
"Izin kan aku untuk membunuh Kiva! Dia telah berbuat jauh dan menodai nama kehormatan universitas dragon heart dan juga kehormatan ras manusia!!!" Lein berteriak.
Semua orang yang mendengar teriakan Lein mengangguk setuju. Kiva berbuat terlalu jauh bahkan sampai meminjam kekuatan iblis.
Mereka juga menyadari bahwa tirai pelindung ini bukan melindungi penonton, namun agar tidak ada seorangpun yang mengganggu Kiva dan Lein.
Mereka semua berteriak setuju dengan ucapan Lein, mereka meminta presiden dan walikota untuk mengizinkan Lein membunuh Kiva.
...----------------...
Ruang Presiden.
Orang-orang didalam ruangan terdiam dengan ucapan Lein yang meminta izin untuk membunuh Kiva.
"Hahahaha." Liza tertawa lepas sambil memegangi perut nya.
"Presiden, bukankah penjaga mu bersikap tidak sopan?" Walikota Holbein mengerutkan kening melihat sikap Liza.
"Dia sangat cerdas..." Presiden Brynn mengabaikan ucapan Walikota Holbein.
"Presiden!?" Walikota Holbein kesal karena presiden Brynn mengabaikan ucapan nya.
"Diam!" Presiden Brynn mengeluarkan aura yang mengerikan.
Seketika Walikota Holbein terdiam merasakan aura presiden Brynn yang mengerikan.
"Ingin membunuh Kiva dengan alasan menodai kehormatan ya... bahkan tanpa alasan itu, dia memang ingin membunuh nya..." Liza menjadi tenang dan mengungkapkan tipuan Lein.
"Benar, dia menggunakan alasan itu agar dia tidak dicurigai atau dihukum oleh universitas." Presiden Brynn melihat Lein dengan mata tenang.
Presiden Brynn berdiri dan berjalan beberapa langkah. Kemudian ia berbicara dengan nada pelan namun menggunakan mana agar suaranya terdengar.
"Mahasiswa Lein Sanzio! Aku tidak mengizinkan mu membunuh Mahasiswa Kiva Barqi." Ternyata presiden Brynn tidak menyetujui izin Lein.
Lein dan para penonton mengerutkan kening mereka karena bingung dengan keputusan presiden.
"Mahasiswa Kiva akan diinterogasi oleh pihak Universitas. Jadi, jangan membunuh nya." Kemudian presiden Brynn duduk kembali.
"Heh..." Lein menyeringai.
Lein mengerti maksud perkataan presiden Brynn. Presiden tidak mengizinkan Kiva dibunuh karena alasan interogasi.
Yang artinya selama Kiva masih sadar dan masih bisa berbicara untuk diinterogasi, Lein bisa berbuat semau nya kecuali membunuh nya.
"Terimakasih." Lein mengucapkan terimakasih di dalam hati nya.
Para penonton yang pintar juga menyadari maksud dari perkataan presiden Brynn. Mereka memasang wajah tersenyum karena Kiva mungkin akan merasakan rasa sakit yang lebih buruk dari kematian.
"Forgotten Black Magic : Summon Demon." Kiva menggunakan sihir hitam yang sudah terlupakan.
__ADS_1
Lingkaran sihir yang besar muncul di arena. Lalu banyak energi hitam pekat keluar dari lingkaran sihir itu.
"Ha ha ha..." Sebuah suara tawa mengerikan datang dari dalam asap.
Kemudian sosok berbadan besar dan tinggi yang hampir sama seperti raksasa muncul dari lingkaran sihir itu.
Sosok itu memiliki kepala banteng dengan dua tanduk besar nya dan memiliki tubuh seorang manusia.
Sosok itu memegang sebuah kapak dua tangan yang ukuran nya sangat besar.
...----------------...
Semua orang terkejut dengan kemunculan sosok itu. Sosok itu adalah iblis tingkat tinggi di wilayah iblis. Mereka bisa mengenali identitas iblis itu karena aura iblis itu sangat mengerikan.
...----------------...
"Kamu memanggil ku, anak muda?" Iblis itu bertanya kepada Kiva.
"Ya, saya yang memanggil anda." Kiva berbicara dengan nada hormat.
"Hahaha, apa yang kamu mau?" Iblis itu bertanya.
"Tolong bunuh anak itu." Kiva menyebutkan keinginan nya lu menunjuk ke arah Lein.
"Ho? Manusia yang lumayan kuat." Iblis itu menoleh ke arah Lein.
"Sapi katamu!? Namaku Uruh sang iblis banteng!" Iblis itu menjadi marah.
"Yah banteng dan sapi itu satu keluarga." Lein tetap menganggap Uruh sapi.
"Sialan!!" Uruh menjadi marah.
Uruh mengayunkan kapal besar nya dari atas ke bawah untuk menyerang Lein.
"Besar, namun lambat." Lein melihat serangan Uruh yang lambat.
Lein berlari menggunakan teknik gerakan kaki nya, ia kemudian muncul di kaki kiri Uruh.
Lein menyerang secara bertubi-tubi ke arah kaki kiri Uruh. Meskipun serangan biasa Lein tidak bisa menembus kulit Uruh, namun Lein tetap menyerang nya.
Uruh kesakitan dan kaki kiri nya menjadi mati rasa. Kemudian Uruh terjatuh karena pijakan di kaki kiri nya goyah.
Lein kemudian bergerak ke arah kaki kanan Uruh lalu menyerang nya sama seperti menyerang kaki kiri nya.
Kaki kanan Uruh menjadi mati rasa. Sekarang, kedua kaki Uruh tidak bisa digerakkan karena keduanya mati rasa.
"Sialan!" Uruh menjadi marah namun ia tidak bis berbuat apa-apa.
"Mengapa iblis yang auranya mengerikan ini sangat lemah?" Lein bertanya-tanya.
__ADS_1
"Apakah karena di dunia manusia? atau karena ia bodoh?" Lein tidak bisa menemukan alasan nya.
Kemudian Lein menaiki tubuh Uruh dan ia mengincar leher nya. Lein menusuk leher Uruh namun ia tidak bisa menggores kulit nya, kulit leher Uruh lebih keras dari pada kulit kaki nya.
Kemudian Lein mengincar bagian lain yang tidak terlindungi oleh kulit yaitu mata. Karena posisi Uruh yang sedang berlutut karena kakinya, Lein jadi mudah untuk mengincar mata nya.
Lein turun ke tanah dari tubuh Uruh yang besar dan berada tepat dibawah kepala Uruh. Lein melihat mata nya dan menganalisa serangan apa yang cocok untuk menyerang mata uruh.
"Aku akan mencoba kekuatan baru ku." Lein melakukan kuda-kuda.
"Dragon Dance : Twin Space Dragon Slash." Lein menebas ke atas, ke arah mata uruh.
Serangan Lein berwujud seperti naga namun tidak terlihat karena tebasan ini mengandung kekuatan ruang.
Tebasan Lein langsung mengenai mata uruh dengan cepat, karena pergerakan tebasan Lein seperti teleportasi karena kekuatan ruang nya.
"Ugh!!!" Uruh berteriak.
Kedua mata uruh terkena tebasan Lein dan mata uruh menjadi buta karena serangan nya terlalu dalam.
Karena tidak bisa melihat, Uruh mengamuk dan menebas ke segala arah menggunakan kapak besar nya itu. Beruntung tirai pelindung ini cukup kuat untuk menahan nya.
"Bagaimana bisa!" Kiva merasa Lein akan terbunuh oleh Uruh justru sebaliknya.
"Uhuk." Kiva batuk darah.
Kemudian Uruh menghilang dari arena bersamaan dengan hilang nya lingkaran sihir pemanggilan.
"Ah, jadi kamu belum bisa menahan nya ya..." Lein menghampiri Kiva.
"Diam!" Kiva menutupi mulut nya yang terus mengeluarkan darah.
"Hm?" Lein mengangkat alis nya.
Kiva kemudian melakukan sesuatu yang gila lagi, ia memakan 2 pil yang diberikan oleh Dekan Lou sekaligus ke dalam mulut nya.
"Gila.." Lein sudah menganggap Kiva gila
"Hahaha!!" Kiva tertawa keras.
"Kekuatan yang sangat menakjubkan" Kiva berpuas diri.
"Dengan ini aku bisa membunuh mu!!" Kiva menunjukkan niat membunuh yang kuat ke arah Lein.
"Tekanan yang tidak main main." Lein mengerutkan keningnya.
Lein merasakan tekanan yang sangat berat saat ia terpapar oleh energi iblis milik kiva yang meluap-luap.
"Saat nya untuk serius ya..." Lein mulai serius di pertarungan sekarang.
__ADS_1