya ketua SID Negara Easthold, ketua SID Kota Laville, dan sebagainya.


Gran tidak menyangka bahwa salah satu petinggi SID di Negara Easthold akan melakukan hal seperti itu kepada Lein yang masih kecil.


Gran ingin meluapkan kekesalan nya dan akan menelepon ketua SID Negara Easthold tetapi ia urungkan karena masalah ini juga sudah lama.


Dan karena Gran tidak memiliki hubungan dengan Lein. Ia jadi tidak memiliki alasan yang logis untuk bertanya kepada Ketua SID.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah tahu?" Lein tidak bereaksi banyak akan hal itu.


"Aku baru tahu." Angguk Gran.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Lein tidak paham.


"Kami mewakili seluruh SID ingin meminta maaf kepada mu atas kesalahan yang telah diperbuat oleh salah satu petinggi SID di Negara Easthold." Gran dan kedua pria disamping nya menundukkan kepala mereka.


"Tidak perlu melakukan hal itu." Ucap Lein.


"Apakah kamu akan memaafkan SID?" Tanya Gran dengan nada sedikit berharap.


"Memaafkan? tentu saja, jika orang itu mati!" Lein mengeluarkan aura yang sangat mencekam.


Lein tidak mengeluarkan niat membunuh nya karena saat ini ia sedang berada di Kediaman Walikota dan Lein tidak ingin membuat masalah yang tidak perlu.


"Tolong tenangkan dirimu terlebih dahulu Lein." Ucap Gran.


"Hah..." Lein menghembuskan napas dan menarik kembali aura nya.


"Sebenarnya apa tujuan kalian meminta maaf? Masalah ini juga sudah lama. Tidak ada untung nya kalian meminta maaf. Apakah kalian ingin aku berada di pihak SID?" Tanya Lein.


"Aku tidak akan. Orang itu sudah menghancurkan bayangan ku terhadap Organisasi SID yang seharusnya adalah pahlawan lagi masyarakat."


"Organisasi seperti itu malah menghancurkan masa depan seorang anak kecil dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat."


"Tapi tenang saja, aku tidak akan membalas dendam kepada orang itu. Karena bagaimanapun pendidikan gratis dan uang kompensasi susah aku gunakan."


"Membalas dendam tetapi kompensasi nya sudah aku gunakan... Itu bukanlah sikap yang baik..." Ucap Lein.


"Jika itu keputusan mu, maka aku juga tidak bisa berbuat apa-apa." Gran sedikit kecewa.


Namun Gran berpikir itu wajar karena Lein saat itu masih kecil dan pasti nya kejadian itu membuat nya trauma dan ia terus kepikiran sampai sekarang.


Gran benar-benar kesal dengan orang yang melakukan hal ini. Bagaimana bisa dia melakukan hal kotor dengan posisi nya sebagai salah satu petinggi SID.


"Kalau begitu ambil ini, kartu ini adalah akses yang membuatmu setara dengan anggota SID kelas bawah." Gran menyerahkan sebuah kartu.


"Hm, baiklah aku terima." Lein mengambil kartu yang diserahkan oleh Gran lalu menyimpan nya di dalam inventory nya.


"Dengan kartu ini, aku bisa memeriksa beberapa informasi yang aku perlukan yang tersimpan di dalam database SID." Pikir Lein.

__ADS_1


"Terimakasih, kalau begitu kami pergi. Ah dan juga, terimakasih untuk tidak menaruh dendam terhadap SID." Gran dan yang lain berdiri lalu mengucapkan terimakasih.


"Sama-sama." Jawab Lein singkat.


Kemudian Gran dan kedua orang lain nya undur diri dan pergi meninggalkan Lein sendirian di gazebo taman mansion.


"Mereka bersikap seperti itu karena aku kuat. Aku sudah sangat kuat jika dibandingkan dengan orang dengan usia yang sama."


"Mereka pasti sudah memeriksa latar belakang ku. Aku tidak memiliki sumber daya seperti keluarga besar, memiliki kemampuan F rank, dan tidak memiliki koneksi dengan siapapun."


"Mereka pasti berpikir bahwa aku adalah orang yang sangat berbakat yang menjadi sangat kuat tanpa bermodalkan dukungan atau sumber daya apapun."


"Jika saja aku tidak kuat, jika saja aku saat ini masih berada di lingkungan kumuh, apakah mereka akan bersikap seperti ini?"


"Apakah mereka akan meminta maaf dengan sopan terhadap kasus itu? Haha, kurasa tidak .." Lein tertawa sedih.


"Sudah selesai?" Abelia dan Britta tiba-tiba muncul.


"Woah!? Kalian mengejutkan ku!" Seru Lein.


"Maaf." Ucap Abelia dengan ekspresi wajah datar.


"... Lupakan." Ucap Lein pasrah.


"Biarkan kami berbicara dengan Isolda lagi." Ucap Britta kepada Lein.


"Ya.., silakan." Lein melambaikan tangan nya tidak terlalu peduli.


Kubah transparan muncul seperti sebelumnya dan Isolda mengubah wujud nya menjadi naga. Kemudian mereka bertiga berbincang-bincang melanjutkan yang tadi belum mereka selesaikan.


"Sial, aku terjebak dalam obrolan tidak berguna." Umpat lein di dalam hatinya.


Lein kemudian memutuskan untuk keluar dari kubah transparan yang menyelimuti gazebo kemudian ia menyadari bagaimana fungsi dari kubah transparan.


Dari posisi Lein, ia melihar bahwa tidak ada seorang pun yang sudah duduk dan berbincang-bincang di dalam gazebo itu.


"Hm, jadi apakah Gran dan yang lain tidak melihat Abelia dan Britta dan hanya melihat ku saja?" Pikir Lein.


Lein mengangkat bahu tidak terlalu memikirkan nya. Ia kemudian berjalan-jalan ke area bunga.


Lein merasakan angin malam yang dingin, ia menarik napas dalam-dalam dan merasakan udara dingin yang membuat pikiran nya tenang.

__ADS_1


__ADS_2