Analysis Eye

Analysis Eye
Akhir dari Pertarungan di Tundra Desert


__ADS_3

Isolda terbang ke langit dan melihat kalau ada seseorang yang terjatuh. Ia ingat kalau orang yang jatuh ada orang yang menjadi lawan Lein dan Liza.


"Apakah dia kalah? Lalu itu artinya Lein dan Liza menang!?" Isolda berpikir dengan gembira.


Ia terbang dengan cepat ke atas namun melihat kalau ada dua orang yang terjatuh lagi dan mereka berdua adalah Lein dan Liza.


"Lein! Liza!" Isolda berteriak khawatir.


Ia menggunakan mana untuk memperlambat mereka berdua jatuh lalu memposisikan dirinya di bawah mereka agar jatuh di punggung nya.


Setelah itu, Isolda mencari tempat yang bersih karena di bawah dipenuhi dengan darah makhluk-makhluk eksperimen.


Isolda kemudian menurunkan mereka berdua di atas pasir dan mencoba untuk membangunkan mereka dengan menyentuhkan nya menggunakan cakar nya.


Lein adalah yang pertama bangun karena kemampuan regenerasi nya sudah memulihkan sebagian besar tenaga yang sudah hilang.


"Woah kamu mengejutkan ku Isolda." Lein melihat Isolda tepat didepan nya.


"Apakah kamu baik-baik saja??" Isolda bertanya dengan nada khawatir.


"Aku baik-baik saja karena ada kemampuan regenerasi. Namun Liza, sepertinya kondisi tubuh nya sudah mencapai batas nya." Lein melihat ke sebelah nya.


"Analisa." Lein menganalisa kondisi Liza.


[ analisa berlangsung ]


[ Tubuh Liza saat ini sudah mencapai batasnya, disarankan untuk jangan memberi dia ramuan atau obat dan lebih baik beristirahat saja ]


"Analysis Eye tidak pernah salah, tapi aku juga harus bertanya kepada Octiorb. Isolda, tolong bawa kami ke Negara Tundra." Ucap Lein.


"Baik. Naiklah ke punggung ku." Isolda menurunkan tubuh nya.


Lein berjongkok di sebelah Liza lalu ia menggendong nya. Lein berjalan menuju Isolda dan melompat ke punggung nya.


Isolda melebarkan sayapnya dan terbang menuju Negara Tundra dengan kecepatan tinggi karena ia juga khawatir dengan kondisi Liza.


...----------------...


Di Negara Tundra.


"Akhirnya, perang telah usai." Octiorb duduk bersandar di tembok.


"Tuan Octiorb, terimakasih atas kerja keras nya." Seorang perawat memberikan Octiorb minum kemudian ia pergi.


"Terimakasih." Octiorb meminum minuman itu.


"Ada yang mendekat!!!" Teriakan prajurit terdengar.


Semua orang segera melihat ke arah yang ditunjuk oleh prajurit itu dan mereka melebarkan mata mereka saat melihat makhluk yang datang.

__ADS_1


"Naga!?" Ger juga bisa melihat naga yang sedang terbang ke arah mereka.


"Jangan khawatir, naga itu adalah temanku." Octiorb berdiri dan berteriak kepada mereka semua agar tidak ada yang menyerang naga itu.


Naga yang datang tentu saja adalah Isolda, dengan mata naga nya yang tajam, ia segera melihat Octiorb di area medis.


Isolda terbang dan mendarat di lahan kosong di sebelah area medis dan menurunkan tubuh nya agar Lein bisa turun dengan aman.


Lein turun dari punggung Isolda sambil menggendong Liza. Kemudian Lein menyuruh Isolda kembali ke wujud kalung karena semua orang saat ini sedang melihat mereka.


Isolda mengangguk dan segera kembali ke wujud kalung. Lein lalu berjalan ke area medis menghampiri Octiorb yang sedang berjalan menuju arah nya juga.


"Oct, periksa kondisi Liza. Hasil analisa ku menunjukkan untuk tidak memberikan ramuan atau obat dan dianjurkan untuk beristirahat saja." Lein membaringkan Liza di atas kasur di area medis.


"Tanpa menyentuh nadi nya aku bisa mengetahui kalau dia sudah mencapai batas nya." Ucap Octiorb.


"Ya, dia menggunakan semua mana di tubuh nya. Aku juga menggunakan semua nya namun aku memiliki kemampuan regenerasi." Angguk Lein menjelaskan mengapa Liza seperti ini.


"Hm, baiklah, akan aku periksa terlebih dahulu." Octiorb menyentuh nadi di tangan Liza.


"..." Octiorb menyentuh nya selama beberapa detik kemudian melepaskan nya.


"Ya, apa yang kamu analisa memang benar." Ucap Octiorb.


"Apakah kamu tahu mengapa?" Tanya Lein.


"Hm, tubuh nya saat ini seperti mesin yang sudah sangat panas sampai berasal karena digunakan terlalu lama tanpa beristirahat."


"Jika kita melakukan hal itu, fungsi mesin nya akan rusak karena tiba-tiba dari suhu yang sangat panas menjadi sangat dingin."


"Jadi, tubuh Liza akan rusak jika kita menggunakan ramuan atau obat." Octiorb menjelaskan alasan nya.


"Jadi seperti itu ya. Yah, yang penting dia baik-baik saja jika beristirahat. Berapa lama Liza akan sembuh?" Lein menghela napas lega karena Liza hanya perlu beristirahat.


"Jika cepat tiga hari, jika lambat tujuh hari." Octiorb menyentuh dagunya dan menjawab Lein.


"Oh baguslah, aku kira akan membutuhkan waktu satu bulan." Lein menganggukkan kepala nya.


Ger dan Alder datang menghampiri Lein dan Octiorb. Lein lalu menjelaskan semua apa yang sudah terjadi di markas Anarchy Order.


Ger dan Alder menghela napas lega karena akhirnya Anarchy Order sudah musnah dan tidak akan ada masalah lagi.


Namun Lein tidak mengakan kalau ada makhluk-makhluk eksperimen karena itu akan membuat orang-orang Negara Tundra panik.


Lein juga mengatakan alasan mengapa Anarchy Order menyerang adalah karena mereka ingin menguasai Dungeon Tundra Desert.


Setelah menjelaskan beberapa hal lagi kepada Ger dan Alder, Lein merasa kalau tubuh nya sudah memulihkan mana.


Lein segera menggunakan sihir terbang lalu ia terbang ke markas Anarchy Order karena dia perlu mengambil tubuh Nolan.

__ADS_1


Lein sampai dan hanya melihat tubuh Nolan dan anggota Anarchy Order yang lain, tidak ada tubuh atau sisa-sisa dari makhluk-makhluk eksperimen.


"Sepertinya Isolda menyerang, tidak, membasmi mereka sampai tak tersisa ya." Lein menganggukkan kepala nya.


Lein turun ke bawah dan mengeluarkan kantung mayat dan memasukan tubuh Nolan ke dalam nya lalu ia simpan di inventory nya.


Untuk anggota Anarchy Order yang lain Lein biarkan saja, paling-paling mereka semua akan dimakan oleh monster di sekitar.


Lalu, alasan yang paling utama mengapa Lein datang ke sini, adalah tentu saja karena ia perlu mengambil barang-barang yang keluar dari tubuh Nolan.


Tidak seperti anggota Anarchy Order, mereka tidak menyimpan barang apapun di inventory mereka. Namun Nolan berbeda, ia menyimpan banyak sekali barang.


Kebanyakan barang nya adalah ramuan dan buku-buku sihir hitam. Lalu ada banyak juga kartu bank tanpa nama yang Lein belum mengetahui saldo di dalam nya.


Lalu, saat Lein akan menyimpan semua barang-barang nya, diantara barang-barang tersebut ada ponsel yang sedang berbunyi.


"Telepon? Bukankah disini tidak bisa menggunakan ponsel untuk berkomunikasi? Apakah ini adalah telepon khusus?" Lein mengambil ponsel dan memutuskan untuk menjawab telepon.


"..." Lein tidak berbicara duluan.


"Nolan, bagaimana situasi disana?" Terdengar suara pria yang sangat familiar.


"Frederic." Lein memanggil nama Frederic.


"Hm? Siapa kamu! Dimana Nolan!" Frederic mendengar suara asing dan segera bertanya dimana Nolan.


"Kekeke, jadi kamu adalah dalang dibalik semua ini ya, Frederic!" Lein tertawa.


"Ku bilang siapa kamu!" Frederic menanyakan identitas Lein.


"Aku? Aku adalah orang yang paling kamu benci saat ini. Aku adalah orang yang diincar oleh kalian! Aku adalah orang yang membunuh istri mu!" Lein tidak langsung memberitahu identitas nya.


"...Lein." Frederic akhirnya tahu mengapa suara nya sedikit familiar.


"Ya, ini aku." Lein menyeringai.


"Apa yang kamu lakukan dengan telepon ini? Apakah Nolan..." Frederic tidak perlu menyelesaikan ucapan nya.


"Aku membunuh Nolan. Negara Tundra menyelesaikan anggota Anarchy Order yang lain, lalu Isolda, teman naga ku, dia menyelesaikan makhluk-makhluk eksperimen nya." Jawab Lein.


"Bahkan makhluk eksperimen kalah ya..." Lein bisa mendengar nada frustasi dari ucapan Frederic.


"Santai saja, aku tidak akan memberitahu hal ini kepada SID karena aku juga tidak memiliki bukti apapun." Lein duduk di atas pasir.


"Haha, haruskah aku berterima kasih?" Ucap Frederic dengan nada suram.


"Tidak perlu, aku tahu kamu malu-malu." Lein mengejek Frederic dengan puas.


"Sialan!!" Frederic berteriak dengan marah lalu telepon terputus.

__ADS_1


"Hah, dasar emosian." Lein mendengus.


__ADS_2