
Keesokan harinya nya, Lein berangkat menuju markas-markas kecil milik Anarchy Order.
Semua lokasi markas-markas kecil Anarchy Order sudah ditunjukkan oleh Dewi Ariel, dan Lein hanya perlu melawan mereka.
Untuk markas yang lebih besar, Lein perlu mencari tahu nya sendiri tanpa bantuan para dewa dan dewi.
Untuk aksi kali ini, yang mengikuti selain Lein adalah Jonas dan Enya. Lein tidak mengajak Anna dan John karena sepertinya mereka sedang berlatih secara tertutup.
Lein juga telah meminta izin kepada Presiden Brynn. Meskipun Liza ingin mengikuti Lein memberantas para anggota Anarchy Order.
Namun Lein menolak ya, keberadaan Liza yang seorang berlevel 154 akan menjadi pusat perhatian jika ia bergerak, apalagi kali ini hanya melawan markas kecil.
Isolda juga akan ikut bertarung namun ia tidak akan muncul, ia akan membantu menyerang dalam bayang-bayang.
Maksudnya, Isolda akan menyerang di tempat yang tidak ada orang asing, karena jika diketahui ada naga di wilayah manusia, bisa dipastikan akan menimbulkan kegemparan.
...----------------...
Lein sampai di lokasi, yaitu ada di bukit kecil pinggiran kota Dragon Tide.
"Hm, menurut informasi, markas kecil mereka adalah desa itu." Lein menunjuk ke suatu desa.
Dan Lein juga mengatakan menurut 'informasi' bukan menurut 'dewi ariel' karena Jonas dan Enya tidak mengetahui nya.
"Apakah kita bisa mengalahkan mereka?" Enya bertanya karena ia merasa sedikit gugup.
"Jangan khawatir, kita pasti bisa." Lein mengatakan dengan percaya diri.
"Dan kalian sudah pernah membunuh manusia bukan?" Len bertanya kepada Jonas dan Enya.
"Sudah." Jonas dan Enya mengangguk.
"Itu akan menjadi mudah, dan karena kita akan melawan Anarchy Order, jangan menunjukkan belas kasihan untuk mereka." Mata Lein menunjukkan sedikit niat membunuh.
"Apakah kamu bisa bertarung dengan satu tangan?" Enya bertanya kepada Lein.
"Haha, jangan khawatir. Bahkan aku bisa melawan mereka tanpa tangan sekalipun." Lein tertawa dengan percaya diri.
"Jonas, ini pertarungan pertama mu semenjak kamu menjadi rekan ku. Jangan jadi penakut dan tangkis segala serangan yang ditunjukkan untukku." Lein berkata dengan serius kepada Jonas.
"Jangan khawatir bos, aku tidak akan melanggar sumpah ku." Jonas mengangguk dengan serius.
"Bagus bagus ... Enya, kamu juga sudah terbiasa dengan api Fiama kan?" Lalu Lein bertanya kepada Enya.
"Bisa, seperti yang kamu bilang aku akan fokus untuk berlatih mengendalikan nya terlebih dahulu." Enya mengangguk.
"Bagus, ayo kita serang mereka sekarang." Lein berbalik dan melihat desa tempat markas Anarchy Order.
"Kita akan menyerang secara terbuka, karena kita akan melawan Organisasi jahat."
"Jika masyarakat mengetahui ini, maka mereka akan mendukung kita dan jika kita berhasil, mereka akan menganggap kita sebagai pahlawan."
__ADS_1
"Pahlawan ya..." Gumam Jonas.
"Ayo!" Lein bergerak duluan diikuti oleh mereka berdua.
...----------------...
Di desa, markas kecil Anarchy Order.
Di dalam suatu rumah yang paling besar diantara rumah lainnya.
"Oy, seseorang yang diluar! Masuklah." Seorang Pria tampan sedang duduk di sofa kamar dan memanggil seseorang.
"Ya! Apakah ada sesuatu, Tuan Arben?" Seorang pria berjubah hitam masuk.
"Bawakan aku alkohol dan beberapa makanan ringan!" Ucap pria tampan itu yang bernama Arben.
"Baik!" Pria berjubah hitam menerima perintah Arben.
...----------------...
"Dragon Dance : Gravity Blast." Lein yang berada di luar desa mengeluarkan serangan.
Lein melakukan kuda kuda, mengepalkan tinju kirinya dan bersiap untuk meninju. Kemudian Lein memukul udara dan hempasan yang kuat terjadi.
Hempasan angin yang diakibatkan oleh tinju Lein, ditambah dengan gaya gravitasi membuat hempasan itu sangat merusak.
"Fire Magic : Fire Blast!" Enya juga menyerang dengan api nya.
hempasan gravitasi Lein yang sudah sangat merusak ditambah dengan hempasan api Enya yang membakar sesuatu yang dilewati nya.
Karena ini juga pertama kali nya ia bertarung dengan rekan, sebelumnya ia hanya bertarung sendirian tanpa seseorang yang bisa dianggap rekan.
Kemudian terjadi keributan di markas, orang-orang berhamburan untuk keluar dari rumah dan memeriksa apa yang sedang terjadi.
"Kita diserang! Bunyikan alarm!" Ucap seorang pria berjubah.
Mereka mengenakan pakaian berbeda sama seperti orang orang biasa, namun ada yang terlihat sama dari mereka.
Yaitu lambang lingkaran dengan dua tanduk dan wajah tersenyum, entah itu sebuah tato di tubuh atau sebuah gambar di pakaian.
...----------------...
"Alarm? Apakah ada yang menyerang kita?" Arben menyipitkan matanya.
"Apakah mereka tahu kita adalah Anarchy Order? Atau mereka hanyalah bandit yang suka menjarah?" Arben bertanya kepada orang di sebelahnya.
"Mereka ada tiga orang dan dilihat dari usia mereka, seperti nya mereka adalah mahasiswa." Ucap orang itu.
"Mahasiswa!? Bereskan masalah ini secepat mungkin." Arben terlihat marah.
"Baik!" Orang itu kemudian pergi.
__ADS_1
...----------------...
"Fire Elemen : Fire ball." Enya menciptakan beberapa bola api kemudian menyerang musuh-musuh.
"Dragon Dance : Mana Bomb." Lein hanya mengeluarkan satu bola kecil seukuran bola pingpong.
Namun saat Lein melempar bola itu, terjadi lah ledakan yang sangat mengerikan. Dari yang awalnya seukuran bola pingpong menjadi seukuran lapangan basket.
"Lein! Serangan mu sangat kuat!" Enya kagum dengan serangan Lein.
"Tentu sa-" Lein merasakan sesuatu.
"Jonas!" Lein berteriak memanggil Jonas.
"Siap." Jonas segera berdiri di depan Lein dan mengaktifkan kemampuan nya.
Tiba-tiba saja ada serangan yang sangat cepat namun itu dapat ditangkis dengan mudah oleh Jonas.
"Kamu dapat menangkis serangan ku?" Ucap seorang pria.
Pria itu ternyata adalah orang yang berdiri di sebelah Arben sebelum nya.
"Serangan yang mudah ditangkis." Ucap Jonas dengan nada ringan.
"Apa!? Namaku adalah Malmar, ingat itu!" Malmar kemudian mengeluarkan serangan lagi.
"Wind Magic : Multiple Shoot." Ucap Malmar.
Kemudian muncul beberapa peluru angin yang seukuran bola tenis dan menyerang Jonas dengan kecepatan tinggi.
Jonas sedikit terlambat karena tidak bereaksi, ia hanya menangkis beberapa peluru angin dan sisanya lolos dan menuju Lein.
Lein hanya mengangkat tangan kiri nya dan menggunakan Mana Barrier untuk memblokir peluru angin.
"Dia level 50, kekuatan angin. Serangan nya memang lemah namun berhati-hatilah dengan kecepatan nya." Ucap Lein kepada Jonas setelah ia menganalisa.
"Enya, kamu pergi ke sisi lain dan mengamuk lah. Kamu bisa mencoba kekuatan api Fiama dengan bebas." Lein menginstruksi Enya.
"Baik!" Jonas dan Enya mengangguk paham.
"Jonas, yang perlu kamu lakukan adalah menangkis segala serangan Malmar, biar aku yang menyerang nya." Ucap Lein.
"Laksanakan." Jonas kemudian merubah kulit nya menjadi Diamond.
"Dragon Dance : Mana Bullet." Lein menyerang dengan menggunakan peluru mana.
Namun Malmar dengan mudah menghindari nya karena ia menggunakan sihir angin untuk mempercepat gerakan nya.
"Wind Magic : Wind Arrow." Sebuah anak panah angin menuju Lein dengan kecepatan yang lebih cepat dibandingkan dengan serangan sebelum nya.
Jonas sudah diperintahkan Lein untuk menangkis semua serangan, oleh karena itu ia selalu melihat pergerakan Malmar.
__ADS_1
Dan berkat itu ia jadi tahu arah serangan Malmar, kemudian Jonas bergerak ke belakang Lein dan menangkis anak panah angin dengan kulit diamond nya.
"Sial, tipe pertahanan yang menyusahkan...." Ucap Malmar mengumpat.