
Beberapa hari kemudian, Lein yang sedang bersantai mendapatkan pesan dari presiden Brynn untuk datang ke kantor nya.
Lein tidak tahu mengapa ia dipanggil, namun ia tetap datang ke kantor presiden sesuai pesan yang diberikan.
*tok tok tok (suara ketukan pintu)
"Masuk." Ucap Presiden Brynn dari dalam ruangan.
"Permisi Pres, apakah ada sesuatu?" Lein memasuki kantor dan bertanya kepada presiden.
"Ini tentang hadiah mu yang d peringkat pertama." Presiden Brynn berjalan menuju sofa.
Lein juga berjalan menuju sofa dan duduk di seberang Presiden Brynn.
"Kamu tahu bahwa tidak ada upacara penghargaan karena kekacauan yang Kiva perbuat." Presiden Brynn menuangkan teh.
"Iya, aku tahu." Lein mengangguk.
"Oleh karena itu aku sebagai presiden memberikan hadiah kepada mereka secara pribadi sebagai gantinya." Presiden Brynn meminum teh nya.
"Ah, jadi begitu." Ucap Lein.
"Benar. Dan kamu adalah peringkat satu, ada buku skill rank tinggi, satu senjata rank tinggi, dan sebuah artefak." Presiden Brynn kemudian menyerahkan sebuah dokumen.
Dokumen itu ternyata adalah daftar buku skill dan senjata rank tinggi yang dimiliki oleh Universitas Dragon Heart.
"Pilihlah." Presiden Brynn menyuruh Lein untuk memilih.
"Baik." Lein mengangguk.
Setelah beberapa menit, Lein sudah menentukan pilihan nya, ia menaruh dokumen itu dan berbicara kepada presiden.
"Aku ingin buku skill : Time Field dan Senjata Pisau Lempar." Lein mengatakan pilihan nya.
"Baiklah, aku akan mengambilnya, tunggu sebentar." Presiden Brynn menghilang lalu beberapa saat kemudian ia kembali muncul.
"...." Lein sudah terbiasa dengan ini.
"Ini dia." Presiden Brynn menyerahkan kedua barang kepada Lein
"Terimakasih Pres." Lein berterima kasih.
Kemudian Lein menyimpan buku skill ke dalam inventory nya dan pisau lempar di pakaian nya.
"Lalu untuk artefak, apa yang kamu inginkan?" Presiden Brynn bertanya.
"Aku sudah memikirkan nya..."
...----------------...
Beberapa hari sebelumnya, di rumah Lein yang sudah direnovasi.
"Oi bocah." Octiorb yang sudah lama tidak muncul tiba-tiba saja muncul.
"Oh Oct, Ada apa?" Lein cukup terkejut dengan kemunculan Octiorb.
"Untuk artefak yang akan kamu terima, pilihlah artefak yang berbentuk kuali." Ucap Octiorb.
"Kuali? Bisakah kamu mengatakan alasan nya?" Lein cukup heran.
__ADS_1
"Tentu. Karena kuali ini bisa aku gunakan untuk menggabungkan item-item yang lebih kuat" Octiorb mengatakan alasan nya.
"Ah, jadi begitu." Lein mengangguk.
"Hm, baiklah. Jika kamu mengatakan seperti itu, maka ini adalah hal yang penting." Lein menyetujui permintaan Octiorb.
...----------------...
"....Aku ingin artefak kuali." Ucap Lein
"Kuali? Yah itu pilihan mu, aku akan memeriksa nya terlebih dahulu." Presiden Brynn menghilang lagi.
"Sepertinya sedikit lama..." Lein kemudian menuangkan teh dan meminum nya.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, presiden Brynn muncul dihadapan Lein dengan memegang sebuah gelang.
"Gelang ini adalah kuali yang kamu inginkan." Presiden Brynn melempar gelang itu.
"Ups." Lein menangkap gelang itu dan hampir terjatuh.
"Analisa." Ucap Lein mulai menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ Paella Cauldron
Sebuah kuali yang dipakai oleh master alkimia di zaman kuno, Paella. ]
"Tidak terlalu spesial, namun artefak tetaplah artefak. Ini pasti lebih baik dari pada yang lain." Gumam Lein.
"Kalau begitu, terimakasih Presiden." Lein berdiri dan membungkukkan badan nya.
"Baik." Lein mengangguk.
...----------------...
Di taman.
"Oh, ngomong-ngomong, saat aku bertarung dengan Kiva, kulihat dia tidak menggunakan artefak. Padahal kan dia dikirimkan artefak oleh keluarga nya." Lein berpikir.
"Apakah dia sudah menggunakan nya? Atau memang tidak digunakan?" Lein mencoba menemukan alasan nya.
"Bocah, mengapa kamu tidak datang ke rumah Kiva saja. Biasanya Artefak tidak disimpan didalam inventory." Octiorb berbicara menggunakan telepati.
"Oh, benar juga. Aku akan ke sana saat malam hari." Lein menyeringai.
...----------------...
Malam hari.
Lein saat ini sedang berada di dalam rumah Kiva. Mengapa Lein dengan mudah masuk ke dalam?
Jawaban nya karena tidak rumah Kiva berada di lokasi yang terpencil, dan tidak ada orang di sekitar lingkungan ini.
Juga, penjaga sesekali berpatroli namun karena Kiva sedang di interogasi, penjaga akan mengabaikan rumah ini.
Oleh karena itu Lein dengan mudah masuk ke dalam rumah Kiva tanpa ketahuan oleh siapapun.
__ADS_1
"Analisa apakah ada artefak disini." Lein menganalisa seluruh rumah Kiva.
[ analisa berlangsung ]
[ ada ]
"!!" Lein terkejut karena ternyata ada artefak di rumah Kiva.
"Tunjukan lokasi nya." Ucap Lein.
Kemudian seperti biasa, muncul peta 3D rumah ini. Lalu ada titik berwarna merah yang menunjukkan lokasi keberadaan artefak itu.
Lein mengikuti arahan peta dan ia sampai di ruangan di lantai paling atas. Lein membuka pintu nya dan isi ruangan itu penuh dengan buku mengenai sihir hitam.
"Hm, apakah semua pengetahuan sihir hitam kiva taruh di ruangan ini?" Lein melihat ke sekeliling.
Lein mengangkat bahu tidak peduli, ia melihat peta dan ternyata artefak itu ada di dalam sebuah kotak di atas meja kopi.
Lein mengambil nya dan membuka nya. Apa yang ada didalam kotak itu adalah boneka jerami dengan wajah tersenyum.
"Ugh, melihat nya saja sudah mengerikan." Lein cukup resah dengan wajah tersenyum boneka jerami itu
"Analisa boneka jerami ini." Ucap Lein mulai menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ The Smiling Straw Doll (sekali pakai)
Sebuah artefak yang memiliki fungsi sebagai nyawa tambahan. Jika pengguna akan mati, maka kerusakan nya akan ditransfer ke boneka ini ]
"Sial, jika Kiva memakai artefak ini saat pertarungan, bisa dipastikan aku akan mati." Lein terkejut dengan fungsi Artefak ini.
"Tapi mengapa dia tidak membawa nya? Apakah ia menyimpan ini untuk rencana lain? Ah sudahlah, aku tidak peduli." Lein mengangkat bahu nya.
Kemudian Lein menyimpan artefak itu di dalam saku pakaian nya. Karena artefak tidak akan berfungsi jika disimpan dalam inventory.
Setelah itu Lein mulai mencari-cari barang milik kiva yang masih tertinggal, siapa tahu Lein menemukan barang yang berharga.
Lein mencari-cari namun tidak menemukan hal yang berharga, dan saat ini ia menuju ke tempat terakhir yaitu kamar tidur Kiva.
Saat masuk Lein langsung menganalisa apakah ada hal yang berharga yang bisa ia ambil, dan ternyata ada.
Lein segera mengambil barang itu dan melihat nya. Ternyata itu adalah sebuah kartu bank berwarna hitam.
"Kartu bank? Ini sulit, aku tidak bisa mengambil uang yang ada didalam nya..." Lein menghela napas kecewa.
"Eh, tapi tunggu dulu..." Lein kembali memeriksa kartu bank itu.
"Ini... Kartu bank tanpa nama!" Lein sangat senang dengan ini.
Kartu bank tanpa nama adalah sebuah kartu bank yang tidak memerlukan kata sandi untuk mengambil uang didalam nya.
Anggap saja seperti dompet, kamu bisa dengan bebas menggunakan kartu bank ini hanya dengan menggesek nya ke mesin dan kemudian selesai.
Kartu bank tanpa nama biasanya digunakan untuk hadiah kepada seseorang dan juga digunakan untuk transaksi gelap.
Oleh karena itu Lein sangat senang dengan temuan nya. Kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dan memindai kode yang ada di kartu bank itu.
"Sial.... 20 juta FEZ !???" Lein memegangi kepalanya karena terkejut.
__ADS_1
"Haha... aku... kaya..." Lein tertawa dengan ekspresi yang menjijikan.
Setelah itu Lein menyimpan kartu bank di dalam inventory nya dan setelah memeriksa sekali lagi, dan tidak ada hal berharga yang ditemukan, ia pun pulang ke rumah nya.