Analysis Eye

Analysis Eye
Holton Mallorca dan Keluarganya


__ADS_3

"Lein, perkenalkan, orang ini adalah Holton Mallorca, adik dari Walikota Holbein yang sekarang menjabat sebagai jenderal di Kota Dragon Tide."


"Wanita disampingnya adalah istri nya, Emma Mallorca. Anak kecil yang sedang berbaring adalah anak mereka, Ava Mallorca."


"Dan yang terakhir, wanita cantik disamping Ava adalah adik dari Emma, Zayla Miller." Octiorb memperkenalkan semua orang kepada Lein.


"Oh! Pantas saja aku merasakan aura yang akrab, ternyata adik dari Walikota Holbein ya!" Lein sedikit terkejut.


Lein kemudian berjabat tangan dengan Holton dan Emma kemudian mereka berempat membahas mengenai kondisi Ava, putri Holton dan Emma.


"Jadi, akan aku singkat saja. Penyebab penyakit yang Ava derita sangatlah sederhana, dia terjatuh dari sepeda saat umur nya 4 tahun."


"Namun, sepertinya ia jatuh terlalu keras apalagi mengenai kepala nya. Jadi, sekarang ia menderita penyakit yang sedikit langka."


"Penyakit ini membuat Otak Ava berhenti beroperasi pada saat umur nya menginjak 10 tahun. Sekarang ia berumur 7 tahun, jadi masih tersisa 3 tahun lagi."


Octiorb menjelaskan penyakit Ava secara singkat dan jelas kepada Lein yang baru datang.


"Hm, kalau masih 3 tahun lagi, mengapa sekarang dia berada di rumah sakit? Apakah ada efek lain?' Lein menyentuh dagunya.


"Kamu sadar ya. Itu benar, ada efek lain. Yaitu melemah nya otak saat waktunya semakin dekat ke umur 10 tahun." Jawab Octiorb.


"Jadi begitu. Baiklah, aku sudah paham dengan kondisi Ava. Lalu, tumbuhan macam apa yang kamu perlukan?" Lein menganggukkan kepala nya dan bertanya.


"Eglis Rose." Octiorb memberitahu tumbuhan yang diperlukan.


"...Apakah harus itu?" Lein menyipitkan matanya.


"Ada apa? Apakah tumbuhan itu sangat penting bagimu? Aku akan membayarnya berapapun harganya! Tolong berikan tumbuhan itu untuk kesembuhan Ava!" Holton menundukkan kepala nya.


"Aku juga memohon dengan sangat." Emma juga menundukkan kepala nya.


"Jangan seperti itu, kalian membuat ku terlihat seperti orang jahat." Lein tidak berdaya dengan tindakan Holton dan Emma.


Bahkan saat Zayla menoleh ke arah Lein dan yang lain, ia terkejut melihat kakak dan kakak ipar nya menundukkan kepala nya kepada seorang pria muda.


"Apakah kamu akan menggunakan Eglis Rose itu?" Octiorb juga tidak menyangka kalau Lein akan bereaksi seperti itu.

__ADS_1


"Yah, mau aku gunakan juga tidak ada gunanya untuk tubuh ku. Tapi, aku berencana untuk memberikan Eglis Rose untuk Liza." Jawab Lein.


"Begitu... Tapi, tidak ada tumbuhan lain untuk membuat obat ini. Bahkan jika ada, itu merupakan artefak yang bisa menyembuhkan segala penyakit." Octiorb menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku ada artefak seperti itu. Namun apakah aku harus menggunakan item yang sangat penting untuk menyembuhkan orang yang tidak aku kenal?" Batin Lein.


"Liza.. Apakah itu seorang wanita? Kalau begitu aku akan memberikan barang yang setara dengan tumbuhan ini." Ucap Holton dengan nada memohon.


Holton juga melirik Octiorb mencoba meminta bantuan nya, namun Octiorb hanya mengangkat bahu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bukannya Octiorb tidak ingin membantu Holton untuk membujuk Lein, tetapi ia lebih berpihak kepada Lein dan mendukung segala keputusan Lein.


Octiorb juga tahu kalau dalam keadaan seperti ini, Lein yang biasanya gila harta menjadi kebal dengan tawaran apapun bahkan jika itu harta yang sangat berharga.


"Aku akan memberikan Eglis Rose, tapi aku tidak menginginkan uang ataupun barang." Lein sudah membuat keputusan.


"!!" Holton dan Emma melebarkan mata mereka karena terkejut dengan keputusan Lein.


"Lalu apa yang kamu mau?" Holton bertanya dengan nada serius karena ini terkait dengan kesembuhan putri nya.


"Hm, aku ingin kamu membantu ku mengurus sesuatu. Tolong datang ke Universitas Dragon Heart dan temui Presiden Brynn, dia akan paham dengan apa yang aku maksud." Ucap Lein.


"Aku tahu. Aku bukan orang bodoh yang memanfaatkan seorang jenderal untuk hal yang melanggar hukum." Lein menjawab nya dengan nada malas.


Kemudian, Lein mengeluarkan bunga mawar yang berwarna merah muda yang merupakan Eglis Rose dari inventory dan menyerahkan nya kepada Octiorb.


Octiorb memeriksa Eglis Rose sebentar lalu ia memasukan nya ke sebuah kotak khusus dan lalu ia simpan di dalam tas penyimpanan nya.


"Bagus, aku akan membuat obat nya. Diperkirakan, besok akan siap." Octiorb memberitahu kepada Holton dan Emma.


"Baik! Kami selalu berada disini, jadi jangan khawatir!' Holton dan Emma mengangguk.


"Karena sudah tidak ada hal lain, aku akan pergi." Lein berdiri.


"Lein, aku ikut." Ucap Octiorb.


"Baiklah, ayo." Lein berjalan menuju jendela ruangan.

__ADS_1


"Eh, permisi. Mengapa kalian berdua malah menuju jendela?" Emma bertanya karena bingung dengan tindakan mereka berdua.


Lein dan Octiorb tidak menjawab nya. Lein membuka jendela kemudian ia melompat dari sana diikuti oleh Octiorb.


"Eh!?" Seisi ruangan dibuat terkejut oleh tindakan Lein dan Octiorb.


Namun, saat mereka akan berteriak, mereka melihat Lein dan Octiorb terbang dan perlahan-lahan mulai menjauh dari rumah sakit.


"Ah... Aku tidak menyangka mereka akan melakukan hal itu..." Emma menghela napas lega.


Disisi lain, Ava melihat Lein dan Octiorb yang melompat dari jendela dengan mata berbinar-binar seolah-olah sedang melihat idola nya.


Zayla yang berada di samping Ava menyadari hal itu namun ia memutuskan untuk tetap diam dan tidak memberitahu hal ini kepada Holton ataupun Emma.


Karena Zayla tahu kalau Ava sangat menyukai pahlawan dan memiliki impian untuk menjadi pahlawan namun dilarang dengan tegas oleh Holton.


...----------------...


Lein dan Octiorb terbang menuju Universitas Dragon Heart, Octiorb turun di rumah Lein dan langsung pergi ke ruang bawah tanah untuk membuat obat.


Sedangkan Lein terbang lagi keluar dari Universitas Dragon Heart dan mencari Isolda di sekitar kota karena ia akan melanjutkan patroli nya.


"Hm?" Lein merasakan ada fluktuasi mana.


Lein mencari dan menemukan kalau fluktuasi mana yang ia rasakan ada di hutan belakang universitas yang merupakan bekas pertempuran kemarin.


"Apakah ada pertarungan disana?" Pikir Lein.


Lein kemudian terbang ke sana dengan cepat karena ia juga sangat penasaran dengan apa yang ada disana sampai menghasilkan fluktuasi mana.


Ternyata, setelah Lein sampai disana, ia melihat kalau ada seekor naga besar berwarna putih mencolok yang sedang bertarung dengan monster terbang.


"Tidak, kalau Isolda bertarung dengan monster biasa, mengapa bisa ada fluktuasi mana disini?" Lein bingung.


Lein mencoba merasakan nya lagi dan menemukan kalau fluktuasi mana tersebut ada di dekat Isolda, bahkan dari Isolda itu sendiri.


Lein segera terbang ke arah sana dan melihat ada sebuah benda yang memancarkan cahaya redup berwarna ungu gelap.

__ADS_1


"Ini kan..." Meskipun bentuk nya berbeda, Lein bisa tahu benda apa itu.


__ADS_2