Analysis Eye

Analysis Eye
Gagal namun Berhasil?


__ADS_3

Lein beranjak dari tempat persembunyiannya. Lein tetap tidak mengaktifkan dragon dance. Tujuan Lein adalah mencuri bukan melawan para pengawal.


Lein bergerak dalam bayang-bayang. Didukung oleh gelapnya malam dan tidak ada pencahayaan dalam hutan, Lein menjadi tidak terlihat.


Saat Lein sudah dekat dengan rombongan mobil, Lein mengenakan topeng wajah tidak berbentuk berwarna hitam juga.


Meskipun Lein yakin ia tidak akan ketahuan, Lein tetap mengenakan topeng untuk berjaga-jaga siapa tahu ada variabel yang tidak diinginkan.


"Analisa dimana letak artefak itu." Lein berdiri diam dan menganalisa.


[ analisa berlangsung ]


[ artefak itu disembunyikan di sebuah kotak di mobil depan ]


"Mobil depan? Sial." Lein mengira artefak itu ada di mobil tengah.


Karena mobil depan adalah lokasi pertempuran dan tidak mungkin ia mencoba mencuri nya di tengah-tengah pertempuran.


Lein mungkin bisa membawa Artefak itu, namun pasti ia akan ketahuan oleh para pengawal.


Lein tidak putus asa, ia mendekat ke arah mobil depan dan mencari kesempatan untuk mencuri artefak itu.


Beberapa waktu berlalu monster-monster tersisa sedikit namun Lein belum menemukan kesempatan untuk mencuri.


Para pengawal selalu melindungi mobil. Mereka melawan monster-monster dengan membuat formasi mengelilingi mobil.


Oleh karena itu tidak ada kesempatan untuk mendekat bahkan untuk mencuri artefak.


...----------------...


"Sial, apakah rencanaku akan gagal?" Lein tidak menyangka ia akan salah perhitungan.


"Kalau begitu aku periksa saja monster yang berada di kandang." Lein lalu menuju ke mobil tengah.


Karena kandang monster hanya dilindungi oleh mantra pengekang yang mana itu untuk monster yang ada didalamnya.


Lein jadi mudah untuk mendekati nya. Lein membuka kain yang menutupi kandang dan mengintip sedikit monster apa yang ada didalam.


"!!!" Lein memasang ekspresi sangat terkejut.


"Apakah aku tidak salah lihat?" Lein bertanya kepada dirinya sendiri.


"Mengapa... ada seekor naga disini!!??" Lein hampir saja berteriak karena terkejut.


Ternyata monster yang ada di dalam kandang adalah seekor naga. Lein tidak menyangka bahwa naga ada di sini.


Naga adalah monster yang berada di puncak rantai makanan. Tidak mungkin seekor naga bisa ditangkap oleh manusia biasa.


Untuk menangkap naga, manusia membutuhkan kekuatan yang sangat kuat, atau menggunakan Artefak yang kekuatannya setara dengan naga.

__ADS_1


"Tidak, ada dua kemungkinan lain." Lein memikirkan dua kemungkinan lain.


Dua kemungkinan yang disebutkan Lein adalah mengambil telur naga dan membesarkan nya atau naga yang ditangkap adalah naga cacat.


Meskipun mengambil telur naga juga sangat sulit karena sang induk selalu ada di sarang nya menjaga telur-telur nya.


Tidak mungkin manusia yang notabene nya pengecut memiliki keberanian untuk mencuri telur naga di sarang naga.


Lalu yang lain, naga yang ditangkap adalah naga yang cacat. Naga yang cacat lebih mudah ditangkap.


Biasanya naga yang cacat dibuang oleh induknya atau diri nya sendiri yang memilih pergi dari sarang karena berbeda dari naga lain.


Lein percaya pada kemungkinan ke tiga, dan untuk membuktikan hal itu, Lein menganalisa naga yang ada di dalam kandang.


"Analisa naga itu." Lein dengan cepat menganalisa nya.


[ analisa berlangsung ]


[ naga waktu


level : ???


Naga yang kabur dari sarang karena sifatnya yang pengecut dan membenci kekerasan ]


"Sial.. Dari semua naga, yang didepan ku adalah naga yang memiliki kekuatan terkuat." Lein lagi-lagi terkejut dengan naga didepan nya.


Naga yang paling kuat adalah naga yang memiliki kekuatan waktu, diikuti oleh kekuatan ruang, kegelapan/cahaya, dan elemen umum seperti api, air, dan lain nya.


naga waktu melihat manusia didepannya, bukannya takut namun ia merasakan perasaan yang menenangkan.


"Hah? ada apa dengan naga ini?" Lein bingung dengan mata naga itu yang terlihat bersahabat.


Naga itu bangkit dan berjalan menuju pintu kandang. Naga waktu menurunkan kepala nya ke arah Lein.


// naga waktu bentuk nya naga barat yang punya 4 kaki. Warna nya putih bersih dan matanya yang mirip kaya jam. Ukuran naga waktu saat ini sekitar ukuran komodo //


"Kamu mau aku mengelus kepala mu?" Meskipun aneh, Lein tetap bertanya kepada naga waktu.


"ci~" Naga waktu menganggukkan kepala nya.


Lein lalu mengelus-elus kepala naga waktu dan naga waktu membuat ekspresi nyaman karena elusan Lein.


"hm?" Lein mendengar bahwa suara pertempuran semakin kecil


"Pertempuran sebentar lagi berakhir, hey naga, ayo keluar." Lein menggunakan kontrol mana nya untuk membuka kunci kandang.


Seperti yang dikatakan tadi, kandang ini hanya menggunakan mantra pengekang bukan mantra pelindung atau penjaga.


Oleh karena itu, Lein dengan mudah nya membuka kunci kandang dengan kontrol mana.

__ADS_1


*klik (suara kunci terbuka)


Lein membuka pintu kandang dan menyuruh naga waktu keluar dari kandang.


Naga waktu senang karena ia tidak akan tinggal di kandang sempit lagi. Naga waktu juga dengan senang hati menuruti perkataan Lein.


Naga waktu keluar dan Lein mengintip ke arah pertempuran. Ternyata mereka sudah menyelesaikan pertempuran nya.


Para pengawal sedang membereskan kekacauan dan sepertinya mereka juga mengumpat dilihat dari ekspresi wajah nya.


Lein menghela napas lega karena masih ada waktu untuk pergi. Lein lalu kembali menutup pintu kandang dan menutupi nya dengan kain.


Lein merasa aneh dengan naga waktu karena sepertinya naga waktu tidak memusuhi Lein. Lein tidak memikirkan hal itu sekarang, Lein lalu menyuruh naga waktu untuk mengikuti nya.


"Hey naga, ikuti aku dan jangan membuat suara." Lein menyuruh naga waktu


Naga waktu menutupi mulutnya dengan kaki depan nya dan menganggukkan kepala nya.


"...Kamu bisa bertingkah seperti itu juga ya." Lein tidak bisa berkata-kata melihat tindakan naga waktu.


Sejak naga lahir dari telur, naga bisa memahami bahasa seluruh ras seperti program yang sudah diatur.


Naga yang masih bayi atau muda tidak bisa berkomunikasi dengan ras lain, namun bisa memahami perkataan mereka. Naga baru bisa berbicara ketika mereka menginjak usia remaja.


Lein dan naga waktu lari ke ujung hutan. Lein tidak kembali ke ruma karena ia takut naga waktu akan membuat masalah.


...----------------...


Rombongan mobil.


"Hm? Apakah kalian diserang?" 10 pengawal yang pergi telah kembali.


"Ada seseorang yang melemparkan cairan hitam ini dan para monster sialan berhamburan ke arah kami." Para pengawal yang melawan monster menjawab.


"Periksa Artefak nya!" Para pengawal segera memeriksa mobil depan.


"Aman! Artefak nya masih ada!" Para pengawal menghela napas lega.


"Tidak! Monster nya tidak ada di kandang!" Pengawal yang memeriksa mobil tengah melaporkan.


"Sial!!!" Semua pengawal merasakan surga dan neraka.


Maksudnya mereka senang karena Artefak nya masih ada namun mereka takut akan dimarahi oleh atasan karena monster nya hilang.


"Sial! Untuk saat ini kita kirimkan artefak ini ke tuan muda." Kapten pengawal memerintah


"Bagaimana dengan monster nya, kapten?" pengawal kan bertanya.


"Kita adalah tipe bertahan, tidak mungkin kita bisa mengejar pencuri itu." Kapten menghela napas berat.

__ADS_1


"..." Semua pengawal diam mendengar ucapan kapten, karena memang ucapan kapten benar.


__ADS_2