
Lein kembali ke Universitas Dragon Heart dan bersantai-santai dirumah nya. Lein juga melihat kalau Octiorb sedang sibuk membuat obat-obatan baru.
Lein menonton televisi dan bermain permainan mengisi waktu luang nya. Karena sejujurnya, Lein memang membutuhkan hiburan.
Sore harinya, Lein pergi ke Krematorium untuk mengambil abu Althea. Lein menerima guci yang bersisi abu dan membayar biaya nya.
Namun Lein tidak melihat Zae di lobi, saat ia bertanya kepada salah satu petugas, ia tahu kalau Zae telah mengundurkan diri.
"Haha, langsung mengundurkan diri ya. Yah, semoga dengan bantuan ku ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan." Lein tertawa kecil.
Alasan Lein mengkremasi tubuh Althea adalah karena ia khawatir kalau Anarchy Order akan berbuat sesuatu dengan tubuh Althea.
Karena ada sihir hitam yang bisa mengendalikan tubuh orang mati, ada juga yang memanggil jiwa iblis dan menempatkan nya di dalam tubuh orang mati.
Jadi Lein memutuskan untuk mengkremasi tubuh Althea, meskipun Lein melakukan hal itu juga sebagai tanda penghormatan.
Meskipun Althea jahat dan telah berbuat banyak sekali kejahatan, setidaknya Althea lah yang telah melahirkan Lein.
Jadi Lein mengkremasi Althea selain karena khawatir Anarchy Order akan berbuat sesuatu, ia melakukan hal itu juga sebagai tanda penghormatan nya.
...----------------...
Rencana nya, Lein akan menaburkan abu Althea di laut lepas saat ia akan pergi ke berbagai tempat untuk menuntas Anarchy Order.
Lalu dua hari kemudian, Lein dan Octiorb sudah pergi dari universitas. Mereka berdua juga sudah melakukan perpisahan kepada yang lain.
Tujuan pertama Lein dan Octiorb adalah Kota Applesy tempat dimana Lein muncul. Disana Lein curiga ada campur tangan Anarchy Order.
Lein dan Octiorb ke Kota Applesy dengan cara menaiki Isolda. Berkah kecepatan terbang seekor naga, mereka sampai disana hanya dalam satu atau dua jam saja.
"Analisa apakah di sekitar ada tanda-tanda Anarchy Order atau sesuatu yang lain." Lein masih berada di luar tembok kota dan ia segera menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ tidak ditemukan nya tanda-tanda Anarchy Order, namun ada sesuatu yang memiliki energi iblis di dalam hutan sana ]
"Energi iblis?" Lein segera berlari menuju hutan yang dimaksud disusul oleh Octiorb.
Saat memasuki hutan, Lein segera menggunakan mana untuk mengobservasi lingkungan dan menemukan energi iblis itu berasal dari satu pohon.
"Hm, Lein. Energi iblis ini bukan berasal dari pohon nya melainkan dari sesuatu di bawah pohon." Ucap Octiorb.
"Eh benarkah?" Lein kira berasal dari pohon itu.
"Benar, gunakan mana mu untuk mengangkat pohon ini dari tanah." Jawab Octiorb.
__ADS_1
"Baiklah, akan ku coba." Lein menyelimuti pohon di depan nya dengan mana kemudian ia mengangkat pohon itu sampai lepas dari tanah.
Energi iblis yang tadinya lemah kini merembes keluar dengan jumlah yang sangat banyak bahkan Lein bisa merasakan kengerian dari energi iblis itu.
"Ternyata ini." Octiorb berjongkok dan mengambil suatu barang dari dalam tanah.
Barang itu adalah sebuah botol kaca yang didalam nya berisi gulungan perkamen. Kaca di botol itu juga ada tulisan aneh yang ditulis dengan sesuatu yang berwarna merah gelap.
"Energi iblis yang sangat mengerikan." Ucap Octiorb saat merasakan energi iblis yang dikeluarkan dari botol kaca yang ia pegang.
"Analisa." Lein menganalisa botol kaca itu.
[ analisa berlangsung ]
[ botol penyegel
rank : A
Botol kaca yang merupakan segel yang menyegel perkamen di dalam nya ]
"Hah? Deskripsi nya tidak jelas." Lein mengatakan kepada Octiorb hasil analisa botol kaca itu.
"Hm, bocah, coba analisa tulisan yang ada di botol kaca ini." Ucap Octiorb.
"Baiklah, analisa." Lein menganalisa tulisan di botol kaca.
[ analisa berlangsung ]
"Darah manusia..." Lein menyipitkan matanya.
"Jadi, ada manusia yang dikorbankan untuk mantra di botol ini ya..." Octiorb juga menyipitkan matanya.
"Apakah kita akan membuka nya?" Octiorb meminta pendapat Lein.
"Mari kita buka saja, namun sebelum itu..." Lein mengangguk dan kemudian ia mengangkat kedua tangan nya.
Muncul sebuah penghalang berwarna emas berbentuk setengah lingkaran yang menyelimuti mereka berdua di dalam nya.
"Ah, energi suci ya." Octiorb menyadari kalau Lein membuat penghalang nya dengan menggunakan energi suci.
"Benar, agar energi iblis nya tidak merembes keluar." Angguk Lein.
"Bagus, kalau begitu mari kita buka." Octiorb membuka tutup botol itu namun ia tidak bis sekeras apapun ia mencoba.
"Bocah, coba buka dengan menggunakan energi suci." Octiorb menyerahkan botol kaca kepada Lein.
__ADS_1
"Tentu." Lein mengambil nya dan menggunakan energi suci untuk membuka nya namun ia tetap tidak bisa.
"Tidak bisa?" Lein mengerutkan keningnya.
"Hm, tunggu dulu. Menggunakan energi suci mungkin malah membuat segel nya bertambah keras. Coba kamu gunakan energi iblis juga." Usul Octiorb.
"Oh ide yang bagus Oct! Baiklah, akan aku coba." Kali ini Lein membuka tutup botol menggunakan energi iblis.
Dan benar saja apa yang Octiorb ucapkan, saat menggunakan energi iblis, tutup botol itu terbuka dengan mudah nya.
Lein bahkan merasa kalau botol kaca penyegel ini tidak ada bedanya dengan botol biasa saat ia menggunakan energi iblis.
Energi iblis yang lebih mengerikan dan lebih mencekam keluar dari dalam botol kaca dan membuat penghalang suci yang Lein buat retak.
Lein segera memperkuat penghalang suci dengan memasukan lebih banyak energi suci dan retakan di penghalang nya berhasil diperbaiki.
Octiorb mengambil botol kaca dari tangan Lein dan mengeluarkan perkamen dari dalam botol.
Tulisan-tulisan segel yang berada di botol kaca perlahan-lahan memudar dan kemudian menghilang seolah-olah tulisan-tulisan itu tidak ada.
Lein dan Octiorb tidak memedulikan nya karena memang begitu cara kerja barang penyegel. Saat segel nya sudah dibuka atau dipecahkan maka mantra penyegel nya akan hilang dengan sendirinya.
Octiorb membuka perkamen itu, Lein dan Octiorb segera membaca isi dari perkamen yang ternyata menggunakan bahasa kuno.
"Sial, dari sekian banyaknya bahasa mengapa harus bahasa kuno." Octiorb mengumpat.
"Kamu benar, tetapi seharusnya kita bisa memahami beberapa patah kata yang ditulis di perkamen ini." Ucap Lein.
".. Bangkit... Makhluk...Agung..." Hanya itu yang Lein mengerti.
"..Iblis..Merah?...Hitam?.." Octiorb juga hanya memahami sedikit.
"Tunggu dulu, dari beberapa kata itu kita bisa mengerti apa isi dari perkamen ini..!!" Lein melebarkan matanya.
"Kamu benar!" Octiorb juga melebarkan matanya.
"Membangkitkan makhluk agung yang merupakan iblis yang berwarna merah dan hitam." Ucap Lein dan Octiorb secara bersamaan.
"Iblis agung ya, sudah bisa dipastikan kalau ini adalah ulah Anarchy Order." Lein menyentuh dagunya.
"Lein, kamu masih ingat dengan penyerangan Kota Els bukan?" Tanya Octiorb tiba-tiba.
"Tentu saja, apa yang kamu maksud? Eh, tunggu..." Lein menyadari mengapa Octiorb bertanya mengenai penyerangan Kota Els.
"Kamu menyadari nya..." Octiorb tersenyum kecil.
__ADS_1
"Tentu saja, Iblis Agung Jareth!" Seru Lein.