
Beberapa waktu sebelumnya, saat Lein dan Jonas berpisah. Lein pergi ke kiri yang merupakan area hutan dengan banyak sekali tanaman merambat.
Lein menggunakan mana untuk mengobservasi lingkungan sekitar dan ia merasakan ada jejak kaki satu orang di depan sana.
Lein segera berlari ke lokasi tersebut dan melihat ada jejak kaki yang berantakan.
"Hm? Oh~ Kamu mencari ku?" Sebuah suara terdengar dari atas pohon.
Lein mendongak dan melihat ada pria berambut panjang yang berantakan yang sedang menyeringai melihat ke arah dirinya.
"Zinon, ahli pedang." Batin Lein saat ia melihat pedang panjang di pinggang Zinon.
Lein mengeluarkan satu katana nya dan tanpa basa-basi, ia melompat ke arah Zinon sambil mengayunkan pedang nya dengan kencang.
"Sial! Apakah kamu tidak berbicara terlebih dahulu!?" Zinon mengeluarkan pedang nya juga untuk menangkis sedang Lein.
Namun karena serangan Lein terlalu kuat, Zinon terpukul mundur membuat pijakan nya tidak seimbang sampai ia terpeleset dan terjatuh dari pohon.
Lein melompat ke bawah dan memegang katana dengan kedua tangan nya bersikap untuk menebas Zinon yang ada di bawah nya.
Zinon menendang batang pohon untuk menghindari serangan Lein dan terguling-guling di tanah karena tidak seimbang.
Lein mendarat di tanah dan tidak melanjutkan serangan nya untuk melihat bagaimana respon Zinon karena ia diserang secara tiba-tiba.
"Apa-apaan! Mana sopan santun mu! Kamu terlihat masih muda, bukankah kamu seharusnya lebih menghormati ku yang lebih tua!?" Zinon mengoceh tidak jelas.
"..." Lein hanya memasang wajah datar.
"Sialan!! Setidaknya balas lah ucapan ku dan jangan menatapku dengan mata seperti ikan asin!!" Zinon berteriak tidak jelas lagi.
Zinon mengangkat pedang nya dan mengayunkan nya beberapa kali ke udara kemudian munculah beberapa bilah angin dari ayunan pedang nya.
"Mari kita lihat apakah kamu bisa menghindari serangan ku yang sanga cepat inti! Hahaha..!!" Zinon tertawa lepas.
Lein memegang katanya dengan kedua tangan nya dan mengangkat nya tinggi-tinggi. Kemudian ia mengayunkan katanya nya ke depan dengan biasa.
Tiba-tiba saja, semua bilah angin yang datang ke arah Lein terbelah menjadi dua saat Lein mengayunkan katana nya ke depan.
"Hahaha!! Kamu seharusnya tidak hanya fokus ke bilah angin itu!" Zinon sudah berada di sebelah kiri Lein dan akan menebas leher Lein dengan pedang nya.
"Kamu ini banyak sekali omong kosong nya ya..." Balas Lein dengan nada santai.
__ADS_1
Saat pedang Zinon akan menyentuh leher nya, Lein segera membungkuk dan menendang kaki Zinon dengan keras sampai terjatuh.
"Ah sial!" Umpat Zinon.
Lein berdiri dan membalik pedang nya sehingga ujung pedang nya mengarah ke bawah. Lein mengangkat pedang nya kemudian ia akan menusuk perut Zinon.
"!!" Zinon melebarkan matanya kemudian ia segera menggunakan kemampuan nya.
Tubuh Zinon menjadi transparan seperti angin kemudian Zinon berpindah tempat dari bawah Lein menjadi di belakang Lein.
Tubuh Zinon kembali seperti semula dan ia menggunakan pedang nya untuk menebas punggung Lein.
"Masih terlalu lambat." Ucap Lein yang tiba-tiba menghilang.
Lein berpindah ke atas pohon dan sekarang ia sedang berjongkok di dahan pohon sambil melihat ke arah Zinon yang sedang kebingungan.
"Dimana kamu sialan! Jangan kabur seperti pengecut! hadapi aku dengan semua kekuatan mu!" Teriak Zinon ke segala arah.
"Hm, jadi tadi adalah kemampuan nya yang bisa membuat nya menjadi angin dalam beberapa detik." Batin Lein.
Kemampuan Zinon adalah untuk membuat tubuh nya menjadi angin dan bisa bergerak dengan bebas selama beberapa detik.
Namun Zinon tidak bisa langsung mengubah tubuh nya menjadi angin. Ada jeda untuk mengubahnya seperti tadi yang tubuh nya menjadi transparan.
"Ahh sialan! Cepatlah keluar! Apa jangan-jangan kamu ini takut? Benar, kamu ini takut dengan kekuatan ku yang hebat bukan?"
"Ayo jujur saja, hahaha. Aku ini memang orang yang hebat karena bisa mengalahkan beberapa orang sekaligus!" Teriak Zinon dengan semangat.
"Itu karena lawan mu adalah warga sipil." Ucap Lein.
"Jadi kamu disana ya!" Zinon menebas udara dan muncul bilah angin yang lebih besar.
Lein melompat dari pohon ke arah Zinon kemudian ia menebas bilah angin yang datang menjadi dua bagian dengan sangat mudah.
"Apa!? Itu tidak mungkin! Kamu hanyalah seorang anak muda! Bagaimana bisa kamu memiliki kekuatan yang lebih kuat dariku!' Zinon tidak percaya apa yang ia lihat.
"Yah, kekuatan tidak diukur dari usia seseorang bukan? Jika iya, maka Ras elf, Ras Giant, dan Ras Iblis akan menguasai dunia." Balas Lein dengan sederhana.
"Diam! Ini tidak mungkin, bagaiman bisa ini terjadi, aku lebih lemah dari seorang anak muda? Aku lemah? Aku tidak lemah!?" Tiba-tiba saja kekuatan Zinon meluap.
"Ini... Energi iblis..." Lein bisa merasakan nya dan ia juga bisa melihat ada asap hitam yang keluar dari tubuh Zinon.
__ADS_1
"Hahaha! Dengan kekuatan sebanyak ini, kamu tidak akan bisa mengalahkan ku!" Teriak Zinon.
Zinon segera berlari ke arah Lein sambil mengayunkan pedang nya ke udara menciptakan banyak sekali bilah angin.
Lein mundur untuk menjaga jarak dari Zinon sambil memotong semua bilah angin yang datang ke arah nya dengan mudah.
"Sialan!!" Zinon menjadi lebih marah melihat Lein bisa memotong semua bilah angin nya.
Zinon berlari lebih cepat kemudian ia melompat dengan sangat tinggi. Zinon mengangkat pedang nya tinggi-tinggi dengan kedua tangan nya.
"Wind Demon Slash..!!!" Teriak Zinon.
Zinon mengayunkan pedang nya ke bawah tepatnya ke arah Lein, kemudian munculah satu bilah angin yang sangat besar dan bergerak ke arah Lein dengan kecepatan tinggi.
"Serangan pamungkas ya..." Batin Lein.
"Dragon Dance : Mana Wave Slash." Lein mengayunkan katana nya secara horizontal.
Muncul gelombang mana yang sangat besar saat Lein mengayunkan katana nya dan gelombang mana itu bergerak ke arah bilah angin milik Zinon.
Kedua serangan bertemu dan menghasilkan ledakan yang sangat besar. Zinon terhempas dari udara saat terkena dampak dari ledakan nya.
Sedangkan Lein, ia masih berada di tempat nya tanpa bergerak satu milimeter pun dari sana.
Setelah ledakan selesai, Lein melihat bahwa Zinon sedang terkapar lemas di tanah karena ia terkena dampak ledakan tadi.
Lein berjalan mendekati Zinon yang sedang batuk darah. Lein menggunakan gagang katana nya untuk memukul dada kiri Zinon.
Zinon merasakan sakit di jantung nya dan sebelum ia berteriak, Lein memukul dada nya lagi. Zinon yang tidak sempat berteriak seketika kehilangan kesadaran nya.
Lein memasukan katana ke dalam sarung nya kemudian ia menepuk-nepuk debu di pakaian nya yang kotor karena udara berterbangan dan mengenai pakaian nya saat ledakan tadi.
*ding
"Oh, dari Jonas." Lein menerima pesan dari Jonas.
"Dia sudah menyelesaikan Pavlos? Itu bagus." Batin lein.
Jonas : Berarti sekarang hanya Lason si penyihir yang tersisa?
Lein : Benar, mari bertemu di tempat kita berpisah untuk mengamankan Pavlos dan Zinon.
__ADS_1
Jonas : Baik, bos!
Lein memegangi kaki kanan Zinon kemudian ia pergi ke tempat sebelumnya nya sambil menyeret Zinon yang tidak sadarkan diri.