
"Kalau begitu aku akan menyerap fragmen ini. Aku akan bermeditasi sekitar 3-7hari. Jangan ganggu aku." Liza berdiri dan menuju ke kamar tidur nya
"Baiklah Semoga berhasil." ucap Lein
"Pastinya." jawab Liza
...----------------...
Lein kembali ke kamar nya dan berpikir apa yang akan dilakukan nya. Lein akan pergi ke kota Els beberapa hari kemudian karena ia baru pulang ke rumah.
Lein kepikiran sesuatu, ia menyalakan komputer nya dan mencari semua seni bela diri gratis di internet.
"Ada banyak juga. Meskipun kebanyakan adalah bela diri rank F dan E." ucap Lein
"Tapi tidak apa-apa. Analisa semua seni bela diri dan simpan di dalam Book of Memoir."
Lein membaca berbagai seni bela diri sambil menganalisa nya. Hasil analisa akan disimpan di Book of Memoir.
sudah 3 jam berlalu. Lein akhirnya selesai membaca dan menganalisa semua seni bela diri yang ada di internet.
Lein berganti pakaian menjadi pakaian olahraga, ia lalu keluar rumah dan menuju ke taman dekat lokasi rumah nya.
Setelah sampai disana, Lein mencari tempat dengan sedikit orang karena Lein tidak ingin diganggu.
*Fiuh.. Lein menghela napas menenangkan diri
Lein mengeluarkan Book of Memoir dan melihat seni bela diri yang sudah ia analisa tadi.
[ apakah ingin dipelajari? ]
[ Y / N ]
Lein menolak mempelajari karena semua nya adalah bela diri sampah. Lein sudah memiliki rencana yang lebih baik yaitu...
"Analisa semua seni bela diri dan buat baru bela diri yang cocok untuk ku." ucap Lein
Ya benar, Lein menganalisa semua seni bela diri tadi untuk referensi dan ia menggunakan analysis eye untuk membuat seni bela diri baru untuk nya.
[ Analisa berlangsung ]
[ Memindai tubuh host ]
[ membuat seni bela diri baru ]
[ selesai ]
[ silakan periksa di Book of Memoir ]
Lein memeriksa seni bela diri yang sudah dibuat oleh analysis eye. Saat melihat nya, Ia menjadi terkejut dan kagum dengan analysis eye.
__ADS_1
Bagaimana tidak? Ini adalah seni bela diri yang sudah dibuat oleh analysis eye
[ dragon dance
rank : A ( bisa berkembang )
keterangan : .... ]
"Dari kumpulan bela diri sampah menjadi sebuah maha karya yang bisa berkembang. Analysis Eye memang luar biasa." ucap Lein menenangkan diri
"Mari kita pemanasan dan langsung berlatih." Lein mulai pemanasan lalu berlatih
Dragon dance adalah sebuah bela diri serba guna. Bisa membentuk tubuh, menyerang lawan, dan membelokkan serangan lawan.
Tidak ada gerakan yang berpola atau terstruktur. Dragon dance digunakan sesuai dengan kehendak si pemakai.
Cara kerjanya adalah pengguna harus mengalirkan mana ke seluruh tubuh. Lalu bergerak entah itu meninju, menampar, menendang atau apapun dengan cepat.
Namun pengguna harus bisa mengontrol kecepatan nya, jangan terlalu cepat karena tidak akan bisa mengontrol nya. Atau terlalu lambat karena akan memberikan dampak kurang.
...----------------...
"Mama, apakah kakak itu sedang menari?" anak itu sedang membicarakan Lein yang sedang berlatih
"Jangan melihat nya, ayo pergi." ucap ibu anak itu
...----------------...
"Ayolah, paling-paling itu orang aneh." ucap teman nya
...----------------...
Semua orang menganggap Lein aneh. Karena yang orang lain lihat adalah Lein sedang menari, ya menari.
Seperti tarian balet yang lentur, orang-orang melihat Lein hanya menggerakkan tubuh nya dengan anggun dan lambat .
Padahal bukan Lein yang bergerak lambat melainkan karena ia sangat cepat sehingga meninggalkan after image.
Anggap saja Lein sedang memukul pohon, Dimata orang lain pukulan Lein kelihatan lambat seperti pukulan anak kecil.
Namun sebenarnya pukulan Lein sangat cepat sampai orang-orang tidak bisa melihat nya. Itulah cara kerja seni bela diri dragon dance.
"Yah jika ku tahu latihan nya seperti ini, maka akan aku lakukan di rumah." Lein menghentikan latihan nya dan melihat reaksi orang-orang
"Meskipun aku tidak peduli, tapi itu akan menganggu konsentrasi ku. Sebaiknya pulang saja." Lein mengusap keringat nya dan hendak pergi namun dihentikan
"Tunggu sebentar anak muda." suara pria paruh baya terdengar
Lein berbalik karena ia merasa bahwa ia yang di panggil.
__ADS_1
"Sesuatu, pak?" tanya Lein bingung karena ia tidak mengenal pria di depan nya
"Ah maaf, perkenalkan namaku Hido Morgan. Aku seorang dekan dari universitas dragon heart, ini buktinya." Hido mengeluarkan kartu identitas bahwa ia seorang dekan
"Dekan universitas dragon heart!?" Lein tidak menyangka bahwa seseorang dari sana akan ada disini dan sedang berbicara dengan nya
Meskipun hati Lein bergetar karena identitas pria didepannya, namun ia tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"Salam kenal dekan, namaku Lein Sanzio panggil saja aku Lein." Lein membungkukkan badan nya sedikit
"Oh? mental anak muda ini lumayan bagus, bisa bersikap tenang setelah mendengar identitas ku." pikir Dekan Hido
"Tanpa basa-basi Lein, aku melihatmu berlatih bela diri tadi dan mendengar ucapan orang-orang. Tapi aku adalah Dekan, aku bisa melihat pergerakan mu." ucap Dekan Hido
"Maaf sebelumnya dekan, mengapa kita tidak berbicara dia sana?" Lein menunjuk ke kafe seberang jalan
"Oh salahkan aku karena terlalu bersemangat. Baiklah ayo." ucap Dekan Hido
Mereka lalu berjalan menuju kafe dan memesan sebuah ruangan pribadi agar lebih tenang dan memesan minuman.
"Lalu dekan Hido, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya mengenai diriku?" Lein meminum jus yang ia pesan
"Kamu langsung ke inti nya ya." ucap Dekan Hido mengelus janggut nya
"Jadilah muridku dan bergabunglah ke universitas dragon heart." Dekan Hido mengeluarkan tekanan yang berat
"Sial, sampai harus mengeluarkan aura ini." umpat Lein dalam hati nya
"Aku memang ingin memasuki universitas dragon heart, namun mengenai menjadi murid mu..." Lein tidak melanjutkan ucapan nya
"Lihat ini." dekan Hido melempar sesuatu.
Lein menangkap nya dan melihat apa itu.
"Anda dekan kelas 1? tanya Lein
"Tentu saja. Jangan lihat penampilan ku yang santai ini, namun aku sebenarnya adalah dekan kelas 1." ucap Dekan Hido sombong
Di universitas dragon heart dekan dan guru atau instruktur dibagi menjadi kelas 3 yang terendah, kelas 2, kelas 1, dan kelas 0. Kelas 0 khusus untuk kepala universitas jadi kelas 1 adalah yang tertinggi untuk seorang dekan
"Terima saja bocah, ini kesempatan langka. Orang itu bisa mempermudah mu memasuki universitas dan pasti akan banyak manfaat nya jika kamu menerima ini." Octiorb berbicara dengan Lein lewat pikiran
"Aku tahu. Aku tidak bodoh sampai melewatkan kesempatan ini." Lein mengembalikan tanda yang dekan Hido lempar tadi
Lein berdiri dari kursi nya dan ia berlutut dengan satu kaki dan menundukkan kepalanya dan meletakkan tangan kanan di dada nya.
"Lein Sanzio, mulai sekarang akan menjadi murid dari dekan Hido Morgan." ucap Lein serius
Dekan Hido terkejut dengan tindakan lein, ia mengira Lein akan memikirkan tawaran nya tapi ia tidak menyangka Lein akan langsung menjawab nya dengan tidakan ini
__ADS_1
"Mulai sekarang...